Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 73 Pencarian


__ADS_3

Nayla yang melihat Samara bersedih, segera memeluk Samara dan berusaha menenangkan hati Samara yang bersedih. Karena Samara tidak mengetahui keberadaan ketiga anaknya, yang pulang dari sekolah tanpa ada yang menjemputnya. Sebab Rina adiknya Samara datang terlambat, di saat ia menjemput ketiga anaknya Samara.


"Sudah Ra, kamu jangan menangis terus. Aku akan membantumu mencari ketiga anakmu," ucap Nayla sambil menghapus air mata Samara.


"Ayo kita pergi sekarang saja, Nay. Aku khawatir dengan ketiga anakku. Soalnya mereka bertiga tidak biasanya, pulang dari sekolah tanpa ada yang menjemput. Aku hanya takut terjadi sesuatu pada ketiga anakku, Nay." Samara mengajak Nayla pergi mencari keberadaan ketiga anaknya.


"Sebelum kita pergi mencari anak-anakmu, kita pamit dulu pada Rayanza dan Reza. Biarkan mereka berdua melanjutkan meetingnya, sementara kita berdua pergi mencari ketiga anakmu," timpal Nayla yang menyarankan kepada Samara. Agar berpamitan terlebih dahulu kepada Reza dan Rayanza.


"Iya Nay," sahut Samara yang sependapat dengan saran dari Nayla.


Mereka berdua pun segera pergi menghampiri Rayanza, yang sedang meeting dengan Reza.


"Kamu sudah selesai berbicara dengan temanmu?" tanya Reza. Ketika ia melihat Nayla dan Samara, yang datang menghampirinya yang sedang meeting dengan Rayanza.


"Sebenarnya sih belum. Tapi aku dan Samara mau pamit pergi, untuk mencari keberadaan ketiga anaknya Samara yang belum pulang ke rumah,'' jawab Nayla yang berterus terang kepada Reza dan Rayanza. Agar mereka berdua bisa mengijinkan Samara dan Nayla, yang akan pergi mencari ketiga anaknya Samara.


"Anak kamu hilang, Ra?" Rayanza yang mendengar itu langsung menanyakan kebenarannya pada Samara.


"Iya Ray, tadi Rina adikku terlambat menjemput ketiga anakku. Dan aku mendapatkan informasi dari pak satpam di sekolah anakku, kalau mereka bertiga sudah pergi dari sekolah, tapi ketiga anakku belum pulang ke rumah. Aku..." Samara menghentikan ucapannya, ia tidak sanggup menceritakan semuanya pada Rayanza dan Reza. Karena Samara tidak bisa menahan air matanya lagi, yang keluar hingga membasahi pipinya. Samara mengkhawatirkan ketiga anaknya yang pergi entah ke mana, dan pergi bersama siapa?


Nayla kembali memeluk Samara, dan mencoba menenangkan hati Samara lagi. Yang tengah bersedih kehilangan ketiga anaknya.


"Ya sudah, kita semua pergi mencari anaknya Samara secara berpencar saja. Agar kita bisa dengan cepat menemukan keberadaan anaknya Samara yang..."


"Tapi kamu dan Rayanza lagi meeting, biarkan aku dan Samara saja yang pergi mencari anaknya Samara. Kamu dan Rayanza lanjutkan saja meetingnya." Nayla dengan cepat memotong ucapan Reza kekasihnya, yang ingin membantu Samara dalam mencari keberadaan ketiga anaknya.


"Sudah selesai kok, meetingnya," ucap Reza yang memberitahukan pada Nayla kekasihnya.

__ADS_1


"Meetingnya sudah selesai kok, Nay." Rayanza pun menimpali ucapan Reza. Karena acara meeting Rayanza dengan Reza sudah selesai. Di saat Nayla dan Samara datang menghampiri mereka berdua.


"Kalau memang sudah selesai, ayo kita pergi sekarang." Samara langsung mengajak Nayla dan Reza serta Rayanza, yang mau membantunya dalam mencari keberadaan ketiga anaknya.


Mereka semua segera pergi mencari keberadaan ketiga anaknya Samara, dengan cara berpencar. Agar memudahkan mereka semua, dalam mencari keberadaan ketiga anaknya Samara.


Di dalam mobil Rayanza.


Samara terus memperhatikan jalan, dan berharap ia bisa segera bertemu dengan ketiga anaknya.


"Semoga saja, ketiga anakku baik-baik saja," gumam Samara di dalam hatinya.


"Kita mau pergi ke mana dulu Ra?" tanya Rayanza sambil melirik ke arah Samara, yang fokus melihat ke arah jalan raya.


"Kita pergi ke rumah temannya anak-anakku, Ray. Mungkin mereka bertiga ada di sana,'' jawab Samara.


Rayanza menganggukkan kepalanya, dan fokus menyetir mobil sambil mencari keberadaan ketiga anaknya Samara.


"Halo Rin, anak-anak Mbak sudah pulang ke rumah?" tanya Samara yang langsung menanyakan tentang ketiga anaknya pada Rina.


"Be... belum kak," sahut Rina gugup.


Samara yang mendengar itu, membenturkan kepalanya ke belakang sandaran bangku mobil Rayanza.


"Ke mana kalian pergi?" batin Samara yang bingung dengan kepergian anaknya, yang pergi entah kemana.


"Ibu dan bapak juga sudah menanyakan kepada Iwan anak tetangga, yang bersekolah dengan anak Mbak. Katanya, anak-anak Mbak keluar bersamanya sampai gerbang sekolahan. Tapi setelah Iwan di jemput pulang oleh ibunya, ia melihat anak Mbak yang sedang duduk menungguku datang menjemputnya, dan Iwan juga melihat dari jarak jauh. Kalau anak-anak Mbak naik mobil seseorang yang berwarna merah,'' sambung Rina yang memberitahukan kepada Samara, tentang ketiga anaknya yang naik mobil seseorang yang datang menghampiri ketiga anaknya Samara.

__ADS_1


"Kata Iwan mobil siapa Rin?" tanya Samara lagi.


"Iwan juga tidak tahu Mbak, ia hanya mengatakan warna mobilnya saja. Iwan tidak bisa melihat jelas, orang yang mengajak ketiga anak Mbak. Sekarang Mbak lagi di mana?" jawab Rina sambil bertanya balik pada Samara.


"Mbak lagi di jalan, tadinya Mbak mau ke rumah Fajar temannya Candra. Siapa tahu ketiga anak Mbak ikut pulang bersamanya," tutur Samara yang berniat pergi ke rumah Fajar temannya Candra.


"Sebaiknya Mbak pergi ke sekolahan saja, Mbak. Pasti di sekolahan ada rekaman cctv, jadi kita bisa mengetahui siapa orang yang mengajak ketiga anak Mbak," ucap Rina yang menyuruh kakaknya. Agar Samara pergi ke sekolah ketiga anaknya.


"Kenapa tadi kamu langsung memberitahu Mbak? Seharusnya tadi kamu mengecek rekaman cctv, yang ada di sekolah terlebih dahulu. Sebelum memberi informasi kepada Mbak." Samara yang panik dan juga kesal langsung menyalahkan adiknya, yang langsung memberitahukan tentang ketiga anaknya yang sudah pulang dari sekolah. Tanpa mengecek rekaman cctv yang ada di sekolah.


"Maaf Mbak, soalnya aku baru ingat sekarang," balas Rina yang meminta maaf kepada kakaknya.


"Ya sudah, Mbak sekarang ini mau pergi ke sekolahan." Samara langsung mematikan panggilan telepon dari Rina adiknya.


"Kamu jangan memarihi adikmu, Ra. Pasti tadi Rina di sekolah panik, makanya ia langsung memberitahu kamu." Rayanza menasehati Samara, yang melampiaskan kekesalannya pada adiknya.


"Iya aku tahu, aku salah langsung marah kepada Rina. Nanti aku akan minta maaf kepadanya, tapi sekarang ini yang lebih penting! Kita harus segera pergi mengecek rekaman cctv yang ada di sekolah anakku." Samara menyuruh Rayanza mengantarkannya pergi ke sekolah anaknya. Untuk melihat rekaman cctv yang ada di sekitar sekolah.


"Iya Ra," sahut Rayanza.


Mereka berdua pun segera pergi menuju sekolah ketiga anaknya Samara.


Dan sesampainya di sana.


Samara dan Rayanza melihat gerbang pintu masuk sekolah yang sudah di tutup.


"Pintu gerbangnya sudah di tutup, dan satpam sekolah juga pasti sudah pulang ke rumahnya. Bagaimana ini, Ra?" tanya Rayanza pada Samara.

__ADS_1


"Aku akan menghubungi guru anakku, dan meminta nomor telepon satpam," jawab Samara yang segera mengambil handphone miliknya, yang ia taruh di dalam tas.


Samara yang sudah mengambil handphonenya, ia segera menghubungi guru anaknya. Untuk meminta nomor telepon satpam sekolah. Agar ia dan Rayanza bisa masuk ke dalam sekolah, dan bisa melihat rekaman cctv yang ada di sekitar sekolah.


__ADS_2