Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 12 Dobel POV


__ADS_3

POV Arsyaka.


Pagi ini aku harus berangkat bekerja, dengan membawa dua pakaian sekaligus. Agar Samara percaya kalau aku bekerja menjadi seorang staf biasa di kantor. Aku harus segera sampai di kantor, dan tidak mau membuat pak David kecewa kepadaku. Karena hari ini adalah, hari menyambut kedatangannya pak David seorang CEO di tempat aku bekerja, dan sekaligus merayakan posisi jabatanku, yang sekarang ini menjadi Direktur Keuangan di perusahaan Atmajaya grup. Dan siang harinya aku akan bertemu dengan kedua orang tuanya Chelsea di rumahnya.


Aku tidak memberitahukan kepada Samara, tentang jabatanku sekarang ini. Karena yang Samara tahu, kalau  jabatanku di turunkan menjadi seorang staf biasa, itu semua aku lakukan. Karena aku ingin membahagiakan Chelsea, wanita cantik yang kini berada di dalam hatiku. Aku sangat mencintainya.


Kejadian kemarin membuat aku harus berterus terang kepada ibuku dan juga Siska adikku. Karena Siska terus mengikuti ku, hingga akhirnya ibu dan Siska mengetahui hubunganku dengan Chelsea.


*****


Flashback.


Aku yang pergi menghindari Siska adikku, berharap ia tidak mengikuti ku yang akan pergi ke hotel bersama Chelsea.


"Mas sepertinya adik kamu terus mengikuti kita deh, lebih baik kita pergi ke kafe terlebih dahulu. Agar adikmu tidak curiga kepada kita, dan sekalian mengambil motor Mas disana," ucap Chelsea.


"Iya Hanny," aku pun menyetujui saran dari Chelsea, dan segera pergi ke kafe tempat biasa aku bertemu dengan Chelsea.


Sesampainya di kafe itu.


Aku dan Chelsea masuk ke dalam kafe, dan berpura-pura sedang membahas bisnis. Agar Siska adikku percaya kepadaku, kalau Chelsea dan aku hanya teman bisnis.


Tidak lama kemudian.


Ibuku dan Siska datang menghampiriku dan Chelsea, yang sedang duduk sambil membahas tentang bisnis.


"Siapa wanita itu," tanya ibuku sambil menunjuk ke arah Chelsea.


"Dia teman bisnisku Bu." aku pun segera menjawab pertanyaan dari ibuku.


"Aku tidak percaya itu! Sekarang kamu jujur saja Arsyaka?" ucap ibuku dengan tegas. Ibuku tidak mudah untuk di bohongi, meski dengan berbagai cara aku mengelak dan menyangkal ucapan ibuku. Dan sampai pada akhirnya, aku memberitahukan kepada ibu dan Siska. Kalau aku menjalani hubungan dengan Chelsea.


Tapi saat aku mengatakan itu, aku benar-benar tidak menyangka. Kalau ibu akan menyetujui hubunganku dengan Chelsea, dengan syarat ibu ingin mendapatkan uang bulanan yang lebih besar. Aku tidak mempermasalahkan hal itu, karena sekarang ini gajiku lebih besar dari sebelumnya. Ibuku dan Siska tidak akan memberitahukan kepada Samara, tentang hubunganku dengan Chelsea.

__ADS_1


Ibuku pun memberikan ide tentang masalah mobil baru yang aku beli, ibu menyuruh aku. Untuk menyewa mobil pick up, agar Samara percaya. Kalau aku membeli mobil untuk usaha bisnis dengan temanku.


Flashback off.


*****


Aku yang sudah sampai di perusahaan Atmajaya grup, di sambut baik oleh karyawan di perusahaan ini. Dan tidak lama kemudian, acara penyambutan kedatangan pak David selaku CEO perusahaan Atmajaya grup pun di mulai.


"Saya selaku CEO di perusahaan Atmajaya grup, memberikan ucapan selamat kepada pak Arsyaka Yudha Pratama. Karena sekarang ini, jabatannya menjadi seorang Direktur Keuangan di perusahaan Atmajaya grup," ucap pak David sambil bertepuk tangan, dan para karyawan pun iku bertepuk tangan.


Pak David dan para karyawan berdatangan menghampiriku, dan mengucapkan selamat atas kenaikan jabatanku, yang menjadi seorang Direktur Keuangan di perusahaan Atmajaya grup.


Setelah selesai acara di kantor, aku langsung pergi menjemput Chelsea di kampusnya. Karena hari ini dia akan memperkenalkan aku kepada orang tuanya.


Akan tetapi saat aku masuk ke dalam rumah Chelsea, aku seperti melihat Samara yang sedang menyapu halaman rumah Chelsea. Tapi rasanya itu tidak mungkin Samara, mana mungkin dia mau bekerja menjadi pembantu.


______________________


POV Linda.


Itu semua gara-gara anak tiriku, yang mengadu kepada suamiku. Bahkan dia bisa memberikan barang bukti kepada suamiku, tentang ke bohongan ku yang menggunakan uang sumbangan yang di berikan suamiku. Sampai pada akhirnya, suamiku memberi hukuman seperti ini, dan aku tidak sanggup melakukan pekerjaan rumah tangga.


Saat aku pergi berkunjung ke rumah sahabatku Nani, dan menceritakan tentang keluh kesah yang ku jalani. Di sanalah akhirnya aku bisa terbebas dari pekerjaan rumah tangga, meski harus secara sembunyi-sembunyi dari anak dan suamiku.


Wanita penjual kue yang bernama Samara, mau bekerja menjadi pembantuku. Saat keadaan di rumah sedang sepi, jadi aku bisa bersantai dan berkumpul bersama dengan teman arisanku.


Tapi untuk hari ini, aku tidak bisa pergi meninggalkan rumah. Karena putriku Chelsea akan memperkenalkan kekasihnya kepadaku dan juga suamiku. Maka dari itu, aku menyuruh Samara untuk membuat kue. Untuk menyambut kedatangan calon menantuku.


Akan tetapi Chelsea dan calon menantuku malah sudah datang ke rumah, sebelum jam makan siang. Membuat aku panik, karena Samara pembantuku itu, sedang menyapu di samping halaman rumahku. Aku pun menyuruhnya untuk segera pulang, dan memperingatinya! Agar jangan sampai ketahuan oleh anak dan suamiku.


Aku menghembuskan nafas lega. Ketika Samara sudah pergi dari rumahku. Karena Rasyid suamiku juga baru datang ke rumah, aku pun segera pergi menghampiri suamiku.


"Mas kok tumben pulangnya cepat?" tanyaku berbasa-basi.

__ADS_1


"Kan hari ini Chelsea dan kekasihnya mau berkunjung ke rumah. Jadi Mas harus pulang cepat dong, terus tadi kamu di samping halaman rumah sedang apa?" sahut suamiku sambil menanyakan tentang keberadaanku yang berada di samping halaman rumah.


"Aku habis menyapu halaman rumah Mas. Yuk kita masuk ke dalam," aku pun segera mengajak suamiku. Untuk masuk ke dalam ruang tamu, karena di sana ada Chelsea dan calon menantuku.


"Anak mama sudah pulang?" ucapku yang datang menghampiri putriku dan juga calon menantuku.


"Iya mah, tadi aku ke dalam mencari mama tapi tidak ada. Ternyata mama sama papa," sahut putriku yang mencari ku.


"Mama tadi lagi di samping halaman rumah sayang, dan papa baru saja pulang ke rumah," jawabku menjelaskan.


"Siang Om. Tante," calon menantuku datang menghampiriku dan juga suamiku, untuk bersalaman.


Chelsea putriku tidak salah memilih calon suami. Karena dari penampilannya saja, sudah bisa di pastikan. Kalau calon menantuku itu, seorang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan tempat dia bekerja.


Karena Chelsea putriku sudah mendapatkan mobil baru dan juga perhiasan yang banyak, padahal setatusnya belum menikah. Aku tidak bisa membayangkan, kalau Chelsea bisa menikah dengannya. Pasti kehidupan putriku akan terjamin, tidak seperti diriku. Punya suami pengusaha, tapi aku malah di jadikan pembantu di rumahnya.


"Tunggu sebentar ya, mama akan mengambil kue buatan mama." aku segera pergi ke dapur untuk mengambil kue buatan pembantu baruku itu, dan mengakui bahwa akulah yang membuat kuenya.


Tidak lama kemudian.


Aku segera menaruh kue yang aku bawa ke ruang tamu. "Ayo, di cicipi kuenya."


"Ini beneran mama yang buat?" tanya suamiku.


"Iya pah, gak enak yah?" sahutku pura-pura bersedih.


"Enak mah kuenya, besok mama buat lagi yah." pinta suamiku.


"Iya pah, besok mama buat lagi."


"Meski mama baru belajar membuat kue, tapi hasilnya enak mah." Chelsea putriku pun memuji kue itu.


"Kuenya enak kok Tan, seperti kue buatan i... ibuku," calon menantuku pun memuji kue, yang pura-pura aku buat.

__ADS_1


"Ibunya juga suka buat kue? Kalau begitu ajak Tante bertemu dengan ibu kamu dong, sekalian membahas tentang hubungan kalian berdua." aku langsung meminta bertemu dengan calon besan ku.


"I....iya Tante," sahutnya.


__ADS_2