
"Tante, Om." lirih Rayanza yang melihat kedatangan kedua orang tuanya Jessica yang datang ke rumahnya.
Rayanza dan Samara pun segera mendekati kedua orang tuanya Jessica, yang sedang menunggu kedatangan mereka berdua di depan pintu rumahnya.
"Om dan Tante sudah lama menunggu di sini?" tanya Rayanza. Ketika ia dan Samara sudah bersalaman dengan kedua orang tuanya Jessica.
"Belum lama," jawabnya sambil memperhatikan penampilan Samara dari atas sampai bawah.
"Jadi wanita ini, yang membuat Rayanza menolak cinta anakku," batin Yeni mamanya Jessica.
"Ayo Om, Tante masuk ke dalam," ajak Rayanza pada kedua orang tuanya Jessica.
"Iya," balasnya yang segera mengikuti Rayanza dan Samara yang sudah masuk ke dalam rumah.
Samara yang sudah masuk ke dalam rumah, ia segera pergi ke dapur. Untuk membuat minuman, sedangkan Rayanza dan kedua orang tuanya Jessica duduk di ruang tamu.
"Bagaimana kabar Om dan Tante?" tanya Rayanza berbasa basi. Sebelum Rayanza menanyakan tentang tujuan kedua orang tuanya Jessica, yang datang ke rumahnya.
"Baik, itu tadi istrimu?" jawab Yeni sambil bertanya balik pada Rayanza tentang Samara.
"Iya benar Tante. Oh iya, kalau saya boleh tahu! Ada apa Tante dan Om datang ke sini?"
"Kedatangan Om dan Tante ke sini, mau mengajak kamu berbisnis bersama Om." Arnold papanya Jessica yang menjawab pertanyaan dari Rayanza.
"Tapi maaf, Om. Kedatangan saya ke negara ini, bukan mau mencari pekerjaan. Apalagi menetap tinggal di sini lagi, aku dan istriku datang ke negara ini cuman mau berbulan madu," sahut Rayanza menjelaskan.
"Tante kira, kamu dan istrimu akan tinggal di sini. Makanya saat Jessica bilang kamu ada di negara ini, Tante dan Om memutuskan untuk mengajakmu berbisnis," timpal Yeni.
Di saat pembicaraan mereka bertiga. Samara datang sambil membawa minuman dan juga camilan untuk kedua orang tuanya Jessica.
"Silahkan di minum Tante, Om."
Kedua orang tuanya Jessica menanggapi tawaran dari Samara dengan mengagukkan kepalanya, dan kemudian mereka berdua pun meminumnya.
__ADS_1
"Kamu pikirkan baik-baik tawaran Om, yang mau mengajak kamu berbisnis di negara ini. Karena keuntungannya juga lumayan besar," ujar Arnold yang berusaha membujuk Rayanza. Agar mau berbisnis dengannya.
"Maaf Om, Tante. Aku dan papaku juga sedang menjalankan bisnis di Indonesia. Jadi aku minta maaf sama Om dan Tante. Kalau aku tidak bisa menerima tawaran dari Om dan Tante," tolak Rayanza.
"Jika kamu berubah pikiran, hubungi nomor telepon Tante," ucap Yeni sambil memberikan kartu namanya kepada Rayanza.
"Iya Tante," sahut Rayanza yang menerima kartu nama Yeni, yang sudah tertera nomor teleponnya.
"Om harap, kamu akan berubah pikiran dan menerima tawaran dari Om." Arnold masih berharap Rayanza mau menerima tawarannya, yang mau mengajak Rayanza berbisnis dengannya.
"Untuk sekarang ini, saya memang tidak bisa menerima tawaran dari Om dan Tante. Tapi jika saya berubah pikiran, pasti saya akan menghubungi nomor telepon Tante Yeni." Rayanza berusaha memberikan pengertian pada kedua orang tuanya Jessica, yang sangat mengharapkan dirinya menerima tawaran bisnis dari kedua orang tuanya Jessica.
"Tante dan Om tunggu kabar baik dari kamu. Kalau begitu Tante dan Om pamit pulang," ucap Yeni yang berpamitan pada Rayanza dan Samara.
Setelah kepergian kedua orang tuanya Jessica, deringan ponsel milik Rayanza berbunyi. Ia pun segera menerima panggilan telepon dari uncle Syam.
"Halo. Ada apa uncle?" tanya Rayanza.
"Iya uncle," jawabnya.
"Kalau begitu, nanti kamu dan Samara bisa pulang bersama Siska. Karena Om sudah mengurus data-data kepulangannya," jelas Syam yang memberitahukan tentang urusan kepulangan Siska, yang akan pulang bersama Samara dan Rayanza besok pagi.
"Oh baiklah uncle, terima kasih atas bantuannya," balas Rayanza yang mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan dari Syam.
"Iya sama-sama, uncle hanya memberitahukan soal kepulangan Siska saja," sahutnya yang langsung mematikan panggilan teleponnya.
Ketika Rayanza sudah selesai berbicara dengan Syam di telepon. Samara menanyakan tentang pembicaraan antara Rayanza dan Syam di telepon.
"Ada apa uncle Syam menghubungimu?"
"Tadi uncle Syam memberitahukan kepadaku tentang Siska, yang akan pulang besok pagi bersama kita ke Indonesia," jawab Rayanza memberitahukan kepada Samara.
"Oh syukurlah, jika Siska bisa pulang bersama kita. Jadi kita bisa langsung mempertemukan Siska dengan ibu dan kakaknya," timpal Samara sambil tersenyum senang mendengar kabar Siska, yang bisa pulang bersamanya.
__ADS_1
____________
Keesokan harinya.
Samara dan Rayanza yang sudah berada di bandara Charles de Gaulle, mereka berdua menunggu kedatangan Syam yang akan membawa Siska pulang ke Indonesia bersama Rayanza dan Samara.
Tidak lama kemudian.
Syam dan Ramona istrinya, sudah tiba di bandara Charles de Gaulle bersama Siska.
"Nanti kapan-kapan, giliran uncle dan aunty main ke Indonesia yah," ucap Samara. Saat Syam dan Ramona sudah datang menghampirinya.
"Iya, pasti aunty dan uncle akan berkunjung ke rumah kalian," sahut Ramona.
"Samara tunggu loh, kedatangan aunty dan juga uncle Syam ke Indonesia,'' timpal Samara yang mengharapkan kedatangan Syam dan Ramona, yang akan pergi ke Indonesia.
"Rayanza juga menunggu kedatangan uncle dan aunty ke Indonesia." Rayanza pun ikut menimpali ucapannya Samara, yang mengharapkan Syam dan Ramona pergi ke Indonesia.
"Tenang saja Samara, Ray. Uncle dan aunty pasti akan pergi ke Indonesia. Kalian bertiga hati-hati ya," ucap Syam. Ketika Samara dan Rayanza serta Siska akan naik pesawat menuju Indonesia. Karena sudah terdengar suara panggilan penerbangan menuju negara Indonesia dengan menggunakan bahasa Perancis.
"Iya uncle," balasnya.
Mereka bertiga pun melambaikan tangannya ke arah Syam dan juga Ramona istrinya. Sebelum mereka bertiga masuk ke dalam pesawat terbang, yang akan membawa mereka bertiga pulang ke Indonesia.
Perjalanan dari negara Perancis menuju Indonesia, membuat Siska tidak sabar ingin bertemu dengan ibu dan kakaknya. Karena sudah beberapa bulan, mereka tidak bertemu. Semenjak Siska pergi bersama Glen ke negara Prancis, tanpa memberitahukan ibu dan kakaknya.
Sesampainya di negara Indonesia, tepatnya di bandara Juanda Surabaya. Kedatangan mereka bertiga di sambut oleh ketiga anaknya Samara dan keluarganya, serta kedua orang tuanya Rayanza.
"Itu bunda dan papa pulangnya kok, bareng sama Tante Siska," ucap Arsya yang melihat kedatangan mereka bertiga. Karena Samara dan Rayanza tidak memberitahukan kepada siapapun, tentang Siska yang akan pulang ke Indonesia bersama mereka berdua.
"Eh iya benar, itu bunda dan papa sama Tante Siska," timpal Kirana yang baru mengetahui ada Siska tantenya.
Kedua orang tuanya Samara dan Rayanza pun kaget. Karena melihat kedatangan Rayanza dan Samara, yang pulang ke Surabaya bersama Siska. Apalagi melihat perut Siska yang tengah berbadan dua.
__ADS_1