Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Patah Hati Berujung Dendam


__ADS_3

Lando melempar bunga yang hendak ia berikan pada Karen. Amarahnya kian memuncak mana kalau wanita itu mengungkapkan kebenaran tentang tujuannya yang hanya mau mempermainkan Lando.


Karen sengaja melakukan itu hanya untuk kesenangannya semata. Ia sengaja menjerat Lando karena ingin Salsa terluka. Sebab jika sampai Lando jatuh kepelukannya, maka tak dipungkiri bahwa Salsa pasti akan patah hati.


Jika sudah begitu, tinggal Karen akan menghempaskannya, karena merasa tidak dibutuhkan lagi.


Lando kesal, Lando marah. Untuk meredakan amarahnya itu, Lando pun pergi ke suatu tempat di mana ia bisa menenangkan diri.


Lando pergi ke sebuah club untuk menenangkan diri. Atau lebih tepatnya melupakan rasa yang telah terikat dengan Karen.


Tak berapa lama, Lando melihat segerombolan wanita, yang di dalamnya terlihat ada Salsa. Yang tak lain adalah adik dari Karen.


Mata mereka bertemu. Namun kali ini Salsa terlihat cuek padanya. Membuat Lando kesal.


Tak ingin dipermainkan oleh hati, Lando pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Salsa.


Lalu, tanpa izin, Lando pun segera menarik tangan Salsa dan membawa gadis itu keluar dari club ini.


Salsa yang tak ingin di perlakuan semena-mena, tentu saja langsung memberontak.


"Lepas! Apaan sih!" ucap Salsa sembari meronta sesal.


"Masuk ke mobil, kamu harus jelasin sesuatu ke aku!" ucap Lando memaksa.


Tak ingin sang target kabur, Lando pun membuka kasar pintu mobilnya dan memasukkan Salsa ke dalam mobil tersebut.

__ADS_1


Awalnya Salsa ingin kabur, namun dengan tatapan kemarahannya, Lando akhirnya berhasil membuat gadis itu mengurungkan niatnya.


"Apaan sih!" Salsa membentak kesal.


"Siapa wanita itu?" tanya Lando langsung pada pokok permasalahan mereka.


"Wanita yang mana?" Salsa membuang pandangannya ke arah lain, malas saja harus berdebat dengan pria yang nyatanya lebih memilih kakak tirinya itu.


"Jangan mencoba menutupi apapun dariku, kalian berdua melibatkan aku dalam masalah gila kalian. Katakan apa maksud dari semua ini?" tanya Lando kesal.


"Maksud apa? Aneh!" jawab Salsa kesal.


Mereka diam sejenak. Suasana menjadi dingin. Karena Salsa terlihat marah dan tidak suka dengan kondisi ini.


"Kenapa aku?" tanya Lando tiba-tiba.


"Aku bilang jangan pura-pura, kamu tahu senekat apa aku!" jawab Lando tak mau kalah.


"Kamu suka kan sama dia, ya udah jalani aja. Ngapain kamu masih nanya aku? Ngapain kamu masih mau tahu tentang aku? Kalo kamu sukanya ama dia, ya kejar dia aja. Ngapain masih kepoin aku. Nggak jelas banget sih jadi cowok," jawab Salsa kesal.


"Masalahnya bukan jelas apa nggaknya, kamu mesti jelasin ke aku, kenapa kakakmu itu segitu bencinya sama kamu sama ibumu juga?" tanya Lando, kali ini dia benar-benar serius. Bukan berniat ikut campur, Lando hanya tidak mau dilibatkan dalam masalah mereka.


Namun, kini ia sudah terlanjur masuk ke dalam masalah mereka. Mau tak mau Lando juga harus mencari cara untuk menyelesaikan kesalahpahaman di antara kedua wanita yang sedang memperebutkannya ini.


"Tanya aja sama pacar bodohmu itu. Bisnis papa dia, kalo bukan mamaku yang nyelametin, dia nggak bakalan punya apa-apa. Sekarang, begitu semuanya udah jelas, dia malah ngeles. Nyalahin mama, gara-gara dia nggak bisa bersatu sama ayah dari bayinya. Yang bejat itu keluarga dari ayah bayinya. Kenapa jadi kita yang dituduh bersekongkol dengan keluarga itu. Aneh! Pacarmu itu terlalu picik dan buta untuk melihat mana yang tulus sama dia, aman yang hanya menipu. Gampang di hasut, ngerti nggak!" jawab Salsa kesal.

__ADS_1


Lando diam, sambil mendengarkan serta mencoba mencari titik terang dari ucapan gadis yang saat ini ada di sebelahnya ini.


"Jadi, Karen itu udah ada anak?" tanya Lando lugu.


"Ya, bosmu itu udah punya baby. Bayinya ada di negara lain. Di asuh sama pengasuhnya. Dia pura-pura mati biar bapak dari bayinya nggak nyariin dia. Bodoh aja dia sepecundang itu. Mana ada ibu bodoh begitu, rela bayinya di asuh orang hanya karena mau menyembunyikan bayinya itu dari pria jahanam itu," jawab Salsa geram. Geram dengan kebodohan Karen yang mersa hebat bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Padahal jika sedikit saja Karen percaya padanya, Salsa yakin, meskipun mereka bertiga adalah perempuan. Salsa yakin, pasti bisa melawan keluarga Vico.


"Oke, aku nggak mau tahu terlalu dalam masalah kalian. Itu salah masalah interen keluarga kalian. Cuma, di sini yang aku bingung adalah kenapa Karen sangat membenci kalian?" tanya Lando penasaran. Sepertinya dia memang tidak ingin setengah-setengah mengetahui permasalahan ini.


"Dia itu termakan hasutan paman dan bibinya dari pihak ibunya. Mereka sudah mencuci kakakku dengan mengatakan bahwa ibuku lah yang jahat. Yang ingin menguasai harta papa. Padahal ma engak, Justru mama lah yang menyelamatkan hampir lima puluh persen harta papa. Papa itu tukang judi dan gampang dipengaruhi orang. Sama persis dengan kakak bodohku itu," jawab Salsa kesal.


Lando diam, kini ia paham, kenapa Salsa sampai marah besar pada kakak tirinya. Ternyata kakak tirinya tersebut terlalu picik untuk mengakui sebuah kebenaran.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Lando.


"Entah, mama sih pengen mencari keberadaan cucunya. Tapi si wanita bodoh itu nggak mau kasih tahu," jawab Salsa, masih dalam keadaan kesal.


Tak ingin membuat wanita yang ada di sampingnya ini bertambah kesal, Lando tak mau bertanya lagi. Ia pun membiarkan Salsa pergi, namun tetap membuntuti wanita tersebut. Untuk mencari kebenaran dari ucapan wanita tersebut.


***


Di sisi lain, Riana tidak menyadari badai yang sedang mengintip rumah tangganya.


Saat ini, Langit yang sedang rapat dengan klient barunya tidak menyadari bahwa minuman yang di suguhkan untuknya mengandung obat perangsang.


Ini tidak lain dan tidak bukan adalah ulah Vico untuk memisahkan wanita yang ia incar itu dari suami tercintanya.

__ADS_1


Bersambung..


Mungkinkah Langit akan terjebak? jangan lupa Like komen n Share ya😘😘😘


__ADS_2