Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 101 Pertemuan di restoran


__ADS_3

"Ra, kamu lihatin siapa sih? Di depan kamu sudah ada Rayanza calon suamimu?" tanya Nayla yang melihat Samara seperti sedang memperhatikan seseorang.


"Aku lagi melihat seseorang yang kemungkinan besar, bisa membantu kamu dan Reza dalam menemukan keberadaan Chelsea dan mamanya," jawab Samara.


"Siapa orangnya, Ra?" tanya Reza dan Nayla secara bersamaan. Karena mereka berdua ingin mengetahui orang yang di maksud oleh Samara.


"Tadi itu kamu bilang! Kalau Chelsea dan mamanya tidak ada di rumahnya, kan? Mungkin saja orang itu akan mengetahui keberadaan mereka berdua," ucap Samara sambil menunjuk ke arah Ervan dan kedua orang tuanya serta Vina putrinya, yang sedang menunggu pesanan makanan di restoran ini. Setelah kepergian pelayan restoran, yang membuat Nayla dan Reza tidak melihat keberadaan Ervan. Karena terhalang oleh pelayan restoran.


"Maksudnya?" tanya Nayla sambil mengkerutkan keningnya. Karena ia tidak mengerti dengan ucapan Samara, yang datang-datang menunjuk ke arah Ervan dan kedua orang tuanya serta Vina putrinya.


"Ervan itu calon suaminya Chelsea, Nay." Samara memberitahukan pada Nayla dan Reza, yang belum mengetahui tentang Chelsea yang akan menjadi istrinya Ervan.


"Apa...! Jadi Chelsea akan menikah dengan Ervan, bukannya Chelsea itu belum lama bercerai dengan Arsyaka. Kok bisa sih, dia mau menikah dengan Ervan? Setahuku masa iddah nya juga belum selesai," ujar Nayla yang kaget mendengar Chelsea dan Ervan akan segera menikah.


"Untuk masalah masa iddah nya, memang benar belum selesai. Tapi yang pasti, Chelsea dan Ervan memanglah benar mau menikah, Nay. " Rayanza membenarkan jawaban Samara, yang memberitahukan soal rencana pernikahannya Chelsea dan Ervan.


"Kalau begitu aku akan pergi menghampiri Ervan, semoga saja dia mau memberitahukan di mana keberadaan Chelsea dan mamanya." Reza segera bangun dari tempat duduknya. Untuk menghampiri Ervan, yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya. Karena ia sangat berharap sekali, kalau Ervan akan memberitahukan keberadaan Chelsea dan Linda.


"Aku mau ikut menemani kamu." Nayla menarik tangan Reza yang akan pergi menemui Ervan. Untuk menanyakan Chelsea dan mamanya pada Ervan.


"Aku juga," timpal Samara yang ingin ikut menemani Reza dan Nayla, yang akan pergi menghampiri Ervan.


"Ya sudah, kita menemui Ervan nya sama-sama saja. Tapi... di sana ada Vina putrinya Ervan, aku rasa pembicaraan kita semua tidak baik di dengar oleh anak-anak," tutur Rayanza yang memberi pendapat.


"Yang kamu katakan ada benarnya juga, Ray. Terus kita harus bagaimana?" tanya Reza.


"Untuk masalah itu. Nanti aku akan menyuruh Vina untuk makan bersama dengan ketiga anakku," jawab Samara.


"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang." Reza yang sangat tidak sabaran, ingin segera pergi menghampiri Ervan. Untuk menanyakan tentang keberadaan Chelsea dan Linda. Karena Reza ingin Chelsea dan Linda mempertanggung jawabkan perbuatannya, yang membuat papanya kecelakaan hingga mengalami koma.

__ADS_1


Mereka berempat pun segera pergi menghampiri Ervan, yang sedang bersama kedua orang tuanya dan Vina putrinya.


Sesampainya mereka berempat di meja makan Ervan. Samara terlebih dahulu mendekati Vina, sebelum ia bertanya kepada Ervan dan kedua orang tuanya.


"Hay Vin." Samara menyapa Vina sambil tersenyum manis.


"Hay juga, Tante," balas Vina sambil tersenyum senang melihat kedatangan Samara, yang datang menyapanya.


"Ada apa kalian semua datang menemuiku di sini?" tanya Ervan yang melihat kedatangan mereka berempat ke tempat makannya.


"Ada yang mau aku bicarakan dengan kamu dan Tante serta Om, tapi sebaiknya Vina pergi makan bersama dengan ketiga anakku di sana," jawab Samara sambil menunjuk ke arah ketiga anaknya yang sedang makan eskrim dan desert di meja makannya.


"Kalau mau bertanya, yah tanya saja. Jangan menyuruh cucuku pergi menemui anak-anakmu," sahut Erina yang melarang Vina pergi menemui ketiga anaknya Samara.


"Tapi Nek, aku sudah lama tidak makan dan bermain bersama dengan Candra dan Kirana serta Arsya," ucap Vina yang rindu bermain bersama ketiga anaknya Samara. Meski dulu ia sempat membenci ketiga anaknya Samara. Karena Samara menolak lamaran Ervan papanya.


"Sudahlah mah, biarkan saja Vina makan bersama dengan ketiga anaknya Samara. Sayang kamu sana pergi temui mereka bertiga di sana," ujar Ervan yang menyuruh Vina untuk pergi menghampiri ketiga anaknya Samara.


Reza langsung bertanya kepada Ervan dengan inti tujuannya, tanpa berbasa basi lagi pada Ervan yang belum ia kenal sama sekali.


"Kedatanganku ke sini, mau menanyakan Chelsea dan mamanya kepadamu?"


"Mau apa kalian semua menanyakan Chelsea dan Linda?" Erina namanya Ervan bukannya menjawab pertanyaan dari Reza. Tapi ia malah bertanya balik pada Reza, yang mencari keberadaan Chelsea dan Linda.


"Iya benar, kalian semua mau apa menanyakan Chelsea dan mamanya padaku?" timpal Ervan yang ikut bertanya seperti Erina mamanya, tanpa menjawab pertanyaan dari Reza.


"Aku bertanya sama kamu. Karena kamu itu adalah calon suaminya Chelsea, aku hanya ingin mengetahui keberadaan Chelsea dan mamanya, yang telah membuat papaku mengalami kecelakaan sampai koma. Jadi aku harap! Kamu cepat jawab pertanyaanku, dan beritahu di mana mereka berdua?" jawab Reza yang sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan Chelsea dan Linda.


"Kenapa kamu harus menanyakan Chelsea dan Linda pada anakku? Cari saja mereka berdua di rumahnya. Jadi kamu tidak perlu menanyakan itu pada anakku," sahut Erina sambil menatap sinis pada Reza, yang kedatangannya cuman menanyakan tentang Chelsea dan Linda.

__ADS_1


"Aku sudah pergi ke rumahnya, tapi mereka berdua tidak ada di rumah. Jadi aku harap! Kalian memberitahukan padaku, di mana Chelsea dan mamanya berada?" jelas Reza.


"Aku tidak tahu keberadaan Chelsea dan mamanya. Karena aku belum bertemu dengan Chelsea apalagi mamanya, semenjak aku mengetahui tentang Chelsea yang menjadi orang kedua di antara hubungan kamu dan Arsyaka." Ervan akhirnya menjawab pertanyaan dari Reza, sambil menunjuk ke arah Samara.


"Rupanya Chelsea dan mamanya mengatakan yang sejujurnya padamu," sahut Samara.


"Linda dan Chelsea tidak menceritakan yang sejujurnya, tapi Vina cucuku yang mengetahui hal itu dari kedua anak kembarmu. Awalnya aku tidak mempermasalahkan hal itu, asalkan Ervan dan Vina bahagia. Akan tetapi, saat aku melihat dengan mataku sendiri, perilaku Chelsea yang tidak tulus menyayangi cucuku. Jadi aku langsung memutuskan, untuk membatalkan pernikahan Ervan dan Chelsea." Erina menjelaskan kepada mereka berempat, tentang ia yang membatalkan pernikahan Ervan dan Chelsea.


"Dugaanku tidak salah lagi, pasti Ervan dan kedua orang tuanya akan membatalkan pernikahan Ervan dan Chelsea. Setelah mereka mengetahui tentang Chelsea dan Linda, yang tidak tulus mencintai Ervan dan sayang kepada Vina. Karena mereka berdua hanya mengincar harta Ervan dan kedua orang tuanya saja," batin Samara yang sudah bisa menebak kejadian pembatalan pernikahan Chelsea dan Ervan.


"Yang di katakan oleh istriku itu benar. Aku dan istriku serta Ervan tidak bertemu dengan Chelsea dan Linda lagi, dan tidak mengetahui keberadaan mereka berdua," timpal Martin yang membenarkan penjelasan dari Erina istrinya.


"Aku kira Om dan Tante serta Ervan mengetahui keberadaan Chelsea dan mamanya. Tapi jika Om, Tante dan kamu, Van. Bertemu dengan Chelsea dan mamanya, tolong beritahu kepadaku," ucap Samara yang meminta tolong kepada Ervan dan kedua orang tuanya. Untuk memberitahukan kepadanya. Jika bertemu dengan Chelsea dan Linda.


"Iya,'' balasnya singkat.


Di saat mereka semua sedang berbicara, pelayan restoran datang membawakan makanan dan minuman pesanan Ervan dan kedua orang tuanya serta Vina.


"Permisi, ini makanan dan minumannya," ucap pelayan restoran sambil menaruh makanan dan minuman di atas meja makan.


Mereka berempat yang melihat kedatangan pelayan restoran, yang membawakan makanan dan minuman pesanan Ervan dan kedua orang tuanya. Mereka berempat saling lirik, dan memberikan isyarat. Untuk pergi dari meja makan Ervan dan kedua orang tuanya.


"Silahkan di nikmati makanan dan minumannya," pamit pelayan restoran pada mereka semua.


Setelah kepergian pelayan restoran. Samara sebagai perwakilan dari mereka berempat, segera berpamitan pergi kepada Ervan dan kedua orang tuanya.


"Maaf kami semua telah menggangu kenyamanan Tante, Om dan juga kamu Van, yang mau makan di restoran ini. Kalau begitu kami semua pamit,"


"Iya tidak apa-apa, aku dan kedua orang tuaku tidak merasa terganggu kok," sahut Ervan sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Rayanza yang melihat Ervan tersenyum manis pada Samara, ia segera menarik tangan Samara dan mengajaknya pergi meninggalkan Ervan dan kedua orang tuanya.


__ADS_2