Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 16 Dobel POV Samara dan Rayanza


__ADS_3

POV Samara.


Aku memberikan handphone ku, yang terdapat foto surat tanah Mas Syaka kepada Nayla, dan aku juga akan menitipkan anak-anakku kepada Nayla Sahabatku. Karena di kota ini, aku tidak memiliki keluarga selain keluarganya Mas Syaka.


"Ini sih alamat rumah elit Ara, kamu mau pergi ke rumah siapa sih?" tanya Nayla sambil memberikan handphone yang berada di tangannya kepadaku.


"Aku mau pergi ke rumah itu. Untuk memastikan rumah Mas Syaka, yang dia beli tanpa sepengetahuanku Nay." jawabku sambil menundukkan kepala. Agar Nayla tidak melihatku, yang sedang menitikkan air mata.


"Cie cie, yang di belikan rumah baru senang bener nih." Nayla menyenggol lenganku sambil tersenyum.


"Arsyaka ngasih kamu kejutan rumah baru. Wih bahagianya sahabatku ini, mendapatkan suami seperti Arsyaka," lanjut Nayla yang memuji Mas Syaka. Tapi kenyataannya yang sebenarnya itu! Mas Syaka  telah mengkhianati cinta dan kepercayaan yang aku berikan kepadanya.


"Yang dapat kejutan dari suaminya, malu-malu gitu."


Aku tidak menjawab pertanyaan dari Nayla, rasanya aku tidak sanggup menceritakan tentang permasalahan rumah tanggaku kepada Nayla.


"Kamu kenapa Ara? Ada masalah apa kamu sama Arsyaka?" tanya Nayla mengangkat wajahku yang terus menunduk. Sehingga Nayla bisa melihat aku yang sedang bersedih.


"A...aku belum bisa mengatakannya sekarang Nay, aku titip anakku sama kamu sebentar. Karena aku mau pergi ke alamat rumah itu, tanpa mengajak anak-anak." aku menggenggam tangan Nayla. Sebelum aku pamit pergi meninggalkannya.


"Aku antar kamu saja yah," pinta Nayla kepadaku, membuat aku menghentikan langkahku yang akan pergi dari dalam ruangannya.


"Aku hanya sebentar saja Nay. Setelah aku pergi ke alamat rumah itu, aku akan menceritakan semuanya padamu," ucapku sambil berbalik ke arah Nayla, dan berusaha membuat Nayla tidak ikut bersamaku. Karena ini menyangkut masalah rumah tanggaku, dan aku yakin bisa menyelesaikannya.


Sebelum aku pergi meninggalkan restoran Andini Food, aku berpamitan kepada ketiga anakku terlebih dahulu. "Sayang, bunda ada urusan sebentar di luar. Kalian bertiga baik-baik ya sama Tante Nayla di sini, jangan nakal!"


"Iya bunda," sahut Candra dan Arsya.

__ADS_1


"Emangnya bunda mau pergi ke mana? Kok kita tidak di ajak sih?" Kirana bertanya kemana aku akan pergi. Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.


"Bunda pasti mau mengantarkan pesenan kue Kirana, iyakan bun?" belum sempat aku menjawab pertanyaan dari Kirana, kini Candra juga bertanya.


"Bunda kan sudah bilang ada urusan di luar, kalian bertiga lebih baik main yuk sama Tante ke belakang restoran ini. Nanti Tante akan pesankan eskrim buat kalian bertiga." Nayla mengajak ketiga anakku bermain di belakang restorannya. Membuat ketiga anakku bersorak gembira dengan ajakan dari Nayla.


"Aku titip anak-anak sebentar ya," pamit ku lagi kepada Nayla.


Aku pun segera melangkah pergi meninggalkan restoran Andini Food, dan segera menaiki taksi yang sudah aku pesan terlebih dahulu. Karena jika aku pergi menggunakan motor, aku takut terjadi sesuatu kepadaku seperti kejadian kemarin.


Sesampainya aku di rumah yang atas nama Mas Syaka. Aku segera turun dari taksi, dan bergegas menghampiri rumah itu.


Saat aku berada di depan rumah itu. Aku melihat mobil yang kemarin di kendarai oleh Mas Syaka, dan pintu gerbang tidak terkunci, serta pintu masuk rumahnya pun sedikit terbuka. Aku pun mencoba masuk ke dalam rumah itu, dan ingin melihat keadaan di dalam rumah itu.


Aku yang sudah masuk ke dalam rumah ini, benar-benar kaget dengan apa yang aku lihat di depan mataku. Hatiku hancur berkeping-keping, melihat suamiku dan Chelsea sedang berciuman di ruang tamu. Dan mereka berdua tidak menyadari kedatanganku, aku menutup mulutku. Karena aku tidak menyangka, dengan apa yang aku lihat di depan mataku ini. Bahwa lelaki yang selama ini menjadi suamiku, telah menorehkan luka tak berdarah di dalam hatiku ini.


POV Rayanza.


Samara Ananda Putri perempuan cantik, yang masih tetap berada di dalam hatiku. Meski kenyataannya sekarang ini, dia telah menikah dengan Arsyaka cinta pertamanya.


Aku mencintai Samara saat aku dan dia masih kuliah, gadis itu berhasil membuat aku tidak bisa berpaling ke lain hati. Sehingga di hari pernikahannya dengan Arsyaka, aku memilih tidak menghadiri acara pernikahannya. Aku memutuskan pergi bersama kedua orang tuaku, yang akan menetap di negara Prancis. Karena rasanya aku tidak sanggup, melihat Samara bersama dengan Arsyaka.


Akan tetapi saat aku kembali ke Indonesia. Aku yang baru pulang dari rumah temanku, tidak sengaja melewati rumah Samara. Sehingga aku bisa bertemu dengannya serta ketiga anaknya, dan aku pun mengantarkan dia pergi ke rumah sakit. Karena Arsyaka suaminya, belum pulang bekerja.


Pada saat aku mengantarkan Samara dan anak-anaknya ke rumah sakit, tanpa Samara ketahui. Aku selalu datang ke rumah sakit, tempat putra bungsunya di rawat. Hanya saja aku tidak sampai menghampiri mereka berdua, dan cukup melihat Samara dan anaknya dari jendela rumah sakit tanpa Samara sadari.


Tapi aku tidak pernah melihat keluarganya Arsyaka, menjenguk putra bungsunya yang sedang di rawat di rumah sakit. Bahkan Arsyaka sendiri pun, hanya sebentar menjenguknya dan tidak bergantian menjaga putra bungsunya itu.

__ADS_1


Sejak saat itu, aku terus mengintai kemanapun Samara pergi. Rasa sayang dan peduliku pada Samara, membuat aku ingin selalu melindunginya. Dan aku kembali di pertemukan lagi dengannya, saat mama mengajak aku pergi ke pasar.


Aku pun bisa mengetahui kehidupan Samara. Karena mamaku yang menceritakan, tentang kehidupannya Samara kepadaku. Perempuan yang aku cintai itu, kini berjualan kue demi mencukupi kebutuhan keluarganya.


Aku kaget mendengar ucapan dari mama, karena yang aku ketahui. Kalau Arsyaka itu tidak di turunkan dari jabatannya, tapi aku melihat sendiri. Saat pak David memberikan ucapan selamat kepada Arsyaka, yang jabatannya di angkat sebagai Direktur Keuangan. Karena saat acara penyambutan kedatangan pak David, aku berada di dalam ruangan itu sebagai rekan bisnisnya pak David.


*****


"Hey bro, ngelamun saja. Yuk kita pergi masuk ke dalam restoran Andini Food, karena pak David mengajak meeting di sana. Jangan membuat dia menunggu kedatangan kita berdua," ucap Andi menepuk pundak ku.


"Ya sudah ayo," aku pun mengajak Andi turun dari mobil. Tapi saat aku akan masuk ke dalam restoran Andini Food, aku melihat Samara pergi dengan menggunakan taksi.


"Andi aku ada urusan sebentar. Kamu bisa kan? Meeting dengan pak David tanpa aku temani!" aku langsung balik lagi ke mobil yang di kendarai oleh Andi.


"Lu mau kemana sih?" tanya Andi yang mengikutiku ke arah parkiran mobil.


"Mana kunci mobilnya? Nanti saja aku jelaskan, yang pasti! Aku mengandalkan mu." aku segera mengambil kunci mobil dari tangannya Andi.


"Tapi...." ucapan dari Andi aku hiraukan begitu saja. Aku segera melajukan mobil, untuk mengejar Samara yang pergi menggunakan taksi.


Karena aku ingin mengikuti Samara yang pergi menggunakan taksi, padahal motornya berada di tempat parkiran restoran Andini Food. Tapi kenapa? Samara malah pergi menggunakan taksi, apa kejadian kemarin itu! Membuat dia memutuskan, untuk pergi menggunakan taksi. Pasti ada hal yang membuat Samara pergi menggunakan taksi, aku harus bisa mengikuti jejak Samara, yang ternyata taksi itu pergi ke sebuah rumah elit yang berada di kota ini.


Aku melihat Samara turun di depan sebuah rumah, dan kemudian dia masuk ke dalam rumah itu. Aku yang ingin mengetahui tujuan Samara, segera pergi menghampiri Samara yang masuk ke dalam rumah itu.


Saat aku masuk ke dalam rumah itu. Aku melihat Samara menangis, dan ternyata yang membuat Samara menangis adalah suaminya sendiri. Karena Arsyaka berselingkuh dengan wanita lain di depan matanya Samara, aku geram dengan pemandangan di depan mataku ini. Ingin rasanya aku menghajar Arsyaka, yang telah menyakiti hati Samara.


Tapi aku tidak boleh gegabah dalam bertindak, aku segera mengarahkan handphone ku. Untuk merekam video perselingkuhan Arsyaka dengan wanita itu, agar Samara mendapatkan bukti perselingkuhan suaminya.

__ADS_1


Saat Samara akan mendekati Arsyaka dan selingkuhannya. Aku segera menutup mulutnya Samara, dan mengajaknya pergi dari rumah ini.


__ADS_2