
Sesampainya Rayanza dan Samara di kantor polisi, mereka berdua segera pergi menemui pak polisi, dan memberikan laporan kehilangan ketiga anaknya Samara.
Di saat Samara dan Rayanza yang sedang berbicara dengan pak polisi. Nayla dan Reza kekasihnya, baru saja sampai di kantor polisi. Mereka berdua segera masuk ke dalam kantor polisi, dan pergi menghampiri Samara dan Rayanza yang tengah memberikan keterangan kehilangan ketiga anaknya Samara pada pak polisi.
"Kalian berdua bisa tunggu di luar,'' ucap pak polisi yang menyuruh Reza dan Nayla yang baru saja datang. Untuk pergi meninggalkan ruangannya, yang tengah berbicara dengan Samara dan Rayanza.
"Biarkan saja pak, mereka berdua itu teman saya," sahut Samara yang melarang Nayla dan Reza pergi dari ruangan pak polisi.
"Oh begitu, ya sudah silahkan duduk di sana pak, Bu." pak polisi menyuruh Nayla dan Reza duduk di bangku yang kosong.
Nayla dan Reza segera duduk di bangku yang kosong. Untuk mendengarkan pembicaraan antara Samara dan Rayanza, yang belum selesai memberikan laporan kehilangan ketiga anaknya Samara yang hilang pada pak polisi. Sebab pembicaraan mereka semua terhenti, ketika Reza dan Nayla masuk ke dalam ruangan pak polisi.
Di saat Samara dan Rayanza sudah selesai memberikan laporan kehilangan pada pak polisi. Reza segera bangun dari tempat duduknya, dan pergi menghampiri pak polisi.
"Maaf pak, saya mau memberikan rekaman cctv ini," ucap Reza yang memberikan rekaman cctv, yang ia dapatkan dari pak Ujang. Untuk ia berikan kepada pak polisi. Agar pak polisi bisa melihat kejadian, di saat ketiga anaknya Samara pergi dari sekolah.
Pak polisi pun menerima rekaman cctv, dan segera memutar rekaman cctv yang di berikan oleh Reza.
Pak polisi dan rekannya, memperhatikan rekaman cctv itu sampai selesai.
"Apakah ibu dan bapak ada yang mengenal lelaki itu?" tanya pak polisi sambil menunjuk ke arah lelaki yang berada di dalam rekaman cctv.
"Kami semua tidak ada yang mengenalnya, pak." Rayanza yang menjawab pertanyaan dari pak polisi.
"Baiklah pak, Bu. Saya dan rekan-rekan saya akan menyelidiki kasus tersebut, dan segera pergi mencari keberadaan ketiga anaknya ibu Samara,'' ucap pak polisi.
"Terima kasih pak, kalau begitu kami semua pamit pergi." Rayanza menjabat tangannya pak polisi. Sebelum ia pergi meninggalkan ruangan pak polisi. Reza dan Nayla serta Samara mengikuti Rayanza, yang menjabat tangannya pak polisi. Setelah itu, barulah mereka semua keluar dari dalam ruangan pak polisi.
"Ray, aku mau pergi mencari ketiga anakku. Kalau kamu mau pulang silahkan saja, aku akan pergi menggunakan taksi," ucap Samara. Saat mereka semua sudah berada di luar kantor polisi.
"Aku akan ikut menemanimu, Ra. Kita cari sama-sama mereka bertiga, aku sudah menganggap ketiga anakmu seperti anakku sendiri," sahut Rayanza yang akan menemani Samara dalam mencari keberadaan ketiga anaknya.
__ADS_1
"Aku dan Reza juga akan membantumu mencari ketiga anakmu, Ra. Kamu jangan merasa sendiri, kami semua menyayangi anak-anakmu," timpal Nayla sambil merangkul Samara yang berada di dekatnya.
"Terima kasih," hanya kata itu yang mampu Samara katakan. Ia merasa terharu sekali, karena di kelilingi orang-orang yang menyayangi ketiga anaknya.
"Ya sudah, ayo kita pergi sekarang." Rayanza mengajak Samara pergi mencari keberadaan ketiga anaknya, dengan menggunakan mobilnya.
"Ray, kabarin lagi jika ada informasi tentang ketiga anaknya Samara," ucap Reza. Sebelum Rayanza dan Samara masuk ke dalam mobilnya Rayanza.
Karena saat Nayla dan Reza sedang mencari ketiga anaknya Samara, mereka berdua mendapatkan panggilan telepon dari Samara, yang mau memberitahukan kepada mereka berdua. Kalau Samara dan Rayanza akan melihat rekaman cctv di sekolah ketiga anaknya. Maka dari itu, Reza dan Nayla bisa datang ke sekolah anaknya Samara. Karena mereka berdua mau melihat rekaman cctv, yang ada di sekolah anaknya Samara.
"Iya Za, aku dan Samara pasti akan memberitahukan kepada kalian berdua. Kita berpencar lagi saja mencarinya," balas Rayanza yang menyuruh Reza dan Nayla. Untuk berpencar dalam mencari keberadaan ketiga anaknya Samara yang hilang.
Nayla dan Reza pun mengagukkan kepalanya, dan segera masuk ke dalam mobil. Untuk ikut mencari keberadaan ketiga anaknya Samara, dengan menggunakan mobil Reza.
__________
Di dalam mobil Rayanza.
Rayanza melirik ke arah Samara yang duduk di sebelahnya, ia melihat Samara yang tengah fokus melihat ke arah jalan raya.
"Iya Ray, aku juga belum shalat ashar," timpal Samara yang setuju dengan ajakan dari Rayanza.
Rayanza pun segera melajukan mobilnya ke arah masjid, dan sesampainya di masjid. Ia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di depan halaman masjid, sebelum ia dan Samara masuk ke dalam masjid.
Mereka berdua segera pergi mengambil wudhu, dan setelah itu barulah mereka berdua melaksanakan shalat ashar di dalam masjid.
Ketika Samara sudah selesai shalat ashar, ia berdoa di dalam hatinya.
"Ya Allah, berikan perlindungan dan keselamatan pada ketiga anakku. Jauhkan mereka bertiga dari marabahaya, yang mengancam keselamatan anakku. Pertemukan aku dengan ketiga anakku dalam keadaan mereka bertiga baik-baik saja, Aamiin."
Samara yang sudah selesai mendoakan ketiga anaknya, ia segera membuka mukena yang ia kenakan. Dan bergegas pergi menuju mobil Rayanza, yang terparkir di halaman masjid.
__ADS_1
"Kamu sudah selesai shalatnya?" tanya Samara yang sudah melihat Rayanza berada di dalam mobilnya.
"Iya Ra, kita mau makan dulu apa melanjutkan mencari ketiga anakmu?" jawab Rayanza sambil bertanya balik pada Samara.
Samara berpikir sejenak, sebelum menjawab pertanyaan dari Rayanza.
"Ini sudah sore, pasti Rayanza sudah lapar. Meski aku tidakĀ nafsu makan, tapi sebaiknya aku menyuruh Rayanza untuk makan terlebih dahulu," batinnya.
"Bagaimana Ra?" tanya Rayanza lagi. Karena Samara belum menjawab pertanyaannya.
"Kita pergi mencari makanan dulu saja, Ray." jawab Samara yang memutuskan, mengajak Rayanza pergi mencari tempat makan terlebih dahulu. Sebelum kembali mencari keberadaan ketiga anaknya.
"Baiklah," sahut Rayanza yang segera menyalakan mesin mobilnya. Untuk pergi mencari restoran terdekat.
"Gara-gara aku, yang terus mengajakmu pergi mencari ketiga anakku. Jadinya kamu telat makan, pasti kamu sudah lapar, kan?" tanya Samara yang merasa bersalah pada Rayanza. Sehingga membuat Rayanza telat makan siang.
"Aku mengingatkan kamu, Ra. Sampai jam segini kamu juga belum makan," sahut Rayanza yang mengkhawatirkan Samara, yang terus memikirkan ketiga anaknya sampai telat makan siang.
"Aku tidak lapar Ray, aku..."
"Kita sudah melaporkan pada polisi, dan berusaha mencari keberadaan anakmu, Ra. Jangan sampai kamu sakit, kalau kamu sakit kamu tidak bisa mencari anakmu." Rayanza memotong ucapan Samara, dan menasehati Samara yang tidak mau makan.
Setelah pembicaraan itu. Rayanza dan Samara tidak ada yang berbicara lagi, Rayanza fokus menyetir mobilnya menuju sebuah restoran.
Sesampainya di restoran.
Ketika Samara akan turun dari mobil Rayanza, ia seperti melihat ketiga anaknya dari kaca mobil Rayanza.
"Itu Candra, Kirana dan Arsya,'' gumam Samara yang menyebutkan nama ketiga anaknya. Saat ia masih berada di dalam mobil Rayanza. Karena ia melihat ketiga anaknya, yang akan pergi dari restoran bersama lelaki yang ada di dalam rekaman cctv..
"Aku harus segera pergi menghampiri mereka bertiga. Sebelum lelaki itu membawa jauh ketiga anakku," batin Samara yang segera keluar dari dalam mobil Rayanza. Untuk pergi menghampiri ketiga anaknya, yang akan pergi bersama lelaki itu.
__ADS_1
Samara berlari dengan cepat. Untuk mengejar anaknya yang akan masuk ke dalam mobil berwarna merah bersama lelaki itu.
"Candra, Kirana. Arsya ini bunda..."