Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 85 Berhasil Menemukan Penculik


__ADS_3

Di Jakarta.


Temannya Reza yang bernama James dan Ari segera pergi ke rumah orang tuanya Arsyaka. Karena mereka berdua mendapatkan tugas dari Reza, untuk memantau keadaan di rumah orang tuanya Arsyaka.


Sesampainya mereka berdua di rumah orang tuanya Arsyaka, mereka berdua tidak menemukan Arsyaka dan ibunya.


"Rumah ini seperti sudah lama tidak di isi oleh Arsyaka dan ibunya," ucap James yang melihat keadaan di rumah Retno yang tidak terurus.


"Iya benar, kita tanyakan saja pada tetangga yang dekat dengan rumah ini. Siapa tahu tetangganya mengetahui Arsyaka dan ibunya, yang sudah pulang ke rumahnya. Tapi sengaja tidak merapikan rumahnya, agar tidak ada orang yang curiga kepada mereka berdua yang telah menculik ketiga anaknya Samara. " Ari mengajak James pergi ke rumah tetangga. Untuk menanyakan tentang Arsyaka dan ibunya.


"Ya sudah ayo kita pergi sekarang," sahut James yang setuju dengan ajakan dari Ari, yang mengajaknya pergi ke rumah tetangganya Retno.


Akan tetapi, di saat mereka berdua akan melangkah pergi ke rumah tetangganya Retno. Mereka berdua melihat ibu-ibu yang sedang membeli sayuran pada penjual sayuran keliling, yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya Retno.


"Kita tanyakan saja pada tukang sayur itu, pasti dia juga tahu. Apalagi di sana ada ibu-ibu yang sedang membeli sayuran." James mengajak Ari pergi menghampiri ibu-ibu yang sedang membeli sayuran.


Ari mengagukkan kepalanya, dan mereka berdua segera pergi menghampiri ibu-ibu yang sedang membeli sayuran di tukang sayur keliling.


"Permisi pak, dan ibu-ibu semuanya. Saya mau numpang tanya, itu rumahnya ibu Retno kok sepi sekali, apakah keluarga Bu Retno tidak tinggal di rumahnya lagi?" tanya Ari pada tukang sayur dan ibu-ibu yang sedang membeli sayuran.


"Bu Retno dan anaknya memang tidak tinggal di rumahnya lagi. Katanya sih, Bu Retno akan ikut pergi bersama anak dan menantunya ke kota Surabaya. Karena anaknya Arsyaka mendapatkan pekerjaan di sana, tapi kalau anak gadisnya Bu Retno, sekarang ini menjadi buronan polisi," jawab salah satu dari ibu-ibu yang sedang membeli sayuran.


"Bu Retno sudah lama tidak membeli sayuran saya lagi, semenjak dia pindah ke kota Surabaya," timpal Mang Nurdin yang ikut membenarkan jawaban dari salah satu ibu-ibu yang membeli sayuran kepadanya.


"Tapi kira-kira, Bu Retno dan Arsyaka sudah pernah pulang ke rumahnya belum?" tanya James memastikan kebenarannya.


"Ya belum pulanglah, Mas. Kalau Bu Retno sudah pulang, pasti dia akan membeli sayuran saya," jawab mang Nurdin.


"Oh begitu, terima kasih ya pak dan ibu-ibu semuanya, atas informasinya." Ari mengucapkan rasa terima kasih kepada mereka semuanya.


"Iya sama-sama," sahut mereka semua secara bersamaan.

__ADS_1


"Tapi kalau saya boleh tahu! Ada keperluan apa Mas, Mas berdua mencari Bu Retno?" tanya tukang sayur yang bernama Mang Nurdin sambil menunjuk ke arah James dan Ari.


Ari dan James saling lirik. Sebelum mereka berdua menjawab pertanyaan dari Mang Nurdin penjual sayuran.


"Hooh nih, tumben sekali ada orang yang mencari Bu Retno. Semenjak dia pergi ke Surabaya. Apa jangan-jangan! Bu Retno punya banyak cicilan yang belum di bayar. Sehingga Mas, Mas berdua ini mau menagihnya, iyakan?" tanya Bu Ani tetangganya Retno.


"Kedatangan kami berdua ke rumahnya, cuman ada keperluan sama Bu Retno dan Arsyaka anaknya. Tapi bukanĀ  masalah cicilan yang ibu maksud." James yang menjawab pertanyaan dari Mang Nurdin dan Bu Ani.


"Oh tak kirain, Bu Retno punya cicilan yang banyak. Makanya dia pergi meninggalkan rumahnya. Karena gak mau bayar cicilan," sahut Bu Ani.


"Bukan Bu, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas informasi yang di berikan oleh bapak dan ibu. Saya dan teman saya pamit pulang dulu ya pak, Bu." Ari berpamitan pergi kepada ibu-ibu dan Mang Nurdin tukang sayur.


Setelah berpamitan kepada ibu-ibu dan Mang Nurdin. James dan Ari segera pergi menghampiri mobilnya, yang terparkir di dekat rumah Retno.


Di perjalanan arah pulang.


"Ri, kamu cepat hubungi Reza." James yang sedang menyetir mobil, ia menyuruh Ari untuk menghubungi nomor telepon Reza.


"Iya," sahutnya.


"Halo Ari, bagaimana dengan hasil penyelidikan kamu dan James di rumah Arsyaka? Apakah Arsyaka dan ibunya berada di rumahnya?" tanya Reza yang sudah menerima panggilan telepon dari Ari temannya.


"Sudah Za, tapi mereka berdua tidak ada di rumahnya." Ari pun mulai menceritakan informasi,yang ia dapatkan dari Mang Nurdin dan ibu-ibu yang menjadi tetangganya Retno.


"Terima kasih atas informasinya," ucap Reza. Sebelum mematikan panggilan telepon dari Ari.


__________


Sementara itu di Surabaya.


Reza yang sudah selesai berbicara dengan Ari di telepon, ia segera memberitahukan kepada Nayla kekasihnya yang berada di dalam mobilnya. Karena saat ini, mereka berdua akan pergi ke kantor polisi.

__ADS_1


"Jadi Arsyaka dan ibunya tidak membawa ketiga anaknya Samara pergi ke Jakarta?" lirih Nayla.


"Iya sayang. Makanya tadi itu Mas tidak mengijinkan kamu dan Samara pergi ke Jakarta. Karena Mas tidak yakin, kalau Arsyaka dan ibunya membawa ketiga anaknya Samara pergi ke rumahnya yang di Jakarta. Sebab Arsyaka dan ibunya sudah tahu, kalau mereka berdua akan cepat di temukan jika pergi ke rumahnya yang di Jakarta. Mas rasa, Arsyaka dan ibunya masih berada di kota ini," ucap Reza menjelaskan alasan dirinya melarang Samara dan Nayla pergi ke Jakarta.


"Terus kita harus mencari ketiga anaknya Samara di kota ini?" tanya Nayla lagi.


"Iya sayang, sebaiknya kamu cepat hubungi Samara dan beritahukan kepadanya. Soal Arsyaka dan ibunya yang tidak tinggal lagi di Jakarta. Mas mau menyetir mobil," jawab Reza yang menyuruh Nayla menghubungi Samara. Sedangkan dirinya akan menyetir mobil menuju kantor polisi.


"Iya Mas," sahutnya sambil mengambil handphone, yang ia taruh di dalam tasnya.


"Halo Nay. Apakah kamu mendapatkan informasi dari temannya Reza yang ada di Jakarta, atau dari pihak kepolisian?" tanya Samara.


"Aku mendapatkan informasi dari temannya Reza. Kalau Arsyaka dan ibunya sudah lama tidak tinggal di rumahnya yang di Jakarta. Sekarang ini, aku dan Reza masih di perjalanan menuju kantor polisi," jawab Nayla yang memberitahukan pada Samara.


"Terima kasih Nay, maaf yah. Aku merepotkan kamu dan Reza," ujar Samara yang merasa tidak enak pada Nayla dan Reza.


"Tidak apa-apa kok, Ra." sahut Nayla sebelum mengakhiri panggilan teleponnya.


Tidak lama kemudian.


Nayla dan Reza sudah sampai di kantor polisi, dan mereka berdua segera masuk ke dalam kantor polisi. Untuk menanyakan tentang proses penyelidikan, yang di lakukan oleh polisi dalam menyelidiki kasus penculikan ketiga anaknya Samara.


"Pak saya mau menanyakan tentang proses penyelidikan kasus penculikan ketiga anaknya ibu Samara Ananda Putri?" tanya Reza pada Arga selaku polisi yang menangani kasus penculikan ketiga anaknya Samara.


"Sebentar ya, saya akan menghubungi rekan saya yang bertugas mencari lelaki yang menangkap ketiga anaknya Bu Samara," jawab Arga. Ia pun segera menghubungi rekan-rekannya yang bertugas bekerja mencari keberadaan lelaki yang menculik ketiga anaknya Samara.


"Halo pak Ricky, bagaimana hasil penyelidikannya?" tanya Arga pada rekannya yang bernama Ricky.


"Aku sudah berhasil menemukan keberadaan lelaki itu, sekarang ini aku dan rekan-rekan yang lainnya sedang mengikuti jejak lelaki itu," jawab Ricky yang sudah menemukan keberadaan lelaki yang melakukan penculik terhadap ketiga anaknya Samara.


"Kalau begitu, lanjutkan tugasmu." Arga segera mematikan panggilan teleponnya. Karena sekarang ini, Ricky dan rekan-rekannya sedang mengikuti jejak lelaki yang menculik ketiga anaknya Samara.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan Ricky di telepon. Arga menceritakan pada Reza dan Nayla, tentang keberadaan lelaki yang menculik ketiga anaknya Samara yang sudah berhasil di temukan. Dan sekarang ini, para polisi sedang mengikuti jejak lelaki itu. Sebelum menangkap lelaki itu.


"Alhamdulillah. Semoga saja, para polisi berhasil menangkap lelaki itu, dan menemukan keberadaan ketiga anaknya Samara," batin Nayla yang senang mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, yang berhasil menemukan keberadaan lelaki yang telah menculik ketiga anaknya Samara.


__ADS_2