Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 104 Pertemuan Di Kamar Hotel


__ADS_3

Samara yang sudah membukakan pintu kamar hotel, ia tidak melihat keberadaan Rayanza. Samara hanya melihat kedatangan seorang lelaki dan dua orang perempuan yang mengenakan pakaian pelayan hotel sambil menutupi wajahnya dengan menggunakan masker. Mereka bertiga datang ke kamar hotel Samara, sambil membawa troli makanan.


"Ada apa?" tanya Samara pada mereka bertiga, yang mengetuk pintu kamarnya.


"Kedatangan kami ke sini mau mengantarkan pesenan makanan dan minuman, dari Tuan Rayanza untuk Nyonya Samara," jawab seorang lelaki yang bekerja menjadi pelayan hotel.


"Ya sudah bawa masuk saja ke dalam," perintah Samara pada pelayan hotel.


Mereka pun segera mendorong troli makanan ke dalam kamar Samara, dan sesampainya di dalam kamar Samara.


"Silahkan di nikmati makanan dan minumannya," ucap salah satu dari dua wanita yang masuk ke dalam kamar Samara.


Degh!


"Kok suara wanita itu tidak asing bagiku," gumam Samara yang mendengar ucapan dari wanita itu.


Samara yang penasaran segera mendekati mereka bertiga, yang masih berada di dalam kamarnya.


Saat mereka bertiga membalikkan badannya, mereka melihat Samara yang sudah berada di hadapannya.


"Maaf yah, aku menggangu malam pertamamu dengan Rayanza," ujar Chelsea sambil membuka maskernya.


"Ka... Kamu." Samara kaget melihat Chelsea dan Linda yang masuk ke dalam kamarnya, dengan berpura-pura bekerja sebagai pelayan hotel.


"Kamu jangan kaget seperti itu, untuk sekarang ini. Nanti akan ada sebuah pertunjukan yang akan membuat kamu lebih kaget, dan mungkin saja akan membuatmu menangis di malam pertamamu. Ha-ha-ha," tutur Linda sambil tertawa.


"Mau apa kalian datang ke sini?" tanya Samara yang ingin mengetahui tujuan kedatangan Chelsea dan Linda, serta seorang lelaki yang memakai pakaian karyawan hotel.


"Kedatanganku  ke sini bukan mau mengucapkan selamat atas pernikahan kamu, tapi aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu di malam pertamamu dengan Rayanza." Chelsea mengarahkan foto Rayanza di handphonenya, yang sedang tertidur di salah satu kamar hotel.


"Kamu apakan suamiku?" tanya Samara yang geram pada Chelsea. Ketika ia melihat foto Rayanza, yang sedang tidur di handphonenya Chelsea.


"Hahaha, sabar dulu Samara pertunjukan belum di mulai. Tapi ada yang harus kamu tahu! Sebentar lagi Rayanza akan sadar dari pengaruh obat bius, dan dia akan merasakan sensasi dari obat perangsang yang dia minum. Ketika bertemu dengan temannya, tapi sayangnya penawar dari obat perangsang itu bukan dirimu. Aku menyuruh seorang wanita untuk membantu Rayanza, yah itung-itung Rayanza latihan dululah. Secara gitu, yah. Rayanza kan masih bujangan, sedangkan kamu itu seorang janda," jawab Chelsea sambil menyunggingkan senyuman mengejek pada Samara.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Cepat katakan padaku di kamar berapa suamiku, kau sembunyikan?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Aku tidak akan memberitahukannya padamu. Seharusnya kamu beruntung bisa menikah dengan Rayanza hari ini, sebab tadinya itu aku dan mamaku mau menggagalkan rencana pernikahanmu. Tapi itu semua tidak bisa aku lakukan. Karena penjagaan di acara pernikahanmu sangat ketat, dan lagi-lagi aku ucapkan padamu. Kalau kamu itu beruntung memiliki orang-orang yang menjaga dengan ketat di acara pernikahanmu, sehingga aku dan mamaku kesulitan masuk ke dalam acara pernikahanmu. Tapi untuk sekarang ini, aku dan mamaku berhasil masuk ke dalam kamar..."


"Aku tidak punya masalah dengan kalian. Lebih baik, kalian beritahu di mana suamiku berada? Sebelum aku menghubungi polisi, untuk menangkap kalian." Samara yang malas mendengar ucapan Chelsea, ia segera menyela ucapannya. Karena ia ingin mengetahui keberadaan Rayanza.


"Kamu jangan mengancam ku!  Asal kamu tahu! Aku menjadi buronan polisi seperti ini, itu semua ulah adikmu yang menggagalkan rencanaku. Jadi kamu jangan bilang tidak punya masalah denganku. Setelah apa yang di perbuat oleh anak dan adikmu yang mengacaukan semua rencanaku, seharusnya aku sudah menikah dengan Ervan. Tapi anakmu malah menceritakan semua tentangku pada Vina. Apalagi adikmu Rina, dia membuat aku gagal dalam menyabotase rekaman cctv. Sehingga membuat aku dan mamaku jadi buronan polisi," jelas Chelsea yang menceritakan kekesalannya pada anak dan adiknya Samara.


"Kalian berdua memang pantas menjadi buronan polisi. Setelah apa yang kalian perbuat pada Om Rasyid, dan untuk masalah anak dan adikku itu bukan kesalahan mereka. Tapi kesalahannya itu, ya tentunya ada di dirimu sendiri dan mamamu. Jadi jangan menyalahkan orang lain dalam kegagalan rencanamu," sahut Samara.


"Ayo kita jalankan rencana kita, biar wanita itu menangis di malam pertamanya," ucap Linda yang menyuruh Chelsea dan seorang lelaki bernama Yanto. Untuk menjalankan rencananya.


"Baiklah mah, aku juga sudah tidak sabar ingin menganggu malam pertamanya. Ha-ha-ha," timpal Chelsea sambil tertawa.


Linda dan Yanto segera mengambil tali, yang mereka taruh di tempat penutup makanan. Sedangkan Chelsea segera mendekati Samara sambil tersenyum miring.


"Apa yang mau kalian lakukan?" tanya Samara lagi.


Mereka bertiga tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Samara, dan segera mendekati Samara.


"Aku harus bisa mengalahkan mereka bertiga, dan menyelamatkan Rayanza," batin Samara yang sedang bersiap-siap. Untuk melawan mereka bertiga.


Saat Chelsea mendekati Samara, dengan cepat Samara menarik satu tangannya Chelsea, dan mengunci kedua tangannya. Sehingga Chelsea tidak bisa bergerak.


"Aaawww," jeritnya.


"Sialan," geram Linda yang melihat Chelsea kesakitan.


"Kita buat dia lengah, untuk menyelamatkan Chelsea," bisik Yanto di telinga Linda.


Samara yang sudah mengetahui rencana mereka berdua yang mau menyelamatkan Chelsea, ia kembali memelintir tangannya Chelsea.


"Aaawww sakit..." Chelsea mulai merintih menahan rasa sakit di bagian pergelangan tangannya.


"Cepat katakan padaku. Kalau kamu mau putrimu tidak kesakitan," ucap Samara yang terus menanyakan keberadaan Rayanza pada mereka.


"Yanto cepat kamu selamatkan putriku, dan kalahkan dia," perintah Linda pada Yanto.

__ADS_1


Yanto pun mengagukkan kepalanya, dan segera mendekati Samara yang sedang menyandera Chelsea.


Samara tidak kehabisan akal, ia segera mengecoh Yanto yang akan mendekatinya. Dengan cara mendorong tubuh Chelsea ke arah tembok yang tidak jauh di dekatnya, dan ia segera membenturkan kepala Chelsea.


Bugh!


Suara benturan keras di bagian kepala Chelsea yang Samara benturkan. Sehingga membuat Chelsea mengeluarkan darah yang keluar di kening dan hidungnya.


"Kamu memilih lawan yang salah, dan jangan main-main denganku. Kalau kamu mau anakmu tidak kesakitan seperti ini," ancaman Samara pada Linda dan juga Yanto sambil menjambak rambut Chelsea.


"Aaah sakit." Chelsea hanya bisa merintih kesakitan, ia tidak bisa melawan Samara.


Sedangkan Yanto yang melihat itu, ia memutuskan untuk mencambuk Samara dengan tali yang ada di tangannya. Akan tetapi, itu tidak bisa mengenai Samara. Karena Samara berlindung di belakang badannya Chelsea.


"Lepaskan Chelsea," ujarnya yang segera mendekati Samara.


Samara lagi-lagi mendorong tubuh Chelsea ke arah tembok, dan menekan perut Chelsea dengan kakinya.


"Uuuh, lepaskan aku." Chelsea mengucapkan itu sambil memukul kaki Samara, dan menahan rasa sakit di bagian perutnya.


Samara yang sudah merasa cukup puas melihat Chelsea, yang sudah tidak berdaya. Samara melepaskannya begitu saja, dan kini ia segera mendekati Yanto dan Linda yang mau menolong Chelsea.


"Yanto cepat kamu kalahkan dia," perintah Linda sambil mendorong tubuh Yanto ke hadapan Samara, yang sudah mulai berada di dekatnya.


Saat Yanto di dorong oleh Linda. Samara dengan cepat, menendang area sensitif Yanto dengan kakinya.


Bugh!


"Aduh sakit..." Yanto menjerit kesakitan sambil menutupi itu dengan kedua tangannya.


"Kini giliran kamu," tunjuk Samara ke arah Linda.


"Huuuh sial! Aku kira Samara wanita lemah, yang tidak bisa melakukan ilmu bela diri," gerutu Linda di dalam hatinya.


Linda yang mulai ketakutan melihat kedatangan Samara, yang akan datang mendekatinya. Ia mendorong troli makanan ke arah Samara, dan melemparkan barang yang ia temukan di dalam kamar hotel Samara dan Rayanza.

__ADS_1


Samara bisa mengelak semua lemparan yang di lemparkan oleh Linda, dan terus melanjutkan langkahnya yang ingin mendekati Linda.


"Hahaha, sekarang kamu sudah tidak bisa bergerak," ucap Yanto yang segera menangkap Samara, yang sedang mendekati Linda.


__ADS_2