Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 70 Rencana Chelsea.


__ADS_3

"Kita harus menghadapi ini semuanya, Nak. Jika kita bisa mengambil rekaman suara dari tangan Reza, mungkin kita akan selamat. Tapi... untuk mengambil itu semuanya sangat susah sekali," ucap Linda yang bingung dengan keadaan ini. Ia tidak siap menjadi seorang janda lagi, jika tidak bisa mendapatkan harta kekayaan dari Rasyid.


"Aku punya rencana mah," bisik Chelsea di telinga Linda. Saat mereka berdua sudah berada di dalam dapur, Chelsea pun segera menceritakan tentang rencananya kepada Linda.


"Aku sangat yakin sekali. Kalau rencana ini pasti berhasil," sambung Chelsea sambil tersenyum senang.


"Ya semoga saja," timpal Linda yang berharap rencana Chelsea berjalan dengan lancar.


Chelsea dan Linda segera melakukan rencananya, dan berharap rencana mereka berdua tidak gagal.


"Maaf telah menunggu lama, silahkan di minum dan cicipi camilannya," ucap Linda yang menawarkan minuman dan camilan yang ia bawa, dan meletakkan itu semuanya di atas meja ruang tamu.


Nayla dan Reza serta Rasyid segera meminum dan mencicipi camilan, yang di bawa oleh Chelsea dan Linda.


Mereka semua terlibat obrolan ringan seputar pernikahan Reza dan Nayla, yang akan di selenggarakan tidak lama lagi.


"Kok, reaksi obat tidurnya lama sekali sih? Padahal aku sudah menaruh beberapa butir obat tidur di dalam minuman mereka bertiga," gumam Chelsea di dalam hatinya. Saat mereka semuanya, masih terlibat obrolan ringan di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian.


Nayla dan Reza serta Rasyid yang tidak bisa menahan rasa kantuk, mereka bertiga langsung tidur di ruang tamu.


Chelsea dan Linda segera mengecek keadaan mereka bertiga. Untuk memastikan kebenarannya. Kalau mereka bertiga itu, sudah benar-benar tertidur.


"Hahaha... akhirnya mereka bertiga sudah tidur mah," ucap Chelsea tertawa bahagia. Karena rencana yang ia jalankan berhasil.


"Mama cepat ambil rekaman suara itu," sambung Chelsea yang menyuruh Linda. Untuk mengambil rekaman suara dari tangan Reza, sebab Linda berada di dekat Reza.


"Iya," sahutnya sambil mengagukkan kepalanya. Linda pun segera mengambil rekaman suara dari tangan Reza.


"Hahaha... dengan begini kita aman. Besok pagi, kamu harus tetap menjalankan rencana mama, oke." Linda tersenyum senang. Karena ia bisa mengambil rekaman suara, sehingga rencananya tidak akan ketahuan oleh Rasyid suaminya. Sebab bukti rekaman suara itu, kini berada di tangan mereka berdua.


"Oke mah,'' balasnya.

__ADS_1


"Kita harus menguras harta papa tirimu, sebelum mama bercerai dengannya," ujar Linda.


"Iya mah. Aku sudah tidak sabar menunggu sampai..."


"Sampai kapan kalian berdua terus bersandiwara di depanku." Rasyid segera memotong ucapan Chelsea yang belum selesai berbicara.


"Pa... pa." Chelsea dan Linda kaget melihat Rasyid dan Reza serta Nayla sudah bangun dari pengaruh obat tidur, yang mereka berdua taruh di dalam minuman.


"Kamu masukin obatnya sedikit ya?" tanya Linda berbisik di telinga Chelsea.


Chelsea menjawab pertanyaan dari Linda, dengan cara menggelengkan kepalanya.


"Huuuh sial, lagi-lagi rencanaku dan Chelsea gagal," gerutu kesal Linda di dalam hatinya.


"Kenapa kalian berdua diam saja! Aku benar-benar kecewa dan tidak bisa memaafkan kalian berdua," ucap Rasyid yang marah kepada Linda dan Chelsea.


Nayla yang melihat kebingungan di wajah Chelsea dan Linda tersenyum senang. Nayla memutuskan pergi menghampiri Chelsea dan Linda.


"Pasti kalian berdua pikir. Kami bertiga tertidur pulas, dan meminum obat tidur di dalam minuman yang kalian berdua bawa. Apakah benar begitu?" Nayla bertanya kepada Chelsea dan Linda. Saat ia sudah berada di dekat mereka berdua.


_____


Saat Chelsea dan Linda pergi ke dapur, tanpa mereka berdua sadari. Nayla diam-diam pergi mengikuti mereka berdua yang akan pergi ke dapur. Sehingga Nayla bisa mengetahui rencana Chelsea, yang akan menaruh obat tidur ke dalam minuman yang akan di berikan kepada mereka bertiga.


"Dasar dua wanita berkepala ular, aku tidak akan membiarkan rencana kalian berdua berjalan dengan lancar," batin Nayla. Ia yang sudah mengetahui rencana Chelsea dan Linda mamanya, segera pergi menghampiri Reza dan papanya yang sedang duduk di ruang tamu.


Nayla pun segera menceritakan semua itu pada Reza, dengan cara mengirimkan pesan pada Reza. Agar pembicaraan mereka berdua tidak terdengar oleh Chelsea dan Linda, yang berada di dapur.


Reza pun melakukan hal yang sama dengan Nayla, ia segera mengirimkan pesan dari Nayla kepada papanya. Sebelum Chelsea dan Linda keluar dari dapur.


Rasyid yang mendapatkan kiriman pesan dari Reza anaknya, menatap bingung kepada Reza dan Nayla.


[Ikuti saja permainan ini pah, jika papa ingin mengetahui kebenarannya.]

__ADS_1


Reza segera mengirimkan pesan itu kepada papanya. Saat Chelsea dan Linda sedang berjalan kaki menuju ruang tamu, ia tidak mau membuat Chelsea dan Linda menjadi curiga. Jika melihat dirinya berbisik dengan papanya.


Itulah sebabnya, mereka bertiga tidak terjebak dalam rencana Chelsea dan Linda.


__________


Degh! Detak jantung Chelsea berdetak kencang. Saat Nayla mengatakan itu semuanya, ia tidak menyangka sama sekali. Kalau Nayla akan mengetahui rencananya, dan ternyata mereka bertiga tadi itu hanya pura-pura tidur.


"Aku sudah muak dengan sikapmu mah, kamu dari dulu tidak pernah berubah. Hanya harta saja dalam pikiranmu itu, mulai sekarang ini. Aku menjatuhkan talak kepadamu, dan aku akan mengurus gugatan perceraian denganmu," ucap Rasyid yang menceraikan Linda.


"Pah, mama minta maaf. Jangan ceraikan mama, pah." Linda bersimpuh di kaki Rasyid, dan memohon pada Rasyid. Agar tidak menceraikannya.


"Sudah terlambat." Rasyid mendorong Linda yang memohon kepadanya.


"Kamu tidak perlu mengambil barang-barang, dan juga bajumu yang ada di Jakarta. Aku akan menyuruh orang untuk mengemasi semua itu, dan mengirimkan itu semua ke rumah ini," lanjut Rasyid sambil melangkah pergi meninggalkan rumah Chelsea.


"Pah, papa..." Linda berteriak memanggil suaminya, dan ia pun berusaha mengejar suaminya yang akan pergi dari rumah ini.


Saat Linda akan pergi menghampiri Rasyid, dua orang suruhannya Reza menghadang Linda.


"Minggir kalian berdua, jangan halangi aku! Kalian berdua itu sudah menipu ku." Linda berusaha memberontak dari dua orang suruhannya, yang sudah menghalangi dan menipu dirinya.


"Bawa wanita itu masuk ke dalam." Reza memerintahkan kepada dua orang suruhannya. Untuk membawa Linda masuk ke dalam rumah.


Mereka berdua pun menuruti perintah dari Reza, dan melemparkan Linda ke arah Chelsea. Saat mereka berdua sudah membawa Linda masuk ke dalam rumah.


"Mama," lirih Chelsea yang bersedih melihat mamanya di perlakukan seperti itu, dan segera memeluk mamanya.


"Kalian berdua itu seorang ibu dan anak yang bernasib sama. Karena di hari yang sama, kalian berdua sama-sama di ceraikan oleh suami kalian berdua," ucap Reza tersenyum senang melihat Chelsea dan Linda menjadi janda.


"Ayo sayang, kita pergi tinggalkan mereka berdua," ajak Reza pada Nayla.


"Sebentar dulu Mas. Sebelum kita pergi dari sini, aku mau berbicara dengan mereka berdua terlebih dahulu," sahut Nayla yang meminta ijin pada Reza. Untuk berbicara dengan Chelsea dan Linda. Reza pun mengagukkan kepalanya, pertanda ia mengijinkan Nayla yang mau berbicara dengan Chelsea dan Linda.

__ADS_1


"Mau apa kamu berbicara denganku? Mau mentertawakan aku dan ibuku?" tanya Chelsea pada Nayla. Saat Nayla datang menghampiri Chelsea dan Linda.


"Ingat dan dengarkan baik-baik ucapanku ini, tidak ada kebahagiaan bagi orang yang merebut kebahagiaan orang lain," ucap Nayla pada Chelsea dan Linda. Setelah mengatakan itu, Nayla dan Reza serta dua orang suruhannya Reza pergi dari rumah Chelsea.


__ADS_2