Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 105 Berusaha melarikan diri


__ADS_3

"Good job Yanto. Sekarang ini kita bisa melanjutkan rencanaku, dan aku yakin rencana kali ini akan berjalan dengan lancar. Apalagi kamu tidak bisa melawan lagi. Ha-ha-ha," ucap Linda yang menunjuk ke arah Samara sambil tertawa bahagia. Karena melihat Samara yang berhasil tertangkap oleh Yanto orang suruhannya.


"Terima kasih atas pujiannya bos, tapi sebaiknya bos cepat mengambil tali. Karena aku mau mengikat kedua tangannya," perintah Yanto yang menyuruh Linda. Untuk mengambil tali yang ia jatuhkan, di saat Samara menendang bagian sensitifnya.


"Iya," balasnya.


"Biar aku saja mah," ujar Chelsea yang mau mengambil tali yang berada tidak jauh di dekatnya.


Chelsea yang sudah berhasil mengambil tali, ia segera berjalan secara pelan-pelan sambil memegang perutnya, yang masih merasakan rasa sakit ulah Samara yang menendang perutnya.


"Ini talinya, kamu cepat ikat tangannya. Aku ingin membalas perbuatannya, yang telah membuatku seperti ini," perintah Chelsea pada Yanto sambil mengarahkan tangannya ke arah Yanto. Agar Yanto segera mengikat kedua tangannya Samara.


"Siap bos," sahutnya.


"Aku harus bisa menghadapi mereka bertiga, bagaimanapun caranya," batin Samara yang sedang mencari cara. Agar ia bisa melepaskan dirinya, yang tertangkap oleh Yanto.


Ketika Chelsea akan memberikan tali pada Yanto. Samara kembali menendang perut Chelsea dengan kakinya. Karena Chelsea tepat berada di hadapannya.


Bugh!


"Aaawww," jerit Chelsea yang kembali merasakan rasa sakit di bagian perutnya.


"Chelsea..." Linda berteriak memanggil Chelsea yang mendapatkan tendangan dari Samara lagi, ia pun segera menolong anaknya.


_____


Sedangkan Samara yang sudah berhasil menendang perut Chelsea. Kini Samara segera menginjakkan kakinya ke kaki Yanto, dan langsung memukul Yanto dengan sikutnya. Agar Yanto bisa melepaskan genggaman tangannya, yang masih memegang tangannya Samara. Dan akhirnya Samara bisa melepaskan dirinya, yang sempat tertangkap oleh Yanto.


"Kamu pikir dengan cara mengikat tanganku, aku tidak bisa melepaskan diri dan mengalahkan kalian. Makanya kalau mau bertindak itu pakai ini," ucap Samara sambil menunjuk ke arah kepalanya.


Samara tadi itu, sengaja tidak memberontak. Ketika Yanto berhasil menangkapnya. Karena Samara sedang menunggu waktu yang tepat. Untuk menyelamatkan dirinya dari mereka bertiga.


"Yanto kamu ini bagaimana sih? Kenapa kamu malah melepaskan dia? Kamu itu benar-benar payah sekali, memegang tangannya saja tidak bisa," geram Linda pada Yanto, yang melepaskan Samara yang sudah berhasil tertangkap oleh Yanto.


"Cepat kamu kalahkan dia. Karena aku mau rencana ini berjalan dengan lancar," sambung Linda yang menyuruh Yanto. Untuk mengalahkan Samara.


"Iya bos," timpalnya singkat.


Yanto pun segera mendekati Samara, dan akan mencambuk Samara dengan tali yang ada di tangannya.


Samara terus berusaha mengelak dari serangan Yanto, yang mau mencambuk dirinya dengan tali. Ketika Samara melihat sebuah vas bunga, ia segera mengambil vas bunga dan melemparkan itu tepat mengenai kepala Yanto.


Prang!

__ADS_1


Yanto yang terkena lemparan vas bunga, ia memegangi kepalanya yang terluka dengan tangannya.


"Sialan!" gerutu Yanto yang kesal dengan perbuatan Samara, yang membuatnya terluka. Akibat terkena lemparan vas bunga, yang mengenai kepalanya.


Yanto yang tidak menyadari Samara, yang sudah berada di belakangnya. Dengan cepat Samara melayangkan pukulan dan juga tendangan pada Yanto.


Bagh!


Bugh!


Samara yang sedang emosi berhasil menghajar dan mengalahkan Yanto, dengan kemampuan ilmu bela diri yang ia kuasai. Kini Yanto sudah terkulai lemah dan terluka.


Sementara itu, Linda dan Chelsea hanya menyaksikan tindakan Samara yang memukul Yanto tanpa membantu Yanto.


"Bagaimana ini mah?" tanya Chelsea pelan dan mulai ketakutan melihat aksi Samara, yang berhasil mengalahkan Yanto.


"Lebih baik kita kabur saja dari sini, mama takut melihat Samara seperti itu," jawab Linda yang mengajak Chelsea. Untuk keluar dari dalam kamar hotel Samara dan Rayanza.


Samara yang melihat Chelsea dan Linda, yang akan pergi dari kamar hotel. Ia segera melemparkan pecahan vas bunga ke arah kaki Chelsea dan Linda.


"Aaakh," jerit Linda yang terkena pecahan vas bunga di bagian kakinya.


"Ayo mah, kita harus segera pergi dari sini." Chelsea berusaha menolong Linda. Untuk pergi dari dalam kamar hotel Samara dan Rayanza.


Bugh!


Samara mendorong tubuh Chelsea dan Linda dengan tangannya ke arah pintu kamar yang tertutup, dan ia pun segera menjambak rambut keduanya dengan kencang.


"Aaawww." Chelsea dan Linda menjerit secara bersamaan.


"Cepat katakan padaku, suamiku berada di dalam kamar berapa?" tanya Samara.


Linda yang tidak mau mengatakan itu, ia pun mengikuti cara Samara dengan menginjakkan kakinya ke kaki Samara, akan tetapi. Samara yang bisa menebak serangan Linda, ia dengan cepat melepaskan tangannya yang menjambak rambut Linda, dan menendang kaki Linda yang terkena pecahan vas bunga.


"Aaawww," jeritnya.


"Rupanya kamu mau mengikuti caraku. Tapi sayangnya, aku bisa menebak itu," ucap Samara sambil menarik rambut Chelsea dan mendorong Chelsea, agar menjauh dari Linda. Karena Samara mau memberikan pelajaran kepada Linda, yang belum merasakan pukulannya.


"Kini giliran kamu," tunjuk Samara pada Linda yang berada di belakang pintu kamar hotelnya.


Linda yang merasa takut menghadapi Samara, ia segera membuka pintu kamar hotel.


"Kamu tidak bisa pergi dari sini. Sebelum memberitahukan keberadaan suamiku?" Samara berhasil mencekal tangan Linda.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah mengatakannya," sahut Linda yang bersikeras tidak mau mengatakannya.


Samara yang geram, ia segera melayangkan pukulan ke arah Linda.


"Jangan kau sakiti mamaku!" ucap Chelsea yang segera mendekati Samara. Karena ia mau mendorong Samara dari belakang.


Tapi Samara bisa mengelak, dan membuat Chelsea yang tersungkur jatuh ke bawah lantai. Karena saat Chelsea akan mendorong tubuh Samara dari belakang, ia memiringkan badannya sambil mengangkat satu kakinya. Sehingga membuat Chelsea terjatuh ke bawah lantai.


Samara yang melihat Chelsea terjatuh di bawah lantai, ia kembali menginjakkan kakinya di atas punggung Chelsea.


"Cepat beritahu aku?" tanya Samara sekali lagi.


"Di... dia ada di kamar..."


"Chelsea jangan beritahu dia," teriak Linda yang menyela ucapan Chelsea, yang mau memberitahukan pada Samara tentang kamar Rayanza yang berada di salah satu kamar hotel.


Samara yang sangat kesal dan tersulut emosi, ia menginjakkan kakinya lagi di atas punggung Chelsea dengan kuat.


"Aaah sakit..." Chelsea merintih kesakitan.


"Cepat beritahu aku? Kalau tidak! Aku akan menginjakmu lagi," ancam Samara pada Chelsea.


Akhirnya Chelsea pun mengatakan keberadaan Rayanza, yang berada di salah satu kamar hotel.


Linda yang geram dengan Chelsea, ia segera pergi dari dalam kamar hotel Samara dan Rayanza.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini," teriak Samara yang melihat Linda yang berhasil keluar dari kamar hotelnya.


Samara segera mengunci pintu kamar hotelnya. Sebelum mengejar Linda. Karena Samara tidak mau Chelsea dan Yanto bisa melarikan diri dari dalam kamar hotelnya.


Linda yang tidak bisa berjalan cepat. Karena ia merasakan rasa sakit di bagian kakinya, yang terkena pecahan vas bunga.


"Pak tangkap wanita itu," teriak Samara pada seorang lelaki yang keluar dari dalam kamar hotelnya. Karena Linda baru saja melewati kamarnya.


Lelaki itu pun segera menuruti perintah dari Samara, dan ia berhasil menangkap Linda.


"Lepaskan aku," ucap Linda yang berusaha memberontak dari seorang lelaki yang berhasil menangkapnya.


"Terima kasih pak, sudah membantu saya. Wanita itu adalah buronan polisi, dan kedua temannya berada di dalam kamar saya," tunjuk Samara ke arah kamar hotelnya.


"Iya sama-sama," jawabnya.


Samara juga meminta tolong pada lelaki itu. Untuk membawa Linda kepada satpam yang ada di hotel, dan menyuruhnya menghubungi polisi. Setelah mengatakan itu, ia segera pergi mencari kamar yang di dalamnya ada Rayanza.

__ADS_1


__ADS_2