Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Pengakuan ibunda Bella


__ADS_3


...🌸🌸🌸...


(Cerita sebelumnya)


Diam-diam dia merasakan kebencian di dirinya, San kenapa bisa suka kepada wanita yang jauh dari kata cantik, dia bahkan tidak pernah menganggap Karla ada, dirinya kalah telak dengan Ayu yang hanya gadis biasa.


.


.


.


Tempat hiburan biasa yang buka pada malam hari ini begitu ramai, hiburan yang satu ini selalu di anggap tempat yang negatif, padahal hal itu terjadi karena manusianya bukan karena tempatnya, berbagai transaksi terjadi di club malam.


Karla yang pulang kerja langsung ke klub langsung pesan minuman seperti biasanya, Liqueurs, paling cocok di minum segala acara, dengan campuran buah, dengan kandungan alkohol 28%.


Tidak ketinggalan Rico yang juga berada di club setiap malamnya, Karla tidak berkata apa-apa, hanya minum di temani Rico, dirinya telah menghabiskan 3 gelas Liqueurs. Mereka hanya terdiam menunggu pagi, hal itu terus di lakukan seperti sudah kebiasaan.


.


.


.


Ayu terlelap dalam tidurnya malam itu, seperti tidak ada beban, sedangkan San menemani Ayu terlelap, mengelus lembut kepala Ayu, tidak tidur sampai pagi menjelang.


Dia hanya ingin Ayu selalu bersamanya, berusaha agar Ayu tidak pergi meninggalkannya.


Esok paginya Arya bersiap pergi kerja, tiba-tiba saja dia di kejutkan oleh telepon dari Bella yang mengatakan bahwa sang ibunda sakit. Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saja ibunda Bella sakit keras. Sedikit rasa berat di hatinya karena Arya tahu apa yang ibunda Bella lakukan terhadapnya di mas lalu.


Bella : "Mas bisa kan kesini?"


Arya : "Bisa...mas berangkat dulu ya"


ucap Arya yang kemudian menutup telepon genggamnya.


Ibunda Bella beberapa hari ini sakit, di periksa dan di berikan obat seperti biasa tapi tetap saja tidak ada perubahan, badannya terasa meriang, kepalanya sakit sampai dia tidak dapat bangun.


Arya yang bersiap membawakan beberapa obat dalam sebuah tas kerjanya, dia hanya ingin Bella tidak khawatir akan ibunya, dia juga enggan bercerita apa yang diketahui nya, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya.


"Sabar ya ibunda, mas Arya akan segera tiba..."


ucap Bella yang selalu menemani sang ibunda.


"Arya???tidak, ibu tidak mau dia mengobati ibu"


kata ibunda Bella.


"Sudahlah adinda, biarkan Arya menolong mu, dokter yang biasanya saja tidak tahu adinda sakit apa"


ujar ayah Bella.


Karena tidak ingin membuat suaminya khawatir dengan berat hati sang ibunda bersedia di periksa oleh Arya. Hampir 40 menit menunggu Arya sampai di kediaman Bella, rumah yang cukup besar dan megah.


Arya langsung memeriksa keadaan ibunda Bella, entah apa yang terjadi, dirinya seperti melihat kondisi ibunda Bella sangat tidak baik,badannya terlihat transparan, titik darahnya terlihat semua, bahkan apa yang menyebabkan sakit ibunda Bella.


"Ibu sakit apa mas?"


tanya Bella.


"Ibu hanya salah makan saja, biar aku buatkan ramuan herbal"


jawab Arya yang kemudian berjalan keluar kamar dan bergegas menuju dapur.


Dibantu mbok Mirah Arya membuatkan ramuan herbal dan membuatkan resep obat yang akan di minum sewaktu penyakitnya kumat.


"Matus suwon yo mas, sudah buatkan ndoro ramuan herbal.."


ucap mbok Mirah yang tersenyum membantu Arya.


"Sama-sama mbok..."


Arya melihat masa lalu mbok Mirah kala itu dia menggendong seorang gadis kecil tengah sakit, dia membawa kerumah Arya dan meminta tolong kepada ayah Arya untuk mengobati anak sematawayangnya.


"Mas Arya,,,,"


panggil mbok Mirah membuyarkan lamunannya.


"Iya mbok...ini jamu nya sudah siap"


ucap mbok yang memberikan segelas ramuan herbal hangat.


Dengan segera Arya membawanya ke dalam kamar ibunda Bella, sekarang ibunda Bella tidak berpikir macam-macam, dia hanya ingin sembuh.


Glekk...glekk...


Sang ibunda pun meminum ramuan tersebut dan kembali beristirahat.


"Mas pamit pulang dulu ..."


ujar Arya bersiap untuk pulang, seharian ini dirinya tidak kerja hanya membantu ibunda Bella agar pulih dari sakitnya.


"Iya mas hati-hati, maaf Bella sibuk sama ibu."


"Iya enggak apa-apa"


Cuupp...


Arya yang berpamitan mendaratkan kecupan di kening Bella.

__ADS_1


Seharian cukup menguras tenaganya, meramu jamu untuk ibunda Bella bukan hal mudah, Arya belajar bertahun-tahun untuk bisa mengenali tanaman obat.


Arya teringat akan mbok Mirah, dia juga menyadari bahwa mbok Mirah adalah Ibunya Ayu di masa lalu, bahkan mereka sangat dekat kala itu. Mereka sangat dekat sampai Arya tahu bahwa Ayu yang dulu mempunyai rasa suka terhadapnya.


Dia juga ingat bagaimana Ayu sangat baik gadis yang lugu itu juga sangat penurut, sangat menghormati dan menghargai orang lain. Ada hal-hal yang terkadang membuat dirinya menyukai Ayu di masa lalu, tapi rasa itu selalu di tepis karena dirinya telah memilih Bella.


.


.


.


Makan malam romantis bersama pasangan bisa dilakukan di restoran mewah atau dengan membuatnya sendiri di rumah. Selain tempat yang ditentukan, makanan yang disantap bersama pasangan pun harus diperhatikan karena bisa membuat kita nyaman sekaligus memberi kesan positif pada pasangan.


San yang mengajak Ayu untuk barbeque di halaman samping rumahnya, di temani paman dan beberapa pelayan yang membantu membuatkan barbeque. Ayu juga sesekali membantu, bisa di tebak, San lah yang makan paling banyak.


"Makan terus, entar gemuk"


ucap Ayu yang gemas melihat San makan begitu lahap.


"Enak dek, kamu juga makan"


San yang menyuapi Ayu dengan daging yang di bakar selama 1-2 jam.


San dan paman hanya tersenyum, mereka makan malam dengan biasanya, di temani hembusan angin malam, cahaya lampu yang indah, tidak kalah dengan makan malam di tempat romantis.


Selesai makan malam, Ayu dan San lanjut menonton film di kamar San, sementara memang Ayu tidur di rumah San, sedikit tidak nyaman namun bagaimana lagi, San khawatir bila dia jauh dari dirinya.


Mahendra sedikit lega akhirnya Ayu tidak di kostnya, Mahendra sendiri tinggal di sebuah apartemen yang tidak jauh dari tempat kantor San, dia juga telah mengetahui dirinya dulunya adalah seorang pangeran, namun dia tidak berusaha mengungkap kepada orang tuanya dahulu, yang merupakan pimpinan JBO, asetnya salah satunya pengelola apartemen yang di tempati oleh Mahendra.


Kebingungan pasti, Rico yang sudah mendapatkan tugas untuk mengawasi Ayu, merasa heran kemana perginya Ayu, beberapa hari tidak terlihat batang hidungnya di kerjaan dan kostnya.


Ayu masih merasa khawatir akan telepon kemarin, dia terus bertanya apakah dirinya pernah salah kepada seseorang, dalam gelap kamar San, dirinya yang belum dapat tidur, memandangi laut tampak indah walau malam hari, langit di penuhi bintang yang bersinar terang.


San yang memilih tidur di ruang kerjanya yang berada di sebelah kamarnya yang di pakai untuk Ayu. Dia meminta sang paman untuk mengurus segala sesuatu untuk dirinya bisa menikahi Au dengan segera, entah itu persetujuan dari kedua orang tuanya atau apapun itu.


Kalau sudah menikah setidaknya Ayu tidak jauh dari dirinya, tidak perlu repot kerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri, belum lagi orang-orang yang merasa musuh JBO, bisa aja menjadikan Ayu sasaran empuk untuk memeras mereka.


.


.


.


Setelah beberapa hari ibunda Bella telah merasa baikan, pintu hatinya kini berubah, dirinya terharu Arya yang dulunya Bramasena, sangat baik terhadap dirinya, beliau sengaja mengatakan kepada Bella agar nanti malam makan bersama, sebagai tanda terimakasih beliau atas ramuan obat yang di berikan Arya.


Ayu juga mulai masuk kerja kembali, hanya saja perannya sebagai co-produser, mengatur berbagai siaran di balik studio, walau dirinya harus menerima syarat dari San agar dirinya bisa kembali bekerja, dia tetap tinggal dengan San, berangkat dan plang kerja di jemput oleh paman.


Mau tidak mau Rico kini bertugas mengawasi Ayu, dari tempat kerjanya, dia memotret dengan kamera ponselnya dan mengirim kepada Karla, seperti tebakannya Au tinggal bersama dengan Ayu membuat dirinya tambah muak dan kesal.


Karla bahkan mengirimkan pesan tersebut kepada sang ayah, kapan sebenarnya rencana yang mereka bicarakan akan di laksanakan, Karla sudah sangat muak terhadap pimpinan San.


Ambisinya sangat ingin menjatuhkan San dan keluarganya, membutakan hatinya dan berusaha menghancurkan dengan cara apapun, bahkan mereka tidak peduli akan hukuman yang nantinya mereka akan dapatkan.


"Gimana keadaan kamu?"


tanya Arya yang membawakan segelas kopi moka kesukaan Ayu.


"Makasih, menurut mas ?"


Ayu yang kemudian meminum kopi dibuatkan Arya.


"Enggak baik-baik sih"


jawab Arya tersenyum.


"Mas San mau aku menikah dengannya, secara enggak langsung Ayu di suruh berhenti kerja."


"Lalu?"


"Aku masih trauma akan perceraian, aku takutnya nanti..."


"Yu, kamu belum menjalani, yang mengobati rasa trauma itu diri kamu sendiri"


ujar Arya.


"Mas tahulah perbedaan status kami."


"Kalau orng tua nya memberikan restu kenapa tidak?"


Selesai percakapan mereka, Ayu seakan memikirkan matang-matang tentang pernikahan, bagaimana memberitahu kedua orang tuanya. Ayu sudah membuang semua kontak orang tuanya.


Sepulang kerja Ayu masih menunggu jemputan, Rico mulai beraksi, lengkap dengan menggunakan style tuxedo hitam layaknya pengawal San, Rico mengendarai mobil sedan berwarna hitam buatan eropa.


Ciiiittttt...


Mobil yang di kendarai Rico berhenti di depan kantor Ayu, tanpa curiga RIco yang keluar dari mobil langsung menghampiri Ayu.


"Nona Ayu...?"


"Iya, anda siapa?"


"Saya pengawal anda sekarang silahkan masuk"


ucap Rico yang membuka kan pintu mobil untuk Ayu.


Tidak ada rasa curiga, Ayu pun masuk, dia juga mengabari ke San, bahwa dirinya telah pulang dengan di jemput pengawal baru.


"Ini non...bersantai lah sebentar, kita akan sampai"


ucap Rico yang memberikan sekotak minuman dingin.

__ADS_1


Di karena kan San sangat sibuk sehingga dia tidak membaca pesan dari Ayu, tanpa curiga Ayu mengambil air mineral dingin dan meminumnya.


Tidak lama kemudian Ayu tertidur, dari semua air yang berada di box telah di masukan obat tidur, biar Ayu tidak curiga, memang Rico telah menyiapkan segalanya.


Rico : "Halo"


Karla : "Bagaimana?"


Rico : "Dia bersama ku"


Karla : "Tahan dia di rumah mu"


Rico : "Baik!!"


Karla yang sedang menemani San dalam acara mempromokan prodak baru JBO, dimana mereka terlihat sibuk, Rico bergegas membawa Ayu ke sebuah rumah, Rico tinggal di sebuah gedung yang dahulunya di fungsikan sebagai toko.


Membopong dan mengikat Ayu di sebuah ranjang besi di mana Rico biasa tidur, obat tidur yang di berikan Rico dosis sangat tinggi, aman sampai besok Ayu akan tetap tertidur.


.


.


.


Malam itu Arya yang bersiap memenuhi undagan dari ibunda Bella, tidak ada perasaan apa-apa, Arya datang dengan membawakan sekeranjang buah untuk ibunda Bella, berharap sang calon mertua bisa menyukainya.


Dengan mengendarai mobil nya, Arya melaju menuju rumah Bella, mereka memasak sangat banyak makanan, seperti mengucap syukur atas kesembuhan dirinya.


Akhirnya tiba Arya di rumah mewah Bella, yang berjarak 50 menit menggunakan mobil, di sambut si mbok yang membuka kan pintu, tampak sangat ceria wajahnya mbok, mungkin beliau tahu apa yang akan di sampaikan kepada Arya.


"Ayo Arya kemari, duduk bersama disini"


ucap ibunda Bella.


Berbeda dengan dirinya beberapa hari lalu, dia sangat ramah dan murah senyum sekarang, Arya juga merasa heran, ada apa sebenarnya yang membuat ibunda Bella berubah sikapnya.


Mereka pun memulai makan malam dengan nikmat, Bella sangat senang akhirnya ibunya bisa menerima Arya dengan baik, dia berharap bisa segera di berikan restu dan melangsungkan pernikahan.


"Terimakasih ya nak Arya, ibu telah baikan dengan ramuan yang kamu buat"


ucap ibunda Bella.


"Sama-sama bu, sudah seharusnya Arya menolong ibu"


"Kamu masih mau menolong ibu, setelah apa yang ibu perbuat?"


Sontak semua orang tercengang, apa yang di maksud oleh ibunda Bella.


"Maksudnya bu?"


"Ibu yang memberi racun di minuman dulu, ibu yang jahat, ibu tidak ingin tahta jatuh ketangan mu yang buka keturunan bangsawan"


cerita ibunda Bella terisak, mengingat betapa kejamnya dirinya yang dahulu.


"Ibunda...."


sentak Bella yang terkejut.


Bella selalu hidup dalam rasa bersalahnya selama ini, anak-anaknya yang telah tiada, sehingga Bella harus melakukan ilmu keabadian seperti orang tuanya. Kini dia baru tahu sebenarnya bahwa ibunya lah yang membunuh Bramasena.


Tidak kuasa menahan tangis, Bella berlari ke kamarnya, dia tidak menyangka bahwa sang ibunda lah yang menghancurkan kebahagiannya, walau Arya sudah tahu, dia hanya bisa memendamnya, tidak mengatakan apa-apa.


"Sepertinya yang ibu bicarakan adalah masa lalu"


ungkap Arya yang kemudian menyusul Bella.


"Adinda...."


suaminya saja tidak menyangka bahwa isteri tega melakukan hal tersebut.


Ibunda Bella hanya tertunduk mengakui dosanya di masa lalu, dia juga menyesal karena kehilangan cucu nya, nasi sudah menjadi bubur, marah pun tidak menyelesaikan masalah.


Bella hanya terisak tangis di kamarnya, menyesali apa yang terjadi di hidupnya, dia tidak bisa membayangkan apa yang ibunya lakukan terhadap suaminya Bramasena.


"Bell...."


Arya yang masuk ke dalam kamar Bella.


"Mas rasa, apa yang ibumu lakukan adalah masa lalu, sungguh, mas tidak marah ataupun dendam"


ucap Arya yang mengelus lembut kepala Bella, dia duduk di sudut ranjangnya, kedua tangganya menutup mata ambil menahan tangis.


"Mas...maafkan aku"


peluk Bella.


"Entah sejak kapan, mas punya ingatan Bramasena, tapi pertemuan kita mas tahu itu bukan kesengajaan"


Arya akhirnya bicara tentang dirinya yang mengalami hal yang sama dengan Ayu.


"Jadi mas...."


Arya mengangguk, membenarkan dirinya atas pernyataan tentang reinkarnasi di hidup yang Arya jalani saat ini. Tugas pertamanya telah selesai, kenyataan dirinya yang dibunuh telah terungkap dengan ibunda Bella yang mengakui sendiri, dialah pelakunya.


.


.


.


(Bersambung)

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸...



__ADS_2