Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Pesta Yang Ramai


__ADS_3


(Cerita sebelumnya)


Dengan terpaksa, bahu Ayu yang dipegang oleh Alingga mengikuti semua apa yang dikatakan oleh Alingga walau dirinya sendiri tidak ingin melakukan proses ijab kabul ini.


Semua persiapan telah siap kedua mempelai pengantin pun telah di pertemukan oleh penghulu alingga pun menjabat tangan sang penghulu dan bersiap mengucapkan ikrar perjanjian pernikahan.


Tidak lama terdengar suara gebrakan kan dari pintu depan di mana San dan Tubagus telah tiba di rumah alingga benar saja pmSan tiba bersama tubagus yang telah menyempurnakan wujudnya di dunia manusia, kaget bukan main alingga langsung menarik tangan Ayu, yang mudah membawanya ke sebuah sudut ruangan dan mengambil sebilah pisau, lengkapnya di leher wanita cantik itu semua orang yang hadir kaget melihat tingkah alingga. Mereka kemudian berpikir kembali bahwa alingga bukanlah orang yang baik, Walau mata pencaharian mereka memang lah biasa menikahkan orang di bawah tangan, bahkan ada juga yang sengaja menikah kontrak di tempat tersebut.


Sehingga tidak peduli siapapun pangeran Sanjaya dia manusia ataupun tidak dia tidak peduli yang dia inginkan hanyalah Ayu menikah dengan Ayu dan bahagia dengan Ayu, dia tidak ingin orang lain mengusik dan mengganggunya.


Tubagus resma membuat semua orang tertidur kecuali Aingga dan Ayu hanya dengan menghembuskan, seberkas debu yang terdapat di tangan kanannya dan Sringgg !!!! semua orang di tempat itu tertidur pulas dan tidak mendengar apapun yang mereka lakukan.


Coba lihat hal tersebut alingga hanya tercengang dan menatap San dan temannya dengan penuh tatapan marah dan kesal alingga terus mengalungkan pisau di leher Ayu, setidaknya ini hanyalah sebuah ancaman untuk pangeran Sanjaya menjauh dari mereka tanpa berkata San terus mendekat tanpa ragu, tangannya yang memegang pisau di sebelah kanan hanya menatap alingga dengan penuh amarah, banyak masalah yang di lalui Ayu karena dia mulai mulai dari dia membakar Kemuning dan ingin membuat Ayu jatuh cinta kepadanya, ditambah lagi sekarang dia ingin memaksakan pernikahan kepada Ayu, entah apa yang membuatnya semakin menggila, jadi Ayu yang memang berjuang sendiri tanpa orang tua tidak peduli apapun yang terjadi dia kan tetap terus Tegar seperti Karang dipinggir lautan.


"Kalau aku tidak bisa memilikinya, maka tidak ada yang akan bisa memilikinya"


ujar Alingga. Tangan Alingga terus menekan pisau itu ke leher Ayu, namun dengan kecepatan kilat Pangeran Sanjaya telah mengambil pisau di tangan alingga, melihat hal tersebut Alingga hanya terdiam bengong dan membuktikan bahwa Pangeran Sanjaya bukanlah Manusia biasa.


Kemudian Ayu yang kaget hanya terduduk diam di lantai tidak dapat melihat jelas suaminya yang berdiri di hadapannya.


"Sebenarnya kamu ini apa? bagaimana Ayu bisa mengenalmu?" tanya alingga yang tetap berdiri di posisinya, San kemudian menghampiri Ayu menggendong badan mungil istrinya.


"Aku dan Ayu telah terikat, kami telah menjadi satu kemanapun kau membawanya aku akan selalu bisa menemukannya karena aku adalah suaminya"


ucapan tegas dari pangeran Sanjaya membuat alingga terdiam, Ayu juga bahagia dengan perkataan San.


Ketika ketika son berpaling untuk membawa istrinya kembali, tiba-tiba alingga melemparkan sebuah vas bunga berwarna putih biru yang terbuat dari keramik dan Prannnnngkkkk!!! pas itu tepat mengenai kepala San walau tidak kenapa-kenapa tetap saja membuat Ayu kaget, San juga dia tetap berdiri kokoh tanpa merasakan sakit namun hal itu membuat tubagus resma marah dengan cepat tangannya meraih leher Alingga mengangkat tinggi badan pria itu, dapat terlihat jelas wajah merah Alingga nafasnya seperti akan habis, mata yang akan meledak.


"Dia tidak bisa bernafas, Lepaskanlah panglima, dia tidak pantas mati ditangan mu"


ucap Pangeran Sanjaya kemudian ia berlalu melalui pintu, di depan telah menunggu Tantri dan beberapa polisi lainnya.


Akhirnya Tantri bisa bertemu dengan Ayu kembali sambil menahan air mata Tantri berjalan ke arah Sanjaya kemudian Pangeran Sanjaya yang menurunkan Ayu, pergi juga untuk memeluk Tantri, dirinya tidak menyangka bahwa alingga begitu nekat melakukan semua ini, beberapa polisi masuk dan memborgol tangan alingga, tidak lama penghulu saksi dan lainnya yang tertidur tadi kembali tersadar mereka juga ditangkap karena begitu merasakan untuk warga lainnya karena mereka yang membuka jasa untuk kontrak antara gadis desa dengan beberapa orang di luar sana.


"Sorry aku nggak bisa selamatin kamu"


ucapkan Tantri yang masih memeluk Ayu.


"Enggak apa-apa Tan"

__ADS_1


Tidak lama Tantri terdiam melihat tuh bagus resma keluar dari balik pintu, wujudnya begitu sempurna Tantri dengan berlinang air mata kemudian menghampiri Tubagus resma dia berlari dan memeluk Kekasih pujaan hatinya. Antara senang dan sedih cinta mereka kini tidak terhalang oleh apapun, walau dia tahu resikonya cinta beda dunia ini.


Tetap saja Tantri sangat bahagia


"kamu nggak papa mas?"


tanya Tantri yang menatap wajah Tubagus resma


"Tidak papa Dek Tantri"


jawab Tubagus Risma dengan senyum.


Ayu lega kini Tantri dan Tubagus resma bisa bersama Tantri, dia juga sangat berterima kasih kepada Pangeran Sanjaya, suaminya sendiri yang tidak pernah gagal untuk menyelamatkannya dan dia juga tahu bagaimana membuat Ayu begitu bahagia bisa berada di sisinya.


Setelah semuanya berada di kantor polisi, mereka juga memberikan keterangan apa yang terjadi sebenarnya namun dia tidak bisa jujur, Siapa pangeran Sanjaya suaminya karena identitasnya sangat penting untuk Ayu rahasiakan begitu pula dengan Tanyri yang begitu kompak menjawab yang mengatakan bahwa mereka adalah pasangan kekasih, ibu alingga yang datang ke kantor polisi pun tidak menyangka kalau anaknya akan melakukan hal senekat ini hanya karena sang anak benar-benar mencintai Ayu.


Pandangan Ibu Alingha begitu sinir terhadap Ayu. Mungkin dia sangat marah apa yang terjadi terhadap anaknya walau di begitu tahu Alingga sangat mencintai Ayu, tetap saja beliau mencari alibi agar anaknya terbebas dari jeratan hukum.


Dia bahkan menceritakan menemukan beberapa barang yang dipercaya sebagai alat untuk guna-guna alingga, bahwa korban sebenarnya adalah Alingga karena sebelumnya alingga telah memiliki tunangan bernama Viona, udah gitu supermodel itu tiba-tiba saja diputuskan oleh Lingga setelah alingga bertemu dengan Ayu membuat ibunda alingga begitu begitu kesal, tapi semata-mata karena untuk kebahagiaan sang anak, dia akhirnya menerima keputusan putranya dan memilih Ayu sebagai calon pendampingnya.


Bahkan dalam beberapa hari ini alingga tidak bisa tidur nyenyak banyak hal yang dipikirkan karena Ayu yang tiba-tiba saja menghilang beberapa hari tapi di sini Ayah menceritakan yang sebenarnya bahwa dirinya pernah berobat di suatu desa terpencil karena dirinya lah yang telah diguna-guna oleh alingga. Ada beberapa saksi termasuk Tantri dan sopir driver yang mengantar mereka berapa jam mereka diinterogasi oleh Polisi tapi hal tersebut sangat menguras tenaga Ayu dan Tantri, membuat mereka tidak bisa beristirahat sejenak sedangkan Pangeran Sanjay dan Tubagus Rosma hanya menunggu di depan kantor polisi.


"Inilah saya Pangeran Sanjaya"


ucap Mpu gatma tidak banyak yang mengetahui siapa sebenarnya dia jayanaga mereka hanya mengenal empuk gatma adalah tabib hebat Sakti mandraguna.


"Bagaimana ceritanya Mpu?"


tanya Sanjaya namun empu Gatma hanya memasang senyum lebar di wajahnya dan menepuk pundak Pangeran Sanjaya.


"Karena hamba telah hidup lebih lama dari pangeran "


jawab empu Gatma. Dia kemudian masuk ke dalam ruang interogasi banyak polisi yang mengenal beliau bahkan beliau berhak memberhentikan interogasi terhadap Ayu dan Tantri beliau yang akan menjamin Ayu dan Tantri dan memastikan alingga akan mendekam di penjara tidak terima anak semata wayangnya menderita sang ibunda berkata kepada air bahwa sampai kapanpun aku tidak akan pernah bahagia rasa penuh kesal amarah dan kebencian sangat-sangat ada di dalam pandangan ibunda alingga terhadap Ayu walau Ayu tidak bersalah tetap saja di mata ibunda alingga Ayolah biangkerok dari masalah anaknya.


Setelah selesai berurusan kali ini Empu gatma mengajak Ayu Tantri Pangeran Sanjaya dan Tubagus Risma ke kediamannya, Ayu cukup tercengang ternyata Mpu gatma adalah orang yang sangat punya nama di kota mereka pantas saja Ayu sempat merasa kalau dia dan aku gak pernah bertemu ternyata wajahnya terpampang di beberapa baliho yang ada di kota mereka.


"Ternyata kamu adalah orang yang hebat"


sahut Tantri "Tidak juga nak Tantri"


"Empu hanyalah orang yang biasa, yang diberi kepercayaan untuk bisa membantu kalian"

__ADS_1


ujar Mpu gatma sementara Ayu dan Tantri akan tinggal di rumah besar milik Mpu gatma dia juga memberikan kamar khusus untuk pangeran Sanjaya


"Apa ini tidak berlebihan ya Mpu?"


tanya Ayu.


"Semua telah dipersiapkan, agar kalian tetap masih bisa bersama walau dunia ini begitu kejam memisahkan"


sahut Mpu mengingat beberapa hal yang dulu tidak pernah dia bisa lakukan untuk istrinya, sekarang walaupun sang istri telah meninggalkan dia lebih dulu, setidaknya dia bisa membuat kedua Insan ini benar-benar merasakan apa itu kebahagiaan bersama dengan orang yang dicintai tanpa peduli dunia ini mempunyai dinding pembatas.


Akhirnya mereka bisa bernafas lega walau masih ada proses panjang untuk mengadili alingga tentunya ibunya terus mati-matian mencari dukungan agar putranya bisa terbebas dari jerat masalah, dia bahkan menghubungi Viona Siapa tahu Gadis itu mau membantu anaknya, tapi sayang Yona telah berangkat ke London sehingga ibunda Lingga tidak memiliki koneksi, kepada siapapun hanya ada beberapa rekannya yang bekerja di pemerintahan pengadilan dan beberapa temannya menjadi seorang pengacara namun namun semua tuduhan dan bukti telah diakui oleh alingga sendiri sehingga penangguhan penahanan pun tidak akan pernah dapat alingga rasakan.


Masih ada rasa takut di hati Ayu ada pertanyaan besar di hatinya kenapa kenapa ibunda alingga begitu membencinya apa yang salah terhadap dirinya, dia juga tidak ingin mencintainya dan dia juga tidak ingin merebut alingga dari sisi ibundanya. Belum lagi masalah dengan suaminya saya ingat betul apa yang anda lakukan terhadap dirinya sangat berdampak besar untuk masa depannya dan dia harus mengubur dalam-dalam impian nih cita-citanya untuk menjadi seorang pembawa berita.


"Dek Kamu kok belum tidur ?"


tanya Sanjaya memeluk Ayu dari belakang.


"Aku belum ngantuk mas"


jawab Ayu, Sanjaya hanya terus memeluk istrinya ya tahu Betul apa yang aku rasakan di hatinya saat ini, setidaknya pelukan dari Sanjaya akan membuat Ayu lebih tenang dan nyaman. Sementara itu Tantri dan Tubagus terus tengah duduk di bawah sinar rembulan di depan kolam yang terdapat beberapa ikan hias Tubagus resma membuatkan sebuah cincin yang cantik untuk Tantri, menyematkan nya di jari manis sebelah kanan Tubagus Risma ingin segera menikahi Tantri. Apapun yang terjadi dan apapun resikonya tuh bagus Rusma telah memikirkan semua ini.


Angin begitu lembut menyapa kedua insan yang sedang jatuh cinta, kini berdiri, menjinjit kakinya, dia meraih bibir Sanjaya dengan bibirnya, sementara Tantri dan terbagus resma tengah berbincang dengan apa yang dicita-citakan oleh mereka berdua membina rumah tangga, yang bahagia dan sederhana kalau keduanya tahu dunia mereka berbeda tapi, Tantri rela menghabiskan sisa hidupnya untuk bersama Tubagus rumah lelaki yang dijuluki sebagai panglima termuda jayanaga.


Tantri pun memikirkan hal aneh Seandainya dia menikah dan memiliki anak dari Tubagus resma dia ingin anak-anak bisa bertunangan dengan salah satu anak Pangeran Sanjaya dan Ayu angan dan cita-cita Tantri sejak mereka bersahabat Tantri ingin persahabatan mereka terus melekat bahkan sampai ke anak-anaknya nanti.


Keesokan paginya cuaca begitu mendukung kicau burung terdengar jelas di halaman belakang rumah besar milik Mpu gatma bak seorang raja beliau begitu dihormati dan dilayani oleh pengurus rumahnya, dia memperkenalkan Pangeran Sanjaya dan Tubagus Resma sebagai anaknya dan Ayu adalah menantunya Polos, sekarang mereka belum bisa berkumpul dengan anak-anak tapi suatu saat lampu gatma akan berusaha membuat anak-anak mereka bisa terlihat sempurna seperti ayahnya.


Ayu sangat bersyukur bisa mengenal orang-orang baik ini tapi ada rasa bersalah di hatinya karena alingga bersikap seperti itu sikap dia yang pertama ketika dia telah sadar dia tidak bisa menolak apa yang kalian lakukan terhadap dirinya apa yang akingga katakan Ayu hanya menurut Apa yang diucapkan alingga, sampai dia ingat kembali siapa cintanya siapa orang yang dia sayang selama ini dan selama itu sikap Ayu begitu ambigu terhadap alingga dia tidak mengatakan dia tidak suka ataupun dia menyukai alingga, dianya diam dan mengikuti arus air arus yang sangat cerdas hingga dia terhempas disela bebatuan sungai.


Ayu berniat untuk menemuinya hari ini saya ingin berterus terang kami minta maaf kalau dirinya memang bukanlah orang yang baik untuk dia Ayo bukan untuk Kalingga begitu pula alingga Ayu yakin Ali enggak akan bahagia walaupun Gadis itu bukan Ayu dan dia secara resmi akan meminta maaf kepada ibunda alingga dia mengatakan yang sebenarnya dan meyakinkan bahwa dia bukan gadis murahan seperti yang dipikirkan oleh ibunda alingga selama.


.


.


.


(bersambung)


__ADS_1


__ADS_2