Khianat Cinta

Khianat Cinta
Pertemuan kedua


__ADS_3

Taxipun menepi ke halte bus depan


Arka membuka kaca mobil dan memanggil Reina


" Reina..." Panggil Arka


Reina mengernyitkan dahi lalu tersenyum dan mengangguk


" Reina kamu mau kemana? sore seperti ini akan jarang sekali taxi lewat, apa kamu butuh bantuan? " Tanya Arkan


" Ia kak dari tadi saya menunggu taxi, saya mau pulang kak" Jawab Reina


" Masuklah biar saya antar kamu pulang dulu " kata Arka sambil membuka pintu penumpang


" Apa tidak merepotkan kak" Kata Reina bingung antara menyetujui atau menolak


" Sudahlah, kau adiknya sandra bagaimana mungkin aku mengabaikanmu sendiri disini. Disini rawan Rei" Jawab Arka


Reina celingukan lalu bergidik,


" Baiklah kak aku ikut kakak" Reina melangkah masuk kedalam taxi


Diperjalanan Reina tampak canggung, Arka memulai pembicaraan


" Kamu dari mana sore seperti ini ada disini? " Tanya Arka sambil melihat koper kecil yang dibawa Reina, Koper yang berisi peralatan pemotretan Reina.


" Aku abis pemotretan dikantor kak Rindi Kak " Jawab Reina sambil tersenyum, Senyum manis dari seorang gadis cantik


"Oh baiklah biar saya antar kamu ke rumah sandra" Kata Arka tulus


Taxipun melaju ke rumah Sandra tanpa banyak pembicaraan.


Sampai depan rumah, Reina turun dan membungkukan bahu

__ADS_1


" Terimakasih banyak kak" Kata Reina


" Sama-sama " Arka tersenyum lalu meminta sopir untuk melanjutkan


Sesaat Reina terkesiap dengan ketampanan Arka saat tersenyum sungguh membuat jantungnya berdegup. Hingga disadarkan oleh panggilan Sandra


" Reina ngapain disitu ayo masuk udah mulai gelap lho" Panggil Sandra


Seketika Reina tersadar


" Oh ia kak sebentar" Reina menarik koper kedalam rumah.


💜💜💜


Reina masuk kamar dan mulai membersihkan diri masih terlintas wajah Arka dan senyumannya membuat jantung Reina berdegup tak karuan, Setelah selesai di Kamar mandi dia menggunakan piyama lalu berbaring di kasurnya. Pikirannya dipenuhi dengan lintasan wajah dan senyum Arka, Dia tersenyum sebentar kemudian dia kembali tersadar


" Astaga kenapa ini, kenapa bayangan kak Arka memenuhi kepalaku, Sadar Rein dia laki orang" Ujar Reina dalam hati sambil memukul ringan kepalanya sendiri


" Reina makan malam dulu sebelum tidur" Panggil Sandra


Dia menatap langit-langit kamar sambil tersenyum sampai akhirnya dia terlelap.


💜💜💜


Sesampainya dirumah Arka membersihkan diri lalu bersiap untuk menjemput Rindi dan putri.


Arka memanggil Pak Didin untuk mengantarnya.


Sesampainya di klinik dia sudah melihat istri dan buah hati tercintanya sedang menunggunya dilobi depan.


Putri berlari menuju sang ayah sambil tersenyum.


" Ayah sudah sampai" Tanya putri sambil memeluk Arka di balas pelukan hangat dari sang ayah

__ADS_1


" Jadi makan malam diluar mas?" Tanya Rindi menghampiri


" Jadi dong harus " Jawab Arka sambil tersenyum.


Merekapun menuju mobil bersamaan.


Sesampainya di Restoran pavorit mereka,


Restoran sederhana yang selalu membuat mereka merasa hangat.


Ya Karna Rindi sangat tidak suka dengan Restoran mewah, ribet alasannya.


Mereka makan dan berbincang


" Ayah,,, putri pengen punya adik, temen putri ada yang punya adik sampai 3, nah putri gak punya satupun" Putri merengek minta adik seperti minta lolipop


Arka dan Rindi saling tatap lalu kemudian tersenyum


" Didoain aja ya sayang" Jawab Rindi sambil mengelus pipi chuby sang putri, dia menoleh ke arah suami yang sedang tersenyum, Ada yang harus direncanakan batinnya.


💜💜💜


Mereka sudah sampai dirumah masing2 menuju kamar untuk istirahat.


*KAMAR RINDI*


" Sayang, kamu sudah siap untuk hamil lagi?" Tanya Arka, karna sebelumnya Rindi tidak berencana punya anak lagi dan akan fokus mengurus Putri hingga sukses nanti.


Bukan tanpa alasan hanya saja mengingat Rindi yang sangat kesusahan saat mengandung Putri menjadi bahan pertimbangan keduanya untuk menambah momongan.


" Mas, aku terserah mas sama putri saja" Jawab Rindi sambil tersenyum


"Tapi nanti kamu kesusahan sayang" Kata Arka sambil memeluk dan mengecup kepala Rindi

__ADS_1


" Insya Alloh aku siap mas, asal mas tetap dukung aku dan tetap mendampingi kehamilanku" Jawab Rindi sambil memeluk suami tercinta


" Baiklah besok kita ke RS untuk merencanakan segalanya" Kata Arkan tersenyum lalu memulai aktifitas malam mereka.


__ADS_2