
Keesokan paginya.
Samara yang sudah bangun lebih dulu, ia membangunkan Rayanza dengan mengecup keningnya.
"Selamat pagi suamiku," ucapnya.
Rayanza yang merasakan keningnya di kecup, dan mendengarkan ucapan Samara yang mengucapkan selamat pagi. Ia pun segera bangun dari tidurnya, dan menarik satu tangannya Samara yang akan pergi ke dalam kamar mandi. Sehingga membuat Samara menghentikan langkah kakinya, yang akan pergi ke dalam kamar mandi.
"Selamat pagi juga istriku," sahut Rayanza yang mencium tangannya Samara yang berhasil ia pegang, dan Rayanza juga membuat Samara kembali duduk di atas tempat tidur.
"Ray, ini sudah pagi. Ayo kita mandi," ajak Samara pada Rayanza.
"Iya Sayangku," balasnya yang segera bangun dari tempat tidurnya. Untuk mandi bersama dengan Samara, yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi.
Samara dan Rayanza yang sudah selesai mandi, kini mereka berdua sarapan pagi terlebih dahulu. Sebelum mereka berdua pergi meninggalkan rumah. Karena hari ini Rayanza akan mengajak Samara pergi ke tempat perbelanjaan, untuk membeli oleh-oleh.
Samara yang mendengar itu, ia sangat antusias sekali dalam membeli oleh-oleh. Untuk anak dan keluarganya.
Di saat Samara dan Rayanza sudah berada di pusat perbelanjaan yang bernama Rue Du Commerce, yang letaknya tidak jauh dari menara Eiffel.
"Sayang, aku mau pergi mencari parfum ke sana dulu yah," pamit Rayanza yang akan pergi mencari parfum.
"Iya. Kalau begitu aku mau mencari oleh-oleh dulu di sana," timpalnya yang menyetujui keinginan Rayanza, yang mau mencari parfum.
Rayanza yang pergi memilih parfum, ia berpisah dengan Samara yang sedang mencari oleh-oleh yang akan Samara beli.
Di saat Samara tengah memilih oleh-oleh seorang diri, tiba-tiba saja handphone milik Samara berdering. Ia pun segera mengambil handphonenya, untuk menerima panggilan video call dari ketiga anaknya.
"Halo Sayang, apa kabar?" ucap Samara yang menanyakan kabar pada ketiga anaknya yang menghubunginya.
"Alhamdulillah kabar kita bertiga baik-baik saja Bun," sahut ketiga anaknya Samara secara bersamaan.
__ADS_1
Akan tetapi, di saat Samara menerima panggilan video call dari ketiga anaknya. Samara terus memperhatikan layar handphone miliknya.
Degh!
"Itu seperti Glen dan temannya, pasti mereka berdua sedang mengintai aku dan Rayanza. Untuk menanyakan keberadaan Siska," batin Samara yang melihat keberadaan Glen dan temannya, yang terlihat di layar handphone miliknya yang sedang melakukan panggilan video call dengan ketiga anaknya.
"Bunda, lagi di mana?" tanya Candra yang menanyakan keberadaan Samara.
Tapi Samara yang terus memperhatikan dengan jelas Glen dan temannya di layar handphone miliknya, membuat ia tidak menjawab pertanyaan dari Candra.
"Sepertinya itu beneran Glen dan temannya, aku harus memberitahukan ini semua pada Rayanza," batin Samara yang sudah merasa yakin dengan apa yang ia lihat.
"Kok bunda diam saja?"
"Iya, yah.''
"Bunda, papa mana?"
Suara ketiga anaknya Samara yang terus bertanya pada Samara yang tidak menjawab pertanyaan ketiga anaknya.
"Bunda ..." teriak ketiga anaknya Samara yang memanggil Samara, berharap kali ini Samara bisa mendengar suara anaknya yang sedang menghubunginya.
"Eh, iya sayang. Ada apa?" tanya Samara yang akhirnya mendengar suara ketiga anaknya.
"Bunda kenap dari tadi diam saja? Emangnya bunda lagi lihatin apaan sih? Sampai tidak menjawab pertanyaanku?" cerca Kirana pada Samara.
''Maaf sayang, tadi itu bunda lagi lihatin oleh-oleh buat kalian bertiga. Jadi saking fokusnya bunda lihat bermacam-macam oleh-oleh, sampai bunda tidak mendengar suara anak-anak bunda yang tampan dan cantik ini. Maafin bunda yah," jawab Samara yang mencari alasan. Agar ketiga anaknya tidak marah kepadanya, yang tengah fokus memperhatikan Glen dan temannya yang sedang mengintai dirinya.
"Yang benar Bun? Aku mau lihat tempat bunda sekarang ini dong," pinta Arsya yang ingin melihat tempat Samara, yang sedang memilih oleh-oleh.
"Iya sayang." Samara pun segera membalikkan layar ponselnya. Agar ketiga anaknya bisa melihat bermacam-macam oleh-oleh, yang tengah Samara pilih untuk ketiga anaknya.
__ADS_1
"Aku mau di beliin yang itu yah Bun," ucap Arsya yang ingin di belikan mainan, yang ia lihat di layar handphone Samara.
"Aku juga mau Bun," timpal Candra.
"Bunda jangan lupa beliin oleh-oleh buat aku juga yah." Kirana pun mengingatkan Samara. Karena ia tidak mau kalah dengan Arsya dan Candra, yang meminta di belikan mainan yang sama.
"Iya Sayang, bunda pasti belikan oleh-oleh buat kalian bertiga. Nanti kita teleponan lagi, yah. Bunda mau pergi menemui papa dulu," ujar Samara yang akan mematikan panggilan video call dari ketiga anaknya. Karena ia mau bertemu dengan Rayanza, yang tengah membeli parfum.
"Iya Bun. Jangan lupa belikan oleh-olehnya yah," timpal ketiga anaknya.
"Iya Sayang," balas Samara yang langsung mematikan panggilan video call dari ketiga anaknya.
Samara yang sudah selesai berbicara dengan ketiga anaknya di telepon, ia segera pergi menghampiri Rayanza, dan langsung memberitahukan tentang apa yang ia lihat pada Rayanza.
"Kamu beneran yakin! Di sekitar sini ada Glen dan temannya?" ucap Rayanza yang memastikan kebenarannya, dan ia melihat-lihat ke arah sekitarnya. Untuk mencari keberadaan Glen dan temannya yang sedang mengintai mereka berdua.
"Iya Ray," timpal Samara yang membenarkan ucapannya. Karena ia melihat dengan jelas Glen dan temannya berada di sekitar Rue Du Commerce dengan menggunakan handphone miliknya.
"Kita jangan dulu pergi dari sini. Karena aku yakin, kalau mereka berdua tidak akan bertindak di tempat yang ramai seperti ini. Aku mau menghubungi uncle Syam. Agar uncle Syam membawa polisi ke sini, untuk menangkap mereka berdua. Tapi kamu harus ingat yah! Kita harus berpura-pura tidak tahu keberadaan mereka berdua di sekitar sini, dan kamu jangan pergi menjauh dariku," tutur Rayanza.
"Iya Ray," sahut Samara yang menuruti perintah dari Rayanza.
Rayanza segera menghubungi nomor telepon uncle Syam, dan memberitahukan semuanya pada uncle Syam.
Tidak lama kemudian.
Syam dan polisi yang sudah berada di sekitar Rue Du Commerce, mereka segera berpencar. Untuk mencari keberadaan Glen dan temannya, yang sedang mengintai Samara dan Rayanza.
Glen dan temannya yang tidak menyadari adanya polisi, yang akan menangkap mereka berdua. Membuat mereka berdua mudah di tangkap oleh polisi, dan mereka berdua langsung di bawa ke kantor polisi yang ada di negara Prancis.
Samara dan Rayanza bisa bernafas lega. Setelah mereka berdua melihat Glen dan temannya di bawa pergi ke kantor polisi. Samara dan Rayanza pun melanjutkan kembali berbelanja oleh-oleh. Sebelum mereka berdua pulang ke Indonesia.
__ADS_1
Rayanza dan Samara yang sudah membeli oleh-oleh, kini mereka berdua langsung pulang ke rumah. Akan tetapi, saat mereka berdua sampai di rumah, ada kedua orang tuanya Jessica yang sedang menunggu kedatangan Rayanza dan Samara di depan rumah.