
Benar adanya Mahendra lahir dari keluarga sederhana, sang ayah merupakan anggota TNI dari kecil hingga besar, Mahendra di didik dengan keras,semua juga serba mandiri, dia mulai mengalami hal yang sama dengan Ayu ketika kantor dia di pindah kan ke kota yang sama dengan Ayu dan San.
Yang pertama kali dia lihat adalah isteri pimpinan JBO, menurut dia tampak tidak asing, dia terus terbayang akan masa lalunya, tapi dia berbeda dengan Ayu atau pun Arya, dia hanya memilih diam mencari tahu semuanya sendiri.
sampai dia mengerti sebanarnya apa yang terjadi, dia adalah sebuah reinkarnasi dimana ingatan influsip dari masa lalunya masih tersimpan rapih. Belakangan dia sering mengadakan event yang bekerja sama dengan sebuah stasiun radio di kota itu, di sana dia bertemu dengan Ayu, mulai mengundang mereka dalam event tersebut.
Dia masih menyimpan rasa yang sama kepada Ayu, Mahendra sendiri tidak begitu ingat, kenapa dia bisa mencintai Ayu di zaman itu, terus kenapa Ayu tidak bersama dengannya melainkan bersama dengan San, dia berpikiran jikalau San yang telah merebutnya.
Terkadang ingatan influsip kita hanya menyimpan kenangan terakhir ketika kita hidup, sedangkan kenangan buruk atau jelek otak kita dengan responsif menolak untuk mengingatnya.
Sepulangnya San dan ayahnya, mereka tampak bingung ada apa dengan ibunda, kenapa beliau begitu pucat, entah apa yang ibunda pikirkan, tapi hal mendasar untuk seorang ibu bagaimana Rendra tumbuh selama ini?.
"Ada apa adinda???"
tanya paduka raja yang baru tiba dan menghampiri sang isteri.
Ayu dan ibunda ratu sedang menikmati makan malam berdua, Ayu sudah membujuk ibunda untuk makan malam bersama, tapi sejak tadi beliau hanya memandang makanan di depannya.
"Tidak ada kakanda, adinda kembali ke kamar dulu"
ujar ibunda yang kemudian masuk ke dalam kamar.
Ayu hanya bisa diam, mungkin dengan sendiri beliau akan lebih tenang sementara waktu, San hanya menatap Ayu dan berpikir kalau sang adik datang kerumah mereka.
"Sebenarnya ada apa Ning?"
tanya ayahanda.
"Ada seorang pemuda mengantarkan bunga , setelah itu ibunda memeluk dan menangis namun pemuda itu segera berlari keluar"
jelas Ayu.
Benar tebakan San mungkin benar itu adalah Rendra, dia kesini untuk memastikan setelah itu dia pergi. Tanpa aba-aba ayahanda kembali ke kamarnya menyusul sang isteri.
"Kamu melihat wajahnya dek?"
tanya San penasaran.
"Tidak mas, kenapa memangnya?"
Ayu kembali bertanya.
__ADS_1
San hanya tersenyum dan menggelengkan wajahnya, dia tahu sebanarnya siapa Rendra, pria yang di temui San ketika dirinya menjemput Ayu di tempat konser, mungkin saja Rendra juga tahu siapa San sebenarnya.
"Mas enggak cari dia? dia kan adik mas?"
Ayu yang mencecar San dengan pertanyaan tentang adiknya.
Bahkan sampai ke kamar San, Ayu terus mengikuti San sampai dia mau menjawab pertanyaan Ayu.
"Dia sudah besar dek, bisa saja ke sini sendiri"
sahut San.
Ayu merasakan keanehan, mengapa San terlihat biasa bahkan kesannya dia tidak begtu peduli, pikiran itu terus menghantui Ayu, ada apa sebenarnya di antara mereka berdua?.
.
.
.
Sedang kan Mahendra yang kembali ke kost nya dengan semua ingatan nya tentang Rendra, dia berpikir ada apa sebenarnya, kenapa setelah bertemu dengan ibunda yang selalu datang ke mimpi nya, sakit kepalanya yang dikira migren itu ternyata adalah efek samping dari ingatan yang hilang.
Dia menyobek beberapa kertas dan foto-foto tentang JBO, sang ayahanda dan ibunda, selama ini dia punya teman untuk dirinya bercerita, dia hanya sibuk menyimpannya sendiri, bahkan sampai dia bertemu dengan Ayu.
Dia mengirim pesan kepada Ayu untuk bertemu dengannya di sebuah tempat, tidak berharap banyak Mahendra tahu betul sekarang Ayu full dalam pengawasan San.
**Tring...
Suara pesan masuk ke handphone Ayu, selama Ayu berada di rumah San, handphone Ayu terdengar sepi, Ayu yang duduk di kasur membaca pesan dari Mahendra.
"Yu,,,bisa ketemuan besok gak? kalau bisa, kita ketemuan di warteg dekat kantor mu?"
"Pesan dari siapa dek?"
tanya San yang tiba-tiba msuk ke dalam kamar.
"Pesan dari Mahendra, dia mau ajak ketemuan besok"
jelas Ayu mematikan lampu layar handphonenya.
San terdiam dia merasa tidak suka bila Ayu dekat dengan Mahendra, rasa cemburu dan kesal itu masih ada walau sudah ratusan tahun lamanya.
"Mas enggak suka, kamu dekat-dekat dia"
__ADS_1
ucap San yang kemudian duduk di samping Ayu.
"Kenapa mas?"
tanya Ayu yang sekali lagi begitu penasaran, ini kedua kalinya San memperingatkan ayu agar tidak dekat-dekat dengan Mahendra.
"Kita kayaknya sudah bahas ini deh, mas ngelarang aku dekat dengan dia, alasan nya apa? mas enggak suka dia apanya? sifatnya? orangnya? atau masa lalunya?"
Ayu yang kali ini benar-benar bingung.
Namun San hanya terdiam, dia juga bingung bagaimana menjelaskan akar masalahnya dengan Mahendra, dia juga tahu Ayu bukan lah Kemuning yang diam dan penurut. Dia adalah Ayu, gadis moderen yang suka berpikir dengan akal dan logikanya.
"Kamu yakin dek, mau tahu siapa dia?"
tanya San menatap serius kepada Ayu.
Baru kali ini San bicara dengan nada seperti itu kepada Ayu, dia juga terlanjur penasaran, Ayu hanya mengangguk mengiyakan perkataan San.
Tanpa berkata apa-apa San menunjukan sebuah masa lalu dirinya, dimana hubungan mereka mulai renggang, antara kakak dan adik, Mahendra adalah reinakrnasi Rendra adik San, Narendra telah mengkianati sang kakak.
Dia diam-diam mendekati Kemuning, setiap San pergi berburu, rasa itu lama-kelaman menjadi ingin memiliki, hal itu yang membuat San begitu kesal ketika Ayu berubungan atau membalas chat dengan Mahendra.
Hanya rasa itu yang di berikan San kepada Ayu, perlahan Ayu mulai mengerti, kenapa San begitu tidak menyukai Mahendra, dengan begini Ayu tidak salah sangka terhadap San.
Dia melarang takut hal itu terjadi kembali, sekarang giliran Ayu yang memastikan kepada nya agar San percaya dan yakin bahwa Ayu bukanlah kemuning yang dahulu, dia tahu batasan, dia juga bukan tipe wanita yang mudah untuk di dekati.
"Makasih ya mas udah kasih tahu Ayu, mas percaya Ayu kan, besok Ayu cuma mau dengar dia mau cerita apa, gak apa-apa kan sebentar"
kata Ayu yang memandang kepada San.
Mungkin San merasa kesal apa yang dijelaskan tidak juga di dengar, Ayu bukan tipe orang yang ingkar janji, dia telah menyanggupi permintaan Mahendra, tidak mungkin dia tiba-tiba membatalkan nya.
San yang kesal keluar dari kamarnya, Ayu hanya terdiam, dia juga bingung bagaimana dia meyakinkan San, bahwa dirinya bukan tipe orang yang seperti itu, dia niatkan besok hanya mendengar perkataan Mahendra kemudian
.
.
.
(Bersambung)
__ADS_1