Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Keputusan dalam kecurigaan


__ADS_3

Karena tindak ingkar janji. Malam itu juga ia pun meminta Langit untuk ke rumahnya. Tentu saja untuk membahas perihal masalah yang kini sedang menghadang mereka.


Dengan menaiki taksi, Langit pun akhirnya sampai di alamat yang telah Karen berikan kepadanya.


"Malam, Bang. Masuk!" pinta Karen sopan.


"Terima kasih!" jawab Langit tak kalah sopan.


"Duduk, Bang. Mau minum apa?" tanya Keren.


"Tidak usah, sebaiknya kita langsung bahas saja masalah kita," jawab Langit.


"Baik jika abang maunya begitu. Kita langsung saja ya." Karen langsung membuak laptop miliknya dan membuka foto-foto lamanya bersama wanita yang menjebaknya agar tidur bersamanya malam itu. Mungkin atas perintah seseorang. Namun, tetap saja Langit berasa kesal dengan itu.


"Ini wanita itu, kan Bang?" tanya Karen sembari menunjuk foto yang sedikit ngeblur. Tetapi masih terlihat jelas.

__ADS_1


"Ya, kamu benar. Ini adalah dia," jawab Langit antusias.


"Abang harus tahu ini juga, saya curiga bahwa wanita ini adalah suruhan Vico. anak tahu Vico kan?" tanya Karen, agar dia tidak perlu repot-repot menjelaskan dari awal, siapa dirinya, apa hubungannya dengan Vico. Dan yang lebih tepat adalah, agar Langit tidak banyak bertanya. Itu saja.


"Oke, lalu. Apa masalah mereka dengan ku. Mengapa mereka menjebak ku? " tanya Langit tak habis pikir.


"Kita pikir logisnya aja, Bang. Aku rasa karena Vico taunya Raras sudah meninggal, otomatis dia mencari tahu tentang bayinya. Alhasil setelah menemukan bayi itu dan Saat ini bersama siapa, kemungkinan ia memang sengaja memisahkan si wanita pengasuh anaknya ini dengan suaminya. Agar dia lebih mudah untuk mengambil anak tersebut. Jika tidak, mungkin dia suka dengan Riana dan ingin memiliki Riana. Itu sebabnya ia memakai cara kotor seperti ini," ucap Karen sesuai analisa yang ia pelajari.


Namun ia juga tidak sembarangan mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Sebab ia sangat mengenal betul bagaimana gilanya seorang Vico jika menginginkan sesuatu.


Karen tersenyum, lalu ia pun menjawab


"Jangan sungkan, Bang. Panggil aja aku sesuai yang abang mau."


"Ya... baiklah. Tapi aku semakin galau, Ras! Aku takut Riana ketemu dengan Vico. Aku takut istriku termakan oleh hasutan pria itu." Langit mengusap kasar air wajahnya.

__ADS_1


"Cara satu-satunya untuk membuktikan semua ini. Kita harus menemukan Riana sebelum pria brengsek itu mengetahui di mana Riana berada. Jika tidak, maka tamatlah Riwayat kita, Bang. Kamu pasti akan kehilangan istrimu dan aku, aku pasti akan kehilangan bayiku. Dan aku nggak tahu jika itu sampai terjadi." Karen menundukkan wajahnya, sedih.


***


Di sisi lain, Riana merasakan tidak beres. Rumah yang saat ini ia tempati bersama baby Shanshan seperti ada yang terus mengawasi.


Entah itu perasaannya sendiri atau bagaimana. Yang jelas ia merasakan seperti ada seseorang yang mengawasi.


Perasaan tak tenang itupun ia sampaikan kepada Minah. Namun sebelumnya wanita ayu ini juga sudah menceritakan kronologi mengapa ia sampai meninggalkan rumah.


Cerita itu membuat seorang Minah mengambil langkah untuk menghubungi Langit.


Ini buka masalah apa? Minah hanya takut di salahkan jika suatu hari nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada Riana.


Mau bagaimanapun saat ini, Riana ada ditempatnya. Kalau kecurigaan Riana saat ini menjadi kenyataan maka tak menutup kemungkinan bahwa dirinya juga akan terseret dalam kasus yang tidak ia mengerti sama sekali.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2