Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Berhasil (2)


__ADS_3

Langit enggan terlalu banyak melakukan tindakan kekerasan pada Yuta. Ia memilih membiarkan wanita kurang ajar ini merengek meminta ampun. Namun, ia sudah niat untuk membawa masalah ini ke jalur hukum. Sebab Yuta tidak hanya menipunya secara lahir. Tapi juga batin. Menipu dirinya, menipu cintanya, menipu kepercayaannya. Dan yang lebih parah adalah menipu keluarganya. Langit sungguh tidak bisa menerima itu.


"Katakan, sejak kapan kamu menipuku?" tanya Langit masih berusaha menekan suarannya, memelankan suara agar emosinya tidak meledak di detik ini.


Namun, tak dipungkiri bahwa perasaannya saat ini seperti tercabik-cabik. Hatinya serasa hancur berkeping-keping. Rentetan penyesalan akan penghianatan yang Yuta lakukan langsung tampak jelas dari sinar mata pria itu.


Bagaimana tidak? Ia begitu mencintai wanita jahanam ini. Tetapi cinta suci itu malah dibalas dengan penghianatan yang amat sangat menyakitkan.


"Maafkan aku Langit. Aku dan dia, kami saling mencintai. Tolong lepaskan aku! Tolong lepaskan kami, Langit!" ucap Yuta, memohon. Berharap Langit kasihan padanya dan membiarkan dirinya pergi dengan pria itu.


Sayangnya, Langit adalah orang yang tidak mudah memaafkan sebuah penghianatan. Ia selalu mengedepankan kepuasan batinnya di atas apapun. Langit tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini untuk membalas rasa sakit yang kini tertanam di dalam hatinya. Yuta telah memulai, maka Yuta pula yang harus mengakhiri semua ini.


"Kenapa kamu memilih selingkuh? Kenapa kamu nggak bilang saja kalo kamu mencintai pria lain? Jadi, apa yang kamu tunjukkan padaku hanyalah sebuah permainan. Iya?" cecar Langit, sembari menatap nanar ke arah Yuta yang saat ini sedang bersimpuh di hadapannya.


"Maafkan aku Langit, Maaf!" ucap Yuta, air mata buaya bergedok penyesalan pun keluar. Dalam hati, ia mengumpat kesal. Mengapa dia begitu ceroboh? Kenapa tadi ia tidak memastikan terlebih dahulu, apakah Langit benar-benar meminum habis air itu.


"Kamu biadab, Yuta. Kamu tahu, Seberapa besar cintaku padamu. Apapun aku lakukan untukmu. Aku selalu menuruti apa yang kamu inginkan. Bahkan saat dokter memvonis dirimu sakit saja, aku hampir gila dibuatnya. Tapi apa balasanmu. Kamu mempermainkan perasaanku. Kamu mempermainkan keluargaku. Dan sekarang, dengan mudah kamu mengucap maaf, heh .... jangan harap kamu akan lolos dengan mudah, Yuta. Kamu tahu bagaimana keluargaku. Tunggu saja, balasan penjara pun tak akan membuat mereka puas," jawab Langit serius.

__ADS_1


"Ampun Langit! maafkan aku!" jawab Yuta gemetar. Kali ini dia terlihat takut. Benar-benar takut. Bagaimana tidak? Yuta sangat mengenal keluarga Sang suami. Mereka tidak suka kebohongan. Mereka akan menegakkan keadilan seadil-adilnya. Maka tak ada maaf untuk para penghianat seperti dirinya.


Langit tersenyum licik. Lalu tak lama terdengar suara seseorang mencet bel rumahnya. Langit yakin, itu adalah pihak berwajib yang datang. Tak menunggu waktu lagi, Langit pun segera menyeret Yuta untuk menyerahkan wanita itu kepada mereka. Sedangkan Sang pria masih ada di balkon. Sebab saat Langit mengejar Yuta, pria itu pingsan.


"Ampun Langit, ampun. Tidak aku ngga mau di laporin ke polisi, Langit. Ampuni aku Langit, tidak!" ucap Yuta memohon, menangis dan berteriak.


Namun, telinga Langit terlanjur tuli dengan rengekan itu. Ia pun tetap menyeret Yuta dan melemparnya tepat di depan para polisi yang kini sedang berdiri tegak di depan rumah Langit.


"Bawa dia, Pak! Pasangan mesumnya ada di balkon. Silakan jebloskan mereka ke penjara!" ucap Langit dengan penuh amarah.


Sejenak Yuta diam. Mencari titik lengah mereka. Lalu, ketika fokus mereka beralih pada Vicky, dengan cepat Yuta pun kabur.


Berlari sekencang mungkin, membuat para polisi dan Langit sendiri kalang kabut.


"Brengsek!" teriak Langit kesal.


Tak ada pilihan lain, pria itu pun mengejar si wanita pembawa mala petaka baginya. Langit tak ingin kehilangan wanita itu. Pokoknya, Yuta harus membayar semua yang telah ia lakukan terhadap keluarganya. Bagaimanapun itu.

__ADS_1


***


Minah kembali ke rumah Nana dan Dayat . Namun tidak membawa apa-apa. Ia beralasan pada kedua majikannya itu, jika mobil mereka mogok. Agar apa yang ia lakukan tidak terbaca oleh Yuta dan pasangannya.


Minah kembali menunjukkan kecerdasannya. Demi melancarkan aksinya, Minah juga rela membayar Sang sopir dengan uang gaji miliknya bulan ini. Sebagai uang tutup mulut tentunya. Dan Minah ikhlas, asalkan kebenaran ditegakkan.


Jangan ditanya mengapa Minah merasa begitu. Rasa itu tumbuh karena pengalaman pribadinyaya yang pernah dihianati oleh sang suami, nyatanya rasa sakit itu membekas sampai saat ini. Hingga meninggalkan rasa trauma untuk berumah tangga sampai sekarang.


Minah tak ingin orang lain mengalami hal yang sama seperti dirinya. Itulah sebabnya ia berjuang untuk membuka tabir kepalsuan ini dengan caranya. Minah tidak peduli, mau keluarga Langit tahu atau tidak tentang jasanya. Yang jelas, ia hanya ingin, dalam setiap rumah tangga harus ada cinta yang selaras dengan kejujuran. Agar tidak ada kata penghianatan menerobos masuk ke dalam sela-sela rasa itu. Ya, begitulah Minah. Tidak bisa menerima sebuah penghianatan dalam sebuah ikatan suci pernikahan.


Minah mengelus lega dadanya. Berharap Langit akan mengambil tindakan tegas untuk wanita dan juga selingkuhannya. Bukan hanya itu, Minah juga berharap, Langit tidak luluh dengan air mata buaya Yuta. Kali ini, Minah tinggal berdoa.


Bersambung...


Makasih atas like dan komennya.. yus mampir ke karya temanku.. 🥰🥰🥰


__ADS_1


__ADS_2