
Terbaring santai Ayu diaksuryang empuk, terbuai akan mimpi yang indah, dia berlari di pantai, seperti saat dia berlari dengan Alingga, namun disana dia berlari bersama dengan San dan anak-anak mereka, tertawa bahagia, Ayu sempat mengira itu bukanlah mimpi, dia terus berlari dan sampai dia berlari jauh dari San anak-anaknya.
Sampai cahaya terang menerangi tempat Ayu berlari, dia kembali sadar bahwa itu semua hanya mimpi, semua yang terjadi hanyalah kepingan rasa rindunya. Dia tersadar bahwa dia tertidur cukup lama dikamar Alingga.
Dia duduk dan melihat sekeliling, sepi sunyi hanya ada dirinya yang terbangun di bawah sinar lampu yang temaram, tiba-tiba Alingga keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk dipinggangnya, badannya yang atletis tampak jelas terlihat, di tambah bulu dada tipis menambah kesan seksi pada tubuh Alingga.
Ayu merasa malu, dia hanya memalingkan wajahnya tidak ingin melihat, Alingga dengan santai mengambil baju dan mengenakannya didepan Ayu.
"Aku udah telepon Tantri,malam ini kamu enggak pulang"
ujarnya yang kemudian duduk di samping Ayu.
"Emang udah jam berapa?"
tanya Ayu.
"Hampir jam 10 sih"
ujar Alingga melirik jam di tangan kirinya.
"Hah, jam 10"
sahut Ayu kaget.
"Iya kenapa? makan yuk, tadi ibu udah siapin, tapi enggak tega bangunin kamu"
ucap Alingga.
Terpaksa dia menginap di rumah Alingga, karena pasti Alingga tidak menerima alasan dari Ayu, mereka akhirnya makan malam berdua dengan menu yang telah di siapkan ibunya.
Walau hanya pasta Alingga sangat menikmati makan malam berdua dengan Ayu, sang ibu yang tidur sehabis sholat isya, rumah mereka tampak sepi, mungkin seperti di kala Ayu yang dulu selalu sendiri, rumah besar pun tidak ada gunanya kalau selalu sepi dan akan rame di kala orang tua mereka ribut.
Banyak yang Alingga katakan, tapi seperti tidak fokus, Ayu hanya memikirkan apa anak-anaknya baik-baik saja, atau bagaimana keadaan mereka saat ini.
__ADS_1
"Yu...kamu mikirin apa?"
"Enggak ada kok"
Mereka pun melanjutkan makan malamnya, Ayu di berikan pakaian ganti, malam itu Ayu bermalam di kamar Alingga, sedangkan Linggar tertidur di depan televisi di ruang tengah sambil menonton acara bola malam itu.
.
.
.
Sementara San yang berada di istana hanya termangu memandang cahaya bulan, dia yang terus memikirkan Ayu tidak dapat berbuat banyak, hanya berharap semua akan baik-baik saja baik Ayu atau pun dirinya.
"Mas merindukannya?"
tanya Kemuning.
Diam tidak menjawab, tapi Kemuning tahu isi hati suaminya, dia tidak pernah melihat San seperti sekarang.
ujar Kemuning menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya.
"Kami masih terikat, karena itu apa yang kita lakukan dia pun melihatnya, membuat batinnya tersiksa, karena aku tidak mau kamu bersamanya"
tambahnya lagi.
"Harusnya kamu berada bersama Ayu, kalian terikat, tapi karena hanya tidak ingin aku membagi hati kamu lakukan itu? yang menbuatnya menangis terus menerus?"
ucap San.
Kemuning menangis tertunduk, dia tidak menyangka dirinyan bisa setega itu kepada Ayu, dia juga yang meminta empu Gatma untuk menutup portal kepada San untuk Ayu. Dan empu Gatma juga tidak tega melihat Ayu yang dianggap gila oleh orang sekitarnya.
"Aku sayang kalian dek, Ayu adalah kamu dan kamu adalah dia, tapi kenapa seperti ini?"
tanya San merasa bingung akan ikatan antara keduanya.
__ADS_1
Kemuning merupakan sukma inti dari Ayu, mereka berdua walau tidak menyadari bahwa mereka berdua adalah satu, sisi negatif itu memang ada tapi terkadang kita tidak menyadari hal tersebut, salah satu bentuk emosi yang tidak dapat di kendalikan Kemuning atau pun Ayu.
Sukar untuk bisa di mengerti dan di jelaskan, walau memang sebarnya Kemuning bereinkarnasi dalam diri Ayu, tetap saja dia bisa melepaskan dirinya dari Ayu, siapa saja bisa jatuh cinta dengan San, apalagi dia pria yang baik dan sopan, Ayu dengan mudah jatuh hati kepada San.
Tanpa di sadari yang San rasakan untuk Kemuning, juga ada untuk Ayu, hatinya bahkan sakit bila dia berpisah dengan Ayu, namun dia juga tidak bisa terus-terusan bersama Kemuning, atau membuat dirinya menjadi dua.
Sampai Ayu yang menjadi korban mereka, perasaan hati yang terluka membuat Ayu terbiasa, bahkan dia melewati semuanya dengan ikhlas, apa yang di lihatnya dia hanya berdoa bila memang berjodoh, mereka pasti akan bersatu. Walau berbeda dunia di antara keduanya. Begitu juga Alingga, seberusaha apapun kalau belum jodoh bagaimanapun tidak akan bersatu.
Mendengar hal tersebut, San tidak marah atau apapun dia bahkan memeluk sang isteri, aneh tapi seakan sudah waktunya, tubuh Kemuning yang berubah menjadi transparan itu perlahan menghilang dari dekapan San.
Dia kembali ke tubuh Ayu, sebagai sukma inti Ayu, dia yang tidak bisa berlama-lama kelaur dari tubuh Ayu. Malam itu badan Ayu tiba-tiba menggigil, panas tinggi, rasanya tidak enak, tiba-tiba kenapa begini? batinnya yang bertanya.
Tidak bisa menahan rasa demam Ayu keluar kamar Alingga dan memanggil untuk meminta obat. Namun baru juga keluar kamar tubuhnya lemah dan kemudian ambruk.
Bbruuukkk!!!
Ayu pingsan, suara nya terdengar Alingga, kaget Alingga langsung bangun dan melihat Ayu tergeletak jatuh didepan pintu kamar, segera membawa badan Ayu yang panas keatas kasur, dia mulai mengompres kening Ayu dengan kain yang di rendam di dalam mangkuk berisi air dingin.
Alingga tidak tahu kenapa suhu tubuh Ayu dapat berubah dengan cepat, dia memberikan obat penurun panas dan beberapa obat pereda nyeri lainya.
Ayu bertemu Kemuning di alam bawah sadarnya, Kemuning yang datang dengan meminta maaf dan mengatakan semuanya kepada Ayu, terima atau tidak itulah hal negatif yang ada di dirinya, tapi Kemuning meyakinkan bahwa dia tidak bisa lepas dari Ayu.
Kemudian dia juga memberitahu bahwa mereka berbeda alam dengan San, dia bisa menemui San dan anak-anaknya, tapi Ayu harus menemukan sendiri catanya, karena Kemuning saja tidak tahu bagaimana, hanya menunggu San meminta empu Gatma untuk membuka pintu portal di antara keduanya.
Ayu bingung kenapa Kemuning baru sekarang mengatakannya, dia hanya tidak tega melihat orang yang di cintainya selalu menyendiri, termenung di bawah sinar bulan menanti sebuah kerinduan yang menusuk masuk ke dalam tulang, walau bagaimana pun Ayu telah menikah dengan San, mereka juga memiliki anak yang lucu-lucu, sudah saat nya Kemuning kembali.
Berharap kalau ini tidak akan terlambat lagi Kemuning, agar Ayu dan San kembali, Kemuning juga meminta bahwa dirinya bisa pergi sebentar untuk mengurus anak mereka, karena keterbatasan Ayu yang hanya manusia biasa, Ayu sudah memaafkan semuanya, dia hanya pasrah bila akhirnya bila dia hanya bisa bertemu dengan San atau anak-anaknya dalam mimpi saja.
.
.
.
(Bersambung)
__ADS_1