Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Jatuh cinta


__ADS_3

Kebahagiaan itu kini milik Riana dan Langit. Riana sudah selesai memasak. Ia juga sudah meminta asisten rumah tangganya untuk menyiapkan hidangan itu untuk sang suami. Lalu, dia sendiri, hendak masuk ke kamar dan bersiap. Bersiap menyambut sang suami dengan tubuh yang bersih, pakaian yang lebih rapi dan yang terpenting adalah dalam keadaan wangi. Tidak bau aroma masakan seperti ini.


Di dalam kamar, Riana melihat sang suami dan baby Shanshan masih terlelap dengan mimpi mereka.


Tak ingin mengejutkan sang suami, Riana pun segera mengambil baju ganti dan bersiap pergi mandi. Tentu saja untuk membersihkan diri.


Lima belas menit berlalu, Riana pun selesai dengan ritual mandinya. Memakai skincare dan bersiap membangunkan sang suami.


Namun, ketika ia hendak membangunkan pria tampan itu, terbesit rasa kasihan di sana. Sebab Langit terlihat begitu lelah. Tak ingin mengganggu waktu istirahat pria tampan itu, ahirnya Riana pun memilih ikut berbaring bersama mereka.


Baru beberapa menit berbaring, kantuk pun menyerang wanita cantik ini. Lalu ia memutuskan untuk ikut tidur bersama suami dan juga baby Shanshan.


Baru beberapa menit Riana memajamkan mata, tiba-tiba ia merasakan tangan kekar seseorang sedang merayap naik ke atas perutnya.


Riana tersenyum sambil memejamkan matanya. Namun, tangan itu semakin nakal. Bukan hanya tangan itu yang nakal, Riana juga merasakan benda kenyal dan lembut sedang menciumi wajahnya. Riana yakin itu adalah bibir milik pria nakal yang kini sedang menjelajahi tubuhnya.


Riana merasakan bibir itu mulai mengecup keningnya. Lalu hidung. Kedua mata dan kini bibir itu telah mendarat sempurna di bibir wanita cantik ini. Memangut lembut di sana.


Riana tak ingin berpura-pura lagi, lalu ia pun membuka matanya pelan. Merangkul kan kedua tangannya di leher sang suami. Agar pria itu bisa senantiasa menyalurkan hasratnya.


"Udah pulang kok nggak bangunin, Mas. Heemm?" tanya pria tampan ini.


"Habis, Ria nggak tega, Mas," balas Wanita ini lembut.


"Mas rindu sayang," ucap Langit.


"Ria juga, Mas. Ria juga rindu. Makasih udah dateng!" ucap Riana lagi.


"Demi cinta kita, Sayang. Apapun akan aku lakukan!"

__ADS_1


Lalu, senyum mengembang di antara keduanya. Sekarang, tak ada lagi penghalang untuk membuktikan bahwa mereka saling mencintai. Bahwa mereka saling membutuhkan. Langit begitu mencintai Riana. Begitupun sebaliknya.


Mereka sama-sama merindu. Ingin saling memiliki.


Entah siapa yang memulai, nyatanya saat ini mereka telah berani saling menjamah. Saling mengecup lembut. Saling membalas penuh cinta dan gairah.


Permainan mereka semakin panas ketika Riana tak sengaja beberapa kali menyebut nama sang suami dengan indahnya. Begitupun dengan Langit. Pria ini pun sama, beberapa kali terdengar ia mengucapkan kata cinta untuk sang istri.


******* semi ******* manja mengiringi percintaan penuh cinta mereka. Saling membalas untuk memberi sebuah kepuasan. Kepuasan batin tentunya.


Riana memang belum pandai bermain. Namun, Langit begitu sabar menuntun wanita cantik itu untuk masuk ke dalam gua kebahagiaan. Gua yang penuh keindahan.


Langit dan Riana semakin mantap untuk menyatukan raga mereka. Letih yang Langit rasakan seketika musah berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa.


Lelah, sudah pasti tapi keindahan yang Riana berikan padanya, nyatanya sanggup membuat seorang Langit melupakan segala rasa tak nyaman pada tubuhnya.


Dan, akhirnya, Riana dan Langit tersenyum bahagia. Sebab mereka telah saling memberikan kebahagiaan yang sama-sama tidak mereka rencanakan. Kebahagiaan yang sama-sama tidak mereka duga.


Langit langsung menutup tubuh sang istri dengan selimut, lalu ia juga memberikan kecupan manis di bibir wanita cantik ini. Tak lupa ia juga berucap terima kasih, sebagai tanda bahwa dia sangat bahagia.


"Sama-sama suamiku, semoga kamu suka dengan pelayanan ku!" ucap Riana dengan senyum manisnya.


"Aku bahagia memilikimu, sayang!" ucap Langit.


"Aku juga, Sayang. Terima kasih karena Mas udah jauh-jauh datang." Riana kembali mengecup lembut bibir sang suami.


"Demi cinta kita," bisik Langit manja.


Lalu, setelah permainan panas dan perbincangan singkat mereka. Langit kembali merebahkan tubuhnya sambil memeluk manja sang istri. Beberapa kali ia juga terlihat mencium kening sang istri.

__ADS_1


Namun sayang, kantuk kembali menyerang. Sampai pada akhirnya Langit menyerah dan memutuskan kembali ke alam mimpi. Begitupun dengan Riana. Ia ingin menikmati kebersamaan mereka yang terbatas ini. Riana juga memutuskan untuk menemani sang suami untuk kembali sama-sama ke alam mimpi.


***


Riana dan Langit sedang menikmati mimpi mereka. Namun, di sini ada yang sedang ingin mewujudkan mimpinya.


Siapa lagi kalau bukan Vico. Pria yang berniat merebut putrinya dari siapapun yang berniat memilikinya.


Berkat kegigihannya, tak butuh waktu lama baginya untuk mengetahui wajah wanita yang telah dipercaya oleh kekasihnya untuk mengasuh bayi mereka.


"Jadi ini wajah wanita yang sekarang mengasuh bayiku," ucap Vico pada salah satu anak buahnya yang ia percaya.


"Iya, Bos. Mereka sekarang tinggal di salah satu apartemen di Roma. Ibu Raras meninggalkan beberapa asetnya untuk wanita tersebut dan putri kalian," ucap pria berkemeja marun itu.


"Sepertinya dia baik, aku ingin bertemu dengannya," pinta Vico pada orang kepercayaannya.


"Sebaiknya jangan sekarang, Bos. Sebab wanita itu sudah tahu wajah, Bos yang sebenarnya!" jawab Pria itu lagi.


"Yang sesudah operasi atau yang belum?" tanya Vico.


"Kami tidak tahu, Bos. Apa sebaiknya kita pastikan saja. Apakah dia tahu, bahwa bos adalah ayah kandung bayi itu atau tidak." pria itu pun langsung memberikan saran.


"Kamu benar, sebaiknya aku memang memastikan sendiri. Agar yakin, dia mengenaliku atau tidak. Kalian boleh pergi!" ucap Vico sembari menatap wajah ayu Riana.


Vico tersenyum senang sambil menatap Foto wanita cantik itu. Vico sepertinya menyukai Riana. Bahkan dia berniat melakukan operasi plastik lagi agar Riana tidak mengenalinya.


Terbesit berniat di dalam hati pria ini untuk memiliki Riana. Sebab menurutnya, Riana memiliki daya tarik tersendiri. Entahlah, Sepertinya hati Vico telah terpaut dengan wanita cantik yang ada di dalam foto tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2