Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Bukti


__ADS_3

"Coba kamu lihat ini, Sayang. Aku dijebak. Mereka memberiku obat perangsang. Aku minta maaf jika larut dalam jebakan mereka. Tapi aku tak kuasa melawan, Ri. Demi Tuhan, aku tidak sengaja melakukannya. Bahkan jika kamu putar Video itu agak keras sedikit saja, maka kamu akan dengar. Bahwa yang aku sebut adalah namamu. Karena aku pikir, wanita yang aku tiduri itu adalah kamu. Sungguh!" ucap Langit sembari menyodorkan bukti-bukti yang ia miliki.


Riana mengambil lembar demi lembar file sekaligus foto-foto serta ada juga rekaman perbicaraan antara wanita yang menjebak Langit dengan para penyidik yang memeriksa dirinya.


"Mami percaya kan sama, Papi, sekarang?" tanya Langit.


Riana menatap sang suami. Sedikit lama. Namun tidak dipungkiri bahwa saat ini dia kesal dengan pria yang ada di depannya.


"Tapi masih kesel!"


"Ya kan, Papi, udah minta maaf!"


"Entah! Aku nggak suka kamu dipegang-pegang sama wanita lain. Apa lagi sampai berhubungan badan begitu. Itu menjijikan, Pi, sungguh. Ria nggak suka!" jawab Riana jujur.


"Papi minta maaf, Mam. Lain kali, Papi, akan hati-hati. Papi janji," jawab Langit seraya memegang tangan Riana dan menciumnya lembut.


Riana tak menjawab ucapan itu. Karena ia masih ragu, antara memaafkan atau tidak. Tetapi jelas, bahwa Riana tetap mencintai Langit apa adanya. Riana sangat tahu bagaimana Langit. Langit sebenarnya bisa menjaga kepercayaan wanita ini.


"Aku memaafkanmu, Pi, tapi hanya kali ini. Jika hal ini terjadi lagi, Mami, nggak mau maafin. Silakan, Papi, tidur di sofa kalo berani tidur dengan wanita lain," jawab Riana tegas.

__ADS_1


"Apapun hukuman yang kamu berikan, Papi siap, Mam. Asalkan jangan pernah langkahkan kakimu keluar dari rumah. Tolong, selesaikan dulu setiap ada masalah. Agar setan-setan tak gampang merasuk ke dalam rumah tangga kita," ucap Langit menasehati.


Riana mengangguk, lalu ia pun menjawab, "Maafin Mami juga ya, Pi. Tidak seharusnya Ria meninggalkanmu tanpa mendengar penjelasan dan alasan kenapa ini bisa terjadi. Tapi sungguh, Ria sangat takut kehilanganmu. Kehilangan Ara, kehilangan Shanshan. Kalian adalah hatiku, jiwaku.


"Tentu, Sayang. Papi pernah kehilangan, Bun. Papi pun saat ini sedang belajar. Belajar untuk menerima keadaan. Belajar membenahi diri agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Belajar membenahi diri, agar rumah tangga yang kita bangun ini tidak ada keegoisan antara aku dan kamu. Aku mencintaimu Riana Ekaristi... tolong, jangan tinggalkan aku!" ucap Langit seraya mendekatkan wajahnya. Bersiap mencium bibir ranum itu.


"Sebentar, aku belum sikat gigi!" ucap Riana sembari menutup mulutnya.


Langit tersenyum, baginya Riana begitu menggemaskan. Tak ingin memaksa, akhirnya Langit pun membiarkan sang istri membersihkan dirinya terlebih dahulu. Agar dia merasa percaya diri untuk menerima sentuhan sang suami.


***


Di lain pihak, Lando menerima pesan yang cukup mengejutkan dari Raras.


Dengan cepat, pria yang berprofesi sebagai model ini pun langsung mencari kakak iparnya dan memberi tahu isi pesan yang dikirim oleh Raras.


"Jadi pria jahanam itu udah diamankan?" tanya Langit.


"Sudah, Bang. Tapi Raras juga dituntut balik atas pemalsuan dokumen atas anak mereka. Emang mereka punya anak, Bang?" tanya Lando, bingung.

__ADS_1


"Ada. Itu yang sekarang diasuh kakak kamu. Haduh, matilah sekarang ...!" jawab Langit gugup.


"Kenapa, Bang?"


"Kakakmu dan aku terlibat. Sebab kakakmu memakai surat nikah kami sebagai data untuk memalsukan identitas anak mereka," jawab Langit jujur.


"Apa? Jadi?" pekik Lando, terkejut.


"Ya... kakakmu adalah bantan asisten Raras. Wanita yang kamu kejar-kejar itu. Sebenarnya dia dan Vico mantan kekasih, mereka memiliki anak diluar nikah. Ya si adek bayi itu. Lalu karena ayah di bayi tidak bertanggung jawab, maka Raras menyerahkan bayinya pada Riana. Agar tidak ketahuan sama Vico, Raras meminta Riana untuk mengambil hal asuh anak itu secara hukum," jawab Langit, jujur.


"Astaga! Jadi?"


"Ya, apa yang kamu pikirkan itu benar. Raras adalah ibu kandung Shanshan," jawab Langit jujur.


Sekarang, ketulusan seorang Lando lah yang sedang di uji. Ketulusan cinta Lando untuk seorang Raras. Wanita yang pernah melakukan kesalahan di masa lalunya. Seseorang yang pernah kotor di masa lalunya.


Lando diam, bergeming tanpa kata. Perasaannya bercampur aduk tak karuan. Ingin rasanya ia berucap, ingin rasanya ia bertindak. Namun, rasa ragu itu menyelimuti jiwanya.


Jujur, Lando tidak menyangka bahwa wanita yang kini memiliki hatinya adalah wanita yang memiliki sejuta misteri, memiliki sejuta rahasia kehidupan yang cukup berat menurutnya.

__ADS_1


Lando deg degan. Tidak tahu harus bagaimana menghadapi kekalutan yang saat ini menderanya.


Bersambung...


__ADS_2