Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 66 Kondisi Chelsea


__ADS_3

"Ya sudah kamu tunggu di sini dulu, ibu mau panggilkan suster." Retno pun segera pergi mencari suster. Untuk meminta kursi roda kepada suster, agar Arsyaka bisa pergi menemui Chelsea di ruang rawatnya.


Saat Retno ke luar dari ruang rawat Arsyaka, ia melihat suster yang ke luar dari ruang rawat inap pasien lainnya dengan mendorong kursi roda. Retno pun segera pergi menghampiri suster.


"Sus, saya mau pinjam kursi rodanya," pinta Retno kepada suster yang baru ke luar dari ruang rawat inap pasien.


"Ini Bu," suster pun memberikan kursi roda yang ada di tangannya pada Retno.


"Terima kasih," ucap Retno sebelum pergi ke dalam ruangan Arsyaka.


"Sama-sama," balasnya.


Setelah mendapatkan kursi roda. Retno segera pergi ke dalam ruang rawat Arsyaka, dan ia pun membantu Arsyaka duduk di kursi roda. Setelah itu barulah ia mengajak Arsyaka pergi ke tempat ruang rawat Chelsea, yang baru saja ke luar dari ruang operasi.


Sesampainya di ruang rawat Chelsea, mereka berdua bertemu dengan suster dan dokter yang baru ke luar dari ruang rawat Chelsea.


"Bu ayo kita pergi temui Dokter dan suster itu," ajak Arsyaka yang menyuruh ibunya. Untuk pergi menghampiri Dokter dan suster, yang ke luar dari ruang rawat Chelsea.


"Iya," sahutnya singkat.


Retno pun segera mendorong Arsyaka yang duduk di kursi roda, untuk menghampiri Dokter dan suster.


"Dok, bagaimana kondisi istri saya?" tanya Arsyaka pada Dokter Santoso. Saat ia dan ibunya sudah datang menghampiri Dokter dan suster.


"Saya akan menjelaskan semuanya di dalam ruangan saya, mari kita pergi ke ruangan saya," jawab Dokter Santoso yang mengajak Arsyaka dan Retno. Untuk pergi ke dalam ruangannya.


"Baiklah Dok," sahut Arsyaka.

__ADS_1


Mereka semua pun pergi ke dalam ruangan Dokter Santoso, yang menangani Chelsea.


Sesampainya di dalam ruangan Dokter Santoso. Retno dan Arsyaka mendengarkan penjelasan dari Dokter Santoso, tentang kondisi Chelsea.


"Sebelumnya saya mau minta maaf kepada pak Arsyaka, yang tidak meminta ijin terlebih dahulu kepada pak Arsyaka selaku suaminya bu Chelsea. Tapi saya melakukan operasi terhadap bu Chelsea, sudah mendapatkan persetujuan dari orang tuanya bu Chelsea melalui panggilan telepon. Maka dari itu, saya dan para dokter yang lainnya melakukan tindakan operasi Caesar terhadap bu Chelsea..."


"Maaf Dok, saya menyela ucapan dokter. Karena saya mau bertanya kepada dokter. Apakah itu berarti, anak saya lahir secara prematur?" ucap Arsyaka yang meminta maaf kepada dokter. Sebelum ia menyela ucapan dari Dokter Santoso, untuk menanyakan tentang kelahiran anaknya.


"Iya betul pak. Karena saat bu Chelsea sampai ke rumah sakit, air ketuban dan darah mengalir di bagian sensitifnya. Maka dari itu, saya melakukan operasi Caesar terhadap bu Chelsea. Agar bayi dalam kandungannya bu Chelsea bisa di selamatkan. Meski dengan kehamilan yang baru memasuki dua puluh delapan minggu," jawab Dokter Santoso menjelaskan kepada Arsyaka, perihal operasi Caesar yang di lakukan oleh Dokter Santoso.


"Terus bagaimana kondisi istri saya, setelah melakukan operasi Caesar, Dok? Dan apakah ada luka yang serius? Saat istri saya mengalami kecelakaan?" tanya Arsyaka lagi.


"Alhamdulillah tidak ada luka yang serius di tubuh bu Chelsea, tapi kejadian kecelakaan itu membuat ia harus melakukan operasi Caesar. Untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya, yang terbentur keras. Sehingga membuat ketuban pecah dan darah mengalir di bagian sensitifnya. Dan untuk masalah bayi pak Arsyaka dan bu Chelsea, ia harus di masukkan ke dalam ruangan inkubator, mungkin bisa sampai dua bulan lebih. Kalau kondisi bu Chelsea saat ini, tidak lama lagi akan sadar," jawab Dokter Santoso yang menjelaskan tentang kondisi Chelsea dan bayinya.


"Kalau begitu saya pamit pergi melihat keadaan istri dan anak saya, Dok." Arsyaka pamit pergi meninggalkan ruangan Dokter Santoso.


"Iya silahkan." Dokter Santoso pun mempersilahkan Arsyaka pergi dari ruangannya.


"Bagaimana kondisi Chelsea?" tanya kedua orang tuanya Chelsea secara bersamaan.


"Chelsea berada di dalam ruang rawat inap mah, pah." Arsyaka yang menjawab pertanyaan dari Linda dan Rasyid, kedua orang tuanya Chelsea.


"Aku menyesal menikahkan Chelsea dengan lelaki sepertimu, anakku dua kali mengalami kecelakaan. Dan sekarang ini, putriku harus melahirkan anaknya dengan operasi Caesar. Kamu itu menantu pembawa sial!" ucap Linda yang melampiaskan kekesalannya pada Arsyaka.


"Ini semuanya bukan kesalahan putraku, jeng. Ini musibah yang datangnya tidak bisa kita ketahui," sahut Retno yang membela anaknya.


"Ini semuanya terjadi. Karena anakku menikah dengan anakmu, yang pembawa sial di kehidupan putriku..."

__ADS_1


"Sudah mah, ini di rumah sakit. Tidak baik kita bertengkar di sini." Rasyid segera memotong ucapan istrinya, dan sambil menarik tangan istrinya. Untuk mengajaknya pergi ke ruang rawat Chelsea.


"Jangan salahkan putraku terus, di sini yang mau segera menikah itu anakmu. Meski anakmu sudah mengetahui, kalau anakku sudah memiliki anak dan istri," teriak Retno. Ia tidak terima dengan ucapan Linda yang menyalahkan anaknya.


Teriakan Retno menghentikan langkah kakinya Rasyid, yang mau mengajak Linda pergi ke dalam ruangannya Chelsea.


"Sudah Bu, malu ini kita lagi di rumah sakit." Arsyaka mencoba menenangkan hati ibunya, yang kesal dengan sikap ibu mertuanya.


"Ibu tidak terima dengan ucapan mertuamu yang menyalahkan kamu," sahutnya yang masih emosi kepada Linda.


"Apakah benar! Yang tadi kamu ucapkan?" tanya Rasyid yang kembali menghampiri Retno dan Arsyaka.


"Iya memang..."


"Pah, ayo kita segera pergi menjenguk Chelsea." Linda segera menyela ucapan Retno, yang belum selesai berbicara.  Dan mengajak suaminya pergi ke dalam ruangannya Chelsea.


"Tunggu sebentar mah, sepertinya ada yang belum papa ketahui selama ini. Kalau memang benar Arsyaka sudah memiliki anak dan istri, itu berarti! Waktu pernikahan mereka berdua yang di lakukan di Bali, yang alasan menikah siri terlebih dahulu. Sebab ketinggalan surat-suratnya, jadi semua itu bohong!" ucap Rasyid yang meminta penjelasan kepada Linda istrinya. Karena selama ini Rasyid tidak mengetahui, kalau Chelsea telah menikah dengan suami orang lain.


"Maafkan aku pah, waktu itu aku dan Chelsea telah menutupi statusku yang sudah memiliki anak dan istri. Tapi yang perlu papa ketahui, sekarang ini aku sudah bercerai, dan hanya Chelsea istriku satu-satunya, pah." Arsyaka  meminta maaf kepada Rasyid. Karena ia dan Chelsea serta Linda dan Retno, menutupi setatusnya Arsyaka selama ini. Agar Arsyaka bisa menikah dengan Chelsea, yang sudah berbadan dua.


"Putrimu sangat memalukan sekali, mau saja menikah dengan suami orang lain. Kalau aku sudah tahu dari dulu, aku akan melarang Chelsea menikah dengannya." Rasyid yang baru mengetahui itu semuanya, merasa kecewa dan gagal dalam mendidik anak dan istrinya.


"Maafkan aku pah," lirih Linda yang meminta maaf kepada suaminya.


"Awas kau Retno, aku akan membalas perbuatanmu yang membongkar rahasia ini," gerutu kesal Linda di dalam hatinya. Karena Retno telah menceritakan rahasia yang selama ini ia tutupi.


"Sudahlah, nanti saja kita bahas masalah ini. Ayo kita pergi menemui Chelsea di kamarnya," ajak Rasyid pada istrinya.

__ADS_1


"Rasakan kau Linda, pasti kau akan di salahkan oleh suamimu. Makanya jangan suka menyalahkan anakku," batin Retno yang tersenyum puas, bisa membongkar rahasia yang belum di ketahui oleh Rasyid suaminya Linda.


Rasyid dan Linda pun segera pergi ke dalam kamar rawat Chelsea. Sedangkan Arsyaka dan Retno memilih pergi ke ruangan inkubator, untuk melihat bayi yang sudah dilahirkan oleh Chelsea dengan cara di Caesar.


__ADS_2