
Lando meninggalkan Karen dan Langit sendiri di ruang tamu. Sebab ia harus menerima telepon dari seseorang yang sangat penting menurutnya. Salah satu klien penting pokoknya.
Kesempatan itu pun dimanfaatkan oleh Karen untuk mengatakan pada Langit siapa dirinya sebenarnya.
"Boleh saya tahu nama istri, Abang?" tanya Karen memberanikan diri.
"Tentu, istriku bernama Riana Ekaristi," jawab Langit jujur.
"Dan nama Abang, Damar Langit, kan?" balas Karen.
"Dari mana kamu tahu?" Langit mengerutkan kening. Sebenarnya ia sudah menduga, siapa wanita yang saat ini ada di depannya. Namun, Langit tidak terlalu berani berasumsi mengingat dia tidak memiliki bukti yang akurat akan kecurigaannya.
Karen diam. Namun, Ia yakin kalau Langit pasti sudah bisa menebak siapa dirinya.
"Raras?" tebak Langit, enggan berbasa-basi lagi.
Wanita itu menatap teduh pada Langit. Karena apa yang pria itu ucapkan adalah sebuah kebenaran.
"Benarkah kamu ibu kandung Shanshan?" tanya Langit lagi, memastikan.
__ADS_1
"Yahhhh.... " jawab Karen lemah.
Tak menyangka akan melewati fase ini, Langit pun menjatuhkan tubunnya di sisi sofa tempat ia duduk saat ini.
Masih sama-sama mencerna keadaan, Langit dan Karen memilih diam. Memilih menenangkan perasaan mereka masing-masing. Sebelum nanti akan ada rahasia yang lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, sebelum Langit mendapatkan jawaban pertanyaan yang saat ini berputra di otaknya, Lando sudah datang untuk bergabung dengan mereka.
"Udah kenalan, Bang?" tanya Lando.
"Sudah," jawab mereka berdua serempak.
"Wih... serempak, okelah!" jawab Lando.
"Oke kalo begitu, gimana soal kasus abangku. Apakah kamu bisa bantu?" tanya Lando pada wanita incarannya ini.
"Tentu saja, boleh nanti aku minta teman-teman kita untuk melacak wanita itu," jawab Karen, antusias.
"Oh, oke. Makasih ya," ucap Lando seraha memainkan rambut panjang Karen.
__ADS_1
Sedangkan Karen hanya diam, meskipun sebenarnya dia kurang nyaman dengan ini.
Karen memang telah jatuh cinta pada Lando. Tetapi, mana mungkin keluarga Lando akan menyetujuinya, mengingat Riana, yang tak lain adalah kakak kandung dari pria yang ia cintai ini sangatlah ia kenal.
Belum lagi pasal penipuan yang pernah ia lakukan kepada Riana. Mungkinkah Riana akan peduli padanya. Sepertinya tidak mungkin.
"Pengacara dan tim penyidik sudah menuju Singapore untuk menangkap Cecelia. Tapi aku tetap butuh tahu siapa sebenarnya orang yang memiliki dendam dengan abang, sampai tega dan memiliki niat yang buruk kepada keluarga abang dan kakakku," ucap Lando.
Karen menatap Langit. Ingin menjelaskan. Namun, lidahnya serasa kelu. Tak kuasa rasanya ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku sendiri belum tahu, Lan," jawab Karen singkat.
Namun dalam hati wanita cantik ini, ia ingin membongkar semua kejahatan pria itu. Ingin rasanya ia menjebloskan pria itu ke dalam penjara. Agar membusuk di sana dan tidak hubungan antara Langit dan Riana. Terlebih ada putri mereka yang saat ini sedang perjuangan.
Tiga puluh menit berbincang, akhirnya Lando pun mengajak Karen untuk makan diluar.
Tentu saja karena tak ingin mengecewakan pria yang telah ia anggap sahabat itu kecewa, Karen pun menyetujui ajakan tersebut.
Sambil menunggu Lando siap, Karen segera menuliskan nomer ponselnya di ponsel milik Langit. Dan meminta pria itu untuk menghubunginya nanti malam.
__ADS_1
Dia berjanji akan membongkar semua tabir kepalsuan yang saat ini sedang menyelimuti hubungan Mereka.
Bersambung....