Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Sebenarnya !!!


__ADS_3


Pagi ini masih jelas terdengar rintik hujan, San masih ridak percaya sang isteri pergi untuk selamanya, meninggalkan mereka, hembusan angin menelisik di kuping San membangun kan pria yang kini rapuh dari tidur yang panjang.


Matanya melihat sosok Ayu tengah duduk di dekatnya sambil menyusui bayi mereka, kaget San segera bangun dan benar melihat Ayu masih hidup.


"Dek...."


"Mas...."


sahutnya menoleh.


Dia langsung memeluk Ayu, namun berbeda ada hal yang mas San rasakan berbeda dengan sebelumnya, dia belum pernah mengalami hal ini, belum mengerti apa yang terjadi.


"Dek...ini benaran kamu?"


tanya menyakinkan.


"Ini aku mas"


ujarnya masih menyusui anak kita.


San terdiam, dia hanya melihat Ayu menyusui anaknya, bagaimana bisa ini terjadi, dia menepuk bahkan mencubit tangannya, berharap ini mimpi, bukan dia tidak senang Ayu kembali hidup tapi San tahu betul siapa yang ada bukan lah Ayu tapi sesuatu yang dia juga masih mencari jawabannya.


Mbok dan ibundanya senang akhirnya Ayu bisa berkumpul.kembali bersama mereka, berharap Ayu tidak akan pergi lagi, San tidak tahu harus berdiskusi dengan siapa, dia juga bertanya dengan empu tapi beliau juga tidak mengetahui.


Kondisi yang Ayu alami memang dia berada si ambang kematian, namun jiwa Kemuning yang kembali menguasai raga Ayu, sehingga yang berkumpul bersama mereka adalah Kemuning asli, Ayu yang tidak bisa bertahan dia hanya menunggu di ruang hampa tersebut, menangis dan berharap semua bisa berakhir.


Kemuning yang ada bukan Kemuning yang dulu, dia bagian emosi dan dendam yang dulu ada ketika dia meninggal, memori rasa kesal dan marah yang merasuk ke relung hati, membekas sebagai ingatan terakhirnya.


Untungnya San belum mengabari siapapun kabar kepergian Ayu, paling tidak sementara ini, Arjuna telah di beri Asi, dia ingin Ayu sedikit bertahan agar semua baik-baik saja.


Ayu bukan lah Kemuning, Kemuning sering sekali diam, berbeda dengan Ayu yang sangat ceria, Ayu yang bisa mencairkan suasana, sikapnya yang kadang konyol mungkin itu yang di rindukan San.


Mau di apakan Ayu memang Kemuning secara fisik tapi jiwa mereka berbeda, perlakuannya sama dengan isterinya, tidak berbeda, sikap Kemuning memang telihat diam seperti memang dirinya yang selalu pendiam, tapi dia sosok ibu yang baik untuk Ben dan Arjuan.


Empu Gatma juga menjelaskan dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, San hanya bisa memberikan waktu untuk semua, bagaimanapun Kemuning ibu dari anak-anak nya juga.


Sedangkan Ayu terbaring di tempat antah berantah itu, hanya menangis dan menangis, dia tidak tahu sudah berapa lama.


"Arjuna...Ben...Bunda kangen"


ujarnya lirih menangis.


"Lepasin aku, aku mau pulang"


ucapnya yang terus menangis.


karena kelelahan dia memejaamkan matanya, namun dia terkejut San tidur bersama dengan Kemuning, di tengah Arjuna, dia tahu Kemuning adalah dia, tapi seperti satu tubuh dua kepribadian yang berbeda, sakit namun Ayu tidak bisa berbuat apa-apa.


Seperti melihat kebahagian mereka yang selama ini di inginkan Kemuning, Ayu hanya bisa menahan nya di hatinya sambil menangis, dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang oenting Arjuna di beri ASI terlebih dahulu, anak-anaknya sehat dan Ayu yakin Kemuning adalah ibu yang baik.


Terkukung dalam kesedihan, dia tidak mengerti apa maksud semuanya, kenapa harus ada reinkarnasi bila akhirnya jiwanya sebagai Ayu terkurung disini, menggantikan Kemuning.


.


.


.


Kemuning yang menyusui anaknya terlihat bahagia, senyum lembut terpampang jelas di wajahnya. San yang melihat bersikap seperti biasanya, dia menghampiri sang isteri dan berkata kepada Kemuning.


"Kamu sudah makan dek?"


tanya San duduk di samoing Kemuning.


"Udah...mas aku boleh tanya"


"Hm..."


"Mas lebih memilih Ning atau Ayu berada disini?"


"Kalian adalah satu, aku tidak peduli kamu Ning atau Ayu"


ujar San.


"Berarti tidak apa-apa kalau Ayu tidak kembali"


ujar Kemuning.


San terdiam tidak bisa menjawab hal tersebut, dia selalu memastikan bahwa dirinya tidak memperdulikan Ayu atau pun Kemuning.


Karena posisi Ayu yang lemah, Kemuning lah sebenarnya yang menyelamatkan agar dia tidak pergi meninggalkan mereka, keluarga bahagia yang di dambakan Kemuning sebelum dia bahagaia.


Hari-hari di lalui seperti biasa, Kemuning sibuk mengurus anak dan suaminya, walau di bantu mbok, Kemuning sendiri yang memastikan bahwa dia telah melakukan dan memberikan terbaik untuk keluarganya.

__ADS_1


Ayu yang masih berada di sana, perlahan memejamkan matanya, ingin sekali memecahkan kepalanya agar kenangan tentang mereka hilang dalam duka.


.


.


.


Tantri dan Deska datang berkunjung, mereka turut bahagia dengan lahirnya putera mereka, Deska dan Tantri juga membawakan beberapa hadiah kecil untuk anak Ayu dan San.


"Ning....turun ya,di luar ada temanmu"


ujar mbok yang kemudian menggendong Arjuna.


"Iya mbok..."


Kemuning pun turun, aura yang berbeda dirasakan oleh Tantri, dia merasa itu bukanlah Ayu,melainkan Kemuning, sosok Asli dari pemilik fisik.


Dia turun perlahan, tampak sepeti puteri sesungguhnya, wajahnyacanik dan menawan, anggun sekali terlihatnya.


"Yu...kami bawakan ini buat anak mu"


ujar deska mnyerahkansekotak hadiah.


"Terimakasih..."


ujarnya.


Tampak tidak biasa wajah Deska penuh dengan pertanyaan, biasanya Ayu selalu memeluknya dan berkata "Ahh desa ku,makasih" Tantri mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Siapa namany Yu?"


tanya Tantri.


"Arjuna Sanjaya"


jawabnya yang menggambil Arjuna dari gendongan si mbok.


"Ganteng kayak ayahnya..."


ujar Deska.


Mereka pun mengobrol seperti biasa,mbok menyiapkan untuk makan siang mereka, dibantu Deska,Tantri mencoba bertanya kepada Kemuning apa maksud dari semua ini.


Kemuninghanya menjawab.


"Tapi kemana Ayu? dia sekarang berada dimana? kamu hanya memanfaatkan dia? nasib buruk yang menimpa mu memang sudah takdir, yang sekarang bahagia adalah Ayu dan San"


"Aku tidak boleh merasakan bahagia?"


tanya Kemuning dengan pandagan tajam.


"tapikamu hidup di dalamnya"


"Aku dan dia sama, mungkin hanya berbeda sifat"


"Karena sifat Ayu siapa saja bisa dengan mudah menyukianya"


kata Tantri yang kemudian keluar dari rumah besar itu, Deska yang melihat pun mengikuti Tantri.


"Ada apaan sih bu?"


tanya Deska.


"Tidak apa-apa,kita balik aja"


sahut Tantri ang memanggil taksi.


Dalam perjalanan Deska merasaaneh dengan tingkah Ayu, tidak biasanya dia bersikap dingin, ia mencoba bertanya kepada Tantri apakah benar dia Ayu atau bukan, Deska tahu itu bukan Ayu,lalu kenapa dia berada di badan Ayu.


Tantri hanya menjawab, biarlah itu urusan mereka, kita orang luar tidak usah ikt campur, tidak terima dengan jawaban Tantri, dia kesal Ayu yang hanya ingin bahagia kenapa seperti ini.


"Des...San itu bukan manusia biasa, Ayu baik-baik saja"


ujar Tantri menyentak Deska.


"Bukan manusia biasa?"


tanya Deska yang meneteskan air mata.


Tantri keceplosan, selama ini diahanya tahu San adalah putera tunggal JBO, dia anak orang kaya yang mencintai Ayu yang seorang anak biasa, dia memang pernah bercerita dia selalu memimpikan hal yang sama di datangi seorang lelaki.


Dia tidak mengerti dengan perkataan bukan manusia bisa, apa dia alien kayak di film-film? atau dia setengah vampir? Deska terlalu sulit mencerna semua ini.


"Ayu di mana Tan?"

__ADS_1


tanya Deska yang mulai menangis.


"Dia baik-baik aja Des.."


peluk Tantri dalam taksi. Dia menenangkan Deska agar tidak khawatir dengan Ayu lagi.


.


.


.


🎶Sayang, kau di mana aku ingin bersama?


Aku butuh semua untuk tepiskan rindu


Mungkinkah kau di sana merasa yang sama?


Seperti dinginku di malam ini


Rintik gerimis mengundang kekasih di malam ini


Kita menari dalam rindu yang indah


Sepi kurasa hatiku saat ini, oh sayangku


Jika kau di sini, aku tenang.


Bagaikan lantunan lagu di atas menggambarkan diri Ayu ang saat ini, dia pasrah, ada di pikirannya untuk bunuh diri,mungkin agar dirinya bisa terbebas dari tempat ini, memberikan cintanya kepada Kemuning, San dan anak-anaknya, mungkin akan lebih baik jika dia mati.


Cinta adalah salah satu perasaan paling hangat, menyenangkan, dan membahagiakan dari pengalaman hidup manusia. Cinta dirasakan oleh semua orang, baik dalam wujud cinta untuk keluarga, teman, anak, atau cinta romantis kepada pasangan.


Sama seperti tingginya kebahagiaan yang kita rasakan ketika berada di puncak cinta, jatuh terpuruk pun sangat menyakitkan bila kita harus mengucapkan selamat tinggal pada orang tercinta.


Kesedihan adalah bagian dari cinta, apakah sedih karena mereka harus pergi selamanya, atau karena putusnya hubungan asmara. Kita perlu bersedih atas kehilangan dan menerima kesembuhan yang ditawarkan waktu. Ketahui batasan emosional, tetapi jangan mengisolasi diri ketika berusaha melepaskan seseorang dan memulihkan diri dari kehilangan, karena itu akan lebih menyakitkan.


Semua butuh tahapan untuk bisa melupakan, menyangkal dan isolasi diri dari tahap ini kita menyangkal kenyataan situasi. Ini respons alami terhadap rasa sakit yang begitu besar karena kesedihan.


Amarah ini muncul begitu rasa sakit yang sebelumnya disangkal mulai timbul ke permukaan. Amarah dapat ditujukan pada benda mati, orang asing, keluarga atau teman-teman. Mungkin merasa marah pada keadaan hidup yang tidak pernah berpihak kepada kita.


Tawar-menawar dalam hidup ini, mungkin merasa harus mengembalikan kendali diri dari perasaan tidak berdaya. Ayu mungkin berpikir dan menyesal bahwa seharusnya menjadi orang yang lebih baik, atau semestinya dia mencari tahu sebenarnya tujuan Kemuning apa?.


Ayu yang depresi adalah hasil kesedihan dan penyesalan yang datang dari kesadaran bahwa orang yang dia cintai benar-benar telah bahagia bukan dengan Ayu, mungkin merasakan kesedihan yang begitu besar, menangis, dan terus menangis.


Ayu harus bisa menerima, dengan tercapainya perasaan tenang dan ikhlas. Beberapa orang mungkin tidak pernah mencapai tahap kesedihan terakhir ini, termasuk Ayu, pikiran nya yang pendek akan sangat membuatnya menyesal selama hidupnya.


Kenyataannya, hubungan yang mereka jalin sudah berakhir. Oleh karena itu, Ayu boleh merasa seolah dia pun sudah pergi selamanya. Ayu berhak melakukan apapun, atas rasa kehilangan.


Ikuti gelombang kesedihan itu tanpa membiarkan diri mu tenggelam dan tersesat di dalamnya, jangan lakukan. Tapi teerima kesedihan mu seperti apa adanya yaitu perasaan yang akan mengantar mu melalui kondisi tidak menyenangkan dan pada saat yang sama memberikan ketenangan pada hati Ayu untuk pulih. Karena sesungguhnya kesedihan adalah bagian dari penyembuhan.


Walupun tidak ada orang di sekitar Ayu disaat seperti ini yang mengetahui apa yang sedang Ayu alami, Ayu tetap dapat mengakui perasaan itu pada diri sendiri, ketika merasa sedih, ambil jeda dan katakan “Aku sedih, tidak apa-apa. Kesedihan ini akan membaik.


Mengevaluasi diri akan cinta membuat kita bangkit dari kesedihan awal karena kehilangan seseorang, sekarang waktu yang tepat untuk menilai hubungan tersebut dengan jujur. Mulailah dengan mengakui apa yang pernah ada.


Akan sulit memang mengenang orang yang nyata dan pernah hidup, jika ada cinta di antara mereka berdua, maka salah satu yang membuat cinta itu sangat istimewa adalah adanya momen-momen di antara bahagia dan tidak bahagia dan cara Ayu berdua mengatasi perbedaan.


Jangan menempatkan dia terlalu istimewa, dalam kematian dengan cara yang tidak masuk akal. Dengan menempatkan dia dalam posisi yang begitu tinggi, tidak bisa menyimpannya dalam hati dan menyulitkan untuk melanjutkan hidup.


Hubungan yang jalin tidak sempurna. Jika memang sempurna, tentu saat ini tidak sedang berusaha melupakannya. Jika dia yang memutuskan cinta, berarti tetap ada kelemahan dalam hubungan.


Memberi konotasi negatif atau terpaku dengan masa-masa gelap dapat memperkuat pikiran Ayu tentang Kemuning yang diikat secara emosional, sehingga lebih sulit dilepaskan. Bahkan, cinta pun dapat berubah menjadi kebencian. Kebencian tidak akan bisa melepaskan dia dari hati, hanya melepaskan dia dari kebaikan. Ayu berhak untuk bebas melanjutkan hidup tanpa beban, bukan terkurung dalam gelap yang Kemuning rasakan saat ini.


Melupakan seseorang yang telah memberimu banyak hal untuk diingat adalah hak yang sangat sulit. Tapi jika itu yang terbaik, lepaskanlah.


Ada saat dimana kesabaran itu sudah mencapai batas dan inilah yang terjadi jika seorang perempuan sudah terlalu lama bersabar, ia akan meninggalkan hal yang sangat ia cintai sekalipun. Bukan karena ia tega, tetapi ia kini sadar bahwa untuk apa mempertahankan sesuatu yang tidak seharusnya dipertahankan. Mengembalikan San kepada Kemuning adalah cara untuk dirinya bisa terbebas dari semua ini.


Kadang ada saatnya kita harus melepaskan dan mengikhlaskan, karena ada sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Ikhlas itu memang butuh pernafasan panjang, ikhlas itu berat, berat banget, apalagi mengikhlaskan San sama Kemuning. Tapi yakin cepat atau lambat Ayu pasti bisa.


Cinta itu bukan melepas tapi merelakan. Bukan memaksa tapi memperjuangkan. Bukan menyerah tapi mengikhlaskan. Bukan merantai tapi memberi sayap. 


San sendiri berdiri di atas dilema yang panjang, dia tahu mereka orang yang berbeda, nama mereka kini ada di hatinya, entah harus bagaimana bersikap, raga Kemuning tapi jiwa Ayu, keduanya tidak bisa lepas satu sama lainnya.


Terikat oleh keadaan dan takdir, menjadikan kedua dan San seperti di permaikan takdir yang datang silih berganti, memberi harapan dan luka yang bersamaan.


Ayu sudah tidak sanggup menanggung semua ini, dia hanya mengucapkan dalam hatinya yang lirih, yang mungkin saja San dan Kemuning mendengarnya.


"Aku ikhlas, Kemuning bersama mu mas, aku akan selalu mencintai mu, tapi kamu bukan milik ku, bahagialah bersama mereka,anak kita dan Kemuning"


Ayu yang perlahan memejamkan matanya.


.


.


.

__ADS_1


(Bersambung)



__ADS_2