
"Gue nggak ngerti sama lu. Kenapa lu bisa bisanya terima dia yang bukan manusia dari pada gue cowok yang ganteng sempurna untuk jadi suami lu"
tanya Alingga kepada Ayu sambil menyetir, dia tidak peduli apa yang dia lakukan kepada Ayu sudah termasuk kriminal.
"Karena aku nggak akan pernah bahagia sama kamu"
jawaban singkat itu membuat alingga begitu emosi hingga memukul kepala Ayu dengan gagang Samurai yang dipegangnya.
"Aaaarrrkkk"
teriak Ayu yang kemudian tidak sadarkan diri.
Geram melihat Alingga kasar terhadap isterinya, akan membalasnya nanti ketika situasinya akan sangat aman untuk Ayu, sementara Tantri Dia sedang berusaha untuk memanggil polisi dia memberitahukan bahwa temannya Ayu telah diculik dan dibawa paksa menggunakan sajam sebagai ancaman.
Sebagai barang bukti nantinya mobil alingga telah dicatat nomor polisi dan mereka semua akan melacak keberadaan Alingga, kondisi santri masih sangat Shock, beberapa polwan juga menyenangkan Tantri bahwa mereka akan segera menemukan temannya tersebut dan menjamin bahwa Ayu tidak akan kenapa-napa.
Tidak lama Alingga sampai disebuah rumah, rumah yang di tempat sangat sepi tepat seperti diantara desa dan kota, rumah yang memang sengaja dibelinya nya untuk mereka ketika menikah nanti. dia menggendong Ayu masuk dan menempatkannya dalam sebuah kamar, tidak lama alingga menelepon seseorang dan dia mengatakan bahwa mempelai wanitanya telah siap.
Sementara itu ikan dan terbagus yang turun juga dari mobil kemudian dia kembali dulu ke alamnya, mempersiapkan sebuah ramuan untuk terbagus Resmi agar bisa wujudnya tampak seperti San bisa terlihat oleh mereka dari dunia manusia.
Ayu berbaring di atas kasur, tangannya diikat oleh Alingga, dia membayar seorang make up aktif untuk mendandani Ayu seperti pengantin, dia juga mengganti pakaian Ayu dengan pakaian kebaya, dilengkapi dengan rok yang terbuat dari kain batik.
Rencana alingga memang gila dia memaksa Ayu agar menikah dengan dirinya, dia bahkan telah mempersiapkan beberapa orang sebagai saksi dan penghulu untuk pernikahan dia nanti, Tantri
santri Masih bersama polisi sedang mencari keberadaan Ayu, terakhir dia mendengar bahwa mobil dengan plat nomor yang dicatat oleh Tantri tengah melintas di sebuah perbatasan kota, Tantri sendiri tidak tahu apa yang direncanakan oleh Alingga, dia terus berdoa agar Ayu tidak kenapa-kenapa.
.
.
__ADS_1
.
Dirumahmu empu gatma Sanjaya dan Tubagus Resma meminta tolong agar empuk gatma memberikan ramuan yang sama kepada San untuk Tubagus resma, karena mereka akan segera pergi ke dunia manusia untuk menolong istri Pangeran Sanjaya yang telah diculik, tanpa ragu Empu gatma memberikan sisa ramuan yang telah disimpan nya beberapa waktu lalu.
segera Tubagus resma pun meminum ramuan tersebut hanya saja tidak sebanyak yang diminum oleh pangeran Sanjaya, yang mungkin dapat berimbas akan ketahanan lamanya dia berada di alam manusia, Tubagus resma pun menerima apapun resikonya nanti, setelah selesai mereka berurusan dengan lampu gatma segera Pangeran Sanjaya dan Tubagus resma pergi ke dunia manusia untuk penolong Ayu.
Nuansa sederhana penuh dengan bunga mawar putih tampak menghiasi ruangan tengah rumah berlantai dua tersebut, dimana akan segera berlangsung akad nikah antara Alingga dan Ayu, bekas luka yang ada di kening Ayu pun di playstore perlahan oleh Alingga, tidak ada yang curiga bahwa sikap alingga sebenarnya lebih dari seorang psikopat, orang yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Ayo mulai tersadar perlahan dia membukakan matanya tampak ramai dan riweh, dia setelah berdandan cantik, seseorang wanita datang menghampirinya dengan membawa baju kebaya berwarna putih.
"Neng Geulis Ayo sekarang ganti bajunya dulu"
ujar ibu-ibu yang yang ternyata adalah seorang makeup artist.
"Ini baju apa? memangnya ada apa?"
tanya Ayu yang masih bingung.
Saut ibu-ibu itu kembali.
Pernikahan Maksudnya aku akan menikah dengan Alingga? tanya hati Ayu, dia tidak habis pikir kenapa Ali nggak begitu nekat melakukan semua ini, mereka bahkan tidak bertanya kenapa tangan Ayu diikat seperti ini dan meneruskan acara pernikahan yang sepertinya ini adalah sebuah paksaan, tidak mengerti atau memang sudah terbiasa mereka melakukan hal tersebut.
Alingga dengan santai menunggu beberapa tamu undangan di pernikahan dia, salah satunya adalah penghulu dia juga menelepon salah seorang yang akan membakar hutan tempat dimana gerbang itu berada. Alingga tidak tahu bahwa Ayu telah terkonek dengan pangeran Sanjaya hingga kemanapun Ayu pergi Pangeran Sanjaya akan tahu, Percuma saja hutan itu dibakar, karena aksesnya juga bukan hanya di sana mereka bisa membuat portal kapan saja mereka mau hanya saja itu adalah portal antara manusia yang bisa masuk ke Alam Mereka kalau itu dibakar tentu halnya manusia tidak dapat masuk ke dunia mereka kembali.
Tidak lama Ali enggak masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Ayu, hanya bisa menahan tangis Ayu telah berganti pakaian badannya yang indah dibalut dengan kebaya putih ditambah hiasan melati di kepalanya, membuatnya terlihat sangat cantik malam itu, alingga kemudian menghampiri Ayu dan membisikkan sesuatu.
"Aku sudah bakar hutan itu jadi kamu tidak bisa kemana-mana"
di Kalingga yang membuat air semakin geram.
Plaaakkkk!!!!!
__ADS_1
ayo men a wajah Alingga dengan keras, lelaki yang dianggap teman ini ternyata sangat picik, ini telah menutup akal sehatnya, Alingga hanya tersenyum menahan sakit di pipinya karena ditampar Ayu, kemudian tiba-tiba wajahnya berubah kedua tangannya mencengkeram bahu Ayu dengan kuat.
"Pokoknya Malam ini kamu harus jadi istri aku"
ucap alingga dengan penuh amarah.
Tidak banyak yang bisa dilakukan ayah saat ini dia hanya menangis dan terus memanggil nama pangeran Sanjaya, entah ke mana perginya suaminya itu tapi ini dia bener-bener butuh pertolongan Sanjaya, menangis dan menangis ayahnya terus bisa meneteskan air matanya.
Bahkan ketika sang penghulu datang bersikeras tidak ingin keluar dari kamar tersebut, orang-orang di sana tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka semua telah dibayar oleh Alingga, walau hanya mau nikah dibawah tangan, tapi proses itu sangat sakral bagi Alingga, hanya saja dia tidak memberitahukan bahwa dia akan menikah dengan Ayu kepada ibundanya.
"Pak penghulu pernikahan ini tidak akan Sah, saya tidak setuju dengan pernikahan ini"
ujar Ayu yang tidak ingin berlangsung akad pernikahan mereka.
"Lu bisa diam enggak, Kalau lu enggak bisa diam gue yakin teman lu Tantri hanya tinggal nama"
bisi Alingga yang mengancam Ayu.
Dengan terpaksa, bahu Ayu yang dipegang oleh Alingga mengikuti semua apa yang dikatakan oleh Alingga walau dirinya sendiri tidak ingin melakukan proses ijab kabul ini.
Semua persiapan telah siap kedua mempelai pengantin pun telah di pertemukan oleh penghulu alingga pun menjabat tangan sang penghulu dan bersiap mengucapkan ikrar perjanjian pernikahan.
.
.
.
(Bersambung)
__ADS_1