Ketulusan Hati Istri Kedua

Ketulusan Hati Istri Kedua
Rasa


__ADS_3

Ikatan batin yang terjalin antara Riana dan baby Ara, nyatanya sanggup menghidupkan sesuatu dalam diri Langit. Entah itu tumbuh karena rasa bersalah, atau memang sudah ada cinta di sudut hati pria itu, Langit sendiri pun masih belum bisa memahami itu.


Namun, pada kenyataannya, Langit sangat suka membayangkan senyuman dan wajah wanita itu. Kelingan mata milik Riana, nyatanya sanggup membuat pria ini tergila-gila. Hatinya merajuk manja. Sehingga menginginkan wanita itu datang kembali, duduk bersanding di dekatnya. Melakukan aktivitas harian di rumahnya. Lalu menyusun baju-baju di lemarinya. Membersihkan kamarnya. Entah mengapa, Langit merasa Riana terlihat manis saat melakukan apapun.


Terang saja, perasaan aneh yang kian lama, kian membuat Langit merindu itu, nyatanya sukses menciptakan rasa dilema yang dibalut rindu yang menggebu. Langit menghela napas dalam-dalam. Berharap rindu yang kini menyerangnya bisa reda. Sehingga rasa sabar pun hadir menemaninya.


Ya, Langit saat ini sedang merindu. Merindukan wanita itu. Entahlah, mengapa kebencian yang ia tanam di awal pertemuannya dengan Riana kini malah berubah menjadi cinta yang tak terbalas. Langit takut mengakui cintai itu. Langit menolak menyakini bahwa apa yang dirasakan untuk Riana adalah cinta. Ia gengsi. Ya, Langit memang gengsi.


Kini, untuk melupakan rasa itu, Langit pun memilih fokus pada perusahaan sang ayah yang sedang di ambang kehancuran itu. Karena saat ini harus fokus mencari antisipasi jika sampai para investor mundur dari perusahaan mereka. Sembari mencari cara supaya kedua orang tuanya luluh dan akhirnya mengizinkannya bertemu dengan wanita yang saat ini masih dah sebagai istrinya itu.


Vicky ternyata adalah pemain lama. Bukan hanya perusahaannya yang menjadi korban. Beberapa perusahaan sahabatnya pun sama. Mereka terkena gigit oleh ide-ide licik pria itu. Sehingga mereka pun tidak bisa membantu Langit untuk saat ini. Mereka telah disibukan sendiri dengan urusan masing-masing.

__ADS_1


Melihat sang putra gelisah dalam diam, Pak Dayat pun berinisiatif mengajak sang putra berdiskusi.


"Langit," ucap Pak Dayat.


Langit mengangkat wajahnya dan menatap sang papa, "Ya, Pa!" jawab pria tampan itu.


"Sudah, jangan terlalu risau. Rezeki, jodoh dan maut itu sudah ada yang mengatur. Kalaupun kita harus kehilangan usaha ini, ya sudahlah. Yang penting kita sudah berusaha mempertahankannya," ucap Pak Dayat, berusaha memberikan wejangan agar rasa ikhlas yang dimiliki sang putra tumbuh dan berkembang di dalam hati.


"Langit tahu soal itu, Pa. Tapi... " Langit terlihat bimbang.


Langit menerima kertas itu, lalu ia pun membacanya. "Makasih, Pa. Sore ini juga Langit berangkat ke sana," jawab bapak satu anak ini.

__ADS_1


"Heemmm! Oiya Langit, ada kabar satu lagi yang perlu kamu ketahui," ucap Pak Dayat, pria paruh baya yang masih gagah di usianya ini pun langsung duduk di depan sang putra dan kembali menyerahkan sesuatu kepada Langit.


"Apa ini, Pa?" tanya Langit pada sang papa.


"Ini adalah uang tabungan milik papa dan mama yang kami tujukan untukmu, Langit. Gunakanlah uang ini untuk menyelamatkan mengurus perceraian mungkin. Papa yakin, wanita jahat itu pasti akan menuntut harta gono-gini. Jangan gunakan asetmu, karena kamu memiliki anak yang masih kecil. Yang penting kamu cepat bereskan urusanmu dengan Yuta. Agar masalah ini tidak berlarut-larut. Soal mama dan papa kamu nggak usah terlalu pikirkan. Kami bisa kok bertahan. Percayalah!" ucap Pak Dayat sembari menyerahkan dua buku tabungan miliknya.


Langit menilik isi nominal dalam tabungan itu. Kemudian setelah melihatnya, Langit segera mengembalikan buku tersebut. Sebab baginya, uang tabungan masa tua mereka jumlahnya terlalu fantastis. Langit tak tahu, apakah ia bisa mengembalikan uang ini nanti atau tidak.


"Tapi, Pa! Aku nggak mungkin memakai uang Papa dan mama untuk menuruti keinginan wanita jahat itu, Pa. Justru aku mau menjatuhkan wanita jahat itu, Pa. Lihat saja, aku nggak akan kasih dia sepeserpun uang. Biar dia tahu rasa," jawab Langit sembari menyodorkan dua buku tabungan itu lagi.


"Yuta sangat licik dan pandai memutar balikkan fakta Langit. Ini hanya untuk mengantisipasi kalo dia sampai melakukan hal yang kita takutkan. Tanpa kita ketahui, Yang mendukung wanita itu banyak, sedangkan kita apa? itu sebabnya, turuti saja apa yang dia mau. Anggap saja ini pancingan biar dia tak mempersulit langkahmu," ucap Pak Dayat.

__ADS_1


Langit paham dengan apa yang orang tuanya sampaikan. Ini adalah salah satu tak tik agar Yuta lengah dan akhirnya menyetujui perceraian ini tanpa banyak bicara. Inti dari pemikiran Pak Dayat adalah mengalah untuk menang. itu saja.


Bersambung...


__ADS_2