
Rayanza yang berkelahi dengan Arsyaka dan anak buahnya Reno, ia semakin kesulitan dalam melawan mereka semua. Sehingga membuat Rayanza bisa di kalahkan oleh Arsyaka dan anak buahnya Reno.
"Ha-ha-ha," mereka semua tertawa melihat keadaan Rayanza yang tidak bisa melawan mereka semua.
"Kamu tidak akan selamat di sini,'' bisik Arsyaka di telinga Rayanza sambil tersenyum senang. Karena ia dan anak buahnya Reno berhasil mengalahkan Rayanza.
"Jangan senang dulu," lirih Rayanza.
"Kamu..."
"Cepat bawa dia ke hadapanku!" Reno memotong ucapan Arsyaka, dan menyuruh Arsyaka membawa Rayanza ke hadapannya.
"Siap bos," sahutnya.
Arsyaka dan anak buahnya Reno, segera pergi membawa Rayanza ke hadapan Reno.
Tiya yang berada di dekat papanya, segera pergi menghampiri Rayanza yang sedang di pegang kedua tangannya oleh Arsyaka dan anak buahnya.
"Seharusnya kamu tidak menggangu acara hari ini, Ray. Sehingga kamu tidak akan mendapatkan perlakuan seperti ini, meski keadaanmu seperti ini. Aku masih tetap mencintaimu, Rayanza Haidar Alfarizky." Tiya mengucapkan itu sambil berputar-putar di hadapan Rayanza, yang sudah tidak bisa bergerak dan memberontak lagi. Karena kedua tangannya di pegang oleh Arsyaka dan anak buahnya.
"Lepaskan dia," ucap Reno yang menyuruh Arsyaka dan anak buahnya. Untuk melepaskan tangannya Rayanza.
Mereka berdua pun menuruti perintah dari Reno, dan segera melepaskan tangannya Rayanza yang mereka berdua pegang.
"Kamu dengarkan! Putriku begitu mencintaimu. Apa susahnya sih kamu menikah dengan putriku yang cantik ini, dari pada menikah dengan Samara seorang janda beranak tiga. Menikahlah dengan putriku. Kalau kamu mau selamat," lanjut Reno sambil menarik kerah baju Rayanza, yang berada di hadapannya.
"Aku harus mengatakan berapa kali! Agar Om Reno dan Tiya tidak terus menanyakan hal yang sudah pasti kalian berdua tahu. Kalau aku tidak mau menikah dengan Tiya putrimu," jawab Rayanza yang mempertegas sekali lagi. Kalau ia tetap menolak menikah dengan Tiya. Meski sekarang ini, keadaannya sangat memprihatinkan.
Reno yang kesal dengan jawaban Rayanza, ia mendorong tubuh Rayanza dengan kasar.
Bruk!
Mereka semua yang melihat Rayanza di perlakukan seperti itu oleh Reno tersenyum senang.
"Jika kamu terus menolak menikah dengan putriku. Aku pastikan! Kalau kamu juga tidak akan bisa menikah dengan Samara. Apalagi sampai kamu bisa pergi dari sini," ujar Reno yang terus mengancam Rayanza.
"Ikuti saja kemauan bosku. Apa susahnya sih, Ray. Jadi kamu menikah dengan Tiya, dan jangan menganggu Samara dan anakku lagi," timpal Arsyaka.
Rayanza diam tidak menjawab ucapan Reno dan Arsyaka, yang menyuruhnya menikah dengan Tiya.
"Aku harus bisa mengalahkan mereka semua," batin Rayanza yang segera bangun, dan mengerahkan sisa tenaganya. Untuk melawan Arsyaka dan Reno serta anak buahnya.
__ADS_1
"Habisi dia," perintah Reno pada anak buahnya.
"Biar aku saja yang melawannya bos," sahut Arsyaka yang ingin melawan Rayanza seorang diri.
"Silahkan," timpal Reno yang mempersilahkan Arsyaka melawan Rayanza.
Akan tetapi, saat Arsyaka melawan Rayanza. Tiba-tiba saja ada orang-orang yang masuk ke dalam rumah.
"Kalian semua itu, cuman bisanya main keroyokan saja," ucap salah satu orang yang masuk ke dalam rumah.
Arsyaka yang mau menghajar Rayanza tidak jadi. Karena Arsyaka dan yang lainnya, melihat kedatangan orang-orang yang masuk ke dalam rumah.
"Akhirnya kalian semua sudah datang," batin Rayanza yang menghembuskan nafas lega, dan ia juga senang melihat kedatangan Raden dan teman-temannya, yang sudah masuk ke dalam rumah.
______
Flashback.
"Di dalam rumah banyak sekali orang, aku tidak mungkin bisa melawan mereka semua. Sebaiknya aku meminta bantuan pada Raden dan teman-teman yang lainnya. Agar mereka semua bisa datang ke sini," ucap Rayanza yang segera mengambil handphonenya. Untuk meminta bantuan kepada Raden. Karena ia tidak bisa menyelamatkan Samara dan ketiga anaknya seorang diri. Apalagi di dalam rumah itu, banyak anak buahnya Reno.
"Halo, ada apa Ray?" tanya Raden yang sudah menerima panggilan telepon dari Rayanza.
"Aku mau minta tolong sama kamu, Den." Rayanza pun segera menceritakan semuanya pada Raden, dan ia juga memberitahukan alamat rumah ini yang jauh dari pusat kota Surabaya.
"Kebetulan sekali, aku dan teman-teman tidak jauh dari tempatmu. Kalau begitu, aku dan teman-teman yang lainnya akan segera pergi ke sana," sahut Raden sambil mematikan panggilan telepon dari Rayanza.
Rayanza yang sudah memberitahukan semuanya kepada Raden dan teman-temannya, ia memutuskan masuk ke dalam rumah. Untuk menghentikan pernikahan Samara dan Arsyaka.
Flashback off.
___________
Rayanza yang melihat Arsyaka sedang lengah. Karena melihat kedatangan Raden dan teman-temannya yang masuk ke dalam rumah, ia segera memegang tangannya Arsyaka dengan erat. Sehingga membuat Arsyaka tidak bisa bergerak.
"Aku sudah bilang kepadamu! Jangan merasa menang dulu, dan lihatlah sekarang ini, kamu tidak bisa melawan ku lagi," ucap Rayanza yang berhasil membuat Arsyaka tidak bisa bergerak dan melawannya lagi.
"Huuuh sial," gerutu Arsyaka di dalam hatinya. Karena ia berhasil di tangkap oleh Rayanza.
Sementara itu.
Reno datang menghampiri Raden dan teman-temannya, yang akan menolong Rayanza.
__ADS_1
"Siapa kalian semua?" tanyanya pada Raden dan teman-temannya.
"Mereka semua adalah teman-temanku," jawab Rayanza.
Reno dan Tiya serta Retno yang tidak menyadari Arsyaka sudah tertangkap oleh Rayanza, mereka semua menengok ke arah Rayanza yang menjawab pertanyaan Reno.
"Anakku," lirih Retno yang baru mengetahui Arsyaka berhasil di tangkap oleh Rayanza.
"Hey, kalian semua jangan diam saja. Lawan mereka semua," ucap Reno yang menyuruh anak buahnya. Untuk melawan Raden dan teman-temannya Rayanza yang sudah masuk ke dalam rumah.
Perkelahian di dalam rumah pun terjadi lagi. Raden dan teman-temannya segera menyerang Reno dan anak buahnya, sedangkan Retno dan Tiya segera pergi menghampiri Arsyaka yang di pegang oleh Rayanza.
"Lepaskan anakku," ucap Retno yang geram pada Rayanza.
"Aku tidak akan melepaskan anakmu,'' timpal Rayanza.
Retno yang mendengar itu, ia semakin geram pada Rayanza. Retno pun mengangkat tangannya, untuk memukul Rayanza. Karena ia mau melepaskan Arsyaka yang di pegang oleh Rayanza.
"Awas Bu..." teriak Arsyaka yang melihat Raden akan menangkap tangan ibunya, yang mau memukul Rayanza.
"Jangan kau kira, aku tidak bisa melawanmu. Meskipun kamu seorang wanita," ujar Raden yang berhasil menangkap tangannya Retno. Sedangkan temannya yang bernama Oji memegang tangannya Tiya.
Raden dan Oji segera mengikat kedua tangannya Retno dan Tiya. Setelah itu, barulah mereka berdua mengikat tangannya Arsyaka.
"Rayanza, kau akan menyesal telah melakukan aku seperti ini," ucap Tiya yang tidak terima di perlakukan seperti ini, oleh temannya Rayanza.
"Kamu lihat ke sekeliling ruangan ini, papa dan anak buahmu sebentar lagi akan di kalahkan oleh teman-temanku," sahut Rayanza yang menyuruh Tiya. Untuk melihat ke sekeliling ruangan yang sudah berantakan ini, akibat perkelahian di antara Reno dan anak buahnya, yang melawan teman-temannya Rayanza.
"Sudahlah Ray, jangan hiraukan ucapan wanita yang terobsesi menikah denganmu. Sebaiknya kamu cari Samara dan ketiga anaknya, urusan mereka semua biar aku dan teman-teman yang menanganinya,'' ucap Raden yang menyuruh Rayanza. Untuk pergi mencari keberadaan Samara dan ketiga anaknya.
Rayanza mengagukkan kepalanya, dan segera pergi mencari keberadaan Samara dan ketiga anaknya, yang di bawa ke salah satu kamar yang berada di rumah ini.
"Samara kamu di mana?" teriak Rayanza yang tidak mengetahui kamar, yang di dalamnya ada Samara dan ketiga anaknya.
"Aku di sini bersama anak-anak Ray," balas Samara yang berada di dalam salah satu kamar. Karena ia mendengar suara teriakan Rayanza yang memanggilnya, ia pun mengetuk pintu kamar. Agar Rayanza mengetahui kamar yang ada dirinya bersama anaknya.
Rayanza segera pergi menghampiri suara ketukan pintu, dan berusaha membuka pintu kamar yang terkunci.
"Ra, kamu jangan di depan pintu kamar. Aku mau mendobrak pintu kamar,'' ucap Rayanza yang akan mendobrak pintu kamar.
Bruk!
__ADS_1