
Pernikahan laksana pelaut di atas samudra penuh dengan gelombang, lika-liku kehidpan akan di tempuhnya seperti ombak yang kadang tenang, kadang datang tanpa permisi, semua tergantung kita yang menjalaninya, wanita yang tepat akan selalu bersma walau badai ombak datang menerjang kapan pun itu.
Begitu pula wanita akan merasa sangat bahagia, bukan dengan adanya materi atau fisik, melainkan memperlakukan wanita itu dengan tepat, maka dia akan terlihat seperti ratu.
Menjalani pernikahan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hal tersebut memerlukan banyak persiapan, baik secara fisik maupun mental. Baik secara materi atau pikiran.
Semuanya diperlukan untuk menghasilkan rumah tangga yang baik dan dapat berjalan dengan sangat lancar.
Saling percaya dan saling cinta menjadi satu di antara kunci yang akan menyatukan pasangan selamanya. Perasaan cinta akan benar-benar dapat dibuktikan melalui sebuah pernikahan.
Acara pernikahan Ayu dan San sangat terlihat sederhana, bertabur bunga, beberapa tamu undangan hanya kolega dari JBO, Ayu yang masih berada di ruang ganti merasa gugup, dia yang telah di dandani begitu cantik, balutan dan make up yang tidak begitu mencolok, membuatnya mempunyai aura yang sangat kuat, Deska dan Bella yang berada di dalam ruangan tersebut sungguh tidak percaya, Ayu sangat cantik.
"Kamu cantik Ning,,,"
ujar Bella yang masih belum melahirkan.
"Jadi kepengen deh, jodohin anak kita nanti..."
tambah Bella yang membuat Ayu menahan senyumnya.
Ayu belum memikirkan jauh kesana, dia hanya ingin bisa bersama dengan mas San, dia juga belum kepikiran untuk memiliki seorang anak, tapi mungkin juga nanti Ayu akan siap dengan seiring dengan berjalannya waktu.
Mbok juga terlihat sangat bahagia, kali ini dia kedua kalinya melihat sang puteri menikah, walau berbeda dengan zaman, dia tetaplah puterinya Kemuning.
"Kamu cantik banget cah ayu, mbok berharap kamu bisa menjaga diri mu, jangan pernah mengingat masa lalu yang kelam"
pesan si mbok kepada Ayu.
"Iya mbok,,,terimakasih ya mbok"
ujar Ayu merasa bahagia.
lengkap sudah dia kembali merasakan kasih sayang seorang ibu dari mbok, dia juga merasa sekarang telah lengkap kebahagiannya, dia tidak perlu sesuatu lagi, dia memiliki semuanya berkat San, hanya San yang dia cintai.
.
.
.
Malam itu purnama bersinar terang, penuh dengan wewangian bunga yang menjadi dekorasi pernikahan mereka yang di gelar di halaman samping rumah San, garden party konsep malam itu, semua orang memeakai dress code berwarna putih, sedang kan San dan Ayu mengenakan pakaian adat jawa kraton dengan warna hijau ke emasan.
__ADS_1
San yang telah siap, kini menunggu Ayu menggandeng tangannya, menuju sebuah plaminan yang akan membuat nya menjadi raja dan ratu semalam.
Ayu pun keluar dari ruangan di ikuti Deska dan Bella, San yang menanti di depan pintu merasa sumringah akhirnya dia bisa menikah dengan Ayu, entah dia Kemuning atau siapapun dia San tetap mencintainya.
Ayu menyapa dengan senyum di wajahnya, meraih tangan San dan berjalan menuju pelaminan, ada aura magis yang terasa, terharu dan senang, dia tidak menyangka dia bisa menikah, dia tidak menyangka akan ada orang yang benar-benar mencintainya dengan tulus.
Ayu dan San memasuki area prosesi janji suci pernikahan mereka, semua orang memandang mereka yang berjalan beriringan, cantik dan ganteng, semua tamu terpukau dengan kedua mempelai.
Suasana menjadi haru ketika keduanya memohon restu kepada orang tua San dan mbok, Ayu sempat berharap kedua orang tua aslinya datang, namun itu hanya lah mimpi, dia punya mbok, yang sangat sayang kepadanya.
Prosesi cinta mereka yang singkat seakan abadi, tidak lekang oleh waktu, keduanya kemudian mengucapkan janji suci mereka mengarungi kehidupan yang baru untuk mereka, memasuki fase membangun rumah tangga mereka sendiri dengan cara mereka.
Seusai pengucapan prosei janji suci mereka, mereka menyapa tamu yang datang dengan bersalaman. Jumlah tamu yang lumayan, menambah suasana menjadi sakral dan khidmat, semua bersuka cita akan pernikahan San dan Ayu.
Semesta menyatukan dua insan yang sempat terpisah oleh waktu, namun cinta mereka selalu abadi, selalu ada di hati keduanya. Ketika Ayu dan San menyapa semua tamu undagan, tiba-tiba saja perut Bella merasa mulas dan sangat-sangat mulas.
"Aduh,,,,awww"
rintih Bella yang memegangi perutnya.
"Kamu kenapa dek?"
tanya Arya yang berdiri di samping Bella.
Bella yang merintih kesakitan tidak bisa menahan lebih lama lagi.
"Bella mau ngelahirin ya? bawa ke kamar depan aja?"
seru Ayu.
Arya bergegas membawa Bella ke kamar tamu, di ikuti Ayu, San dan orang tua San dan Bella, untungnya ada mbok yang bisa membantu prosesi persalinan.
"Siapkan handuk bersih dan air hangat"
ujar mbok yang kemudian menutup pintu kamar tersebut.
Mereka semua menunggu Bella di depan pintu, secara otomatis acara pernikahan Ayu dan San yang belum di lakukan penutupan,di tutup dengan Bella yang hendak melahirkan.
Di temani Arya, Bella terus menarik nafasnya, dia berusaha menenangkan sang isteri yang merasakan kesakitan, si mbok yang terus memantau pergerakan si calon Bayi yang perlahan-lahan mulai terlihat kepalanya.
"Terus puteri...tarik nafas panjang dan keluarkan"
ujar mbok yang memberikan aba-aba.
"Huuu....hhaaa....sakit mas..."
__ADS_1
rintih Bella.
"Sabar ya sayang, terus tarik nafas mu, huu...haaaa"
Arya yang terus menemani sang isteri berjuang melahirkan buah hati mereka.
Ayu merasa gugup, baru kali ini dia terasa ada sesuatu di hatinya, Bella yang mengandung dan sebentar lagi akan melahirkan anak dia dengan Arya, Ayu merasa wanita akan bahagia bila telah menjalankan kodrat nya perempuan sebagaimana mestinya.
"Dek,,,,kamu kenapa?"
tanya San yang mengelus pundak Ayu.
"Tidak mas,,,"
Ayu berusaha membuat San tidak akan khawatir tentang itu, dia yakin San pasti akan menunggu, menunggu dirinya siap untuk memiliki seorang anak.
Semua orang yang hampir menunggu 2jam, proses persalinan Bella sama halnya dengan proses persalianan manusia pada umumnya, tidak ada yang berbeda, Bella masih terus berjuang untuk buah hatinya lahir dengan selamat.
Sampai mereka semua mendengar suara tangis bayi yang baru saja lahir, Owek...oweeeekkkk....tangis sang bayi yang sangat kencang, semua orang yang mendengar terdengar lega tidak ada wajah cemas dari mereka, semua tersenyum bahagia menyambut bayi pertama Bella Arya.
Tapi tidak Ayu, dia semakin terasa tertekan dengan perjanjian yang dia berikan kepada San,merasa bersalah, membuat orang tua mas San kecewa dengan tindakan Ayu.
Ayu tidak kuat menahan air matanya, dia berlari menuju kamarnya, sikapnya yang terlihat aneh membuat San mengerti apa yang Ayu rasakan, dia bahkan memberikan Ayu waktu untuk dia sendiri.
"Selamat ya nak Arya, bayi kalian perempuan..."
uajr mbok yang telah membersihkan dan membedong bayi cantik yang sangat mirip dengan ibunya.
"Mas...anak kita"
ujar Bella menggendong haru bayi perempuan itu.
"Nadia ,,,ayah panggil kamu Nadia ya sayang"
ucap Arya yang mengecup bayi mereka.
.
.
.
(Bersambung).
__ADS_1