Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 20 Penyesalan


__ADS_3

POV Arsyaka.


Hari pernikahan antara aku dan Chelsea, yang di adakan di pulau Dewata Bali. Akhirnya bisa terlaksana dengan baik dan lancar, meski aku tidak bisa berbulan madu terlalu lama di sini. Karena aku yang baru mendapatkan posisi jabatan sebagai Direktur Keuangan, hanya mendapatkan cuti tiga hari saja. Maka dari itu, keesokan harinya. Aku memutuskan untuk pulang cepat ke Jakarta. Agar bisa berbulan madu di rumah baru, yang sudah aku beli tanpa sepengetahuannya Samara istri pertamaku.


"Mas tidak bisakah! Besok saja kita pulangnya? Aku ingin liburan di sini bersama mama dan papa, tidak mau langsung pulang. Masa kita ke sini cuman merayakan pesta pernikahan kita doang? Tidak ada liburannya," ucap Chelsea dengan muka cemberut. Karena aku mengajaknya pulang ke Jakarta.


"Kalau Mas dapat cuti seminggu. Pasti kita bisa berlibur di sini Hanny, hanya saja! Mas mendapatkan cuti liburannya cuman tiga hari. Lebih baik kita pulang sekarang, kapan-kapan kita bisa berlibur ke sini lagi Hanny." aku berusaha membujuk Chelsea. Agar ia mau pulang hari ini ke Jakarta. Karena aku tidak mau mengecewakan pak David, yang sudah mengangkat ku, sebagai Direktur Keuangan yang baru di perusahaan miliknya.


"Ya sudah, aku beres-beres dulu. Tapi Mas! Kalau bisa, aku tidak mau liburan di Bali saja. Aku juga mau liburan keluar negeri," tutur Chelsea sambil mengemasi pakaian ke dalam koper.


"Iya Hanny, terserah kamu mau liburan di mana pun. Asalkan itu membuat kamu bahagia." aku mencium pipinya gemas.


Tidak membutuhkan waktu yang sangat lama. Chelsea sudah selesai mengemasi barang-barang ke dalam koper. Karena aku dan Chelsea tidak membawa pakaian yang banyak.


"Udah Mas, yuk kita pergi ke bandara." Chelsea yang sudah selesai memasukan pakaian ke dalam koper, langsung mengajakku pergi ke bandara Ngurah Rai Bali.


Aku pun mengagukan kepala, dan tangan satuku menggandeng Chelsea. Sedangkan tangan yang satunya membawa koper.


Aku dan Chelsea sebelum pergi ke bandara Ngurah Rai Bali, berpamitan kepada ibu dan adikku serta kedua orang tuanya Chelsea terlebih dahulu. Karena papanya Chelsea mau mengurus bisnis mereka yang berada di bali, kalau ibu dan Siska akan berlibur di sini menemani mamanya Chelsea. Sebelum pulang ke Jakarta.


"Mah, pah. Ibu dan juga Siska, aku dan Chelsea pamit pulang duluan yah." aku berpamitan kepada kedua orang tuanya Chelsea dan ibu serta Siska adikku.


"Iya hati-hati di jalannya," jawab mereka semua secara bersamaan.


"Siska, jaga ibu selama kamu dan ibu liburan di sini," ucapku memperingati Siska. Saat aku pamit pergi ke bandara Ngurah Rai Bali.


"Iya Mas," sahutnya.

__ADS_1


Aku dan Chelsea bergegas pergi menuju bandara Ngurah Rai Bali. Karena jadwal keberangkatan pesawatnya, satu jam lagi akan berangkat.


Sesampainya aku dan Chelsea di bandara Ngurah Rai Bali, tidak lama kemudian pesawat yang akan menuju ke Jakarta akan segera berangkat.


Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, aku selalu memegang tangannya Chelsea. Bahkan saat sampai di bandara Soekarno Hatta, aku dan Chelsea terus berjalan bergandengan sambil mencari taksi, yang akan mengantar aku dan Chelsea menuju rumah baru, yang sudah aku persiapkan untuk Chelsea. Tanganku ini selalu memegang tangannya Chelsea, aku tidak bisa jauh dari dirinya.


Akan tetapi, saat aku dan Chelsea sudah mendapatkan taksi, dan berjalan menuju arah pulang ke rumah baru. Tiba-tiba di arah perempatan jalan menuju rumah baruku, mobil truk dari arah samping menghantam mobil yang sedang membawa aku dan Chelsea.


Dunia terasa sangat gelap, dan berat untuk membuka kedua mataku. Aku tidak bisa melihat apa pun, dan berharap aku dan Chelsea selamat dari kecelakaan ini.


*****


Saat aku membuka mata, aku sudah berada di rumah sakit. Dan orang pertama yang aku lihat adalah Samara istri pertamaku, ia datang menghampiriku dengan berlinang air mata.


Tidak ada ucapan apapun dari mulutnya, aku pun segera memanggilnya. "Sa....yang,"


Pasti pihak rumah sakit memberitahukan, tentang kecelakaan ku bersama dengan Chelsea kepada Samara. Sehingga membuat dia pergi meninggalkanku, tapi bagaimana dengan kondisi Chelsea? Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya.


Saat aku mencoba menekan tombol, untuk memanggil suster yang berada di rumah sakit ini. Tiba-tiba saja Dokter dan suster datang masuk ke dalam kamar rawat ku.


"Alhamdulillah, akhirnya pak Arsyaka sudah sadar. Apakah ada keluhan yang di rasakan oleh pak Arsyaka?" tanya Dokter Kevin ramah. Sebelum dia memeriksa keadaanku.


"Aku tidak merasakan apa-apa lagi dok, oh iya! Apakah istriku selamat dari kecelakaan itu?" tanyaku penasaran dengan kondisi Chelsea. Aku berharap Chelsea baik-baik saja.


"Istri pak Arsyaka hanya luka ringan saja. Tapi ada hal, yang mesti pak Arsyaka tahu! Kalau istri pak Arsyaka tengah hamil muda," jelas Dokter Kevin.


"Alhamdulillah, bisakah aku menemuinya?" aku senang sekali, mendapatkan kabar Chelsea tengah hamil anakku. Meski pernikahan aku dan Chelsea baru di adakan kemarin. Karena sebelum aku menikah dengan Chelsea, aku sudah tidur bersama dengannya.

__ADS_1


Akan tetapi, saat aku mencoba untuk mengangkat kedua kakiku sangatlah sulit sekali di angkat dan di gerakkan. Bahkan aku meringis kesakitan, menahan rasa sakit di bagian kakiku yang sangat sulit untuk di gerakan.


"Pak Arsyaka, kaki bapak terjepit. Saat akan di keluarkan dari dalam mobil, maka dengan berat hati saya harus mengatakan yang sebenarnya. Kalau pak Arsyaka mengalami lumpuh," ucapan dari Dokter Kevin. Membuat aku sedih, baru saja aku mendapatkan kabar bahagia tentang kehamilan Chelsea. Tapi kini! Aku juga mendapatkan kabar buruk, tentang kondisi kedua kakiku yang lumpuh.


"Apakah kakiku bisa normal kembali dok?" tanyaku penuh harap.


"Bisa pak, hanya saja! Tidak bisa di prediksi kapan akan sembuhnya pak," penjelasan dari Dokter Kevin membuat aku menangis. Karena aku sekarang ini! Menjadi orang lumpuh.


"Saya periksa keadaan kaki pak Arsyaka dulu yah." Dokter Kevin pun memeriksa keadaan kakiku yang lumpuh, dan di saat Dokter Kevin memeriksa kakiku, pintu kamar rawat ku terbuka. Ternyata yang membukakan pintu kamar rawatku adalah Chelsea.


Chelsea datang menghampiriku, aku senang sekali melihat keadaannya yang tidak terluka parah seperti diriku. Dan aku sedikit melupakan kesedihanku. Karena melihat keadaan Chelsea baik-baik saja, apalagi di dalam perut Chelsea sekarang ini ada darah daging ku.


________


Aku yang sudah mendapatkan izin pulang dari rumah sakit, mengajak Chelsea pergi ke rumah baru. Saat ibu dan Siska datang ke rumah sakit, dan tidak jadi liburan di Bali. Karena mendapatkan informasi tentang kecelakaanku bersama dengan Chelsea, membuat kedua orang tuanya Chelsea pulang bersama dengan ibu dan adikku.


Chelsea selalu menggunakan masker, saat berada di dekatku. Karena hormon ibu hamil, membuat dirinya sering muntah jika berada di dekatku. Aku mencoba memaklumi sikapnya itu, karena Samara dulu juga pernah mengalami sensitif penciuman. Saat dia sedang hamil si kembar dan juga Arsya, tapi tidak sampai seperti Chelsea.


"Mas aku pulang sajalah ke rumah Mama, tiap aku deket-deket kamu. Aku jadi muntah seperti ini," ucap Chelsea berpamitan kepadaku, sambil menjauh dari diriku yang baru saja datang ke dalam rumah baru, yang aku buat untuk dirinya.


"Ya sudah sana kamu pulang, ibu juga tidak mau sampai cucu dalam kandunganmu itu kenapa-kenapa." Ibu mengijinkan Chelsea pergi dari rumah ini, menyiksa kan aku dan ibu serta Siska di dalam rumah ini. Saat Chelsea pergi meninggalkan rumah yang aku buat untuk dirinya.


"Syaka, ibu tidak bisa berlama-lama tinggal di sini, dan ibu juga tidak bisa mengurus kamu seperti ini Syaka. Sebaiknya kamu pulang ke rumah Samara, biar dia yang mengurus kamu. Toh dia juga masih istri kamu, ibu ini sudah tua, tenaga ibu juga tidak seperti dulu lagi. Saat mengurus kamu dan Siska waktu kecil," tutur ibuku yang seperti enggan mengurus orang lumpuh seperti diriku ini.


"Siska juga tidak bisa mengurus kakak. Karena banyak tugas kuliah yang harus Siska kerjakan," timpal Siska yang juga sama dengan ibuku, yang tidak mau mengurusku.


"Apakah mungkin Samara akan menerimaku? Setelah dia mengetahui perselingkuhan aku dengan Chelsea. Apalagi dengan kondisi aku seperti ini! Tapi hanya Samara yang bisa aku harapkan saat ini, dan aku berharap Samara mau mengurusku. Meski aku telah melukai hatinya. Karena terlena dengan cinta Chelsea, yang datang menghampiriku," batinku penuh penyesalan. Karena telah membuat hati istriku bersedih, atas perbuatanku yang telah menduakan cinta tulus yang dia berikan kepadaku.

__ADS_1


__ADS_2