Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 108 Meminta Maaf


__ADS_3

Chelsea yang mendengar suara pintu kamar rawatnya terbuka, ia segera melihat kedatangan orang yang masuk ke dalam kamar rawatnya.


"Sa__Samara..." lirih Chelsea yang melihat kedatangan Samara dan Rayanza, yang masuk ke dalam kamar rawatnya.


Chelsea yang sedang menangis, ia segera menghapus air matanya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Samara yang sudah berada di dekat Chelsea.


"Keadaanku sekarang ini sudah tidak memiliki rahim lagi, Ra." Chelsea pun menjawab pertanyaan Samara, yang menanyakan tentang keadaannya yang sekarang ini tidak memiliki rahim lagi.


"Apa jangan-jangan! Chelsea kehilangan rahimnya, gara-gara kejadian kemarin malam. Saat aku menendang bagian perutnya," batin Samara yang bermonolog pada dirinya sendiri. Ketika ia dan Rayanza baru mengetahui tentang kondisi Chelsea, yang tidak memiliki rahim lagi.


"Samara, Rayanza. Maafkan semua kesalahanku, terutama kamu, Ra. Aku sudah beberapa kali menyakiti hati kamu, Ra. Aku sudah merusak kebahagiaanmu dengan Mas Arsyaka, sampai kalian berdua bercerai. Menjauhkan ketiga anakmu dengan Mas Arsyaka, dan kemarin malam aku dan mamaku pun berusaha merusak kebahagiaan kamu, yang tengah berbahagia menikah dengan Rayanza. Aku sadar diri, semua ini terjadi padaku. Karena perbuatanku yang telah menyakiti hati kamu," sambungnya yang penuh dengan penyesalan. Karena telah menyakiti hati Samara. Chelsea pun menjeda sebentar ucapannya, sebab air matanya terus mengalir membasahi pipinya.


"Aku tahu! Begitu banyak kesalahan yang aku perbuat kepadamu. Kini aku menyadari semuanya, dan berharap kalian berdua mau memaafkan aku."


Samara dan Rayanza yang mendengar perkataan Chelsea, yang meminta maaf kepada mereka berdua. Samara dan Rayanza pun saling lirik. Sebelum memaafkan semua kesalahan Chelsea.


"Aku juga minta maaf sama kamu, Chelsea. Mungkin penyebab kamu kehilangan rahim. Itu semuanya gara-gara aku yang menendang perutmu waktu kemarin malam. Sehingga membuat kamu harus kehilangan rahim."  Samara pun ikut meminta maaf kepada Chelsea. Karena ia juga merasa bersalah pada Chelsea, sebab Samara telah menendang bagian perut Chelsea waktu malam itu. Sehingga menyebabkan Chelsea harus kehilangan rahimnya.


Samara yang berada di dekat Chelsea, ia mengusap punggung tangan Chelsea dan berusaha menenangkan kesedihan hati Chelsea yang kehilangan rahimnya.


"Aku memang pantas mendapatkan itu semua, Ra. Karena aku dan mamaku berusaha merusak kebahagiaanmu dan Rayanza. Jadi aku mohon kepadamu, maafkanlah semua kesalahanku dan juga mamaku. Aku dan mamaku siap mempertanggung jawabkan semua perbuatan yang telah kami lakukan kepadamu," timpal Chelsea.


"Aku sudah memaafkan semu kesalahanmu dan juga mamamu," sahut Samara sambil memberikan seuntai senyuman. Karena Chelsea telah menyadari perbuatannya.


"Aku juga memaafkan kamu dan mamamu, aku harap. Kamu dan mamamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, setelah kejadian ini," timpal Rayanza yang juga ikut memaafkan kesalahan Chelsea dan Linda.


"Terima kasih Ra, Ray. kalian berdua telah memaafkan semua kesalahanku dan juga mamaku. Aku mendoakan kebahagiaan dan kebaikan pada kalian berdua, semoga pernikahan kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah, serta segera mendapatkan momongan," ujar Chelsea yang mengucapkan rasa terima kasih dan mendoakan Samara dan Rayanza.

__ADS_1


"Aamiin." Samara dan Rayanza mengamini doa dari Chelsea secara bersamaan.


"Bolehkah aku meminta bantuan kepada kalian berdua. Untuk menghubungi nomor telepon kak Reza. Karena aku juga mau meminta maaf kepada papa dan kak Reza," pinta Chelsea yang ingin menghubungi nomor telepon Reza.


"Baiklah, aku akan menghubungi nomor telepon Reza." Rayanza yang memiliki nomor telepon Reza, ia pun segera mengambil handphonenya. Untuk menghubungi nomor telepon Reza.


Tidak lama kemudian.


"Halo Ray, ada apa nih pengantin baru menghubungiku?" ucap Reza. Ketika ia sudah menerima panggilan telepon dari Rayanza.


"Ada yang mau berbicara dengan kamu, aku berikan kepada orangnya yah," jelas Rayanza yang langsung berterus terang kepada Reza. Meski ia tidak menyebutkan nama Chelsea, yang mau berbicara dengan Reza.


"Ya sudahlah," balasnya.


"Nih." Rayanza memberikan handphone miliknya pada Chelsea.


"Ha___halo kak, a___aku..."


"A___aku mau minta maaf sama kak Reza dan juga papa..."


"Jangan kamu panggil papaku dengan sebutan papa, dan kamu juga tidak pantas memanggilku dengan sebutan kakak. Karena kamu itu bukan anaknya papa, apalagi adikku." Reza lagi-lagi memotong ucapan Chelsea. Ketika Chelsea menyebut nama Rasyid dengan sebutan papa, dan memanggil Reza dengan panggilan kakak.


"Ma___maaf, a__aku cuman mau meminta maaf sama pa__, maksudku papamu dan juga kamu. Karena gara-gara aku dan mamaku, papamu mengalami kecelakaan," tutur Chelsea yang akhirnya bisa mengucapkan kata maaf pada Reza.


"Akhirnya kamu sadar diri juga dengan perbuatanmu itu. Kalau kamu dan mamamu mau aku dan papaku memaafkan kalian berdua, aku mau kamu dan mamamu mempertanggung jawabkan perbuatan kalian berdua. Karena gara-gara kalian berdua, papaku mengalami koma dan sekarang ini beliau sedang dalam masa pemulihan," jelas Reza yang menginginkan Chelsea dan Linda mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan menerima takdirnya yang harus masuk ke dalam jeruji besi.


"Iya kak, aku dan mamaku akan mempertanggung jawabkan perbuatan kami berdua. Terima kasih kak, sudah mau memaafkan kesalahanku dan juga mama,"  kata Chelsea yang merasa lebih nyaman dan lega. Ketika orang-orang yang telah ia sakiti, sudah mau memaafkan semua kesalahannya.


Reza yang mendengar itu, ia langsung mematikan panggilan telepon dari Rayanza tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Chelsea.

__ADS_1


"Ini Ray handphonenya." Chelsea memberikan handphone milik Rayanza.


"Terima kasih," sambungnya. Ketika Rayanza sudah menerima handphonenya.


"Sama-sama," balasnya.


"Aku dan Rayanza pamit pulang yah. Semoga kamu bisa cepat sembuh," pamit Samara pada Chelsea.


"Iya, aku sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada kalian berdua. Karena sudah memaafkan semua kesalahanku dan juga mamaku," ucap Chelsea. Sebelum Samara dan Rayanza pergi meninggalkan kamar rawatnya.


Samara dan Rayanza membalas ucapan Chelsea dengan mengagukkan kepalanya, dan setelah itu barulah mereka berdua pergi meninggalkan Chelsea sendirian di dalam kamar rawatnya.


Saat Samara dan Rayanza akan pergi meninggalkan rumah sakit, tiba-tiba saja nada dering ponsel milik Rayanza berbunyi. Rayanza pun segera menerima panggilan telepon dari Haidar papanya.


"Aku mau menerima panggilan telepon dari papa dulu." Rayanza memberitahukan kepada Samara, tentang papanya yang menghubunginya.


"Halo pah, ada apa?" tanya Rayanza yang sudah menerima panggilan telepon dari papanya.


"Tadi papa dan mama ke hotel, tapi kalian berdua tidak ada di dalam hotel. Saat papa menanyakan pada resepsionis hotel, katanya. Semalam ada Chelsea dan Linda yang menggangu kalian berdua, apakah itu benar?" jawab Haidar sambil bertanya balik pada Rayanza.


"Iya benar pah," sahutnya yang membenarkan perkataan dari resepsionis hotel.


"Terus bagaimana dengan keadaan kalian berdua? Apakah Chelsea dan Linda menyakiti kalian berdua?" tanyanya lagi.


"Alhamdulillah pah, aku dan Samara tidak kenapa-kenapa." Rayanza pun mulai menceritakan tentang kejadian kemarin malam kepada papanya, melalui panggilan telepon. Agar kedua orang tuanya tidak mengkhawatirkan keadaan mereka berdua.


"Syukurlah. Kalau kamu dan Samara baik-baik saja, kedatangan papa dan mama ke hotel. Karena papa mau memberikan tiket bulan madu untuk kalian berdua ke negara Prancis," jelas Haidar.


"Terima kasih pah, tapi kalau aku boleh tahu. Kapan keberangkatannya pah?" kini Rayanza antusias sekali dengan hadiah bulan madu dari Haidar papanya, yang memberikan tiket bulan madu ke negara Prancis.

__ADS_1


"Hari ini kalian pergi bulan madunya, dan kamu tidak perlu mempersiapkan apapun. Karena papa dan mama serta kedua orang tuanya Samara sudah mempersiapkan semua perlengkapan kalian berdua, selama kalian berdua berbulan madu di sana. Jadi sekarang ini, kamu dan Samara pergi ke bandara Juanda Surabaya," jawab Haidar yang menyuruh Rayanza dan Samara pergi ke bandara Juanda Surabaya.


"Iya pah, aku akan memberitahukan pada Samara dulu. Aku matikan panggilan teleponnya dulu ya pah," sahut Rayanza yang segera mematikan panggilan telepon dari papanya, dan ia pun segera memberitahukan kepada Samara tentang tiket bulan madu yang di berikan oleh papanya.


__ADS_2