Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 91 Melakukan Perlawanan


__ADS_3

Rayanza yang mendengar pembicaraan di dalam rumah, ia segera masuk ke dalam rumah. Saat Arsyaka akan mengucapkan ijab kabul.


"Saya terima nikahnya..."


"Berhenti..." Rayanza memotong ucapan Arsyaka yang sedang mengucapkan ijab kabul.


"Rayanza," lirih Samara yang kaget melihat kedatangan Rayanza, yang masuk ke dalam rumah.


"Kalian semua, hentikan pernikahan ini!" geram Rayanza pada mereka semua, yang mau menikahkan Samara dengan Arsyaka.


Acara ijab kabul pun terhenti sejenak. Karena mereka semua melihat kedatangan Rayanza, yang menghentikan pernikahan Samara dan Arsyaka.


Arsyaka yang geram melihat kedatangan Rayanza, ia segera bangun dari tempat duduknya dan memegang kedua tangannya Samara yang sedang duduk. Arsyaka melakukan itu semuanya. Karena ia takut Samara akan memberontak seperti tadi, dan ia tidak akan membiarkan Samara dan ketiga anaknya pergi dari rumah ini. Sebab Arsyaka mau berumah tangga lagi dengan Samara, dan ia juga tidak mau Rayanza menggagalkan acara akad nikahnya dengan Samara.


"Lepaskan tanganku, Mas!" ucap Samara yang berusaha melepaskan tangannya, yang di pegang oleh Arsyaka.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini! Apalagi pergi bersama dia." Arsyaka yang kesal semakin mengeratkan genggaman tangannya Samara. Sehingga membuat Samara meringis kesakitan di bagian tangannya.


"Aaawww,"


Arsyaka dan Retno yang mendengar suara rintihannya Samara, mereka berdua tersenyum senang.


"Aku harus tenang dalam melawan Arsyaka dan orang-orang itu. Jangan sampai aku terkecoh seperti tadi," batin Samara yang berusaha tenang dalam menghadapi situasi yang ia hadapi, dan ia juga mencari cara. Agar bisa menyelamatkan dirinya dan juga anak-anaknya pergi dari rumah ini bersama Rayanza.


________


Sementara itu.


Rayanza yang sudah masuk ke dalam rumah, ia segera pergi menghampiri dua orang yang ia kenal. Sebelum ia menyelamatkan Samara, yang sedang bersama Arsyaka dan Retno.


"Aku benar-benar tidak menyangka sama sekali! Kalau Om Reno dan Tiya akan melakukan ini semua," ujar Rayanza yang menatap tidak suka pada Reno dan Tiya, yang membantu Arsyaka dan Retno dalam melakukan aksi penculikan ketiga anaknya Samara, dan menyuruh Samara dan Arsyaka untuk menikah kembali.


"Ke... kenapa kamu bisa ada di sini, Ray?" tanya Tiya gugup. Saat Rayanza datang menghampirinya, yang sedang bersama Reno papanya.


Karena Tiya dan Reno tidak mengetahui kedatangan Rayanza, mereka berdua benar-benar kaget dan tidak menyangka. Kalau Rayanza akan mengetahui rencana pernikahan Arsyaka dan Samara, yang sudah mereka berdua rencanakan hari ini.

__ADS_1


"Tidak perlu kamu tahu!" Rayanza menjawab pertanyaan Tiya, sambil menyenggol lengan Tiya. Karena ia mau pergi menghampiri Samara, yang berada di dekat Arsyaka dan Retno.


"Kamu mau pergi ke mana?" tanya Reno pada Rayanza, sambil menarik satu tangannya.


"Aku akan membawa Samara pergi dari rumah ini," jawabnya sambil melepaskan tangannya, yang di pegang oleh Reno.


"Kamu tidak akan bisa membawanya pergi dari rumah ini. Sebaiknya kamu menjadi saksi pernikahan mereka berdua," sahut Reno sambil menyunggingkan senyuman.


"Tapi ...! Kalau kamu mau menikah dengan putriku, pernikahan ini tidak akan pernah terjadi. Jadi tentukan pilihanmu dari sekarang!" sambung Reno yang mengancam Rayanza.


"Tidak perlu Om Reno menanyakan itu lagi padaku. Karena aku sudah beberapa kali mengatakan, kalau aku tidak mau menikah dengan Tiya putrimu. Dan jangan coba-coba Om Reno mengancam ku! Biarkan aku membawa Samara dan ketiga anaknya pergi dari rumah ini," balasnya sambil melangkah pergi, menghampiri Samara yang sedang di pegang kedua tangannya oleh Arsyaka.


"Ray, biarkan Samara dan Arsyaka menikah lagi. Karena aku mau kamu..."


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Karena aku mencintai Samara." Rayanza segera menyela ucapannya Tiya, dan ia mengungkapkan perasaan cintanya pada Samara di hadapan mereka semua.


"Apa aku tidak salah dengar! Kalau selama ini Rayanza mencintaiku, dan penyebab Tiya dan papanya melakukan semua ini. Karena Tiya mencintai Rayanza," batin Samara yang baru mengetahui tentang perasaan Rayanza, dan penyebab ketiga anaknya di culik oleh mereka semua.


Tiya yang kesal mendengar ucapan Rayanza, ia menghentakkan kakinya, dan melirik ke arah Reno papanya.


Tiya yang mendengar ucapan papanya bisa tersenyum senang, dan ia mempercayakan semuanya pada papa dan anak buahnya.


"Kalian semua hadang dia. Jangan biarkan Rayanza dan Samara pergi dari rumah ini!" teriak Reno yang menyuruh anak buahnya.


"Siap bos," sahutnya.


Para anak buahnya Reno segera pergi menghadang Rayanza, yang akan pergi menghampiri Samara.


"Kamu tidak akan bisa pergi dari sini!" ucap salah satu anak buahnya Reno yang sudah mengelilingi Rayanza.


"Aku harus menghadapi mereka semua. Sebelum membawa Samara dan ketiga anaknya pergi dari rumah ini," batin Rayanza yang tengah bersiap-siap melawan anak buahnya Reno. Hingga terjadilah keributan di dalam rumah ini.


Anak buahnya Reno segera melayangkan pukulan ke arah Rayanza, yang berada di hadapannya secara bersama-sama.


Rayanza yang bisa menebak serangan mereka semua, segera menangkis semua serangan dari anak buahnya Reno dengan cepat. Rayanza juga memberikan pukulan pada anak buahnya Reno, yang kewalahan dalam menghadapi dirinya. Karena Rayanza bisa menangkis semua serangan anak buahnya Reno dengan mudah, meski Rayanza melawan mereka semua seorang diri.

__ADS_1


Sedangkan Retno yang melihat keributan di dalam rumah, ia segera menyuruh Arsyaka. Untuk membawa Samara pergi dari tempat ini.


"Arsyaka bawa Samara menjauh dari tempat ini. Sekarang!" ucap Retno yang menyuruh Arsyaka membawa Samara pergi dari tempat ini.


"Iya Bu," balas Arsyaka yang segera membawa Samara pergi dari tempat acara akad nikahnya.


"Mas Syaka, kamu mau bawa aku ke mana?" tanya Samara.


Arsyaka menghiraukan pertanyaan Samara, dan ia segera membawa Samara masuk ke dalam kamar, yang di dalamnya itu ada ketiga anaknya Samara.


"Ini bukannya kamar ketiga anakku," batin Samara yang tidak memberontak lagi. Karena ia mengetahui kamar ketiga anaknya, yang di bawa oleh anak buahnya Reno.


Saat pintu kamar di buka. Arsyaka segera mendorong tubuh Samara, untuk masuk ke dalam kamar.


"Apa yang Mas lakukan pada ketiga anakku?" tanya Samara lagi yang kaget melihat ketiga anaknya.


Arsyaka lagi-lagi tidak menjawab pertanyaan dari Samara, ia segera menutup pintu kamar dengan kasar.


Bruk!


Samara yang sudah berada di dalam, ia segera mendekati ketiga anaknya yang tertidur di dalam kamar.


"Sayang bangun." Samara berusaha membangunkan ketiga anaknya. Akan tetapi, usahanya sia-sia. Karena ketiga anaknya Samara tidak bangun dari tidurnya, sebab mereka bertiga telah di bius oleh anak buahnya Reno.


__________


Perkelahian di dalam rumah masih berlanjut. Reno dan Tiya serta Retno hanya melihat perkelahian di antara Rayanza, yang melawan anak buahnya Reno.


"Jangan sok jadi jagoan! Kamu tidak akan bisa membawa Samara dan anaknya pergi dari rumah ini," ucap Arsyaka yang datang menghampiri Rayanza, yang tengah berkelahi melawan anak buahnya Reno. Saat ia sudah membawa Samara masuk ke dalam kamar.


"Kita lihat saja nanti," sahut Rayanza yang penuh percaya diri.


Arsyaka yang geram mendengar itu, ia pun ikut melawan Rayanza bersama anak buahnya Reno.


Saat Arsyaka melawan Rayanza, tiba-tiba saja ada orang yang masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2