
Ayu melepaskan rasa rindunya kepada anak-anaknya, malam itu dia bersama dengan Arjua dan Ben tidur dikamar anak-anak, menemani keduanya tidur, rasa rindu itu kini terbayar, San tidak bisa membayangkan bilaAyu tidak ada di sisinya.
Selepas menidurkan anak-anak, dia kembali kekamar, di kamar ini, Ayu melihat San dan Kemuning,,,aah sudah lah, batinnya yang terasa sakit bila mengingat hal tersebut, dia tidakmenjumpai San dikamarnya, ada perasaan di hatinya ingin kembali pulang, dia takut Tantri akan khawatir dengannya.
Dia hanya terdiam memandang rembulan dikamar itu, entah apa yang Ayu rasakan, dia seperti menahan rasa cintanya, dia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan hatinya, dia terus mengingat hal yang menyakitkan yang dilaluinya sendirian.
Tidak lama San masuk ke dalam kamar, dia melihat Ayu berdiri dibalik jendela besar, San datang dan menghampiri,memeluk rindu sang isteri, mendarat kan kecupan di leher Ayu.
"Kamu masih ingin pulang?"
Bisik San.
"Harus mas, ijinkan aku mencintai mu,walau dunia kita berbeda"
ucap Ayu.
"Biarkan kami terus berada di sisi mu,dek"
Ayu pun memeluk San,mengucapkan kata itu, dia menangi sejadinya, dia tidaktahu harusberbuat apa,satu sisi dia bahagia bersama dengan San, tapi dunia ini tidak adil mempertemukan mereka didunia yang berbeda.
"Kamu tidak senang bertemu dengan ku?"
tanya San berbisik.
"Aku sangat senang mas, hilang rasanya duri yang ada di dada ku"
ucap Ayu dengan isak tangis.
"Aku akan menemukan caranya,agar kita bisa bersama walau dunia kita berbeda"
San terus memeluk Ayu dengan kerinduan yang besar.
.
.
.
Jawabannya adalah Empu Gatma,lelaki tua itu banyak menyimpan rahasia, dia mungkin tahu apa yang San dan Ayu butuhkan agar mereka bisa bersama,menjalani hubungan walau dunia mereka berbeda. Empu Gatma sendiri terkadang berkelana kedunia manusia, hanya untuk mencari renikarnasi dari isterinya.
Malam penuh kerinduan, menusuk sanubari keduanya, rasa deg-degan itu masih nyata ada, dia tidak tahu apakah ini boleh atau tidak, bolehkah dia bercinta walau San adalah suami Kemuning. Ayu menolak San agar tidak menciumnya, dia tidak ingin, Kemuning salah pahamakan dirinya.
"Mas,,,,"
Ayu yang menahan badan San untuk tidak menciumnya.
"Apa tidak apa-apa, Kemuning bagaimana?"
tanya Ayu.
"Kemuning itu reinkarnasi mu, dia ada di dirimu, apa yang kamu rasaakn dia juga rasakan dek"
jelas San.
__ADS_1
"Tapi saat itu..."
"Setiap orang memiliki sisi negatif, dan kamu bisa menaklukannya"
jelas San yang kemudian mengecup bibir Ayu.
Wajahnya memerah, seperti dahulu, ketika San pertama kali mengecupnya, mata mereka saling menatap, merasakan rindu yang di tahan, San sempat melirik tajam kepada Ayu.
"Mas lihat, dia mau cium kamu dek"
kata San yang tiba-tiba murung.
"Dia siapa?"
Ayu pura-pura tidak tahu.
"Pria yang bersama mu di pantai"
"Dia Alingga,teman satu kampus ku, emangnya mas lihat?"
tanya Ayu yang paling suka melihat sikap cemburu suaminya.
"Lihat, dari awal kamu sadar, dia sering peluk kamu"
"Lalu apa bedanya aku yang cemburu melihat mas bersama Kemuning?"
ungkap Ayu.
"Beda dek, dia kan kamu"
sahut San terenyum.
tanya San yang merebahkan kepalanya di pangkuan Ayu.
"Semudah itukah? untuk melupakan mas aja aku enggak sanggup"
ujar Ayu mengelus lembut rambut pendek suaminya.
San melihat apa yang Ayu rasakan, dia tidak meragukan Ayu akan cintanya, dia membuat San sangat berarti,melewati batas apa yang telah di gariskan untuk mereka. Menjalani kehidupan ini lebih sulit bila tidak ada salah satunya.
"Maafkan aku ya dek..."
ujarnya bangun matanya menatap Ayu, kedua tangannya mengelus lembut wajah Ayu.
San mendekatkan wajahnya, mendaratkan ciuman mesra di bibir Ayu, dia hanya terdiam menikmati buaian lembut bibir San, tangan Ayu kemudian di kalungkan di leher San, Ayu menikmati cumbu*an dari suaminya, sudah berap lama dia tidak melakukan ini dengan San.
San merebahkan badan sang isteri, dia perlahan melepaskan pakaian yang Ayu kenakan, tubuhnya yang ramping itu hanya berbalut selimut, San seperti tidak bisa menahan rindunya kepada isterinya. Keduanya terbuai dalam lautan cinta yang membara, keduanya bersiap untuk memulai permainan cinta, Ayu yang terpejam menikmati cumb*uan dari San, tiba-tiba dia ingat.
Matanya terbelalak melotot, dia ingat bahwa anaknya baru berusia 1 tahun, dia menahan San, deru nafas San terdengar jelas, dia menatap wajah Ayu yang bimbang.
"Ada apa dek?"
tanya San yang berada di atas Ayu.
"Aku enggak minum ramuan KB?"
__ADS_1
tanya Ayu kepada San.
"Kamu mau minum?"
"Juna masih kecil mas"
ujar Ayu mengambil selimut dan menutup badannya/.
San punmeminta ramuan tersebut kepada ibundanya, segeraAyu pun meminumnya, Ayu terlihat canggung, dia masih merasa malu-malu kepada San. San hanya tersenyum menatapAyu, kemudian dia menarik tangan Ayu membawanya berdiri di depan jendela besar yang ada dikamarnya.
San memeluknya dari belakang, mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya diam saling memelukmenatap rembulan, San mencium pundak Ayu,dia menutup badannya dengan selimut tipis yang dia kenakan.
"Apa besok Ayu boleh pulang?"
tanya Ayu kepada suaminya.
"Sampai aku menemukan caranya, mas akan antar kamu pulang"
ucap San.
.
.
.
Belum juga pagi, San bergegas pergi menemui empu Gatma, dia ingin dirinya memiliki fisik yang terlihat dialam Ayu, apapun dia akan lakukan,asal dia bisa bersama dengan Ayu, empu Gatma sendiri belum bisa membaritahu kepada San, tetap saja ada batas di antara keduanya.
"Apapun empu, aku akan lakukan"
ujar San yang sudah mantap.
"Tapi pangeran....saya juga tidak tahu apakah cara inibisa atau tidak"
empu Gatma sendiri bingung atas permintaan pangeran Jayanaga ini.
"Hamba tidak tahu,apakah ramuan ini akan berhasil atau tidak, lusa kembalilah pangeran, hamba akan menyiapkan nya dalam 2 hari"
sahut empu Gatma.
Dia sendiri berhasil kealam manusia, tapi ramuan itu hanya untuk dirinya sendiri, dia tidak pernah mencobanya untuk orang lain. Empu Gatma akan bersiap membuat ramuan tersebut.
Sementara San kembali ke istana, Ayu dan anak-anaknya tengah bersantai bersama mertua dan mbok, melihat Ben berlatih dengan paman senopati, melihat perkembangan anaknya, Ayu tiba-tiba teringat bagaimana dia bertemu dengan Ben kala itu.
Anak lelaki itu kini telah besar, ada rasa di hatinya yang menyesal melewati ini semua dengan kesedihannya, harusnya dia bisa berdamai dengan Kemuning, bisa meresap ingatan tentang pertumbuhan anak mereka,Ayu memang kehilangan momen kebersamaan itu, tapi tidak mengurangi rasa sayangnya kepada buah cintanya.
Memikirkan itu Ayu merasa mengantuk, matanya terasa berat, dia yang duduk santai, Arjuna yang di pangku oleh mbok melihat Ben yang sedang latihan, Ayu tertidur tanpa sadar, perlahan tubuhnya menjadi transparan, Ben terhenti latihannya, fokusnya terpecah di kala dia melihat bundanya perlahan menghilang.
Ayu kembali ke dunianya, kembali berada di kamar Alingga, seperti posisi awal dia tertidur dikasur yang empuk itu. Sedangkan Alingga yang hampir putus asa mencari Ayu, hampir 3hari mereka tidak menemukan Ayu, Tantri juga tidak berhenti menangis, tapi dia tertidur pulas seperti bermimpi indah.
.
.
.
__ADS_1
(Bersambung)