
Linda yang mendengar ucapan pelan dari Chelsea, segera memastikan kebenarannya. Linda pun membuka box makanan yang ia dapatkan, dan langsung membacanya.
"Iya benar, ini undangan pernikahan Samara dan Rayanza yang akan di adakan besok pagi," ucap Linda yang membenarkan ucapan dari Chelsea putrinya.
"Aku tidak rela melihat dia bahagia, mah. Sedangkan aku tidak jadi menikah gara-gara ucapan anaknya, yang memberitahukan kepada Vina. Sehingga aku tidak jadi menikah dengan Ervan," geram Chelsea sambil mengepalkan tangannya.
"Seharusnya, sekarang ini aku yang sudah menikah dengan Ervan terlebih dahulu. Tapi semuanya jadi berantakan ulah anaknya Samara," sambung Chelsea yang menyalahkan anaknya Samara.
"Kamu gagal menikah dengan Ervan, bukan karena masalah itu saja. Tapi kamu gagal menyabotase rekaman cctv di tempat kejadian papa tirimu, yang mengalami kecelakaan. Kalau kamu berhasil, kita tidak akan menjadi buronan polisi," sahut Linda yang menyalahkan Chelsea. Karena gagal menyabotase rekaman cctv di tempat kejadian tabrakan Rasyid. Sehingga membuat mereka berdua menjadi buronan polisi.
"Loh kok mama malah jadi menyalahkan aku sih, sudah berapa kali aku menjelaskan sama mama. Kalau saat aku mau menyabotase rekaman cctv di tempat kejadian papa, yang mengalami kecelakaan. Tiba-tiba saja datang seorang wanita, yang mukanya mirip dengan Samara yang menggagalkan rencanaku, mah." Chelsea berusaha menjelaskan yang sebenarnya terjadi. Karena ia tidak mau di salahkan oleh Linda mamanya.
Di saat pembicaraan mereka berdua, yang sedang membicarakan Rina adiknya Samara. Tiba-tiba saja, Rina datang menghampiri orang-orang yang sedang membagikan makanan. Linda yang melihat itu, segera memastikan kebenarannya dengan menanyakan pada Chelsea.
"Apakah wanita yang kamu maksud itu dia," tunjuk Linda Ke arah Rina, yang baru saja datang menghampiri orang-orang yang sedang membagikan makanan.
"Iya mah, itu orangnya. Apa jangan-jangan! Wanita itu masih saudaranya Samara?" ujar Chelsea yang mempertanyakan tentang Rina adiknya Samara, yang belum ia kenal sama sekali.
"Bisa jadi," sahut Linda.
"Huuuh, anaknya Samara dan wanita itu benar-benar merusak rencanaku. Ingin rasanya, aku mengacaukan acara pernikahannya. Agar dia bisa mengalami kegagalan dalam pernikahan seperti diriku," gerutu Chelsea yang ingin melampiaskan kekesalannya pada Samara.
"Kamu tenang saja, Nak. Mama mempunyai rencana, yang pastinya bisa membuat Samara menangis di hari pernikahannya. Ha-ha-ha," tutur Linda sambil tertawa.
"Rencana apa mah?" tanya Chelsea penasaran.
Linda pun segera menceritakan semua rencananya pada Chelsea.
"Aku sudah tidak sabar, ingin membuatmu menangis di hari pernikahanmu," batin Chelsea sambil menyunggingkan senyuman. Setelah ia mendengar semua rencana yang di berikan oleh Linda, dan ia sangat berharap sekali. Kalau rencananya kali ini akan berhasil.
__________
Keesokan harinya.
Semua orang kini tengah sibuk, dalam menyukseskan acara pernikahan Samara dan Rayanza yang di adakan hari ini di sebuah hotel bintang lima di kota Surabaya.
Samara dan Rayanza pun kini tengah mempersiapkan dirinya, yang sedang berada di dalam ruang rias yang berbeda.
Rayanza dengan gagahnya mengenakan jas pengantin. Sedangkan Samara dengan anggun dan cantik mengenakan baju kebaya berwarna putih.
__ADS_1
Para tamu undangan pun sudah mulai berdatangan. Untuk melihat acara akad nikah Rayanza dan Samara.
Rombongan mempelai pria sudah mulai masuk ke dalam acara akad nikah, dan kedatangannya di sambut dengan baik oleh keluarga mempelai wanita.
Setelah kedatangan Rayanza dan keluarganya. Acara ijab kabul pun sebentar lagi akan di mulai. Samara yang berada di dalam ruang rias pun mulai di ajak keluar, dan saat Samara masuk ke dalam acara akad nikahnya. Semua para tamu undangan tertuju menatap Samara, yang akan duduk di sampingnya Rayanza.
Semua orang pun memuji kecantikan Samara, dan ketampanan Rayanza. Karena mereka berdua akan menjadi Ratu dan Raja di hari pernikahannya.
Orang-orang yang akan menjadi saksi di pernikahan Samara dan Rayanza, sudah duduk di antara mereka berdua.
Acara ijab kabul pun di mulai, Rayanza menjabat tangannya Anton bapaknya Samara yang akan menikahkan anaknya dengan Rayanza.
Rayanza dengan satu tarikan nafas berhasil mengucapkan kalimat ijab kabul dengan lancar, dan semua para saksi mengucapkan kata sah.
"Sah..."
"Alhamdulillah," semua orang mengucapkan rasa syukur. Karena acara ijab kabul berjalan dengan lancar.
Kini Samara dan Rayanza telah resmi menjadi suami istri, dan ketiga anaknya Samara yang menyaksikan itu tersenyum senang. Tapi bukan hanya ketiga anaknya saja yang tersenyum bahagia, melihat Samara dan Rayanza yang sudah resmi menjadi suami istri. Para tamu undangan dan keluarga mempelai wanita dan pria pun ikut tersenyum senang.
Samara dan Rayanza memamerkan buku nikah dan cincin pernikahannya. Karena foto grafer akan mengabadikan momen pernikahan Samara dan Rayanza. Setelah selesai melakukan itu, mereka berdua duduk di atas pelaminan. Untuk melakukan rangkaian acara adat pernikahan secara adat Jawa.
Rangkaian adat dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar, dan malam harinya Samara dan Rayanza melangsungkan pesta pernikahan di dalam hotel.
"Aku bersyukur sekali, hari ini bisa menikah denganmu," ucap Rayanza sambil memeluk Samara, yang tengah membuka baju pengantinnya.
"Aku juga Ray," timpal Samara yang segera membalikkan badannya menghadap ke arah Rayanza, dan mengalungkan tangannya ke leher Rayanza sambil tersenyum manis.
Saat Rayanza akan mencium bibir Samara, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dan teriakan ketiga anaknya Samara.
"Bunda, papa buka pintunya dong."
Samara yang mendengar suara itu, ia berinisiatif untuk mencium bibir Rayanza sekilas. Karena ia tidak mau membuat Rayanza kecewa, sebab tidak bisa menciumnya.
"Aku mau mengganti baju dulu, kamu yang bukain pintu kamar yah." Samara menyuruh Rayanza untuk membukakan pintu kamarnya. Sedangkan ia segera mengganti pakaiannya. Sebelum ketiga anaknya masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang," sahutnya yang segera membukakan pintu kamarnya.
Saat Rayanza membuka pintu kamar, ketiga anaknya langsung memeluknya.
__ADS_1
"Maaf yah Ray, anak-anak pasti mengganggu waktu istirahat kamu. Padahal tadi itu ibu sudah berusaha menjelaskan pada anak-anak, tapi mereka bertiga tetap bersikeras ingin bertemu dengan bunda dan papanya," jelas Santi.
"Iya tidak apa-apa kok Bu," balasnya.
"Kalian mau tidur bareng sama papa dan bunda?" tanya Rayanza pada ketiga anaknya.
"Tidak pah, aku cuman mau melihat papa dan bunda sebelum tidur," jawab Candra.
"Kalau begitu ayo masuk ke dalam, bunda lagi di dalam kamar mandi." Rayanza mengajak ketiga anaknya. Untuk masuk ke dalam kamar.
"Anak-anak papa dan bunda mau beristirahat, kalian bertiga jangan mengganggu dulu. Yuk kita pergi dari sini," cegah Santi pada ketiga cucunya, yang mau masuk ke dalam kamar hotel Rayanza dan Samara.
"Iya Nek. Maaf pah, aku tidak jadi masuk ke dalam kamar."
"Iya aku juga,"
"Selamat malam dan beristirahat pah," pamit ketiga anaknya Samara yang tidak jadi masuk ke dalam kamar.
"Iya sayang, selamat malam juga buat kalian bertiga," sahut Rayanza sambil tersenyum manis.
Setelah ketiga anaknya Samara sudah pergi dari kamar hotel. Rayanza segera masuk ke dalam kamar.
"Mana anak-anak?" tanya Samara yang tidak melihat keberadaan ketiga anaknya.
"Sudah pergi, yuk kita lanjutkan yang sempat tertunda," jawab Rayanza yang meminta haknya pada Samara.
Samara pun mengagukkan kepalanya sambil tersenyum, dan Rayanza pun mulai melanjutkan aksinya yang sempat tertunda.
Akan tetapi, lagi-lagi aktivitasnya terganggu dengan suara deringan ponsel milik Rayanza yang terus berbunyi.
"Sudah angkat dulu sana," ucap Samara yang menyuruh Rayanza. Untuk menerima panggilan telepon.
Rayanza berdecak kesal. Sebelum menerima panggilan telepon dari temannya, yang baru sampai di hotel tempat Rayanza dan Samara mengadakan pesta pernikahannya.
"Aku pergi keluar sebentar yah, mau menemui temanku dari Perancis yang baru datang ke sini," pamit Rayanza pada Samara. Ketika ia sudah selesai berbicara dengan temannya di telepon.
"Ya sudah," sahutnya.
Rayanza pun segera pergi menemui temannya, dan Samara menunggu kedatangan Rayanza sambil menghias dirinya di depan meja rias.
__ADS_1
Tok-tok.
"Itu pasti Rayanza," lirih Samara yang mendengar suara ketukan pintu, ia pun segera membuka pintu kamarnya.