Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Pemulihan


__ADS_3


Langit begitu kelabu, hampir setengah hari, mereka belum keluar kamar, entah metode apa yang di pakai untuk menyembuhkan Ayu, pertama empu Gatma, membuat kondisi Kemuning netral, si dukun memasukan BN (Banaspati) agar bisa membakar Kemuning.


Dukun yang dibayar Alingga, terus berusaha membakar sukma Kemuning, tubuh Ayu memerah, seakan melepuh, dia sampai tidak bisa bersuara saking panas yang dirasakannya.


Empu Gatma mencoba mengeluarkan BN dan mengembalikannya kepada tuannya, kekuatan empu Gatma lumayan tinggi, tidak akan kesusahan untuk mengeluarkan BN, hanya saja menetralkan Kemuning yang masih kepanasan memerlukan waktu yang lebih.


Empu masih berusaha mengeluarkan BN, penuh kekuatan empu mengeluarkan cahaya terang tangannya masuk ke dalam tubuh Ayu, tepat di bagian perut BN yang sangat negatif ini kemudian di keluarkan, wajah empu menahan panas dari BN.


"Arrrkkkhhhh"


teriak Ayu yang membuat hebih, Tantri bahkan sampai meneteskan air mata mendengar suara Ayu.


Suara teriakan Ayu di barengi dengan keluarnya BN dari tubuh Ayu, seperti bola api yang dibayangkan, BN kemudian di bungkus dengan sebuah kekuatan dari empu Gatma agar dia tidak bisa menyerang.


"Mau pangeran kembalikan"


kata empu Gatma yang memberikan BN kepada San.


San hanya mengangguk, membawa BN untuk di kembalikan kepada si dukun, sangat mudah untuknya menemukan sang dukun, kemudian San pergi dengan di tuntun oleh BN, secepat kedipan mata, san telah sampai di sebuah rumah yang di beru perisai berwarna merah, tapi itu tidak membuat San mundur, dengan mudah dia masuk ke dalam rumah tersebut.


Tepat di depan San, sang dukun tengah membaca jampi-jampi, di barengi dengan membakar kemenyan, tidak sadar kalau San datang bersama BN, San kemudian membuka pembungkus BN, seperti cahaya api yang menyala, BN tersebut masuk dengan cepat ke dalam tubuh tuannya.


Ssllleebbbb !!!!


Terpental, sang dukun terjungkal sampai ke belakang kemudian dia berteriak keras kepanasan, BN telah ditugaskan empu Gatma untuk kembali ke tuannya dan membaka sukma inti dari sidukun.


San belum puas,si dukun telah mendapatkan ganjarannya, sedangkan Alingga akan berurusan dengannya, setelah selesai rasa kesalnya akan sikapnya yang membuat Ayu atau kemuning merasakan sakit.


(falshback)


Alingga yang datang kerumah si dukun atas refrensi dari seorang teman, dia bergegas menuju kesana, meminta tolong agar Ayu bisa mencintainya.


"Aku tahu tujuan mu ke sini"


ujar si bapak dukun.


"Bisa kan pak?"


"Kamu haru tebus mahal maharnya, gadis itu bukan gadis biasa"


"Maksudnya pak?"


"Kau ingin dia jatuh cinta dengan mu? kau harus memusnahkan sukmanya"


"Saya masih tidak paham,tapi lakukan apa saja pak, saya akan tebus maharnya"


sahut Alingga yang duduk di depan pak dukun.


"Baiklah"


Kemudian Alingga mengeluarkan foto dan seherlai rambut dari Ayu, memang memerlukan waktu untuk membakar sukma Ayu, Kemuning memang tidak memiliki kekuatn seperti yang lainnya, tapi dia mampubertahan cukup lama dari BN yang membakarnya.


Alingga pun pulang dan menunggu hasil yang akan dia rasakan dalam beberapa hari, wajah tampannya tidak selaras dengan sifatnya, dia hanya bisa melakukan apa yang dia inginkan. Entah bagaimana caranya,tanpa pedui itu akan efeknya.


.


.


.

__ADS_1


Perlahan tubuh Ayu kembali normal, tenaga empu cukup terkuras, walau Ayu dan kemuning telah membaik, tetap aja empu Gatma masih perlu bolak balik nanti untuk menyembuhkan total Ayu.


"Puteri Kemuning masih perlu istirahat, dia akan benar-benar pulih dalam beberapa hari"


ujar empu yang bersiap pulang, dia akan menyiapkan beberapa ramuan agar kemuning bisa terjaga dengan aman.


"Terimakasih empu"


"Sama-sama pangeran"


Keluarnya empu di tunggu oleh mbok dan Tantri, mereka menunggu kabar baik, berharap anaknya tidak akan apa-apa, Tantri masuk bersama mbok melihat Ayu yang terbaring tidur di kasur yang sangat besar dari ukuran bed king.


"Tolong jaga Ayu"


ujar San yang berniat ingin menghampiri Alingga.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Jangan....kamu itu harus jaga dan tenangin Ayu, jangan gegabah"


sahut Tantri.


"Memangnya Ayu salah apa, Tan?"


sahut San yang kemudian menjadi sedih, kenapa ada orang yang berniat jahat kepada Ayu, malah menjatuhkan isterinya dengan hal mistis.


"Manusiawi San, hanya dia orang bodoh yang melukan itu, Alingga cuman iri aja Ayu bahagia"


sahut Tantri yang duduk disebalah Ayu.


Perasaan San sangat marah, kesal karena tidak bisa membalas perbuatan mereka yang telah berlaku jahat kepada isterinya.


"Setelah sadar hibr Ayu ya San, jangan biarkan amarah mu membuat Ayu nanti sedih"


sahut Tantri.


sahut Pangeran San.


Apa yang dirasakan San, Ayu juga merasakan hal yang sama, namun Ayu tidak paham dan hanya bisa menangis dalam hatinya, merasa ini tidak adil baginya.


Amarah San sedikit lega ketika Ayu sudah mulai tersadar, Tantri sengaja menginap malam itu, menemani Ayu karena dia juga tidaktahu bagaimana dirinya bisa kembali kedunianya.


“Sudahlah San, balas dendam tidak akan ada habisnya”


Tantri yang menenangkan San yang benar-benar murka.


“Iya Tan...”


“Tantri...aku keluar sebentar”


pamit San hendak menemui pamanWirakha kepada Tantri.


“Iya, kamu tenang aja aku akan jaga Ayu”


sahutnya.


Pangeran San pergi ke bagian timur istana untuk bertemu dengan senopati. Hatinya terus merasa akan marah dan kesal yang teramat dalam, San sangat murka ketika dirinya melihat orang yang di cintainya di sakiti dan di perlakukan semena-mena.


“Ada apa Pangeran memanggil saya?


tanya sang Senopati.


“Paman, aku bingung hari ini ada orang jahat ingin melukai isteri ku"

__ADS_1


keluh San yang berada di disebuah ruangan yang luas mengahdap taman.


"Pangeran ingin membalasnya?"


"Dia pasti akan marah jika aku melakukan itu"


"Begini saja pangeran, pangeran bisa memberikan perisai agar tuan puteri terhindar dari hal yang tidak di inginkan"


saran paman senopati.


Pangeran San pun berbincang kembali bersama Senopati, dirinya mengungkapkan bahwa hatinya masih saja tidak tenang dan merasa kesal akan tindakan orang yang jahat kepada isterinya.


Senopati tidak hentinya memberikan wejangan untuk Pangeran, untuk San sendiri telah berjanji tidak akan melakukan hal yang buruk selama berada di alam manusia.


Senopati seperti tempat curhat sang Pangeran, apa pun San pasti bercerita, atau sekedar bertukar pikiran.


.


.


.


Esok paginya, badan Ayu telah membaik, dirinya sudah kembali Fit, di lihatnya Tantri tergeletak tidur di depan dirinya, tepat di sebelahnya. San mengizinkan Tantri untuk tidur dikamarnya.


Dia hanya melihat Tantri, tidak melihat mas San, kemana perginya suami ku? Pikir Ayu.  Mungkin mas San tengah sibuk.


Ayu mulai mandi dan pergi ke dapur istana, membuatkan sarapan untuk Tantri, teman yang selalu ada di kala susah dan senang.


“Ayu...udah baikan lu”


sahut Tantri yang baru bangun dan bergegas mencari Ayu di dapur, karena tahu kebiasaan pagi Ayu ketika mereka tinggal bersama.


“Sudah baikan kok Tan, makasih ya udah jagain malam tadi”


kata Ayu yang telah membuat sarapan untuk anggota kerajaan di bantu dengan dayang, jadi Ayu tidak terlalu capek.


 “Mas San kemana Tan?”


tanya Ayu yang juga membuatkan kopi hitam untuk suaminya.


“Mungkin tidur dikanar lain kali”


sahut Tantri yang kemudian menuci wajahnya.


“Oh...ya udah kita sarapan yuk”


seru Ayu.


Ayu kemudian melihat San, suaminya yang menggendong anaknya Arjuna, sednagkan Ben telah bersiap untuk belajar bersama dengan senopati. pemandangan indah pagi ini, Ayu beesyukur masih bisa melihat mereka.


.


.


.


(Bersambung)


Maaf telat update, Author lagi sibuk masak daging Qurban 😭🤣🤣


__ADS_1


__ADS_2