Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 100 Bertemu di kantor polisi


__ADS_3

"Ray, anak-anak sama siapa?" tanya Samara pada Rayanza sambil berjalan kaki menuju pintu keluar. Setelah ia dan Rayanza sudah selesai berbicara dengan Arsyaka di ruang jenguk tahanan.


"Aku titipkan sama Nayla dan Reza. Karena tadi itu, aku tidak sengaja bertemu dengan Nayla dan Reza, yang keluar dari ruangan polisi..."


"Ada urusan apa Nayla dan Reza, bisa berada di kantor polisi?" Samara yang penasaran, dengan cepat memotong ucapan Rayanza. Karena semenjak ia dan Rayanza berhasil menemukan keberadaan ketiga anaknya, ia belum bertemu dengan Nayla dan Reza lagi.


"Tadi sih Reza bilangnya mau melaporkan Chelsea dan mamanya, tapi aku tidak sempat menanyakan itu semuanya," jawab Rayanza menjelaskan pada Samara.


"Kenapa kamu tidak menayangkan semuanya dulu sih, Ray?" tanyanya lagi.


"Aku kan sudah bilang! Kalau aku tidak sempat menanyakan itu, dan langsung menitipkan anak-anak pada Nayla dan Reza. Sebab aku ingin segera pergi menemui kamu, yang akan berbicara dengan Arsyaka. Karena aku tidak mau melihat kamu berduaan dengan Arsyaka di dalam sana," sahut Rayanza sambil menghentikan langkahnya, yang akan pergi menemui ketiga anaknya yang sedang bersama Reza dan Nayla.


"Rupanya ada yang cemburu nih," ujar Samara menggoda Rayanza yang sedang terbakar api cemburu, melihat ia berbicara berdua dengan Arsyaka di ruang jenguk tahanan.


"Ya jelas aku cemburu. Soalnya tadi kamu tidak bilang sama aku. Kalau kamu mau berbicara berdua dengan Arsyaka, kamu cuman bilang mau mengantarkan anak-anak bertemu dengan ayahnya saja. Makanya saat aku melihat Reza dan Nayla, aku langsung menitipkan anak-anak pada mereka berdua, dan segera pergi menemui kamu," jelas Rayanza yang mengakui bahwa dirinya cemburu. Jika melihat Samara berduaan dengan Arsyaka.


''Aku tidak mungkin membicarakan soal pernikahan kita pada Mas Syaka di depan anak-anak. Percayalah padaku, Ray. Kalau sekarang ini, hanya kamu lelaki yang aku inginkan menjadi pendamping hidupku," ucap Samara sambil menggenggam tangan Rayanza.


"Aku percaya padamu, Ra. Tapi bukannya anak-anak sudah mengetahui tentang pernikahan kita berdua?"


"Aku hanya takut, anak-anak akan berubah pikiran. Jika aku memberitahukan tentang pernikahan kita berdua pada Mas Syaka di depan anak-anak,"


"Yang kamu katakan ada benarnya juga sih, ya sudahlah jangan bahas masalah itu lagi. Lebih baik, kita segera temui anak-anak," ajak Rayanza pada Samara. Untuk segera pergi menghampiri ketiga anaknya, yang sedang menunggu mereka berdua bersama Reza dan Nayla.


________


"Sudah selesai berbicara dengan Arsyaka nya?" tanya Nayla yang melihat Samara dan Rayanza, yang datang menghampirinya.


"Sudah Nay." Samara menjawab pertanyaan Nayla sambil mengagukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu dan Reza, sudah seminggu lebih aku tidak bertemu dengan kalian berdua?" sambung Samara yang menanyakan tentang kabar Nayla dan Reza.


"Alhamdulillah, aku dan Reza baik-baik saja," sahut Nayla sambil mendekati Samara, yang sedang bergandengan tangan dengan Rayanza.


"Kamu dan Rayanza memangnya mau berbicara soal apa dengan Arsyaka?" bisik Nayla di telinga Samara. Karena ia ingin mengetahui pembicaraan antara Samara dan Rayanza serta Arsyaka di ruang jenguk tahanan.


"Kita bicaranya jangan di sini, Nay. Yuk kita pergi dari sini, ada yang mau aku bicarakan juga dengan kamu dan Reza," jawab Samara yang mengajak mereka semua untuk pergi meninggalkan kantor polisi.


"Baiklah. Kalau begitu kita bicaranya di restoran terdekat saja, bagaimana?" Nayla memberikan usul, mengenai tempat berbicara untuk mereka semua.


"Ya sudah. Ayo kita pergi sekarang," timpal Samara yang setuju dengan usul dari Nayla.


Mereka semua pun segera pergi meninggalkan kantor polisi, dan pergi mencari ke restoran terdekat. Untuk tempat berbicara mereka semua.


Sesampainya di restoran.


Ketiga anaknya Samara memesan eskrim dan desert yang ada di restoran. Sedangkan Samara dan Rayanza serta Nayla dan juga Reza, tidak duduk satu meja dengan ketiga anaknya Samara. Karena Samara tidak mau ketiga anaknya, mendengar pembicaraan antara mereka berempat.


"Jadi tadi itu, kedatangan aku dan Nayla ke kantor polisi untuk memberikan rekaman cctv tentang Chelsea dan mamanya yang telah menabrak papaku, hingga mengalami koma." Reza pun mulai menceritakan sedikit kronologi kejadian pada Samara dan Rayanza, yang belum mengetahui tentang kelakuan Chelsea dan Linda yang sekarang ini menjadi buronan


"Semoga papa kamu cepat sembuh, dan mereka berdua bisa segera di tangkap oleh polisi," ucap Rayanza.


"Aamiin." Reza dan Nayla serta Samara mengamini doa dari Rayanza.


"Tapi kalau aku boleh tahu! Kapan kejadiannya?" tanya Rayanza yang tidak mengetahui tentang kecelakaan yang menimpa Rasyid papanya Reza.


"Kejadiannya sudah hampir seminggu, aku baru bisa melaporkan semua ini pada polisi. Karena saat itu aku mengira. Kalau kejadian tabrakan itu tidak ada campur tangan Chelsea dan mamanya, akan tetapi. Setelah aku melihat rekaman cctv di lokasi kejadian, aku baru tahu kejadian yang sebenarnya terjadi. Jadi aku putuskan untuk memberikan rekaman cctv itu pada polisi. Agar polisi bisa menangkap Chelsea dan mamanya," jawab Reza menjelaskan pada Samara dan Rayanza, yang belum mengetahui semuanya.


"Rencana pernikahanku dan Nayla pun terpaksa harus di undur, sampai papaku bangun dari komanya dan sembuh," lanjut Reza sambil menundukkan kepalanya. Karena ia sedih melihat papanya mengalami tabrakan sampai membuatnya koma, dan rencana pernikahannya dengan Nayla terpaksa harus di undur.

__ADS_1


Samara yang mendengar itu, ia mengusap punggung Nayla yang duduk di dekatnya.


"Kamu yang sabar yah, Nay. Aku yakin kamu dan Reza bisa melewati ujian ini," ucap Samara yang memberikan support kepada Nayla, yang harus terpaksa mengalami rencana pernikahannya dengan Reza di undur. Sebab Rasyid papanya Reza mengalami koma.


"Aku yakin Chelsea dan mamanya akan cepat di tangkap oleh polisi di dalam rumahnya, dan mereka berdua memang pantas di penjara," sambung Samara yang geram pada Chelsea dan Linda.


"Sebelum aku dan Reza pergi ke kantor polisi, aku dan Reza terlebih dahulu pergi ke rumah Chelsea dan mamanya. Tapi sayangnya, aku dan Reza tidak menemukan keberadaan mereka berdua. Oh iya, tadi kamu dan Rayanza mau berbicara soal apa dengan Arsyaka? sampai ketiga anakmu tidak boleh berada di dalam sana?" tanya Nayla yang ingin mengetahui tentang pembicaraan Samara dan Rayanza bersama Arsyaka. Karena ia dan Reza tidak sempat bertanya pada Rayanza, yang langsung buru-buru pergi.


"Aku dan Rayanza memberikan undangan pernikahanku pada Mas Syaka," jawab Samara sambil tersenyum manis.


"Kamu mau menikah dengan siapa, Ra? Apakah kamu mau menikah dengan Ervan? Bukannya waktu itu kamu menolak lamarannya? Tapi sekarang kamu malah mau menikah dengannya, begitu?" cerca Nayla yang belum mengetahui tentang pernikahan Samara dan Rayanza, yang akan di adakan bulan depan.


Karena selama seminggu lebih mereka tidak bertemu, mereka berdua tidak berkomunikasi melalui telepon. Samara juga belum memberitahukan tentang pernikahannya dengan Rayanza pada Nayla dan Reza.


Samara segera mengambil surat undangan pernikahannya, yang ia taruh di dalam tas. Untuk di berikan pada Nayla.


"Nih."


Nayla dan Reza pun menerima surat undangan pernikahan Samara dan Rayanza.


"Apa...! Kamu dan Rayanza mau menikah?" ucap Nayla dan Reza secara bersamaan. Karena mereka berdua kaget melihat isi surat undangan, yang di dalamnya tertulis nama Samara dan Rayanza.


Samara dan Rayanza secara bersamaan mengagukkan kepalanya sambil tersenyum senang.


"Wah selamat yah, Ra. Ray, lagi-lagi aku keduluan sama kamu, Ra." Nayla mengucapkan selamat pada Samara dan Rayanza sambil tersenyum senang.


"Semoga pernikahan kamu dan Rayanza berjalan lancar," timpal Reza yang mendoakan Samara dan Rayanza. Agar pernikahannya berjalan dengan lancar.


"Aamiin."

__ADS_1


Saat Samara dan Rayanza mengamini doa dari Reza, ia melihat kedatangan seseorang yang kemungkinan akan membantu Reza.


__ADS_2