Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Merintih .... wanita itu terus merintih. Merintih kesakitan. Mengigil seperti orang kedinginan. Padahal suhu tubuhnya tinggi.


Sesekali rintihan kesakitan itu berhenti. Tapi, tak berselang lama. Suaranya kembali terdengar. Suaranya terdengar lirih, memanggil seseorang, meminta tolong. Namun, tak ada seorang pun yang mendengar.


Wanita ini merasakan panas di sekujur tubuhnya. Kepalanya serasa ingin meledak. Sakitnya tak terhingga. Hingga napas pun susah.


Sampai hari hampir pagi, barulah suara rintihan itu terdengar beberapa penghuni kos lainnya. Akhirnya, tak lama berselang, barulah ia mendapat pertolongan. Beberapa orang membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, wanita yang diketahui tidak memiliki sanak keluarga ini hanya bisa terbaring lemah. Tak ada yang menunggunya. Tak ada yang menjaganya. Hanya sendiri, berteman selang infus yang menancap tepat di pergelangan tangannya.


Tetes demi tetes air mata mengalir deras. Menumpahkan segara lara yang kini mendera.


Paham, kali ini yang ia rasakan bukan sekedar fisik, tapi juga hati. Hatinya tergores. Hatinya tertusuk. Tergores oleh sebuah pengianatan. Tertusuk oleh kenyataan yang berbanding terbalik dengan apa yang ia ketahui selama ini.


Yuta, wanita itu...


Kini sedang meringkuk merasakan semua rasa sakit. Merasakan sakit yang mengepung fisik dan juga hatinya. Yang membelenggu pikiran dan juga raganya.


Tak ingin kalah oleh keadaan, Yuta pun berniat bangkit dan membalas dendam orang-orang yang telah tega mempermainkan egonya selama ini.


Vicky, dia adalah pria itu. Pria yang telah menipunya mentah-mentah. Pria yang ternyata adalah anak kandung dari kedua orang tua yang membesarkanya.

__ADS_1


Mereka menyetting keadaan ini menjadi sedemikian rupa, untuk menjebaknya, untuk memanfaatkannya. Demi tujuan jahat mereka. Demi tujuan tak bermoral mereka. Bahkan mereka melibatkan putra mereka agar acting mereka sempurna.


Yuta curiga setelah mengetahui kedua orang tua yang membesarkanya itu keluar dari rumah mewah Vicky. Hatinya bertanya-tanya, apa hubungan kedua orang tua asuhnya itu dengan pria yang ia pacari jauh sebelum ia kenal dengan Langit itu.


Penasaran, Yuta pun mulai mencari tahu kebohongan apa yang telah mereka sembunyikan darinya.


Tak berapa lama, seakan mereka sengaja, tanpa basa-basi, Vicky pun datang langsung ke apartemennya.


Dengan gaya santai, pria itu pun memberi tahu kenyataan yang sangat ingin Yuta ketahui itu.


Shock.... sudah pasti. Kabar yang Vicky bawa itu bukan hanya tamparan. Melainkan sebuah bom yang meledak tepat di depan wajahnya.


Yuta hancur, sangat-sangat hancur. Terlebih, kedatangan Vicky kali itu bukan hanya membawa kenyataan pahit itu. Tetapi juga mengusirnya. Mengusirnya dari tempat di mana tempat itu adalah hasil jerih payahnya sendiri saat bekerja di club malam.


Menyesal, sudah pasti. Namun tetap saja, semua sudah terjadi.


Yuta tak mau kalah lagi, ia pun berniat menghancurkan kelicikan pria jahanam itu sampai hancur. Sehancur-hancurnya.


Yuta tersenyum licik sambil berkata, "Lihat saja nanti, kalo aku


bisa bangkit dari ranjang sialan ini. Aku pastikan bakal bikin kamu dan kedua orang tuamu merasakan sakit lebih dari ini. Jangan panggil aku Lin Yuta, kalo aku nggak bisa bongkar seluruh kebobrokan keluarhamu." Yuta mengusap air matanya dan mulai membangkitkan semangat untuk melawan orang-orang yang telah berani mempermainkannya selama ini.

__ADS_1


Yuta mengawali rencananya dengan mencoba mengumpulkan bukti keterlibatan Vicky dan kelurahannya akan kecurangan mereka terhadap beberapa proyek.


Bukan hanya itu, Yuta juga mengumpulkan beberapa klient Vicky yang pernah mereka tipu.


"Sudah ku bilang, jangan main-main dengan Lin Yuta, Vicky. Kita lihat, siapa yang akan masuk penjara duluan! Kita lihat, siapa yang akan membusuk duluan di sana!" tantang Yuta penuh semangat.


***


Di sisi lain, Langit menolak keinginan kedua orang tuanya yang mengajaknya menemui Yuta. Menurutnya, dia dan Yuta sudah tak ada hubungan lagi. Semua sudah berakhir seiring pengianatan sekaligus tuduhan-tuduhan yang Yuta lontarkan kepadanya.


Langit sudah sangat muak dengan wanita itu. Itu sebabnya ia tak peduli meskipun wanita itu mati.


"Jangan begitu, putraku. Mau bagaimanapun dia itu ibunya Ara," ucap Mana mengingatkan.


"Maaf, Ma. Langit nggak bisa. Please, jangan paksa Langit!" pinta pria tampan ini.


"Se dendam itukan kamu sama dia putraku?" tanya Nana.


"Ini bukan masalah dendam, Ma. Dia sudah melukai harga diriku sebagai suami. Dia sudah melukai harga diriku sebagai laki-laki, Ma. Maaf aku nggak bisa maafin dia begitu saja. Langit akan tetap menceraikan dia. Dan nggak akan lagi menjalin hubungan apapun dengannya, atas nama apapun. Meskipun itu berhubungan dengan Ara. Langit nggak mau, Ma!" jawab Langit tegas.


Nana tak bisa memaksa jika begini. Sang putra sudah memutuskan. Nana pun hanya bisa mendukung dan menghormati keputusan tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2