Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Pertemuan dengan Pria misterius


__ADS_3


...🌸🌸🌸...


Hari ini akan menjadi hari yang mengejutkan untuk Arya, Bella juga merasa ini waktu yang tepat untuk bertemu dengan Ayu, seperti akan bertemu sahabat lama, Bella mengingat kala dia dan Kemuning bermain bersama ketika kecil, selalu menurut apa yang Bella katakan.


(Flashback masa kecil)


Di sebuah padang rumput yang luas, Kirana tengah berlari mengejar kupu-kupu, sedangkan Kemuning berlari mengikuti di belakangnya.


"Puteri....jangan jauh-jauh, nanti Ibunda ratu marah"


teriak Kemuning berlari mengikuti Kirana.


"Ayo kejar Ning..."


serunya terus berlari.


Namanya juga anak kecil, di larang seperti di perintah, dia makin berlari kencang sampai dia berhenti di tengah bukit rumput tersebut, Kirana melihat Bramasena kecil sedang berlatih panah dengan ayahnya.


Karena tidak mengetahui apa yang Bramasena lakukan disana, bermaksud hendak menghampiri dan mengajak bermain, Kirana menghampiri, Bramasena dengan serius membidik papan titik panah.


Szzzzriingggg...


Suara anak panah meluncur melaju, Bramasena kecil tersenyum puas, namun sayang Kirana hadir di tengah anak panah yang meluncur.


"Mas Bramasena..."


seru Kirana malah berlari ke arah Bramasena.


Kaget akan kedatangan Kirana, Bramasena berlari lebih cepat agar anak panahnya tidak mengenai Kirana.


"Awas puteri..."


Kirana baru menyadari bahwa dirinya datang di waktu yang tidak tepat.


Bbggbbbruuuk...


"Aahhh..."


keluh Kirana yang terjatuh karena di dorong Kemuning, sementara Bramasena tertancap anak panahnya, tepat di bagian lengan kirinya yang sekarang menjadi tanda pula di lengan Arya.


"Mas Bramasena..."


teriak Kirana kaget.


"Puteri tidak apa-apa"


ucap Bramasena cilik.


"Kemuning cepat panggil, paman tabit"


"Baik puteri"


ucap Kemuning yang terus memperhatikan Bramasena yang menahan kesakitan.


Berawal dari sana lah puteri Kirana dan Bramasena dekat, namun sayang sedari kecil juga ibunda ratu tidak pernah menyukainya. Rasa suka iru berlabuh ketika mereka sampai dewasa.


.


.


.


Entah mengapa Kirana mengganti nama dengan Bella, Kirana melalui masa sulit ketika semua yang di milikinya lenyap, berusaha mencari dan mencari siapa reinkarnasi Bramasena, Bella juga sempat bertemu dengan reinkarnasi Rendra, tapi Bella seakan tidak mau mengungkap siapa dirinya.


Pertemuan tidak di sengaja tersebut terjadi ketika dirinya hendak bertolak untuk melakukan pengobatan. Bella sempat berpapasan di sebuah bandara, namun belum juga melihat wajah si pria tersebut, Bella menyadari bahwa dia reinkarnasi Rendra.


Pria yang mengenakan topi hitam tersebut telah masuk ke dalam sebuah taksi, hal itu juga yang masih mengganjal di hatinya, bagaimana kalau Rendra meminta dia untuk kembali, memintanya menjawab semua pertanyaan termasuk masalah anaknya.


.


.


.


Bella dan keluarganya tinggal di sebuah rumah besar yang sebagian di bantu oleh keluarga San, orang tua mereka berteman baik sampai sekarang, bahkan mereka juga menjalankan bisnis bersama.


"Ayah, ibu Kirana pamit sebentar"


Bella yang bersiap untuk memberi kejutan kepada Arya.


"Hati-hati puteri ku"


kata sang ayah tengah bersantai bersama dengan ibunda Bella.


Tampak sekali sang ibu masih saja tidak suka dengan Arya, walau begitu sang ibu hanya diam, tidak sekali dirinya menyukai Arya atau Bramasena.


Bella melaju bersama dengan mobil sedan berwarna putih, dia juga terlihat sangat fashionabel, layaknya wanita modis abad 21. Sedangkan Arya sendiri masih sibuk bekerja seperti biasa.


Arya sempat terpikir membandingkan antara Ayu dan gadis di masa lalunya tersebut, di pikir-pikir walau mereka orang yang sama tapi masih berbeda sifat, gadis itu terlihat sangat kalem dan pendiam, berbeda dengan Ayu yang sedikit konyol, tidak sedikit tapi memang dasarnya Ayu kadang terlihat lucu dengan kekonyolannya tersebut.


"Ayo...ngeliatin Ayu ya?"


Deska yang mengejutkan Arya.


"Enggak kok, bisa aja nih Deska.."


Arya yang jadi salah tingkah.


"Des...kamu kan temanan lama tuh sama Ayu, menurut kamu sifat itu bagaimana? kalem pendiam atau konyol?"


"SIfat Ayu, aslinya sih diem mas, tapi kalo habis di kasih obat ckckckc"


jawab Deska sambil tertawa.


"Nanya sama lu sama aja ternyata..."


sahut Arya sedikit kesal.


"Mas sadar enggak sih, kalau dulunya Ayu sempat suka sama mas?"


"Suka???"


"Iya suka, tapi berhubung mas sudah punya pacar, Ayu mundur sampai akhirnya dia sama San"


jelas Deska.


"Suka sama aku??"


seru batin Arya.


"Memangnya sekarang Ayu bener-bener jalan sama San?"


tanya Arya penasaran.


"Kurang paham juga, kan itu urusan Ayu, ya sudah Deska lanjutin kerja lagi."


"Jadi Ayu sempat suka sama aku"


Arya yang berbicara dalam hatinya terus memerhatikan Ayu.


"Apa ini, apa yang ku rasakan, aku bahagia Ayu bahagia, lagi pula aku telah bersama Bella"


sahut kembali batinnya.


.


.


.


Bella yang bersiap bertemu dengan Arya telah menunggu di parkiran kantor, tidak ada yang istimewa hanya rasa rindu yang Bella rasakan.


Selesai jam kerja mereka pun segera pulang, seperti biasa Ayu akan melakukan liputan di sebuah konser yang akan d adakan di kotanya sebagai dokumentasi pasca siaran esok harinya.


"Kamu berangkat sama siapa yu?"


tanya Arya yang turun ke lantai satu bareng dengan Ayu.


"Belum tahu sih, nih tiketnya ada dua"


Ayu yang menunjukan tiket konser dari sebuah band terkenal asal jepang "ONE OK ROCK" band favorit dari Ayu.


"Mau mas temenin enggak?"


Arya yang menawarkan dirinya.

__ADS_1


"Boleh kalau mas enggak sibuk"


sahut Ayu dengan senang hati.


Baru juga keluar dari depan pintu kantor, Arya melihat seorang wanita yang tidak asing berada di samping mobilnya. Ayu juga melihatnya, awalnya biasa tidak ada perasaan apa-apa, sampai dia melihat kepingan memori kembali.


Wanita tersebut yang berciuman dengan Arya di balik pendopo, Ayu juga melihat ketika dia menikah dengan seseorang tapi bukan dengan Arya.


"Bella...."


ucap Arya terlihat sumringah.


Arya pun berjalan menuju Bella yang dengan senyum manis menunggunya, di ikuti dengan Ayu.


"Pantas saja mas Arya cinta sama Bella, cantik banget aslinya"


gumam batin Ayu.


"Kenapa enggak kabarin mas kalau datang"


"Enggak apa-apa mas, ini Ayu ya?"


tanya Bella yang tersenyum manis.


"Ayu...puteri Kirana"


tanpa sengaja Ayu mengucapkan nama asli dari Bella, terkejut Ayu tidak menyadari sebelumnya kalau dia menyebutkan nama yang salah.


"Kamu ingat aku siapa?"


tanya Bella penasaran.


"Memangnya kamu tahu Ayu siapa?"


Arya yang balik bertanya.


"Iya aku tahu dia siapa, dia teman kamu"


sahut Bella tersenyum.


"Sekarang jadi teman aku juga"


Bella yang meraih tangan Ayu.


"Kenapa aku malah bilang dia adalah puteri Kirana?"


batin Ayu yang masih bertanya-tanya.


"Naiklah Yu, aku akan antar"


Arya yang bersiap akan pergi dengan Bella.


"Enggak usah mas, Ayu tadi mau nyapa Bella aja."


"Ikut saja ayo..."


Bella yang menarik tangan Ayu untuk masuk ke mobil bersama dengan dirinya.


Walau sedikit canggung Ayu pun tidak enak menolak perkataan Bella, dai terus saja melihat kepingan masa lalu dari Arya dan Bella, puteri Kirana benar adalah namanya, wanita yang sangat di kagumi kecantikannya, baik dan selalu ramah terhadap siapapun.


Ayu selalu seperti ini berada di belakang mereka, berada di tengah-tengah kisah mereka.


"Begini kah hidup ku dulu, menjadi saksi bisu kisah kalian, tapi aku senang kalian bahagia,


celetuk batin Ayu yang tersenyum melihat mereka bahagia.


Ayu memutuskan melakukan liputan seorang diri, memberikan waktu untuk Bella dan Arya bertemu kangen, Au juga sering liputan seorang diri.


"Enggak apa-apa nih, mas enggak ikut?"


kata Arya yang menurunkan kaca pintu mobilnya.


"Enggak apa-apa, kalian have fun ya"


sahut Ayu yang melambaikan tangannya.


Ayu menatap mobil Arya yang menjauh pergi, terdapat poster bear yang bertuliskan "ONE OK ROCK" konser yang pertama dia datangi, Ayu pun masuk ke dalam sebuah gedung yang sangat megah, sorak-sorak penggemar J-Pop sangat antusias akan konser yang di gawangi Taka sebagai vokalis.


Ayu kemudian beraksi, mewawancara beberapa penonton yang telah menunggu sekitar 2 jam sebelum acara konser di mulai, Ayu juga berkesempatan menemui agen yang menggelar konser untuk di minta wawancara, liputan khusus ini juga mewawancara band yang juga terkenal dengan lagunya LISTEN feat Avril Lavigne.


Ayu teringat akan dirinya pernah bertemu dengan pria terebut di mana San yang berkuda dengannya turun untuk menanyakan arah jalan, pria yang terlihat riang tersebut melempar senyum namun dirinya tidak pernah membalas senyum pria tersebut.


"Kamu Ayu?"


tanya Pria yang mengenakan jaket dan topi berwarna biru.


"Iya saya Ayu dari Radio J."


"Mahendra, kita lakukan wawancara selesai konser."


"Baik mas"


sahut Ayu.


Mahendra langsung menatap Ayu, seakan tidak asing mendengar Ayu memanggilnya dengan sebutan Mas. Dan Ayu juga merasakan hal yang sama, walau hanya menahan di hatinya, dia tidak ingin terlihat aneh di depan orang lain.


Konser di mulai dengan lagu pembukaan yang berjudul, Taking off yang kemarin sempat di cover penyanyi indonesia, suara ramai teriakan para OORers (sebutan untuk fans ONE OKE ROCK).


Selang beberapa menit mereka membawakan lagu yang menjadi favorit Ayu, Heartache.


🎶🎶🎶🎶🎶


So this is heartache?


So this is heartache?


Hiroi atsumeta koukai wa,


Namida e to kawari oh baby


So this is heartache?


So this is heartache?


Ano hi no kimi no egao wa


Omoide ni kawaru


I miss you


Boku no kokoro o


Yuitsu mitashite satte yuku


Kimi ga


Boku no kokoro ni


Yuitsu furerareru koto ga dekita


Kimi wo


Oh baby


Mou inai yo mou nanimo nai yo


Yeah i wish that i could do it again


Ooh turnin' back the time


Back when you were mine (all mine)


So this is heartache?


So this is heartache?


Hiroi atsumeta koukai wa


Namida e to kawari oh baby


 


So this is heartache?


So this is heartache?


Ano hi no kimi no egao wa omoide ni kawaru

__ADS_1


I miss you


It's so hard to forget


Kataku musunda sono musubime wa


Yeah, so hard to forget


Tsuyoku hikeba hiku hodo ni


You and all the regret


Hodokenaku natte hanare renaku natta


Ima wa tsurai yo, sore ga tsurai yo


Sugu wasuretai yo


Kimi wo


So this is heartache?


So this is heartache?


Hiroi atsumeta koukai wa


Namida e to kawari oh baby


So this is heartache?


So this is heartache?


Ano hi no kimi no egao wa omoide ni kawaru


I miss you....


Larut dalam lagu Ayu hampir lupa sekarang dirinya telah memilih seorang lelaki yang di sukai nya, perasaan ragu masih ada karena belajar dari pengalaman, dirinya yang sebatang kara, miskin pasti tidak akan di terima oleh keluarga San, sama yang di rasakan dirinya ketika berpacaran di kala SMA.


"Kamu nge-fans juga sama mereka?"


tanya Mahendra yang berdiri di samping Ayu.


"Setidaknya menemani ku di kala aku nulis..."


"Nulis??? Novel??"


"Bukan, maksud aku nulis skrip siaran"


jawab Ayu yang tersenyum.


"Boleh aku minta nomer telepon kamu?"


Tanpa rasa curiga Ayu memberikan nomer ponselnya, Mahendra menatap Ayu seakan ada sesuatu di Ayu yang membuatnya tertarik. Selesai konser Ayu pun melanjutkan sebagaimana tugasnya.


Sesi wawancara selesai Ayu pun bersiap pulang, Mahendra yang telah menunggu Ayu selesai bersiap untuk mengajaknya pulang bersama.


Trrrrdddtttt....


ponsel Ayu berdering di lihatnya panggilan dari San.


Ayu : "Halo Mas..."


San : "Halo dek, kamu sudah selesai?"


Ayu : "Udah barusan kok, kenapa mas?"


San : "Mas jemput kamu ya?"


Ayu : "Enggak ngerepotin emang???"


Mendengar Ayu seperti berbicara dengan seseorang Mahendra langsung menyahut dan bertanya apakah Ayu mau pulang bareng dengannya.


"Yu, kita bareng aja."


"Enggak mas, aku lagi nunggu jemputan"


sahut Ayu yang tidak menutup teleponnya.


"Iya sudah, aku duluan ya"


sahut Mahendra yang sedikit kecewa.


San yang mendengar merasa tidak senang, cukup Arya yang bisa dia maklumi, pria yang dekat dengan Ayu sebagai teman. Tapi tidak dengan yang lain.


"Siapa itu dek....?"


"Mahendra...dia teman kerja mas, jadi jemput enggak?


jawab ayu dengan santai.


"Iya dek tunggu."


San pun bergegas meminta paman Wirakha untuk segera mengantarnya menjemput Ayu. Mahendra kembali melintas di depan Ayu menaiki mobil berwarna hitam.


"Yakin mau nunggu sampai doi dateng?"


tanya Mahendra yang membuka pintu kaca mobilnya.


"Iya enggak aa-apa."


"Aku boleh temenin kamu sampai dia datang?"


tanya Mahendra yang malah kembali turun dari mobilnya.


"Silahkan..."


Ayu dan Mahendra berbincang-bincang tentang pekerjaan mereka yang sedang dia jalani, suka dukanya sebagai DJ radio dan agen sebuah penyelenggara acara seperti event yang di adakan saat ini,


Mereka berbincang cukup lama, sampai mobil San datang menjemput.


"Mas aku pamit dulu ya..."


sahut Ayu yang melihat mobil sedan hitam milik San telah sampai.


Dari dalam mobil San yang melihat pun langsung dapat menebak siapa dia sebenarnya, hanya saja dirinya enggan mengungkapkan kepada paman Wirakha dan orang tuanya nanti.


"Iya sudah hati-hati..."


sahut Mahendra yang penasaran siapa gerangan kekasih dari Ayu.


Ayu pun bergegas masuk ke dalam mobil, San memang pendiam tapi lebih diam lagi ketika dirinya tidak suka akan suatu hal.


"Mas kenapa?"


tanya Ayu yang baru masuk ke dalam mobil.


"Tidak..."


"Itu mas Mahendra teman kerja Ayu mas."


"Mas tidak suka kamu berhubungan dengan dia"


kata San yang menatap dalam kepada Ayu.


"Kenapa mas?"


"Mas enggak suka aja."


"Harus ada alasannya dong..."


Tapi San tidak menjawab dirinya hanya terdiam, melirik kearah luar kaca mobilnya. Wajah Ayu penuh penuh pertanyaan, ada apa? mengapa? kenapa mas San melarang nya berteman dengan Mahendra?.


Ayu bukan lah Kemuning seutuhnya, dirinya yang sekarang jauh moderen dari Kemuning, walau pertemanan antara wanita dan pria tidak ada yang murni temanan, tetap saja Ayu tidak ingin membatasi dirinya bergaul dengan siapapun.


Kalau melarang pun harus jelas ada alasan yang masuk akal untuk dirinya, bukan sekedar punya status hubungan dengan se enaknya bisa mengatur pasangan kita, melarang bahkan menjauh dari apa yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu alasannya.


.


.


.


(Bersambung)


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_1


__ADS_2