Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Termakan Jebakan


__ADS_3

Langit masih tidak menyadari bahwa panas yang ia rasakan di dalam tubuhnya adalah pengaruh obat yang sengaja kliennya masukkan ke dalam minumannya. Tentu saja untuk menjebaknya. Agar dirinya melakukan tindakan asusila. Dan akhirnya Riana akan meninggalkannya.


"Bagaimana?" tanya Vico.


"Siap, Bos... semua ready. Atur posisi," balas salah satu anak buah Vico yang saat ini sedang bersama Langit dan memantau langsung ke adaan pria tersebut.


"Oke, kami di sini sudah siap," balas anak buah Vico.


Lalu tak ada perbincangan lagi, mereka tinggal menunggu obat laknat tersebut bereaksi dengan sempurna. Barulah mereka bisa membawa Langit ke tempat yang telah di sediakan.


Tiga orang yang ikut menghadiri pertemuan itu tersenyum senang sambil saling memberi kode. Bahwasannya sang target telah masuk ke dalam perangkap mereka.


Lalu salah satu dari mereka pun menghubungi teman yang lain untuk menyiapkan satu wanita pekerja **** komersil. Tentu saja ini adalah lanjutan dari siasat busuk mereka.


Langit yang saat itu sudah dalam pengaruh obat biadab itu, tentu saja tak kuasa menahan hasrat yang telah menyerangnya.


Terlebih wanita yang di siapkan untuknya sangatlah handal dalam hal demikian. Sekali hap, Langit pun tak berdaya.


Percintaan panas antara Langit dan wanita yang telah disiapkan Vico untuk menjebaknya, membuat para komplotan Vico tertawa senang. Sebab pekerjaan yang di bebankan pada mereka akhirnya selesai sudah.


Langit telah termakan jebakan dan mereka tinggal menunggu hasil selanjutnya.


"Bagaiaman?" tanya Vico lagi.


"Hot, Bos. Sialan!" jawab ketua geng itu, selebihnya di antara mereka tertawa senang.

__ADS_1


Vico tersenyum licik sambil melirik sekilas permainan Langit dengan wanita bayaran itu. Lalu ia pun kembali berucap,


"Kirim video itu pada istrinya sekarang juga, aku mau tahu reaksi wanita itu," ucap Vico memerintahkan.


"Baik, Bos. Kami akan segera mengedit dan mengirimnya segera," jawab salah satu anak buah Vico.


"Pastikan kalian terus mengawasi wanitaku, aku mau dia menceraikan suaminya. Dan setelah itu ...." Vico terlihat tersenyum senang, sebab apa yang ia rencanakan telah menjadi kenyaataan.


Melihat sang big bos puas dengan hasil kerja mereka, tentu saja membuat para pekerja itu ikut senang.


"Baik, Bos. Laksanakan," jawab salah satu dari mereka.


Vico tersenyum lagi, lalu ia pun segera meninggalkan tempat mereka menjalankan rencana tersebut dan memulai menjalankan rencana berikutnya.


***


Langit merasakan sekujur tubuhnya merasakan pegal yang teramat sangat. Kepalanya terasa pening. Matanya juga terasa sangat berat.


Perlahan, ia pun membuka matanya dan ketika mata itu terbuka sempurna, Langit kembali menemukan keanehan, Sebab ia tidak berada di dalam kamar pribadinya bersama sang istri. Melainkan di dalam sebuah kamar yang cukup mewah.


Bukan hanya kamar mewah itu yang membuatnya heran. Keadaannya saat ini juga membuat pria ini bingung. Langit tidak mengenakan sehelai benang pun.


Dia benar-benar polos. Hanya di tutupi selimut tebal berwarna putih.


Pakaian yang semalam ia kenakan, juga terlihat berserakan di lantai.

__ADS_1


"Astaga! Apa yang terjadi?" tanya Langit pada dirinya sendiri.


Ia pun memeriksa kembali keadaannya. Memastikan keadaannya. Siapa tahu saat ini ia sedang bermimpi.


Namun sayang, ini bukanlah mimpi. Tapi nyata, kenyataan. Sekali lagi, Langit merasa heran. Seingatnya semalam ia memang bercinta. Tetapi dengan Riana, istri sahnya dan tentu saja, seingat LAngit mereka melakukannya di kamar pribadi mereka.


Langit menatap sekeliling, kembali memastikan apa yang terjadi padanya. Sungguh, sekali lagi keadaan ini sukses membuat pria ini shock. Langit tercengang tak karuan. Tak menyangka bahwa ia bisa berada di tempat aneh ini.


Menyadari pasti ada yang sengaja menjebaknya, Langitb pun meremas kasar selimut yang menutupi tubuhnya yang polos.


Marah, sudah pasti. Sebab ia sadar, bahwa saat ini pasti ada orang yang sengaja menjebaknya.


Spontan ia pun teringat sang istri. Langit langsung mengingat wanita itu karena pasti ada yang sengaja melakukan ini.


"Ria!" pekiknya.


Seketika, ia pun segera meraih pakaiannya dan memakainya. Memungut seluruh barang-barangnya dan segera meninggalkan tempat ini.


Langit langsung berlqari kecil keluar kamar hotel ini. Tentu saja tujuan utamanya adalah sang istri. Ia takut apa yang ia lakukan semakam di rekam seseorang dan mengirimkannya kepada sang istri.


Untuk mencegah itu terjadi, Langit harus segera sampai di rumah dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Langit yakin, jika ia menjelaskan masalah ini secara langsung, kemungkinan dia mendapatkan maaf dari sang istri lebih besar.


Di dalam ketakutan dan kegelisahannya, Langit terus saja berdoa, agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada rumah tangganya.

__ADS_1


Langit berharap Riana menunggunya untuk menjelaskan kebenaran yang terjadi. Langit berharap Riana menunggunya, dan tidak pergi begitu saja, seandainya apa yang ia khawatirkan senadainya terjadi.


Bersambung...


__ADS_2