
...🌸🌸🌸...
Suatu hari cuaca yang cerah, malam yang bertabur bintang, wangi semerbak bunga yang di tempatkan di seluruh ruangan yang akan di laksanakan nya acara pernikahan antara Bella dan Arya, harus mengikuti keputusan ibunda Bella.
Posisi Bella tengah mengandung, akan sangat rentan untuk Bella dan bayi nya, untuk menjaga Bella, Arya harus selalu bersama, proses mengandung yang hanya beberapa hari di dunia manusia akan sangat mengkhawatirkan. Penciuman orang yang berilmu akan sangat peka terhadap bayi Bella dan Arya.
Acara pernikahan itu sendiri tidak seperti biasanya sangat tertutup, tidak ada keluarga dan kerabat Arya yang datang,apalagi untuk mengabari teman-teman nya, Walau sedikit memberatkannya, tapi untuk keselamatan Bella dan bayi mereka, Arya harus menurut.
Acara di mulai dari penyiraman air bunga yang melambangkan kesucian cinta mereka untuk membina rumah tangga, kemudian di lanjut mengganti jarik batik di mulai dari Arya yang menyelimutkan ke badan Bella, mengartikan bahwa Arya akan brtanggung jawab atas Bella, di lanjut dengan Bella yang mengartikan Bella yang akan selalu mengingatkan Arya bila salah melangkah.
Akhir acara keduanya sungkep kepada orang tua Belal, restu merekalah yang paling utama untuk menjalani bahtera rumah tangga mereka, karena bila tidak ada restu, semua yang mereka lakukan akan sia-sia.
.
.
.
Pagi ini Ayu mendapatkan telepon jikalau Arya akan melangsungkan pernikahan, pernikahan yang begitu mendadak ini memang sudah di atur oleh kedua orang tua Bella.
Acara sakral nya mereka lalukan secara tertutup, Ayu hanya di kirimi sebuah foto pernikahan melalui chat, sedikit kecewa kenapa teman dekatnya tidak di undang ke pernikahan Arya dan Bella.
Tapi sebagai teman Ayu akan tetap mendukung apapun keputusan Arya dan Bella, Sanjaya yang berhubungan langung dengan ayah Bella juga tidak mendapatkan undagan, dia hanya bisa mendoakan Arya dan Bella.
"Kenapa dek?"
tanya San yang menghampiri Ayu yang membaca chat dari Arya.
"Enggak apa-apa mas, ini Arya dan Bella menikah tadi malam"
kata Ayu yang kemudian menunjukan foto kepada San.
"Bagus dong,,,kamu mau di percepat juga?"
tanya San yang memeluk Ayu dari belakang.
"Enggak mas, mumpung ingat, Ayu boleh tanya?"
"Tanya aja dek?"
"Cowok yang menculik Ayu kemaren, mas bawa kemana?"
tanya Ayu ang sangat kepo.
"Buat apa kamu menanyakan itu?"
wajah San berubah menjadi badmood.
"Ayu hanya penasaran, mas apakan dia?"
"Itu urusan lelaki, cukup kamu tidak kenapa-kenapa, mengerti"
__ADS_1
ucap San.
"Iya mas."
Hari ini seharian San akan menemani Ayu, kebetulan pula kantor sudah tampak lengah tidak banyak yang harus di kerjakan, semua sudah di atur sampai pernikahan San tiba.
Mungkin mengajak Ayu jalan-jalan akan membuat hatinya tidak begitu memikirkan si penculik, San tahu Ayu hanya takut dirinya melakukan di luar batas manusia lagi.
"Dek,,,ikut mas sebentar yuk!"
San yang berencana membawa Ayu ke sebuah tempat yang menjadi tempat persemediannya.
"Kemana mas?"
"Rahasia"
jawab San tersenyum.
Di kawal lengkap dengan beberapa pengawal, San beserta paman senopati juga mempersiapkan mobil caravan yang sangat mewah, mereka berangkat ke daerah yang sangat terkenal dengan keindahan air terjunnya.
Sementara Bella yang telah resmi menjadi ny.Arya sangat suka menyulam di kamarnya, dia tidak di perbolehkan keluar dari rumah, bahkan Arya juga di minta untuk cuti selama satu minggu dari pekerjaannya.
Walau sedikit membosankan, mau apa lagi, peraturan ada harus di taati. Arya yang merebahkan kepalanya di pangkuan Bella, hanya terpejam merasakan perut Bella yang bergerak, tampak sangat cantik sang isteri yang dilihatnya dari sudut itu.
"Dek, kamu enggak ngidam gitu?"
tanya Arya yang penasaran.
"Ya ngidam lah mas."
"Aku mau berduan terus sama mas, enggak mau pisah, maunya berdua aja gitu"
jawab Bella membuat Arya tersipu malu.
"Jujur ya dek, aku takut, takut kamu sakit, capek, mas bingung harus bgaimana"
ujar Arya yang kemudian tengkurab dengan tangan tangan merangkul pinggang sang isteri.
"Masa sih mas, tapi kalau bikin semangat banget"
ujar Bella sambil tersenyum.
"Ya itu beda dek..."
sahut Arya yang ikut tertawa.
Arya kemudian mencium badan Bella, menghujani kesetiap tubuh sang istri yang kini berbadan dua, tidak ada perubahan fisik yang di alami Bella, dia masih tampak seksi dan menggoda di amat Arya .
(Ya kalian pasti tahu lah setelah itu mereka ngapain)
Agak enggak enak menuliskan bagian Arya dan Bella, kayak itu urusan pribadi mereka enggak perlu aku tulis gitu.
Kembali ke Ayu dan San yang tengah asik menikmati pemandagan pegunungan, serta sawah dan beberapa kebun buah dan sayur, untuk sampai ke tempat tersebut hanya perlu 3jam mengendarai mobil.
__ADS_1
Ayu bahkan sempat tertidur, menyandarkan kepalanya di bahu San, paman dan dan rombongan pengawal tetap selalu waspada, pengawalan sangat ketat karena itu memang sudah menjadi peraturan oleh pihak kerajaan.
Tidak terasa akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang sangat sejuk, untuk masuk ke dalam mereka hanya perlu berjalan 10 menit dan melewati beberapa jembatan gantung.
"Dek...kita sudah sampai"
San yang membangunkan Ayu yang tertidur.
Ayu yang bangun terus mengosok matanya, di lihatnya sekeliling pemandangan yang sangat asri dan indah, mereka pun keluar dan berjalan kaki untuk menuju tempat tersembunyi tersebut.
Suara gemericik air terjun terdebgar jelas ketika mereka memasuki jembatan yang terbuat dari tali dan papan, Ayu yang paling semangat, hanya San dan Ayu yang masuk, paman dan pengawal berjaga serta ada beberapa pelayan yang di bawa untuk menyiapkan makan siang untuk sang pangeran.
Setelah melewati jembatan kali ini mereka harus menuruni anak tangga dan beberpa pendopo juga di buat untuk tempat istrirahat. Ayu begitu takjub akan keindahan pemandangan di tambah suasana yang dangat damai.
(@Air terjun Haratai (Kal-Sel)
Ayu yang menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan, dia tiba-tiba teringat akan hal di masa lalu, dimana dia melihat San yang bertapa sendirian, selama beratus tahun lamanya. Ayu cukup beruntung bisa di pertemukan kembali dengan San.
"Kamu senang dek?"
tanya San yang melirik kepada Ayu.
"Iya mas, aku seneng banget"
peluk Ayu.
San mengajak Ayu bergandengan dan berlari menuju pinggiran siring, kemudian keduanya melompat masuk ke dalam air yang dalamnya hanya 1 meter lebih.
Bbyyuuuuurrrrrr....
San yang spontan membuat Ayu kaget dan heran, ternyata sikapnya yang diam dan misterius dia bisa kekanak-kanakan juga.
Ayu memang tidak bisa berenang, tapi percaya San tidak akan membiarkannya, Ayu percaya dan langsung mengikuti apa yang San lakukan.
"Hossshhhh...."
kepala Ayu yang keluar dari air dan langsung mengambil nafas.
San hanya tersenyum dan langsung merangkul pinggang ramping Ayu, mengusap lembut rambut Ayu yang hampir menutup wajah sang pujaan hati.
Tanpa aba-aba San langsung mendaratkan ciuman mesra ke bibir Ayu, tangan Ayu yang merangkul ke leher San membalas ciuman tersebut.
.
.
.
(Bersambung)
...🌸🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1