
"Mama tidak perlu menunggu sampai besok atau nanti. Jika mama mau bercerai dengan papaku," ucap Reza sekali lagi. Reza adalah anaknya Rasyid, sebelum Rasyid menikah dengan Linda.
Chelsea dan Linda kaget melihat kedatangan Reza, yang datang bersama Nayla. Sehingga membuat Linda tidak melanjutkan ucapannya, yang belum selesai berbicara.
"Kenapa mama dan Chelsea sekarang diam? Bukannya tadi kalian berdua sedang tertawa bahagia, aku mendengar suara tertawa kalian berdua di luar rumah. Bahkan... aku juga mendengar tentang rencana kalian berdua yang mau merebut perusahaan milik papaku," lanjut Reza sambil tersenyum miring ke arah Chelsea dan Linda mama tirinya.
"Mah, gawat ini mah. Kak Reza mengetahui rencana kita," bisik Chelsea di telinga Linda yang ketakutan. Karena Reza mengetahui rencana mereka berdua, yang ingin merebut perusahaan milik Rasyid.
"Kamu tenang saja, ini semuanya bisa mama atasi,'' balas Linda yang menimpali ucapan Chelsea.
Linda berusaha menenangkan hatinya, ia akan menghadapi anak tirinya.
"Ka... kamu kenapa bisa berada di dalam rumah ini?" tanya Linda pada Reza dengan suara gugup. Karena ia tidak mengetahui kedatangan Reza ke kota Surabaya.
"Memangnya aku tidak boleh berada di rumah milik...
"Apa tujuanmu datang ke sini?" Linda segera menyela ucapan Reza. Karena ia ingin mengetahui tujuan Reza dan Nayla yang datang ke rumah Chelsea.
"Sabar dong, mah. Jangan marah-marah begitu, nanti keriput di wajah mama makin banyak dan papa..."
"Mau apa kamu datang ke sini?" Linda yang mulai tersulut emosi kembali bertanya dan menyela ucapan Reza sekali lagi.
"Aku datang ke sini mau memperkenalkan Nayla sebagai calon istriku pada mama dan Chelsea," jawab Reza sambil merangkul Nayla, dan memperkenalkan Nayla pada Chelsea dan Linda sebagai calon istrinya.
Nayla pun mengarahkan tangannya, ke arah Linda dan Chelsea sambil tersenyum manis.
"Aku dan mamaku sudah mengenalmu." Chelsea menepis tangan Nayla, dan Linda pun melakukan hal yang sama seperti Chelsea. Mereka berdua sama-sama tidak menerima uluran tangan dari Nayla.
"Oh iya, yah. Ternyata kita itu sudah kenal, kalau tidak salah! Kamu itu bukannya seorang wanita, yang merebut suami sahabatku," balas Nayla dengan senyuman mengejek ke arah Chelsea.
"Jaga mulutmu itu," ucap Linda yang membela anaknya, dan ia segera melayangkan tangannya ke arah Nayla.
__ADS_1
"Jangan coba-coba menampar pipi calon istriku, mah. Kalau mama dan Chelsea berani menampar pipinya, aku tidak akan segan-segan menyakiti kalian berdua." Reza berhasil menangkap tangan Linda, yang ingin menampar pipi Nayla. Reza pun menggenggam tangan Linda dengan kuat dan penuh emosi, sebelum ia melepaskan tangan Linda dengan cara kasar.
"Aawww, beraninya kau menyakiti tanganku," geram Linda kepada Reza anak tirinya. Karena pergelangan tangannya terasa sangat sakit sekali, saat Reza menggenggam tangannya sangat kuat dan melepaskannya dengan kasar.
"Kamu baru merasakan tangan yang sakit. Bagaimana... kalau aku mengatakan rencana kalian berdua kepada papaku, apa yang akan kalian berdua rasakan?" sahut Reza sambil menyunggingkan senyuman mengejek pada Linda dan Chelsea. Karena ia mengetahui rencana mereka berdua.
"Kamu hanya mendengar ucapanku dengan Chelsea, tapi kamu tidak mempunyai bukti. Mana mungkin papamu akan percaya dengan ucapanmu saja," balas Linda yang tidak mau kalah dengan Reza anak tirinya. Meski sekarang ini, Reza sudah mengetahui tentang rencana mereka berdua.
"Hey kalian berdua, jangan diam saja di situ." Linda memanggil dua orang suruhannya. Untuk membantunya dalam menghadapi Reza anak tirinya.
Kedua orang suruhannya Linda, segera datang menghampiri Linda dan Chelsea.
"Tutup mulutmu itu. Jangan sampai papamu mengetahui rencanaku, jika kamu dan wanita itu mau selamat." Linda melipatkan kedua tangannya di atas dadanya, ia tersenyum senang bisa mengancam Reza yang datang bersama Nayla.
"Mama mau mengancam ku!" ucap Reza menatap tajam ke arah Linda.
"Sepertinya bukan mengancam sih, tapi itu adalah pilihanmu. Karena aku tidak akan membiarkan kamu, menggagalkan rencanaku lagi," sahut Linda.
"Ini bos," salah satu dari orang suruhannya Reza memberikan rekaman percakapan antara Linda dan Chelsea kepada Reza.
"Ka... kalian berdua, ke... kenapa..."
"Mereka berdua itu adalah orang suruhan ku." Reza dengan cepat memotong ucapan Linda yang belum selesai berbicara.
"Tadinya aku kira, kalian berdua itu akan menjadi bagian keluargaku. Tapi aku rasa... itu semuanya tidak mungkin terjadi, jika papanya Reza mengetahui kebusukan kalian berdua." Nayla yang dari tadi hanya diam saja, ia pun akhirnya ikut berbicara sambil tersenyum manis.
"Aku juga tidak Sudi memiliki keluarga seperti kalian berdua," timpal Chelsea dengan cepat.
"Ada apa ini?" tanya Rasyid yang baru saja masuk ke dalam rumah Chelsea, dan ia mendengar suara keributan di dalam rumah.
"Pa... papa," lirih Linda dan Chelsea secara bersamaan. Karena mereka berdua melihat kedatangan Rasyid yang datang ke rumah Chelsea.
__ADS_1
"Jangan sampai Reza memberikan rekaman percakapanku dengan Chelsea kepada papanya," batin Linda yang mulai ketakutan dan panik. Karena Rasyid suaminya datang ke rumah Chelsea.
"Mama dan Chelsea tidak mau berkenalan dengan Nayla calon istriku pah," jawab Reza.
"Bu... bukan tidak mau berkenalan pah, tapi aku dan mama sudah mengenal calon istri kak Reza," sahut Chelsea dengan suara gugup.
"Oh baguslah kalau kalian berdua sudah mengenal calon istri Reza, ini suami dan ibu mertuamu ke mana?" tanya Rasyid lagi kepada Chelsea. Karena ia tidak melihat keberadaan Arsyaka dan Retno ibunya.
"Suami dan ibu mertuaku lagi pergi ke luar rumah pah," jawab Chelsea yang tidak mengatakan dengan jujur. Bahwa Arsyaka dan Retno ibunya sudah di usir oleh Chelsea dan Linda, bahkan Chelsea sekarang ini sudah di talak oleh Arsyaka dan sudah menjadi seorang janda.
"Papa kok telat sih datangnya?" tanya Reza yang mengalihkan pertanyaan papanya, yang menanyakan keberadaan Arsyaka dan ibunya.
"Tadi di bandara Juanda. Papa bertemu dengan rekan bisnis papa, dan mengobrol sebentar. Makanya papa datang terlambat ke sini, dua lelaki itu siapa?" jawab Rasyid sambil bertanya balik pada mereka semua. Karena ia melihat ada dua orang lelaki, yang berada di dalam rumah Chelsea.
"Aku tidak tahu pah, soalnya pas aku masuk ke dalam rumah ini. Aku hanya melihat mama dan Chelsea serta dua lelaki itu, benarkan sayang." Reza melirik ke arah Nayla, dan meminta Nayla menjawab pertanyaannya.
"Iya benar," timpal Nayla.
"Saya datang ke sini di suruh oleh ibu Linda, untuk menemani mereka berdua di sini. Setelah kepergian suaminya Chelsea dan ibu mertuanya," sahut salah satu dari dua orang suruhannya Reza.
"Kalian berdua itu, aku suruh jaga rumah ini di luar. Sudah sana pergi ke luar." Retno mengusir dua orang itu. Kedua orang itu pun langsung pergi ke luar rumah.
"Pah, ayo istirahat dulu di dalam kamar. Pasti papa capek kan," ajak Linda pada suaminya. Agar suaminya tidak mendengarkan rekaman suara pembicaraan antara dirinya dengan Chelsea, yang sekarang ini rekamannya sudah berada di tangan Reza.
"Papa tidak capek mah." Rasyid menolak ajakan dari istrinya, yang menyuruhnya beristirahat di dalam kamar.
"Tolong bawakan minuman ke sini, ada tamu bukannya di kasih minum dan di persilahkan duduk, ini malah pada berdiri saja di sini," lanjut Rasyid yang menyuruh Linda. Untuk mengambil minuman di dapur.
Linda pun menarik tangan Chelsea, mengajaknya pergi ke dapur.
"Bagaimana ini mah, aku takut kak Reza menceritakan tentang rencana kita pada papa. Apalagi sekarang ini kak Reza memiliki rekaman suara kita," bisik Chelsea pada Linda. Saat mereka berdua akan pergi ke dapur.
__ADS_1