
(Di bab ini masih menceritakan masa depan yang di perlihatkan oleh Kemuning)
Kisah cinta sama saja dengan orang-orang pada umumnya, di rasa cukup dan waktunya pas mereka akan disatukan dalam ikatran pernikahan, ibu Alingga juga sangat setuju akan pernikahan puteranya dan Ayu, Orang tua Ayu juga sudah bertemu dengan orang tua Alingga, mereka tidak terlalu ribet, terserah Ayu yang menjalaninya.
Mempersiapkan pernikahan memang bukan hal gampang, semuanya di lakukan oleh keduanya tanpa WO, bahkan Ayu membuat sendiri wedding cakenya, Ayu sangat suka acara sederhana, tanpa banyak tamu, Hanya orang terdekat yang datang, di hiasai bunga, Ayu hanya mengenakan kebaya putih dengan sanggul kecil, riasan yang soft, Ayu memang beda, menurutnya pernikahan bukanlah acaran yang mewah tapi kehidupan baru setelah ijab qabul.
Tapi Ayu masih merasa kosong, dirinya masih tidak bisa melupakan cintanya, malam itu dia memutuskan menangis untuk terakhir kalinya, menangis sejadinya, karena merindukan San, diaingin bahagia, dia ingin bisa melupakan San, diatahu walau caranya salah, tapi mungkin ini yang terbaik untuk dijalani.
Tersiksa sendiri dalam ke hampaan melupakan bayang-bayang cinta, tertusuk seribu jarum di hatinya, meremukan tulangnya, mungkin masih bisa dia menahan, tapi rasa rindu yang tidak pernah sampai lebih sakit dari segalanya, hanya air mata yang terus mengalir di pipi Ayu, Dia juga tidak ingin berakhir begini, tapi semua adalah keputusan Ayu untuk tetap melanjutkan hidupnya yang baru.
Dalam kehampaan San hanya bisa memeluk Ayu, dia tidak peduli jika nantinya Ayu menikah dengan Alingga, dia hanya ingin menemani Ayu apapun keadaanya, sesakit hatinya melihat Ayu bersanding dengan Alingga, dia akan tetap bersama Ayu, walau dia tidak bisa dilihat, di dengar dan di rasa.
Malam yang panjang itu membuatnya tidak bisa memejamkan matanya, kelelahan karena menangis, subuh dini hari Ayu malah tertidur, dia tidak tahu sekarang apa yang dipikirkannya, besokjam 8 pagi dirinya harus siap bergegas pergi keacara pernikahannya yang di adakan di sebuah area hotel dengan vibes wisata alam, bertema garden party, pesta sederhana itu tidak memakan biaya banyak.
Sejenak matanya terpejam, Ayu bingung kenapa Kemuning menunjukan masa depan yang tidak di pilihnya, bukannya sesimpel itu kan. Bahagia menjalani kehidupan yang sekarang, bahagia tanpa harus menyakiti lebih dalam perasaan Alingga untuknya. Kemuning hanya ingin Ayu mengerti, dirinya nya lah yang tidak ingin melihat San menderita, apapun dia akan lakukan, walau dirinya menyatu kembali dengan Ayu, dia tidak ingin San melihat Ayu di yang di masa depan, karena akan semakin membuat San terluka.
Maksudnya Kemuning dia menunjukan masa depan itu agar Ayu tahu dan paham, bahwa dialah yang mengendalikan pikiran Ayu,sehingga memilih San, tidak membiarkan Ayu dekat dengan Alingga, dia tahu siapa Alingga, dia bahkan akan melakukan apapun agar Ayu bisa bersama dengannya.
Ayu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kemuning, Alingga bukan orang yang seperti itu, dia kenal baik Alingga, tidak akan mungkin dia memaksakan kehendaknya. Kemuning pun menunjukan lagi masa depannya.
__ADS_1
Singkat cerita mereka akhirnya menikah, karena malam pertama mereka habiskan di hotel, besok mereka bersiap mengemas barang, Ayu akan tinggal bersama dengan Alingga dan ibunya, Alingga sangat sayang kepada sang ibu, tidak akan mungkin dia tinggal terpisah dengan ibunya.
Awalnya Ayu masih belum siap untuk melayani Alingga, tapi kesabaran seorang pria benar-benar di uji dikala itu, Alingga terus bersabar sampai mereka pindah kerumah ibunya Alingga, Setiapkali Alingga berusaha Ayu menolak dengan sebuah alasan, dia selalu bilang belum siap.
"Emangnya kamu kenapa? udah enggak perawan?"
tanay Alingga yang mulai geram akan sikap Ayu.
"kok kamu ngomongnya begitu?"
sahut Ayu yang heran akan perkataan Alingga.
"Kamu selalu alesan, ibu selalu nanyain kapan kita punya anak"
Kesal Ayu selalu menolaknya, Alingga menindih badan Ayu, dia tidak berani teriak atau bagaimana, tidak ada wacana isteri diperko*sa suami, malu kalau didengar ibu mertuanya, Ayu terus melawan Alingga yang terus berusaha, tagannya terus mendorong tubuh tegap Alingga, tapi Ayu tidak kuasa menahan, kedua tangannya di pegang oleh Alingga.
Suaminya terus mencu*mbu sang isteri, walau isterinya belum siap menerima Alingga, diapikir Alingga akan menjaganya, memperlakukan seperti San memperlakukannya. Apa Ayu yang terlalu berharap kepada Alingga, akhirnya Alingga berhasil memperko*sa isterinya, cukup kecewa dengan Ayu, tidak ada selaput dara seperti yang diketahui kalau masih perawan akan berdarah ketika mereka melakukan itu.
sejak saat itu Alingga seakan acuh dan cuek terhadap Ayu, Alingga sering cerita k ibunya kalau Ayu tidak becus mengurus kebutuhan Alingga, hingga membuatnya kesal,namanya orang tua di laporkan seperti itu, ibu Alingga hanya memarahi Ayu,menyudutkan menantunya, tanpa tahu kenyataannya, Ayu hanya bisa menangis di kamarnya, tidak tahu harus berbuat apa,dia juga tidak mungkin bercerita kepada Tantri.
5 bulan pernikahan akhirnya Ayu hamil, kabar itu juga bukan kabar bahagia untuk suaminya, Alingga bersikap biasa saja, belakangan mantan Alingga gadis yang mirip dengan Karla sering datang, Voni gadis yang dengan masa depan cemerlang, model,cantik dan tentunya punya penghailan sendiri.
__ADS_1
Setiap minggu datang untuk bertemu dengan ibunya Alingga, walau Alingga awalnya tidak begitu menanggapi, lama-kelamaan, Alingga sering chat bahkan teleponan dengan Voni, dia tidak peduli akan Ayu, kondisi Ayu yang hamil, semua dilakukan serba sendiri, bahkan setiap pemeriksaan rutin kandungan pun dilakukan Ayu sendiri.
Ibu mertua yang di kira baik itu hanya menganggap Ayu, bekas pasien anaknya, yang berhasil menikahi anaknya dengan masa depan yang cerah, Ayu hanya dianggap cewek matre, tidak lebih, ibu yang dikira bisa mengayomi malah menyudutkan Ayu sebagai manantu yang tidak baik, semua dilakukan Ayu sendiri,mengepel masak hingga bersih-bersih.
Tanpa ada yang menganggapnya, sakit hati Ayu ketika mengetahui isi chattingan Alingga dengan Voni, dimana dia akan menceraikan Ayu ketika
bayi mereka lahir, Ayu menangis sejadinya, apa sebenarnya yang membuat Alingga bersikap seperti itu, buaknkah mencintai itu tidak perlu melihat dari segala sisi, cinta ya cinta aja, tidak perlu menunjukan kesalahannya lalu menjatuhkan hatinya,membuang semua bagaikan sampah.
San masih disana,terlalu sakit hatinya melihat Ayu diperlakukan seperti itu, bahkan Alingga belakangan terlihat temprament, tangannya mulai kasar, menampar hingga menjambak isterinya, belum lagi perlakuan kasar dari mertuanya. hingga Ayu sudah tidak kuat menanggung pedih hatinya, membuatAyu berpikir untuk nekat, jangan orang tuanya sendiri, suaminya saja tidak peduli akan dirinya dan anakyang dikandungnya.
Sampai Ayu akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, dia mengambil botol pembasmi serangga, kesal dan marah dirinya tidak pernah diperlakukan dengan baik, Ayu memutuskan meminumnya, posisi suaminya teleponan dengan Voni di kamar dan mertuanya tengah asik menonton televisi di ruang tengah, Ayu tidak berpikir panjang, dia hanya ingin dirinya mati dan semua penderitaan ini berakhir. San yang melihat tidak bisa berbuat apa-apa, marah San bisa memancarkan energi negatif untuk membalas Alingga dan ibunya.
Itulah hal yang Kemuning cegah, dia tidak ingin Ayu berakhir tragis seperti dirinya dahulu, semua hal di tunjukan Kemuning untuk mengetahui siapa Alingga, seperti apa dia dan apa hubungannya dengan gadis bernama Voni yang mirip sekali dengan Karla.
.
.
.
(Bersambung)
__ADS_1