
Lando tak ingin terbenani dengan pertanyaan seputar gadis aneh itu. Ia pun melanjutkan perburuannya, berburu baju yang pas untuknya menghadiri pesta bersama seseorang yang selama ini jadi incarannya bersama teman-temannya.
Sayangnya semakin ia mencoba melupakan gadis itu, banyangan wajah ayu itu semakin menari-nari dalam ingatannya.
Ya gadis itu seperti penggoda yang berhasil menggodanya. Sehingga Lando lupa apa tujuannya malam ini. Pikirannya malah kembali fokus pada kerlingan mata gadis itu. Bukan hanyab kelingan nmata yang menjadi fokusnya. Suara dan juga bibir indah itu terlihat begitu serasi dengan kejutekannya dan keberaniannya menghadapi laki-laki yang mungkin memiliki niat yang tidak baik padanya.
"Ah .... sebaiknya aku makan. Sepertinya aku lapar. Sampai mikirin sesorang yang nggak jelas," gerutu Lando kesal sendiri.
Selesai mendapatkan barang yang ia inginkan, Lando pun segera mencari food court area. Tentu saja, selain untuk menyembuhkan rasa lapar yang ia rasakan, Lando juga punya maksud untuk menyadarkan pikirannya dari hayalan gila.
Apesnya, ketika ia sampai di tempat tersebut, bukannya ketenangan yang ia dapatkan. Tetapi malah sebaliknya.
Lando melihat gadis itu lagi. Sedang asik menyantap hidangan dengan anggunnya. Entahlah, mengapa gadis barbar menurutnya itu begitu manis. Lando menyukai cara gadis itu makan. Sepertinya indah saja ketika makanan itu masuk ke dalam mulutnya.
Tak ingin kehilangan momen ini, dengan nakalnya ia pun menuruti jiwa fotografer yang meronta di dalam dirinya.
Lando tersenyum sediri setelah banyak mendapatakn foto-foto gadis yang menurutnya manis itu. Entahlah, gadis judes dan tidak murahan seperti itulah yang sebenarnya Lando inginkan.
Bukan hanya jiwa fotografernya saja yang meronta di dalam jiwanya. Nyatanya jiwa musang menarik mangsa pun tak kalah menggelora. Dengan penuh keberanian, Lando pun mendekati gadis itu.
Tanpa izin ia pun langsung duduk di depan gadis yang sedang asik menikmati hidangan itu dan menyapanya dengan santai.
__ADS_1
"Hay!" sapa Lando dengan gaya sok coolnya.
Gadis itu menghentikan kuyahannya, lalu ia pun mengangkat wajahnya dan menatap tajam ke arah Lando.
"Uwissss .... jangan galak gitu Nona, aku ke sini nggak mau ngajak ribut kok. Aku cuma pengen lihat lebih dekat cewek perebut taksi orang saja," ucap Lando licik.
"Apa maumu?" tanya gadis itu berani.
"Wehhh, suka aku kalo ditantang begini,' jawab Lando sembari meledek gadis barbar itu.
"Jangan banyak basa basi, aku tak suka. Bukankah aku tadi sudah minta maaf, salahku di mana lagi?" tanya gadis itu kesal.
Gadis itu tersenyum licik, sebab baginya, trik yang di pakai lando adalag trik murahan yang tak perlu diapresiasi. Trik murahan seperti itu harusnya di abakan saja.
Benar, tak ingin membuat keributan, Gadis itu pun langsung beranjak dari temoat duduknya. Sayangnya terjadi kecerobohan di sisi. Tanpa sengaja,ia meninggalkan ponselnya.
Tentu saja kecerobohannya itu langsung di manfaatkan oleh musang tampan tersebut. Dengan cepat ia pun mencuri nomer ponsel milik gadis tersebut.
Lando tersenyum karena berhasil mengambil nomer milik gadis tersebut tanpa banyak drama.
Tak ingin kehilangan jejak, Lando pun langsung berlari mengejar gadis tersebut, "hay... gadis jutek... tunggu!" teriak Lando. Terang saja gadis jutek itupun menggerutu kesal. Bagaimana tidak? Di tempat umum seperti ini ada seseorang berteriak kepadanya. Bukan hanya itu, dengan kurang ajarnya pemud yang mempermalukannya itu memanggilnay dengan sebutan gadis jutek.
__ADS_1
Dasar kurang ajar, batin gadis itu kesal. Namun ia juga tak punya pilihan selain berhenti dan membalikkan tubuhnya.
Dengan menutup wajahnya dengan tas tangannya, gadis itu pun berjalan ke arah Lando. Tentu saja dengan perasaan jengkel setengah mati.
"Dasar pria gila! apa sih!" ucap gadis itu kesal.
"Heh, gadis jutek... nih ponselmu ketinggalan. Untung aja pria tampan nan baik hati ini yang nemuin.Jadi di balikin deh, coba bayangin kalo yang nemuin pria jahat. Pasti langsung di jual deh!' ucap Lando dengan candaan khas musang penggoda seperti yang bisa ia lakukan dengan cewek-cewek sebayanya.
"Makasih!" jawab gadis itu seraya menyaut ponsel miliknya dari tangan Lando.
"Jangan lupa, kalo calon suami ini telpon di angkat ya," bisik Lando tepat di telinga gadis itu. Dengan cepat gadis itu pun menarik kepalanya agar menjauh dari pria gila itu.
"Dasar predator gila! Jangan mimpi!" jawab gadis itu kesal. Kemudian ia pun segera menjauh pergi dari Lando. Tentu saja dengan perasaan kesal.
***
Akibat banyaknya laporan penipuan yang di lakukan oleh Vicky dan keluarganya, pria lajang ini dituntut dengan hukuman lima tahun penjara dan uang sebesar 87,9 miliyar rupiah. Sesuai angka yang di laporkan oleh penggugat.
Tentu saja tuntutan ini membuat pihak Langit dan para korban Vicky dan keluarganya tersenyum senang.
Bersambung ...
__ADS_1