Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 60 Mendapatkan Kesempatan


__ADS_3

Arsyaka dan Chelsea yang sekarang ini tinggal di rumah Retno, mereka bertiga harus berbagi tugas dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Karena Arsyaka tidak bisa memperkerjakan Bi Mirna lagi, sebab sekarang ini Arsyaka belum mendapatkan pekerjaan. Setelah dirinya melakukan korupsi di perusahaan pak David.


Retno dan Arsyaka yang sedang duduk di ruang tamu. Setelah selesai melakukan pekerjaan rumah tangga, mereka berdua melihat kedatangan Chelsea, yang terlihat sudah rapi dan cantik.


"Kamu mau pergi kemana, Hanny?" tanya Arsyaka.


"Aku mau pamit pergi ke rumah Mama dan papaku," jawab Chelsea yang berpamitan pada Arsyaka dan Retno.


Chelsea yang sudah berpamitan, langsung melangkah pergi meninggalkan Arsyaka dan ibunya, yang masih duduk di ruang tamu.


"Kamu ikut sana sama Chelsea ke rumahnya, siapa tahu Chelsea lagi membujuk papanya. Agar kamu bisa mengelola salah satu dari perusahaan milik papanya Chelsea," bisik Retno di telinga Arsyaka.


Arsyaka menganggukkan kepalanya. Sebelum menghentikan langkah kaki Chelsea, yang akan pergi ke rumah orang tuanya.


"Hanny, bagaimana kalau aku juga ikut pergi bersamamu," ucapan Arsyaka barusan, membuat Chelsea menghentikan langkah kakinya yang akan pergi meninggalkan rumah Retno.


"Aku bisa pergi sendiri Mas," sahutnya yang tidak mau di antar oleh Arsyaka suaminya.


"Kamu itu lagi hamil, tidak baik berpergian seorang diri. Lebih baik kamu pergi ke rumah Mama dan papamu di temani sama Arsyaka," ujar Retno.


"Aku perginya cuman sebentar saja, Bu. Jadi tidak usah di antar sama kamu, Mas." Chelsea bersikeras tidak mau di antar oleh Arsyaka suaminya.


"Aku akan tetap ikut pergi bersamamu, Hanny. Karena aku juga ingin bertemu dengan papa." Arsyaka juga tetap dengan pendiriannya, yang ingin ikut pergi bersama Chelsea ke rumah orang tuanya. Karena Arsyaka sangat berharap sekali pada Rasyid papanya Chelsea, untuk mau memberikan salah satu dari perusahaannya yang bisa di kelola oleh Arsyaka.


"Tapi jam segini itu papa sudah berangkat bekerja di kantor, Mas. Di rumah palingan cuman ada mama, jadi Mas gak usah ikut deh," ujar Chelsea yang menolak Arsyaka ikut pergi bersamanya.


"Tidak masalah, kalian berdua bisa menunggu sampai papa kamu pulang dari kantor. Ibu sendirian di rumah ini juga tidak apa-apa," timpal Retno.

__ADS_1


"Huuuh, ngapain sih Mas Arsyaka mau ikut segala," gerutu Chelsea di dalam hatinya yang kesal dengan Arsyaka dan ibunya, yang ingin ikut pergi ke rumah orang tuanya.


"Baiklah," jawab Chelsea yang akhirnya mengalah.


"Bu aku pamit pergi mengantar Chelsea ke rumah orang tuanya dulu," pamit Arsyaka pada ibunya. Sebelum ia dan Chelsea pergi ke rumah orang tuanya Chelsea.


Arsyaka segera mengeluarkan motornya yang berada di dalam garasi. Karena sekarang ini Arsyaka hanya memiliki kendaraan motor, sebab mobil Arsyaka dan Chelsea ikut di sita oleh pak David.


"Mas, gak usah pakai motor. Aku sudah memesan taksi online, tuh taksinya sudah datang," ucap Chelsea menghentikan langkah kaki Arsyaka yang akan masuk ke dalam garasi.


Mereka berdua pun pergi ke rumah orang tuanya Chelsea, dengan menggunakan taksi online yang sudah di pesan oleh Chelsea.


Sesampainya di rumah Chelsea.


Linda mamanya Chelsea sedang duduk di teras rumah bersama Rasyid suaminya. Arsyaka dan Chelsea pun segera pergi menghampiri kedua orang tuanya Chelsea.


"Waalaikumsalam," jawab Linda dan suaminya.


"Papa tidak pergi ke kantor?" tanya Chelsea pada Rasyid papanya. Karena biasanya jam segini Rasyid sudah pergi bekerja di kantor.


"Untuk hari ini dan seterusnya, papa tidak mengurus perusahaan papa yang di sini. Karena semua itu sudah papa serahkan sama kakakmu," jawabnya.


"Kita ngobrolnya di dalam saja," ucap Linda, yang menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam rumah.


Di dalam ruang tamu.


Rasyid dan Arsyaka duduk di ruang tamu, sedangkan Linda dan Chelsea pergi ke dapur. Setelah melihat kepergian Chelsea dan Linda yang pergi ke dapur. Rasyid langsung bertanya tentang pekerjaan Arsyaka. Setelah Arsyaka di pecat dari perusahaannya pak David.

__ADS_1


"Kamu sudah mendapatkan pekerjaan baru?" tanyanya.


"Belum pah, cari kerjaan jaman sekarang susah," jawab Arsyaka berterus terang, dan ia sangat berharap sekali kepada papa mertuanya. Agar memberikan atau mengajaknya bekerja di salah satu perusahaan milik papa mertuanya.


"Sudah tahukan! cari pekerjaan itu susah. Tapi sudah dapat pekerjaan yang posisinya bagus malah di salah gunakan," sindir Rasyid pada Arsyaka.


"Tapi Arsyaka melakukan itu semuanya karena....''


"Jangan jadikan itu sebuah alasan. Seharusnya kamu sebagai kepala rumah tangga, harus bisa mendidik istri. Jangan terus memanjakannya dengan uang, apalagi memberikan uang yang dari hasil seperti itu." Rasyid segera memotong ucapan Arsyaka. Karena alasan Arsyaka yang ingin menyenangkan istri dan ibunya itu bukan menjadi sebuah alasan yang benar. Apalagi sampai merugikan usaha orang lain, dengan mengambil yang bukan menjadi haknya.


"Sudahlah pah, masalah itu jangan di ungkit terus. Lebih baik papa ajak Arsyaka bekerja di salah satu perusahaan milik papa. Apalagi sekarang ini Chelsea lagi hamil besar, sebentar lagi juga Chelsea mau mengadakan acara tujuh bulanan, yang pastinya memerlukan biaya, belum lagi biaya persalinannya," sahut Linda yang sudah datang ke ruang tamu bersama Chelsea, sambil membawa minuman dan juga camilan.


"Ini Mas minumannya." Chelsea memberikan minuman yang ia bawa pada Arsyaka. Sedangkan Linda menaruh minuman dan camilan yang ia bawa di meja, tanpa menawarkan itu semua pada Rasyid suaminya.


Rasyid menghela nafas panjang. Sebelum mengatakan pendapat dari Linda istrinya, yang menyuruh Arsyaka bekerja di salah satu perusahaan miliknya.


"Nama kamu di daerah Jakarta sudah jelek. Setelah kejadian kamu korupsi di perusahaan pak David, jadi sekarang ini kamu kesulitan mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun. Papa saja tidak mau memasukkan kamu bekerja di perusahaan papa. Tapi... papa akan memberikan satu kesempatan untuk kamu! Jadi papa akan menyuruh kamu dan Chelsea pergi ke perusahaan papa yang berada di kota Surabaya," tutur Rasyid yang mau memberikan kesempatan bekerja untuk Arsyaka, di perusahaan miliknya yang berada di kota Surabaya.


Arsyaka dan Chelsea yang mendengar itu menjadi tersenyum senang.


"Jadi mulai hari ini, kamu kemasi semua pakaian kalian berdua. Karena mulai besok pagi, kalian berdua akan pergi ke kota Surabaya," lanjut Rasyid.


"Iya pah," sahut Chelsea dan Arsyaka yang bersemangat sekali. Karena Arsyaka mendapatkan pekerjaan di perusahaan papanya Chelsea, yang berada di kota Surabaya.


"Pah, apakah ibuku bisa ikut pergi ke Surabaya? Soalnya aku tidak mungkin meninggalkan ibu sendirian di kota ini,' ucap Arsyaka yang tidak tega meninggalkan ibunya sendirian.


"Iya tidak masalah, biar ada yang menemani Chelsea jika kamu pergi bekerja. Tapi kamu harus ingat! Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah papa berikan kepadamu." Rasyid memperingati Arsyaka. Untuk tidak melakukan hal yang pernah ia lakukan di perusahaan pak David.

__ADS_1


__ADS_2