Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 98 Penyesalan yang terlambat


__ADS_3

Chelsea langsung segera pergi menghampiri Ervan, yang sedang menerima panggilan telepon.


"Mas sudah belum teleponnya?" tanya Chelsea.


"Sebentar lagi, yah." Ervan menjawab pertanyaan dari Chelsea, sambil menutup telepon miliknya dengan menggunakan tangannya. Lalu Ervan segera pergi menjauh dari Chelsea. Karena ia masih ingin berbicara dengan orang yang menghubunginya, tanpa Chelsea mendengar pembicaraannya.


"Kenapa berbicara di teleponnya harus jauh-jauh dariku sih. Padahal aku ini calon istrinya," gerutu Chelsea yang tidak terima di perlakukan seperti itu oleh Ervan, dan membuat ia semakin kesal dengan sikap Ervan yang menerima panggilan telepon sambil menjauhinya.


Samara dan Rayanza yang melihat Chelsea di perlakukan seperti itu, mereka berdua tersenyum senang.


"Ha-ha-ha, kasihan di cuekin sama calon suaminya," ucap Samara yang tertawa melihat Chelsea di perlakukan seperti itu oleh Ervan.


"Iya yah, kasihan sekali. Tapi aku tidak akan melakukan seperti itu kepadamu," timpal Rayanza sambil menatap wajah cantik Samara.


"Aaah masa sih?" Samara pun ikut menatap wajah tampan Rayanza, sambil tersenyum manis.


"Iya dong, mendapatkan kamu saja susah. Perjuangannya sampai bertahun-tahun, baru bisa aku dapatkan. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini, aku akan berusaha membuat kamu dan anak-anak bahagia," sahut Rayanza sambil memegang tangannya Samara.


''Yuk kita masuk ke dalam," sambung Rayanza yang mengajak Samara masuk ke dalam butik Ladyna Wedding organizer.


"Iya Ray," balasnya.


Samara dan Rayanza pun segera masuk ke dalam butik Ladyna Wedding organizer, untuk melakukan fitting baju pengantin. Karena tidak lama lagi, mereka berdua akan melangsungkan pernikahan.


Sementara itu.


Chelsea masih berdiam diri menunggu Ervan, yang belum selesai berbicara dengan orang yang menghubunginya. Selama menunggu Ervan selesai berbicara di telepon, ia pun memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Linda mamanya.


"Sebaiknya aku memberitahukan pada mama, tentang pertemuanku dengan Samara dan Rayanza serta ketiga anaknya melalui pesan saja," lirihnya yang segera mengetik pesan pada Linda.


[Mah, tadi itu aku bertemu dengan Samara dan Rayanza serta ketiga anaknya di sekolah Vina. Aku takut mereka semua memberitahukan tentangku pada Ervan dan putrinya. Bagaimana ini mah?]


Linda yang berada di dalam rumah sambil memainkan handphonenya, ia menerima notifikasi pesan dari Chelsea. Linda pun segera membaca pesan dari Chelsea, dan setelah selesai membacanya. Linda segera mengetik balasan pesan pada Chelsea.


[Sudah kamu jangan takut dan khawatir seperti itu, mama akan mengatasi itu semuanya. Mama akan pastikan! Kalau kamu dan Ervan pasti akan menikah,]


Saat Chelsea mau membalas pesan dari Linda. Ervan datang menghampiri Chelsea, yang sedang menunggunya. Sehingga membuat Chelsea tidak jadi mengirim balasan pesan pada Linda.

__ADS_1


"Lagi bicara dengan siapa sih, Mas? Kok lama sekali," tanya Chelsea. Saat Ervan sudah berada di dekatnya.


"Mas lagi bicara dengan rekan bisnis, yuk kita masuk ke dalam butik," jawab Ervan yang langsung mengajak Chelsea masuk ke dalam butik Ladyna Wedding organizer.


"Kita cari butik yang lain saja, Mas. Jangan di butik ini," sahut Chelsea yang tidak mau melakukan fitting baju pengantin di butik Ladyna Wedding organizer.


"Kenapa? Bukannya kamu yang ingin memakai gaun pengantin rancangan desainer Dina, yang memiliki cabang butik di seluruh Indonesia. Tapi kenapa sekarang kamu jadi berubah pikiran?" tanya Ervan sambil mengkerutkan keningnya.


"Iya sih, Mas. Tapi aku mau lihat-lihat di butik yang lain dulu, siapa tahu di butik yang lain rancangan gaun pengantinnya lebih bagus." Chelsea tetap dengan pendiriannya, yang tidak mau masuk ke dalam butik Ladyna Wedding organizer. Karena ia malas bertemu dengan Samara dan Rayanza, yang sudah masuk ke dalam butik Ladyna Wedding organizer.


"Ya sudahlah terserah kamu saja," timpal Ervan yang mengikuti kemauan Chelsea.


Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan butik Ladyna Wedding organizer, dan memutuskan mencari baju pengantin di tempat yang lain.


___________


Di dalam penjara.


Arsyaka sedang menyesali perbuatannya, yang mau menuruti kemauan Retno ibunya. Saat Arsyaka dan Retno tidak sengaja bertemu dengan Reno dan Tiya, ketika mereka berdua sedang mencari sebuah kontrakan rumah. Untuk tempat tinggal mereka berdua, selama tinggal di kota Surabaya.


"Seharusnya aku jangan menuruti kemauan ibu, yang menyuruhku bekerja sama dengan Reno dan Tiya. Jadi aku dan ibu tidak sampai di penjara seperti ini, meski tidak aku pungkiri. Kalau aku memang menginginkan Samara dan anak-anak kembali padaku, tapi aku tidak mau sampai di penjara seperti ini," lirihnya yang menyesali perbuatannya.


---------


Saat Arsyaka menarik tangan Retno. Untuk pergi menjauh dari Anton dan Santi, yang tidak sengaja bertemu dengan mereka berdua.


Tiba-tiba saja, ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan Arsyaka dan Retno. Orang itu langsung keluar dari dalam mobilnya, dan pergi menghampiri mereka berdua.


"Senang sekali bisa bertemu dengan kalian berdua," ucapnya sambil tersenyum senang.


"Siapa kamu?" tanya Retno yang tidak mengenal dengan orang yang berada di hadapannya.


"Perkenalkan namaku Tiya Maharani, dan ini papaku Reno. Aku mau mengajak kalian berdua bekerja sama denganku," jawabnya langsung pada inti tujuannya, yang ingin mengajak Arsyaka dan Retno bekerja sama.


"Ma... maksudnya bagaimana?" tanya Arsyaka yang tidak mengerti dengan tujuan Tiya, yang datang-datang langsung mengajaknya bekerja sama.


"Sebaiknya kalian berdua masuk ke dalam mobil, nanti aku akan menjelaskan semua tugas yang harus di lakukan oleh kalian berdua." Reno langsung menyuruh Arsyaka dan Retno masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Retno dan Arsyaka saling lirik, sebelum mereka berdua memutuskan masuk ke dalam mobil Tiya dan Reno.


"Kalian berdua cepat masuk ke dalam mobil. Aku ini mau memberikan kerja sama yang pastinya! Akan menguntungkan bagi kalian berdua dan juga diriku," ujar Tiya yang menyuruh Arsyaka dan Retno masuk ke dalam mobilnya.


"Ayo kita masuk saja, ibu sudah pegal nih. Dari tadi kita berdua berjalan kaki mencari kontrakan, yang sampai sekarang ini belum dapat. Untuk masalah kerja sama yang akan mereka berikan, itu urusan belakangan." Retno mengajak Arsyaka yang masih ragu. Untuk masuk ke dalam mobil Reno dan Tiya.


"Iya Bu," balasnya yang menerima ajakan ibunya, yang menyuruhnya masuk ke dalam mobil Reno dan Tiya.


Di dalam mobil.


Reno dan Tiya segera menjelaskan inti tujuannya pada Arsyaka dan Retno.


"Aku memang merindukan ketiga anakku, tapi aku tidak mau melakukan itu," ucap Arsyaka yang menolak tujuan Tiya dan Reno, yang menyuruh Arsyaka. Untuk menculik ketiga anaknya.


"Kalau kamu mau membantuku. Aku akan memberikan mobil, rumah dan juga uang untukmu. Dan aku akan memastikan! Kalau kamu bisa rujuk dengan Samara lagi. Bagaimana? Apa kamu masih menolak kerja sama ini?"


Retno yang mendengar ucapan Tiya, membuat ia tergiur dengan tawaran yang di berikan oleh Tiya.


"Arsyaka, sebaiknya kamu terima saja tawarannya. Jadi kamu tidak perlu susah-susah mencari pekerjaan di kota ini. Apalagi tawaran sangat lumayan sekali, kita bisa mempunyai mobil dan tempat tinggal di sini. Kamu juga bisa berkumpul dengan Samara dan ketiga anakmu," bisik Retno di telinga Arsyaka, yang berusaha membujuk Arsyaka. Untuk menerima tawaran dari Tiya dan Reno.


"Tapi Bu..."


"Aku dan anakku akan menerima tawaran dari kalian berdua," sahut Retno yang memotong ucapan Arsyaka, dan langsung memberitahukan kepada Tiya dan Reno. Kalau ia menerima tawaran dari mereka berdua, meski Arsyaka belum memutuskannya.


"Good job, sekarang ini. Kita pergi ke sekolah anakmu..."


"Tapi aku tidak tahu tempat sekolah ketiga anakku. Karena aku belum lama tinggal di kota ini," jawab Arsyaka yang memotong ucapan Tiya.


"Aku tidak menanyakan itu padamu. Karena aku sudah mengetahuinya, kamu dan ibumu hanya perlu mengikuti semua perintah dariku saja. Dan aku ingatkan pada kalian berdua! Untuk memanggilku dan papaku dengan sebutan bos mengerti?" timpal Tiya.


"I... iya mengerti bos," balasnya.


Flashback off.


--------------


Arsyaka yang sedang merenungi nasibnya, yang sekarang ini tinggal di penjara. Tiba-tiba saja datang petugas kepolisian, yang memanggilnya.

__ADS_1


"Saudara Arsyaka Yudha Pratama, ada orang yang mau menjengukmu," ucap pak polisi sambil membukakan pintu penjara, dan mengajak Arsyaka keluar dari dalam penjara. Untuk bertemu dengan orang yang mau menjenguknya.


Arsyaka kaget melihat kedatangan orang yang menjenguknya.


__ADS_2