
Sebelum Samara melangkah pergi ke tempat kejadian tabrakan beruntun, langkah kakinya terhenti. Karena ketiga anaknya Samara datang bersama Rayanza.
"Bunda mau kemana?" tanya Arsya.
Samara pun menengok ke belakang, sebelum menjawab pertanyaan dari Arsya. "Ternyata kalian bertiga ikut sama Om Ray, bunda mau lihat ke sana. Kalian mau ikut?" tunjuk Samara ke arah orang-orang yang sedang melihat tabrakan beruntun.
Ketiga anaknya Samara menjawabnya dengan anggukan kepala, mereka semua pun segera pergi ke tempat kejadian tabrakan beruntun.
"Emangnya di sana ada apa Ra?" tanya Rayanza sambil berjalan kaki menuju ke arah tempat tabrakan beruntun.
"Yang aku dengar dari orang-orang sih, katanya ada tabrakan beruntun mobil truk dan mobil yang sedang berhenti di pinggir jalan," jawab Samara.
Sesampainya mereka semua di tempat kejadian. Samara dan Rayanza serta ketiga anaknya Samara begitu kaget, melihat orang yang menjadi korban tabrakan beruntun.
"Ayah..." teriak ketiga anaknya Samara, yang melihat Arsyaka dan Chelsea yang menjadi korban tabrakan beruntun.
Samara dan Rayanza berdiam diri melihat itu semua. Karena kaget dengan apa yang terjadi pada Arsyaka dan juga Chelsea.
"Itu ayah bunda." Arsya menarik bajunya Samara, sambil menunjuk ke arah Arsyaka yang akan di masukkan ke dalam mobil ambulans.
"Ayah..." tangis ketiga anaknya Samara pecah. Saat Arsyaka akan di bawa pergi ke rumah sakit.
"Bunda ayo kita pergi ke rumah sakit," pinta ketiga anaknya Samara, yang ingin pergi ke rumah sakit.
"Aku mau melihat keadaan ayah Bun," rengek Arsya pada Samara.
"Iya sayang, nanti kita pergi ke rumah sakit." Samara bisa merasakan kesedihan hati ketiga anaknya, yang melihat kondisi ayahnya yang menjadi korban kecelakaan beruntun.
"Ayo sayang, kita pergi ke mobil Om. Untuk pergi ke rumah sakit, melihat kondisi ayahnya kalian bertiga," ajak Rayanza pada ketiga anaknya Samara.
Mereka semua pun segera pergi ke mobil Rayanza. Untuk pergi ke rumah sakit terdekat, tempat Arsyaka dan Chelsea yang sedang di tangani oleh dokter. Perjalanan menuju ke rumah sakit pun mengalami macet, akibat terjadinya kecelakaan beruntun.
Setelah beberapa jam terjebak macet. Akhirnya mereka semua bisa sampai di rumah sakit.
Mereka semua pun bergegas pergi ke ruangan IGD, untuk melihat kondisi ayah dari ketiga anaknya Samara. Akan tetapi, di dalam ruangan IGD tidak ada pasien korban kecelakaan beruntun.
Tidak lama kemudian.
__ADS_1
Ada dua suster yang akan masuk ke dalam ruangan IGD.
"Kalian semua tunggu saja di sini, bunda mau menanyakan pada suster." Samara menyuruh ketiga anaknya bersama Rayanza duduk di bangku yang kosong. Sedangkan Samara pergi menemui kedua suster, yang akan masuk ke dalam ruangan IGD.
"Sus, pasien korban tabrakan beruntun dirawat di mana? Karena di dalam ruangan IGD tidak ada?" tanya Samara pada suster yang akan masuk ke dalam ruangan IGD.
"Kalau yang laki-laki sudah di pindahkan ke ruang rawat. Sedangkan yang perempuan sedang di ruang operasi," jawab suster.
"Terima kasih suster," sahut Samara.
"Iya sama-sama," balasnya.
Samara yang sudah mengetahui tempat Arsyaka di rawat, segera pergi menghampiri ketiga anaknya yang sedang duduk bersama Rayanza.
"Bunda bagaimana kondisi ayah?" ketiga anaknya Samara bertanya tentang kondisi ayahnya.
"Ayah ada di ruang rawat pasien, yuk kita pergi ke sana," jawab Samara yang mengajak mereka semua pergi ke ruang rawat pasien.
Sesampainya mereka semua di ruang rawat Arsyaka, mereka semua melihat Arsyaka yang terbaring lemah di tempat tidur pasien.
"Ayah bangun yah," lirih ketiga anaknya Samara.
Arsyaka pun akhirnya terbangun dari tidurnya. Karena mendengar suara ketiga anaknya.
"Anak-anakku," ucap pelan Arsyaka yang melihat kedatangan ketiga anaknya.
"Alhamdulillah, ayah sudah bangun." Kirana terharu melihat ayahnya yang sudah bangun, dari pasca kejadian tabrakan beruntun yang di alami oleh ayahnya.
"Ayah... Arsya rindu ayah." Arsya kembali memeluk ayahnya sambil berderai air mata.
"Ayah cepat sembuh yah, di sini ada Candra dan Kirana serta Arsya yang akan menemani ayah. Bunda dan Om Ray pun pasti akan menemani ayah," ujar Candra yang menginginkan ayahnya cepat sembuh.
Arsyaka yang melihat kedatangan Samara dan Rayanza. Seketika ia teringat dengan kejadian, sebelum ia dan Chelsea mengalami kecelakaan beruntun.
___________
Flashback.
__ADS_1
"Aku mempunyai rencana untuk membuat jualan kue Samara tidak laku Mas. Nanti kita akan menyuruh seorang ibu-ibu, yang akan menjelekkan kue jualannya Samara. Agar tidak ada yang membelinya," ucap Chelsea yang memberitahukan tentang rencananya kepada Arsyaka.
"Rencana yang bagus, Hanny. Ayo kita pergi mencari Samara," ajak Arsyaka yang bersemangat sekali. Untuk membuat jualan kue Samara tidak ada yang mau membeli.
"Orang yang kita cari ada di ujung jalan sana Mas," tunjuk Chelsea ke arah tempat Samara yang sedang menawarkan jualan kuenya pada orang-orang yang sedang lewat.
"Ayo kita cari tempat parkir mobil, dan keluar mencari ibu-ibu yang mau membantu kita," ujar Arsyaka.
"Kita jangan keluar dari dalam mobil ini Mas, kita parkir di sini saja. Kalau masalah mencari ibu-ibu mah gampang banget Mas, nanti juga ada ibu-ibu yang akan lewat ke sini." Chelsea mencegah Arsyaka yang akan mencari parkiran mobil. Untuk pergi mencari ibu-ibu, yang akan membantu mereka berdua dalam menjalankan rencananya.
"Tuh kan bener, ada ibu-ibu yang lewat sini. Aku mau meminta bantuan kepadanya," lanjut Chelsea yang memanggil ibu-ibu itu, dan menceritakan tentang rencananya sambil memberikan imbalan uang kepada ibu itu. Agar ibu itu mau membantunya.
"Kita lihat aksi ibu itu di sini saja Mas," ucap Chelsea tersenyum senang.
"Hanny, memangnya tidak kenapa-kenapa? Kalau kita parkir di pinggir jalan begini?" tanya Arsyaka.
"Tidak apa-apa Mas, kita tidak akan lama di sini kok. Aku mau lihat sebentar aksi ibu itu, yang akan membuat jualan kue Samara tidak ada yang mau membelinya," jawab Chelsea yang antusias sekali, melihat jualan kue Samara tidak ada orang yang mau membeli kue buatannya.
Di saat Arsyaka dan Chelsea sedang melihat dari jarak jauh, yaitu melihat aksi seorang ibu yang mendapatkan perintah dari Chelsea. Tiba-tiba saja, mobil mereka ada yang menabrak dari belakang. Sehingga terjadilah peristiwa tabrakan beruntun, antara mobil truk dan mobil yang di dalamnya ada Arsyaka dan Chelsea.
Flashback off.
_________________
"Samara... maafkan aku," lirih Arsyaka yang meminta maaf kepada Samara. Ia menyesali perbuatannya bersama Chelsea, yang ingin membuat jualan kue Samara tidak ada yang mau membeli kue buatannya. Sehingga dirinya dan Chelsea mendapatkan musibah seperti ini.
Samara yang tidak mengerti dengan ucapan Arsyaka, yang tiba-tiba mengucapkan kata maaf hanya mengkerutkan keningnya. Sebelum menimpali ucapan dari Arsyaka.
"Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu, Mas," sahutnya.
"Aku..."
"Arsyaka putraku," teriak histeris Retno yang melihat kondisi anaknya. Sehingga kedatangannya itu, membuat ucapan Arsyaka terhenti. Retno pun langsung datang menghampiri Arsyaka, yang sedang bersama ketiga anaknya.
"Omah," panggil ketiga anaknya Samara sambil mengulurkan tangannya ke arah Retno. Akan tetapi, Retno tidak membalas uluran tangan dari ketiga anaknya Samara.
"Kamu kenapa bisa seperti ini, Nak? Apa jangan-jangan ini semua perbuatanmu." Retno menunjuk ke arah Samara.
__ADS_1