Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi

Kisah Cinta Pangeran Jayanaga : Reinkarnasi
SR. Setelah Kejadian itu


__ADS_3


Setelah kejadian malam itu, Ayu hanya diam tidak berani menatap sang suami, walau sebenarnya mau tertawa, tapi dia tidak tega, takut mas San akan marah dengannya. Saat sarapan bersama dengan orang tuanya pun, Ayu hanya terdiam menunduk.


"Ning,,,makan yang banyak ya, biar sehat cepet dapat momongan"


celetuk sang bunda.


Ayu dan San hanya saling melirik, wajah Ayu seketika menjadi merah, merasa malu-malu akan kejadian kemarin.


"Iya bunda,,,"


"Ini...."


ayahanda yang memberikan sebuah kunci kepada Ayu.


"Apa ini ayah?"


"Ini kunci rumah, siapa tahu kalian ingin berlibur disana"


ujar sang ayah.


"Rumah yang di mana?"


tanya San yang tidak tahu sang ayah memiliki rumah lainnya.


"Senopati akan membawa kalian ke sana."


Tanpa berpikir panjang, keduanya bersiap untuk mengemasi beberapa pakaian, tempat tersebut dulnya adalah basecamp ketika san dan yang lainnya berburu, Ayu yang dulunya Kemuning juga pernah di ajak ke sana.


Seperti mengerti kedua orang tuanya tahu mungkin Ayu tidak nyaman melakukan hal tersebut dengan San di istana, atau istilah bekennya sekarang itu bulan madu, siapa tahu Ayu akan segera menginginkan seoarang bayi.


Ayu tidak merasa aneh, dia terus mengepak pakaiannya, bahkan pakaian sang suami, San ang masih terlihat cuek hanya melirik sang isteri yang merapikan pakaian yang akan di bawa.


Kesal tidak juga San membantunya, dia berjalan dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang.


"Masih marah ya?"


"Enggak kok dek"


"Kalau enggak, bantuin napa?"


sahut Ayu kesal.


"Bawa aja semua"


ujar San yang melanjutkan membacanya.


Kesal dengan sikap mas San yang cuek, Ayu akhirnya membawa semua isi lemari pakaian San, alhasil ada 10 koper yang di persiapkan Ayu.


"Kok banyak banget?"


ujar San melongo melihat barang bawaan sang isteri.


"Katanya semua, ya sudah..."

__ADS_1


jawab ketus Ayu yang masuk ke dalam mobil.


San tahu Ayu sedang membalasnya, dia berusaha diam dan hanya menghela nafas, tingkah isterinya benar-benar konyol, ya walau kadang Ayu terus menjaga image di depan San.


"Apa ini di bawa semua pangeran?"


tanya paman senopati.


"T I D A K U S A H !!!!"


sahut San yang kesal dengan paman yang menahan tawanya.


Paman kemudian melajukan mobilnya menuju rumah yang di maksud, berada di sebuah puncak gunung, tempat itu sangat sei dan damai, udaranya yang dingin sangat pas untuk pengatin baru seperti mereka.


Perjalanan cukup jauh, Ayu bahkan sempat tertidur, paman juga hanya mengantar mereka, disana mereka hanya akan berdua, benar-benar berduaan.


.


.


.


Sementara Ayu dan San masih di perjalanan menuju rumah yang di maksud, Arya tengah bahagia bermain dengan sang buah hati, Arya bahkan mengambil cuti panjang untuk bisa lebih lama bersam dengan Nadia si buah hati mereka.


"Nak Arya, ayah ingin bicara sesuatu kepada mu"


tanya ayah Bella.


"Baik ayah, bicara lah"


"Aku ingin kamu yang akan mengurus semua aset Amartha beserta saham di JBO"


"Aku akan bekerja di JBO, begitu?"


sahut Arya.


"Benar Arya, tidak ada yang bisa menggantikan ayah selain kamu."


"Arya akan pertimbangkan dulu..."


ujar Arya yang kemudian kembali membawa Nadia ke kamar sang isteri.


Walau ibunda Bella telah berubah dan baik kepada Arya, masih ada rasa penyessalan karena putera mereka satu-satunya telah gugur di medan perang, bahkan sampai sekarang mereka tidak tahu apa Abimayu bereinkarnasi atau tidak.


"Seandainya Abimayu putera kita masih ada ya kakanda"


"Sudahlah dinda, semua telah berlalu lama'


ujar ayah Bella memeluk sang isteri.


Arya pun menceritakan semuanya kepada Bella, dia juga setuju, ayahnya mungkin ingin memiliki waktu lama berma sang cucu, tidak ada yang menggantikan beliau mengurus semuanya, Bell berharap dengan Arya bersedia melakukan hal tersebut, mungkin akan membuat mereka semakin akrab.


Wajah senang terlihat jelas pada Bella, dia tidak ingin membuat sang isteri kecewa, Arya mungkin akan menjawab pertanyaan ayah mertuanya besok ketika mereka sarapan.


.

__ADS_1


.


.


Akhirnya Ayu dan San samoai di sebah Villa asri dengan arsitektur perpaduan dengan rumah tradisonal jepang, lumayan besar, dengan view pegunungan, bahkan di depan pagar di sambut dengan kolam ikan koi yang memang sengaja di desain serupa.


Pepohonan yang rimbun dan hijau, udara yang sangat segar, hening dan damai, Ayu mungkin akan terasa betah berada di sana, membayangkan pergi ke villa saja masih dalam angan-angan, sekarang Ayu bisa tinggal dan bisa bersantai seperti orang-orang pada umumnya.


"Pangeran, sampai disini tugas saya mengantarkan kalian"


ujar paman yang berpamitan.


"Terimakasih, paman"


sahut Ayu sumringah.


Mereka pun masuk ke dalam area Villa, matahari yang temaram seperti akan menghilang d ujung ufuk, menyematkan warna jingga yang kelam, menyinari villa yang arsiteknya di padukan dengan kaca terang.


Paman pun bergegas kembali ke istana, Ayu dan San juga mulai masuk ke dalam villa, perjalanan mereka sangat lelah, mungkin dengan mandi kemudian makan malam, mereka akan rileks menikmati cuaca dingin di puncak yang menjadi destinasi wisata di kota tersebut.


Semua perlengkapan telah di penuhi sebelumnya, ada juga pembantu yang akan datang di pagi hari untuk bebersih vila yang berukuran cukup luas. Ayu memasuk kan kunci ke pintu rumah tersebut, ruangan utama yang langsung menyambung dengan dapur dan halaman belakang yang terdapat gazebo yang terbuat dari bambu.


Naik ke lantai 2 di peruntukan untuk kamar dan kamar mandi utama, kamar yang terdapat dua bad dengan ukuran yang berbeda, view dari kamar juga tidak kala indah, kompleks vila sangat cantik dengan beberapa jalan yang di bentang lampu hias.



"Dek...aku mandi dulu ya"


ujar San yang baru selesai memasukkan semua barangnya.


"Iya ma.....s"


sahut Ayu sejenak terdiam, dia ingat ketika dirinya akan kejadian kemarin.


Memerah wajahnya, tersenyum malu tapi di hatinya dia bangga memiliki suami seperti mas San, tapi semua hanya bonus, yang terpenting hati, hati yang tulus akan mengalahkan apapun di dunia ini.


Ayu yang bersantai sambil menunggu giliran mandi, dia menelepon sang sahabat, cukup lama mereka tidak bersua, di pernikahan Ayu pun Deska tidak bicara banyak.


Deska juga cukup sibuk dengan kerjaan, menggantikan Ayu siaran, belum lagi caffe tatto nya, Adam sang pacar sebenarnya cukup bisa di andalkan untuk mengurus caffe, hanya Deska lebih ingin memiliki waktu berdua dengan Adam.


Ayu berusaha menelepon berulang-ulang tapi tidak di angakat, sepertinya Deska tengah sibuk sekali, hanya Deska sahabat dan kerabat yang sangat baik kepadanya apapun ke adaan Ayu.


Deska tengah sibuk bersama dengan Tantri, cewek indigo yang menjadi pelanggan tatto nya, Deska membantu Tantri dalam sebuah kasus, dia menemukan seoarang anak kecil berumur 4tahuan yang sebangsa dengan San ataupun Bella.


.


.


.


(Cerita bersambung ke episode selanjutnya ya)


Jangan lupa mampir juga di cerita ku yang lain.


__ADS_1




__ADS_2