Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 102 Bersembunyi


__ADS_3

"Kamu kenapa Ray?" tanya Samara yang heran dengan perubahan sikap Rayanza, yang datang menarik tangannya, dan menjauh dari tempat duduknya Ervan dan kedua orang tuanya.


Rayanza tetep diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Samara.


"Apa jangan-jangan! Rayanza sedang cemburu. Karena dia melihat Ervan tersenyum padaku?" batin Samara yang bermonolog pada dirinya sendiri, tanpa bertanya pada Rayanza lagi.


Sedangkan Reza dan Nayla saling lirik dan segera mengikuti Samara dan Rayanza, yang sudah lebih dulu pergi meninggalkan Ervan dan kedua orang tuanya. Setelah Samara berpamitan dengan Ervan dan kedua orang tuanya.


Rayanza menarik tangannya Samara menuju tempat duduk ketiga anaknya, yang sedang makan bersama Vina.


"Sayang, sudah selesai makannya belum?" tanya Rayanza pada ketiga anaknya Samara.


"Alhamdulillah sudah pah," sahut ketiga anaknya Samara sambil tersenyum.


"Kalau sudah selesai, yuk kita pulang." Rayanza langsung mengajak ketiga anaknya Samara pulang.


"Kalian mau langsung pulang?" tanya Nayla. Ketika ia dan Reza sudah berada di tempat meja makan ketiga anaknya Samara.


"Iya Nay. Soalnya ada orang yang lagi cemburu," ucap Samara pelan sambil melirik ke arah Rayanza, yang tengah terbakar api cemburu melihat Ervan tersenyum pada Samara.


"Oh pantas saja tadi langsung pergi, ternyata ada yang..."


"Vina... sini," teriak Ervan yang memanggil nama Vina sambil melambaikan tangannya. Sehingga ucapan Nayla terhenti. Karena suara teriakan dari Ervan.


"Aku ke sana dulu, yah. Bye," ucap Vina yang berpamitan pergi pada ketiga anaknya Samara.


"Iya, nanti kita makan dan main bersama lagi yah," timpal Kirana sambil tersenyum senang. Karena mereka bisa akrab lagi dengan Vina.


"Iya," balasnya singkat. Vina pun segera melangkahkan kakinya, untuk pergi menghampiri papa dan kakek serta neneknya.


Setelah kepergian Vina, Rayanza mengajak pulang Samara dan ketiga anaknya pergi dari restoran.


"Anak-anak yuk kita pulang sekarang."


"Iya pah," sahutnya.


Akan tetapi, ketika Rayanza mengajak pulang Samara dan ketiga anaknya. Samara tidak langsung ikut pergi meninggalkan restoran, ia dan Nayla malah tengah berbicara sambil berbisik pelan.


"Aku merasa lucu, melihat sikap Rayanza yang sedang cemburu," bisik Nayla di telinga Samara sambil menutup mulutnya. Untuk menutupi dirinya yang tengah mentertawakan sikap Rayanza.

__ADS_1


"Iya Nay, aku juga. Hehe..." timpal Samara yang juga ikut tertawa.


"Aku tidak menyangka. Kalau Rayanza sudah dari dulu mencintaiku, Nay." Samara menceritakan sedikit pada Nayla, tentang Rayanza yang mencintainya sejak jaman kuliah.


"Untuk masalah itu, sebenarnya dari dulu aku sudah bisa menebak sih. Kalau Rayanza itu mencintai kamu, Ra. Hanya saja saat itu, posisinya kamu dan Arsyaka sudah berpacaran dan akan segera menikah.Tapi aku lebih tidak menyangka lagi, kalau sebentar lagi kamu dan Rayanza akan menikah," ucap Nayla yang sudah mengetahui perasaan cinta Rayanza terhadap Samara dari dulu.


Samara yang mendengar ucapan Nayla, seketika itu ia jadi teringat dengan kejadian semasa mereka kuliah. Karena saat itu, Nayla mencintai Rayanza.


"Nay, maaf yah. Bukannya dulu itu kamu juga mencintai Rayanza, tapi..."


"Itukan dulu Ra, sekarang ini aku sudah menemukan kebahagiaanku bersama Reza. Kamu juga pantas bahagia, setelah apa yang kamu lewati. Doakan aku, yah. Agar aku bisa segera menyusul kamu dan Rayanza." Nayla segera menyela ucapan Samara, yang meminta maaf kepadanya sambil merangkul tangan Reza.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Reza yang kaget dengan Nayla, yang tiba-tiba merangkul tangannya.


"Aku senang melihat Samara dan Rayanza akan segera menikah, dan aku juga tidak sabar ingin segera menikah denganmu," jawab Nayla sambil tersenyum manis pada Reza.


"Sabar ya sayang, kita doakan papa. Agar cepat sembuh, dan kita bisa melanjutkan kembali pernikahan yang sempat tertunda," sahut Reza yang memberi pengertian pada Nayla.


"Samara..." Rayanza memanggil Samara. Karena Samara tidak keluar dari dalam restoran, dan ia segera mendekati Samara yang sedang bersama Nayla dan Reza.


"Ayo kita pulang," sambung Rayanza yang kembali mengajak Samara pergi dari restoran.


"Iya hati-hati di jalannya," balasnya.


"Bunda ayo kita pulang," ucap Arsya yang menarik tangan Samara.


"Iya sayang," sahut Samara.


Saat Samara dan ketiga anaknya sudah lebih dulu keluar dari dalam restoran. Nayla segera mendekati Rayanza, yang akan menyusul Samara dan ketiga anaknya yang mau keluar dari restoran.


"Kamu sebentar lagi akan menikah dengan Samara. Jadi tidak usah cemburu begitu, Ray."


"Wajarlah, kalau aku cemburu. Karena aku yakin sekali, kalau Ervan itu masih ada rasa dengan Samara. Apalagi sekarang ini, dia dan Chelsea tidak jadi menikah." Rayanza pun menjelaskan tentang alasan kecemburuannya kepada Nayla.


"Iya, iya... aku mengerti dengan kecemburuanmu itu, Ray. Aku cuman mau minta tolong sama kamu, untuk menjaga Samara dan ketiga anaknya. Jangan sakiti mereka seperti Arsyaka,'' ujar Nayla.


"Iya, aku tidak akan menyakitinya. Dan aku akan berusaha membahagiakan Samara dan ketiga anaknya, aku pamit pulang duluan." Rayanza berpamitan pada Nayla dan Reza, dan ia segera menyusul Samara dan ketiga anaknya yang sudah keluar dari restoran.


________

__ADS_1


Sementara itu.


Chelsea dan Linda yang sudah mengetahui tentang dirinya yang sudah menjadi buronan polisi, mereka berdua tengah bersembunyi. Agar mereka berdua tidak tertangkap oleh polisi, yang sedang mencari keberadaan mereka berdua.


"Aduh mah, ini tempatnya kotor sekali sih. Aku mana betah tinggal di sini," ucap Chelsea yang berkeluh kesah dengan keadaan tempat tinggalnya sekarang ini.


"Tempat ini masih lebih baik, dari pada kita harus masuk ke dalam penjara. Emangnya kamu mau tinggal di penjara?" tanya Linda yang kesal mendengar keluhan Chelsea.


"Ya jelas tidak mau lah, Mah."


"Kalau begitu, kamu diam dan jangan terus mengeluh. Kita harus tetap bersembunyi di sini, kalau tidak mau tertangkap oleh polisi," jelas Linda.


"Iya mah," balasnya pasrah dengan keadaannya ini.


Beberapa Minggu kemudian.


Chelsea dan Linda sudah mulai kehabisan persediaan makanan, mereka berdua pun terpaksa harus keluar dari tempat persembunyiannya. Untuk mencari makanan dan juga pekerjaan.


"Ini kita tidak apa-apa, mah? Kalau kita keluar dari sini? Aku takut tertangkap oleh polisi," tanya Chelsea pada Linda mamanya, yang mengajaknya pergi dari tempat persembunyiannya.


"Iya tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir. Asalkan kamu menutupi wajahmu dengan masker dan memakai kacamata, pasti tidak ada orang yang mengenali kita," jawab Linda menjelaskan pada Chelsea putrinya.


"Iya mah," sahutnya yang segera memakai masker dan kacamata.


"Kita tidak ada pilihan lain selain keluar dari sini. Karena persediaan makanan sudah mulai habis, uang yang ada juga sudah mulai menipis, dan kita tidak mungkin mengandalkan uang ini terus. Sepertinya kita harus mencari pekerjaan," ujar Linda.


"Tapi mah, bagaimana kalau kita ketahuan..."


"Kamu ikuti saja perintah mama," jelasnya yang segera menyela ucapan Chelsea, dan langsung mengajak Chelsea keluar dari tempat persembunyiannya.


Saat mereka berdua sudah keluar dari tempat persembunyiannya, mereka berdua segera mencari makanan terlebih dahulu. Sebelum mencari pekerjaan.


"Mah, di sana ada orang yang sedang bagi-bagi makanan," tunjuk Chelsea ke arah kerumunan orang-orang yang sedang menerima makanan.


"Yuk kita juga pergi ke sana," sambungnya yang mengajak mamanya pergi ke tempat pembagian makanan.


"Ya sudah, ayo kita pergi ke sana." Linda pun setuju dengan ajakan Chelsea, dan mereka berdua segera ikut mengantri. Untuk mendapatkan makanan.


Saat Chelsea dan Linda mendapatkan makanan, ia melihat sebuah kartu undangan yang berada di atas box makanan.

__ADS_1


"Ini undangan pernikahan Samara dan Rayanza, yang akan di adakan besok," lirih Chelsea yang membaca kartu undangan pernikahan Samara dan Rayanza, yang tertera di atas box makanannya. Karena Samara dan Rayanza menyuruh orang, untuk membagikan makanan yang masih ada di acara pengajian yang mereka adakan. Sebelum melangsungkan pernikahan, yang akan di adakan besok.


__ADS_2