Khianat Cinta

Khianat Cinta
Bab 115 End


__ADS_3

Samara dan Rayanza yang sudah sampai di bandara Juanda Surabaya, mereka berdua segera pergi menghampiri ketiga anaknya, yang datang bersama kedua orang tua mereka berdua.


"Bunda, papa..." teriak ketiga anaknya Samara yang datang menghampirinya dan juga Rayanza.


"Sayang,'' ucap Samara sambil memeluk ketiga anaknya. Setelah itu barulah Samara bersalaman dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.


"Kamu Siska?" tanya Santi sambil menunjuk ke arah Siska yang akan bersalaman dengannya.


"Iya Bu," jawab Siska.


Kedua orang tuanya Samara yang mengenal Siska, mereka berdua saling lirik, dan kemudian mereka berdua menatap ke arah Samara dan Rayanza. Untuk meminta penjelasan kepada Samara dan Rayanza.


Di saat Samara dan Rayanza akan menjelaskan semuanya, pada kedua orang tua mereka berdua. Tiba-tiba saja Rahayu mamanya Rayanza langsung menanyakan tentang Siska, yang datang bersama Rayanza dan Samara.


"Kalian berdua datang bersama siapa?" tanya Rahayu pada Rayanza dan Samara. Karena Siska ikut bersalaman dengannya, saat Samara dan Rayanza bersalaman kepadanya.


"Ini adalah Siska, adiknya Arsyaka mah. Aku dan Samara tidak sengaja bertemu dengan Siska di Perancis." Rayanza menjawab pertanyaan dari mamanya, yang belum mengenal Siska.


"Oh jadi ini adiknya Arsyaka, mantan suaminya Samara," batin Rahayu yang baru bertemu dengan Siska.


"Apakah dia sudah mengetahui tentang ibu dan kakaknya yang masuk ke dalam penjara?" tanya Anton sambil menatap tidak suka pada Siska. Karena gara-gara perbuatan Retno dan Arsyaka, ia harus berpisah dengan ketiga cucunya yang di culik oleh Arsyaka dan Retno.


"Sudah pak, Samara dan Rayanza sudah memberitahukan kepada Siska. Sebelum kami bertiga pulang ke Indonesia," jawab Samara.


"Ma__maafkan perbuatan ibu dan kakakku pak, Bu." Siska meminta maaf pada kedua orang tuanya Samara, sambil berlinang air mata.


"Ayo kita pulang sekarang," ajak Anton yang tidak menanggapi ucapan Siska yang meminta maaf kepadanya.


"Iya pak, ayo Sis." Samara mengajak Siska. Untuk pulang bersamanya, sebelum mengantarkan Siska bertemu dengan Retno dan Arsyaka ke kantor polisi.


"Dia juga mau ikut pulang bersama kita?" tanya Anton lagi.


"Iya pak, Siska di sini tidak memiliki tempat tinggal. Apalagi kondisinya sedang hamil, ibu dan kakaknya di penjara," jawab Samara.


"Kapan kamu menikah? Tau-tau sudah hamil saja?" tanya Santi penasaran. Karena ia tidak mendengar kabar pernikahan Siska, dan baru bertemu dengan Siska yang sekarang ini sedang hamil.


"A__aku ..." Siska yang mau menjawab pertanyaan dari santi, menjadi malu dan ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kita membicarakannya di rumah saja Bu, yuk kita pulang," ucap Samara yang mengajak kedua orang tuanya dan mertuanya pulang ke rumah.


"Ijinkan saya menginap satu malam pak, Bu. Karena besok pagi saya akan pergi ke kantor polisi, selain menjenguk ibu dan kak Arsyaka. Saya juga akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya, yang dulu pernah berniat mencelakai kak Samara." Siska meminta ijin pada kedua orang tuanya Samara dan Rayanza. Agar mengijinkan dirinya menginap.


Kedua orang tuanya Samara dan Rayanza, yang belum mengetahui tentang perbuatan Siska mengkerutkan keningnya.


"Perbuatan apa yang kamu lakukan pada putriku?" tanya Anton penasaran. Karena Samara tidak pernah menceritakan kejadian dirinya, yang hampir di culik oleh Siska dan Glen serta teman-temannya.


"Nanti Samara dan Rayanza akan menceritakan semuanya di rumah, lebih baik sekarang ini kita semua pulang ke rumah terlebih dahulu," jawab Samara yang mengajak mereka semua, untuk pulang ke rumah.


Mereka semua pun setuju dengan ucapan Samara, yang mengajak mereka semua pulang ke rumah.


Dan sesampainya di rumah.


Samara pun mulai menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu, pada kedua orang tuanya dan juga mertuanya yang belum mengetahui perbuatan Siska dan Glen kekasihnya, yang berencana mencelakai Samara. Karena Siska ingin mengambil rumah warisan yang sudah menjadi hak milik Samara, dan Siska juga menginginkan tanah perkebunan menjadi milik keluarganya.


Samara juga memberitahukan tentang kondisi Siska yang hamil di luar nikah. Karena Siska dan Glen yang saat itu menjadi buronan polisi, melarikan diri ke negara Prancis.


"Untung Samara sudah bercerai dengan Arsyaka, dan sudah menikah dengan Rayanza. Karena keluargamu selalu menyakiti hati putriku," geram Anton yang baru mengetahui semuanya.


"Sudahlah pak, masalah yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting sekarang ini. Siska dan Arsyaka serta ibunya sudah menyadari akibat dari perbuatannya," sahut Samara yang menenangkan hati Anton bapaknya, yang geram dengan perbuatan Siska.


Mereka semua pun memaafkan Siska, dan mengijinkan Siska menginap di rumahnya.


____________


Keesokan paginya.


Samara dan Rayanza mengajak Siska pergi ke kantor polisi, untuk mempertemukan Siska dengan ibu dan kakaknya.


Saat Retno dan Arsyaka keluar dari dalam penjara, mereka berdua terharu melihat kedatangan Samara dan Rayanza yang menjenguknya sambil mengajak Siska.


"Siska ..." lirih Retno yang memanggil nama putrinya, yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Dan ia segera memeluk Siska putri bungsunya.


"Kemana saja kamu pergi? Dan bagaimana kabarmu?" sambung Retno yang bertanya pada Siska. Ketika ia sudah melepaskan pelukannya.


"Alhamdulillah kabarku baik-baik saja Bu, aku selama ini tinggal di negara Prancis bersama Glen," jawabnya.

__ADS_1


"Perut kamu seperti orang hamil saja. Apa jangan-jangan! Kamu hamil anaknya Glen?" tanya Arsyaka yang melihat perut Siska yang seperti orang hamil, dan ia langsung menuduh Glen yang telah menghamili adiknya.


"Iya kak. Aku memang sedang hamil anaknya Glen," sahutnya yang membenarkan pertanyaan Arsyaka. Meski dirinya sendiri belum yakin, anak yang berada di dalam kandungannya anak Glen.


Degh!


"Kamu hamil, Sis?" Retno kaget mendengar jawaban Siska, yang membenarkan dirinya yang tengah hamil oleh Glen.


"Iya Bu. Maafkan aku Bu, yang tidak bisa menjaga kesucianku." Siska bersimpuh di depan ibunya, yang baru mengetahui dirinya hamil di luar nikah.


"Aku telah gagal mendidik anak-anakku. Sehingga membuatku dan kedua anakku seperti ini, Tuhan ampuni dosaku ini," ucap Retno sambil berlinang air mata, dan menyesali semua perbuatannya. Sehingga membuat dirinya dan kedua anaknya mengalami ini semua.


"Samara maafkan semua kesalahanku dan anak-anakku, ini semua terjadi. Karena aku dan anak-anakku yang telah menyakitimu," sambung Retno yang meminta maaf kepada Samara.


"Sebelum ibu meminta maaf kepadaku, aku sudah memaafkan semua kesalahan ibu dan Arsyaka serta Siska," ujar Samara yang sudah memaafkan kesalahan mereka bertiga.


"Terima kasih Samara, kamu sudah memaafkanku dan anak-anakku," sahut Retno.


"Iya Bu," balasnya.


"Samara, Rayanza. Selama aku di sini, aku titipkan anak-anak pada kalian berdua, didiklah mereka bertiga dengan baik. Jangan sampai mereka bertiga melakukan kesalahan seperti yang aku alami," kata Arsyaka yang menitipkan ketiga anaknya pada Rayanza dan Samara.


"Aku pasti akan mendidik anak-anak dengan baik," timpal Samara.


"Ray, sayangilah anak-anakku seperti anakmu sendiri," tutur Arsyaka sambil menepuk pelan tangan Rayanza.


"Tanpa kamu mengatakan itu, aku sudah dari dulu menyayangi ketiga anakmu seperti anakku sendiri," ungkap Rayanza.


"Terima kasih Ray,"


Samara dan Rayanza yang sudah mempertemukan mereka bertiga, kini mereka berdua segera pulang ke rumahnya.


Kini Samara telah menemukan kebahagiaannya bersama Rayanza, dan menjalani hari-hari yang penuh sukacita. Setelah semua kejadian yang pernah ia alami.


\* \* \*


Cinta pertama belum tentu bisa menjadi cinta yang terakhir. Tapi cinta sejati lah, yang akan menemani kita sampai akhir.

__ADS_1


Tamat.


~Terima kasih telah membaca karya receh ku ini. Mohon maaf bila banyak typo, dan mampirlah di karya terbaruku yang berjudul Unloved wife.~


__ADS_2