Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 110 Tidak Sengaja Bertemu


__ADS_3

"Sayang, kamu jangan berdiam diri di sana. Ayo masuk ke dalam," ucap Rayanza yang melihat Samara berdiam diri di dekat mobil uncle Syam.


"Tadi itu, aku seperti melihat..." Samara menggantungkan ucapannya. Karena ia masih ragu dengan seorang wanita yang baru saja ia lihat.


"Aaah.. rasanya itu tidak mungkin dia," batinnya.


"Kamu lihat apa?" tanya Rayanza penasaran.


"Hmmmz, aku tadi itu... sedang melihat-lihat pemandangan di sekitar sini. Makanya aku tidak langsung masuk ke dalam rumah," kilah Samara yang mencari alasan.


"Oh begitu, ya sudah ayo kita masuk ke dalam. Untuk beristirahat, pasti kamu sudah kecapean," ajak Rayanza pada Samara istrinya.


Samara pun mengagukkan kepalanya,  dan mereka berdua segera masuk ke dalam rumah Rayanza yang ada di negara Prancis.


"Kalian berdua ngapain aja di luar, kok lama banget?" tanya uncle Syam. Ketika Rayanza dan Samara sudah masuk ke dalam rumah.


"Tadi itu aku dan Samara sedang melihat-lihat pemandangan di sekitar rumah ini. Sepertinya pemandangan di sekitar rumah ini tidak ada yang berubah yah, uncle." jawab Rayanza.


"Iya memang tidak ada yang berubah, masih sama seperti dulu. Apalagi di dalam rumah ini, tidak ada yang berubah. Karena aunty mu selalu menyuruh orang, untuk merapikan rumahmu," ujar uncle Syam yang memberitahukan kepada Rayanza, soal keadaan di dalam rumahnya.


Saat mereka bertiga sedang berbicara. Ramona istrinya Syam, yang baru dari dapur datang menghampiri mereka bertiga.


"Rayanza, Samara. Ayo makan dulu, ini aunty sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua," ujar Ramona yang mengajak Samara dan Rayanza. Untuk makan terlebih dahulu, sebelum mereka berdua beristirahat.


"Iya aunty," sahutnya.


Samara dan Rayanza pun makan bersama dengan uncle Syam dan istrinya.


Setelah selesai makan bersama, uncle Syam dan istrinya pun berpamitan pergi kepada Samara dan Rayanza. Karena Rayanza dan Samara akan beristirahat, setelah menempuh perjalanan jauh dari kota Surabaya menuju negara Prancis.


"Uncle dan aunty pamit pulang dulu. Nanti kalian berdua mainlah ke rumah uncle, jika sudah merasa puas berjalan-jalan di negara ini."


"Iya uncle, aunty. Rayanza dan Samara pasti akan berkunjung ke rumah uncle dan aunty," balasnya.

__ADS_1


"Aunty tunggu loh, kedatangan kalian berdua di rumah aunty. Dan kalau ada apa-apa, kalian berdua hubungi saja uncle dan aunty," ujar Ramona.


"Iya aunty," timpalnya.


Syam dan istrinya yang sudah berpamitan dengan Rayanza dan Samara, mereka berdua segera pergi meninggalkan rumah Rayanza. Setelah kepergian Syam dan istrinya. Rayanza mengajak Samara masuk ke dalam kamarnya, sambil memegang tangannya Samara.


"Asal kamu tahu! Kamar ini memiliki sejarah yang mengingatkan aku padamu," ucap Rayanza sambil melihat sekeliling ruangan yang ada di dalam kamarnya, dan melepaskan genggaman tangannya yang memegang tangan Samara.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Samara yang belum mengerti dengan maksud ucapan Rayanza.


Rayanza menarik satu tangannya Samara, dan menuntunnya duduk di tepi tempat tidurnya. Sebelum Rayanza menjawab pertanyaan dari Samara.


"Pasti kamu masih ingat dengan kejadian dulu. Saat kamu menikah dengan Arsyaka, aku dan kedua orang tuaku tidak datang ke acara pernikahanmu. Dan malah memilih pergi ke luar negeri, itu semuanya aku lakukan. Karena aku tidak sanggup melihat kamu menikah dengan Arsyaka, dan di dalam rumah dan kamar inilah tempatku melampiaskan kesedihan hatiku dan menemani hari-hari sedihku. Tapi sekarang ini, kesedihan di dalam rumah dan kamar ini sudah hilang dan berganti dengan kebahagiaan. Sebab sekarang ini, aku bahagia bisa menikahi wanita yang membuat aku bisa segalau itu."


Samara yang mendengar jawaban dari Rayanza, ia menitikkan air mata dan kemudian memeluk Rayanza.


"Semua sikap dan perhatian Rayanza dari dulu, itu semuanya dia lakukan. Karena dia mencintaiku, tapi sayangnya saat itu... aku di butakan dengan Arsyaka cinta pertamaku, sampai aku tidak menyadari rasa cintanya Rayanza kepadaku," batin Samara sambil memeluk Rayanza.


"Maafkan aku, yang terlambat menyadari rasa cintamu yang sudah dari dulu mencintaiku..."


"Tidak perlu kamu meminta maaf, itu semuanya sudah menjadi garis takdir yang maha kuasa. Jangan menyesali apa yang sudah di takdirkan. Karena itu semuanya sudah terjadi, dan yang terpenting sekarang ini! Kamu dan aku, kita berdua bisa menjalani rumah tangga ini dengan penuh kebahagiaan." Rayanza dengan cepat memotong ucapan Samara yang meminta maaf kepadanya. Karena terlambat menyadari rasa cinta Rayanza, yang sudah dari dulu mencintainya.


"Sekarang ini, kita istirahat terlebih dahulu. Karena besok pagi, aku akan mengajakmu jalan-jalan. Ada banyak tempat yang akan kita datangi besok pagi, dan di setiap tempat itu ada cerita yang akan aku ceritakan kepadamu," sambung Rayanza yang menyuruh Samara untuk beristirahat.


"Tapi aku mau mandi dulu yah, setelah itu barulah aku akan beristirahat," ujar Samara yang segera pergi menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Rayanza.


"Bagaimana kalau kita mandi bersama lagi," sahut Rayanza sambil mengedipkan matanya ke arah Samara.


"Iiikh, katanya tadi nyuruh aku untuk istirahat. Tapi ini malah..."


"Apakah kamu tidak mau mengabulkan permintaan anak-anak?" Rayanza lagi-lagi memotong ucapan Samara yang belum selesai berbicara.


"Jangan bawa nama anak-anak. Kalau kamu sendiri juga mau, dan aku pun tidak keberatan sama sekali," celetuk Samara sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Rayanza yang mendapatkan angin segar, ia pun segera membawa Samara menuju kenikmatan surga dunia. Sebelum mereka berdua mandi bersama.


__________


Keesokan paginya.


Rayanza mengajak Samara pergi ke berbagai tempat yang ada di negara Prancis, dan Rayanza pun menceritakan semua tempat yang mereka berdua kunjungi. Karena di tempat-tempat itu. Rayanza berusaha melupakan Samara, yang saat itu sudah resmi menjadi istrinya Arsyaka.


Tapi di tempat-tempat itu pula. Rayanza bisa merasakan kebahagiaan bersama Samara, wanita yang sejak dulu ia cintai.


"Terima kasih ya Allah, sudah mengganti kesedihanku dengan kebahagiaan. Aku akan berusaha menjaga kebahagiaan ini," gumam Rayanza dalam hatinya sambil tersenyum bahagia melihat Samara, yang tertawa lepas menikmati setiap momen kebersamaan mereka berdua.


Samara dan Rayanza mengabadikan momen itu, dengan memfoto setiap tempat yang mereka berdua kunjungi. Di saat Rayanza sedang memfoto Samara seorang diri, tiba-tiba saja ada seorang wanita hamil yang menubruk Samara.


Bruk.


Samara pun terjatuh ke bawah tanah, dan wanita itu meminta maaf kepada Samara dengan menggunakan bahasa Perancis.


"Desole," ucapnya sambil menolong Samara yang terjatuh ke bawah tanah.


Rambut Samara yang tergerai indah menutup wajahnya. Sehingga membuat Samara tidak bisa melihat wanita yang menubruk dan membantunya berdiri. Akan tetapi, Samara begitu kaget ketika melihat wanita hamil itu.


"Si___Siska," lirih Samara yang melihat Siska adiknya Arsyaka, yang tengah berbadan dua.


"Kak Samara..." Siska pun sama kagetnya, seperti Samara. Karena mereka berdua tidak sengaja bertemu.


Rayanza yang melihat Samara terjatuh, ia pun segera menghampiri Samara yang sedang di bantu berdiri oleh Siska.


"Sayang, are you okay?"


Siska yang mendengar suara Rayanza, ia yang panik dan ketakutan secara refleks melepaskan genggaman tangannya yang sedang membantu Samara berdiri. Tapi meskipun begitu, ia berhasil membantu Samara berdiri. Dan setelah itu, Siska pun langsung pergi meninggalkan Samara dan Rayanza.


"Ternyata wanita yang kemarin aku lihat itu, beneran Siska. Tapi... kenapa Siska terlihat seperti orang hamil? Karena yang aku tahu! Dia itu belum menikah, apa jangan-jangan! Dia diam-diam menikah dengan kekasihnya di negara ini," gumam Samara di dalam hatinya, yang tidak sengaja bertemu dengan Siska adiknya Arsyaka.

__ADS_1


__ADS_2