Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 87 Menginterogasi


__ADS_3

Sesampainya para polisi di kantor polisi, para polisi segera membawa lelaki yang menculik ketiga anaknya Samara. Untuk menginterogasinya di dalam ruangan interogasi.


Tapi sebelum Ricky dan rekan-rekannya membawa lelaki itu ke dalam ruang interogasi. Arga yang melihat kedatangan Ricky dan rekan-rekan yang lainnya, segera pergi menghampiri mereka semua.


"Kerja yang bagus, pak Ricky dan kalian semua. Karena berhasil menangkap pelaku penculikan," ucap Arga yang memuji Ricky dan rekan-rekannya, yang telah berhasil menangkap lelaki yang menculik ketiga anaknya Samara bersama kedua temannya.


"Terima kasih, pak Arga. Ayo kita pergi ke ruang interogasi, untuk menginterogasi mereka semua, " sahut Ricky yang mengajak Arga pergi ke dalam ruang interogasi.


"Baiklah," balasnya yang ikut pergi ke dalam ruang interogasi.


Di dalam ruang interogasi.


Para polisi segera mengintrogasi lelaki yang menculik ketiga anaknya Samara dan juga kedua temannya.


Para polisi yang sudah mengetahui identitas pelaku penculikan ketiga anaknya Samara, yang bernama Nanang dan kedua temannya bernama Rusli dan Ardi. Para polisi segera menginterogasi mereka bertiga, tentang aksi penculikan ketiga anaknya Samara.


"Di mana ketiga anak yang kamu culik?" tanya Ricky pada Nanang.


"Saya hanya di suruh menculiknya pak. Tapi saya tidak tahu mereka bertiga di bawa pergi oleh ayah dan neneknya kemana," jawab Nanang.


"Jangan bohong kamu! Jawab pertanyaanku dengan jujur," ucap Ricky yang tidak percaya dengan jawaban dari Nanang.


"Sa... saya sudah berkata jujur pak," sahutnya.


Para polisi terus berusaha mencoba menginterogasi Nanang dan kedua temannya di ruang interogasi. Agar mereka bertiga mau mengatakan yang sebenarnya terjadi pada pihak kepolisian.


____________


Keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Rayanza sudah bangun dari tidurnya, dan ia segera pergi ke rumah Samara. Karena semalam Rayanza mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, yang berhasil menangkap pelaku penculikan ketiga anaknya Samara.


"Kamu mau pergi ke mana?" tanya Rahayu yang melihat Rayanza akan pergi.


"Aku mau pergi ke rumah Samara, mah." Rayanza menjawab pertanyaan dari mamanya, sambil mengarahkan tangannya. Untuk bersalaman kepada mamanya.


"Ray pamit," sambungnya yang berpamitan pergi kepada mamanya.


"Kamu tidak sarapan dulu?" Rahayu kembali bertanya lagi pada anaknya, yang langsung berpamitan pergi kepadanya.


"Nanti saja mah," sahutnya.


Saat Rayanza akan melangkah pergi meninggalkan rumah. Haidar papanya Rayanza menghentikan langkah kaki Rayanza, yang akan pergi ke rumah Samara.

__ADS_1


"Ray. Jangan dulu pergi, ada yang mau papa bicarakan sama kamu," ucap Haidar.


"Ada apa, pah?" tanya Rayanza. Saat ia dan papanya sudah duduk di meja makan.


"Begini Ray. Papa mau menyampaikan pesan dari Om Reno, yang menginginkan kamu menikah dengan Tiya putrinya. Kalau papa sih lebih suka kamu menikah dengan Tiya dari pada sama Samara, dan papa harap! Kamu mau menikah dengan Tiya," jawab Haidar yang menyampaikan pesan dari Reno temannya.


"Aku tidak mencintai Tiya pah," sahut Rayanza yang tidak mau menikah dengan Tiya.


"Ini papa apaan sih, pagi-pagi sudah membahas masalah itu. Kan semalam mama sudah bilang sama papa, kalau Rayanza pasti tidak mau menikah dengan Tiya. Biarkan Rayanza memilih pasangan hidupnya, kita sebagai orang tua hanya merestui dan mendukungnya, bukan mengatur pasangan hidupnya." Rahayu tidak menyukai pembicaraan suaminya, yang menginginkan Rayanza menikah dengan Tiya.


"Mama sudah mengetahui perasaanku, yang tidak mencintai Tiya. Aku pamit pergi, sudah tidak ada yang perlu papa tanyakan lagi. Jika itu hanya seputar perjodohanku dengan Tiya." Rayanza segera pergi meninggalkan kedua orang tuanya, yang berada di meja makan.


"Ray, dengarkan ucapan papa dulu. Papa..."


"Sudahlah, pah. Jangan mengaitkan urusan bisnis dengan anak kita," ucap Rahayu yang menyela ucapan suaminya.


Rayanza yang sudah berjalan meninggalkan kedua orang tuanya, ia masih bisa mendengarkan pembicaraan antara kedua orang tuanya.


"Maaf, pah. Aku tidak bisa menuruti kemauan papa yang satu ini, aku hanya ingin mengejar cintaku yang dulu tidak bisa aku gapai," batin Rayanza yang menolak perjodohan dirinya dengan Tiya. Karena ia mencintai Samara.


Rayanza segera pergi menuju mobilnya, dan bergegas pergi ke rumah Samara.


Sesampainya Rayanza di depan pintu rumah Samara, ia segera mengetuk pintu rumah Samara.


Tidak lama kemudian.


Pintu rumah Samara terbuka.


"Assalamualaikum," ucap salam Rayanza pada Santi ibunya Samara.


"Waalaikumsalam, ayo Nak Ray masuk ke dalam," jawabnya sambil mempersilahkan Rayanza masuk ke dalam rumahnya.


"Silahkan duduk, Nak Ray. Ibu mau panggilkan Samara dulu,'' pamit Santi pada Rayanza. Ketika Rayanza sudah duduk di ruang tamu.


"Iya Bu," balasnya.


"Ra, Samara... di ruang tamu ada Rayanza." Santi memanggil Samara yang masih berada di dalam kamarnya.


"Iya Bu, nanti Samara pergi ke sana." Samara menimpali panggilan dari ibunya, yang memberitahukan tentang kedatangan Rayanza.


Saat Samara akan keluar dari dalam kamarnya, ia mendapatkan panggilan telepon dari nomor telepon yang tidak ia kenal.


"Ini nomor telepon siapa?" lirih Samara sambil mengkerutkan keningnya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku terima saja panggilan teleponnya," sambung Samara yang segera menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak ia kenal.


"Halo... ini siapa?" tanya Samara pada orang yang sedang menghubunginya. Karena saat ia menerima panggilan telepon, tidak ada suara dari orang yang menghubunginya.


"Ini aku Arsyaka mantan suamimu," jawabnya.


"Di mana ketiga anakku yang kamu culik?" Samara menanyakan tentang ketiga anaknya yang di culik oleh Arsyaka.


"Anak-anak berada bersamaku..."


"Kembalikan anakku," ucap Samara yang memotong ucapan Arsyaka. Karena ia menginginkan ketiga anaknya kembali padanya.


"Aku akan mempertemukan kamu dengan mereka bertiga. Tapi...


Kamu jangan memberitahukan pada siapapun! Jika kamu mengajak seseorang, aku tidak akan mempertemukan kamu dengan anak-anak. Temui aku di..." Arsyaka yang sudah memberitahukan alamat pada Samara, ia segera mematikan panggilan teleponnya.


Samara segera menghubungi nomor telepon Arsyaka lagi. Akan tetapi, nomor telepon Arsyaka sudah tidak aktif dan tidak bisa di hubungi lagi.


"Huuuh, sialan kau Arsyaka! Kau membuat aku jauh dari ketiga anakku," geram Samara pada Arsyaka mantan suaminya, yang menculik ketiga anaknya.


"Mbak di ruang tamu ada kak Ray," ucap Rina adiknya Samara, yang memberitahukan kepada Samara. Karena Samara belum keluar dari dalam kamar.


"Iya," sahutnya.


Samara pun segera keluar dari dalam kamarnya. Untuk bertemu dengan Rayanza, yang sedang menunggunya.


"Kamu di dalam kamar sedang apa Ra? lama sekali?" tanya Santi. Saat Samara sudah datang ke ruang tamu.


"Tadi ada panggilan telepon da... dari temanku yang di Jakarta, makanya tadi itu aku lama ke luar dari kamar," jawab Samara yang tidak memberitahukan tentang Arsyaka, yang telah menghubunginya.


"Pasti kamu menanyakan tentang Arsyaka yang pulang ke Jakarta? Kan kita semua sudah tahu, kalau Arsyaka dan ibunya sudah tidak tinggal lagi di Jakarta," ujar Santi yang mengingatkan Samara.


"Aku hanya ingin memastikan kebenarannya, saja Bu."


"Ibu mengerti dengan keadaanmu, ini Nak Ray mau mengajak kamu pergi ke kantor polisi. Karena pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku penculikan ketiga anakmu. Tapi sebelum kalian berdua pergi ke kantor polisi, sarapan dulu." Santi menyuruh Samara dan Rayanza. Untuk sarapan pagi terlebih dahulu, sebelum mereka berdua pergi ke kantor polisi.


"Alhamdulillah, akhirnya polisi berhasil menangkap orang yang menculik ketiga anakku." Samara terharu mendengar kabar itu.


Setelah Samara dan Rayanza selesai sarapan pagi, mereka berdua segera pergi ke kantor polisi. Dan sesampainya di kantor polisi, mereka berdua segera bertemu dengan polisi yang menangani kasus penculikan ketiga anaknya.


"Dari hasil interogasi, saudara Nanang hanya di suruh menculik ketiga anaknya Bu Samara. Tapi dia tidak tahu, ketiga anaknya Bu Samara di bawa oleh saudara Arsyaka Yudha Pratama mantan suami Bu Samara," ucap Ricky yang memberitahukan kepada Samara dan Rayanza tentang hasil interogasi.


"Kami akan berusaha mencari tahu semuanya," timpal Arga.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus bertemu dengan Arsyaka hari ini, siapa tahu! Setelah aku bertemu dengannya, aku bisa membawa pulang ketiga anakku yang berada bersamanya," batin Samara yang akan bertemu dengan Arsyaka. Agar ia bisa bertemu dengan ketiga anaknya.


__ADS_2